Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
75. Menyusuri Gedung Terbengkalai


__ADS_3

Sania yang semakin penasaran dengan bangunan itu dia mencoba mengajak Lisa untuk mengecek bangunan yang sebelumnya ia lihat ada seseorang disana.


"Ayo Lis kita kesana aja" Sania menunjuk ke bangunan itu, "Mau ngapain Nia? aku takut lihatnya aja udah angker gitu" ucap Lisa, ia menolak Sania untuk pergi kesana.


Sania pun memaksa Lisa ia memaksa sambil memohon agar dirinya mau ikut dengannya, "Ya udah deh aku ikut, tapi emang bener ya kamu lihat ada orang disana!" Lisa pun luluh dengan rayuan Sania, sementara ia juga penasaran dengan yang di lihat temannya itu.


"Iya Lis, aku penasaran banget disana itu, kayak ada orang tapi anehnya kenapa kamu nggak bisa lihat" ucap Sania, Lisa pun diam dan berpikir kalau seandainya dirinya tidak bisa melihat apa yang Sania lihat ada kemungkinan itu makhluk lain yang sedang Sania lihat.


"Hantu kali itu Nia!" seru Lisa spontan, Sania seketika langsung menoleh ke Lisa ia menatap serius, "Aku juga sempat berpikir begitu sih Lis" ucapnya.


"Itu alesan aku akhir-akhir ini nggak mau cerita ke kamu, soalnya aku masih ragu mau cerita hal itu" Lalu seketika Sania langsung bercerita masalah yang ia alami mengapa dirinya sedikit berubah sikapnya.


"Oo, jadi itu alesan kamu aneh akhir-akhir ini" Lisa pun mulai paham dengan Sania, "ya udah ayo kita kesana siapa tau kita bisa cari petunjuk" imbuhnya.


Mereka berdua segera berjalan menuju ke bangunan itu, sementara saat mereka berdua sedang berjalan tiba-tiba Hana keluar di belakang mereka. "Sania!! Lisa!! kalian mau kemana?" ia menengok ke arah mereka berdua saat keluar dari rumah sakit.


Mereka mendengar teriakan Hana dari belakang mereka berdua dan berbalik badan, "Ehh kak Hana! kirain udah pulang" kata Sania.


Hana segera menghampiri mereka berdua, "Kakak belum pulang, tapi sekarang ini mau pulang" ucapnya. "kalian mau pergi kemana?" Hana pun penasaran karena mereka berlawanan arah dengan jalan pulang.


"Kita berdua mau ke sebrang jalan kak!" jawab Sania. "Mau ngapain kalian?" Hana pun semakin penasaran dengan Sania yang akan pergi tanpa memberitahukan kalau dirinya akan pergi ke gedung kosong itu.

__ADS_1


"Cuma mau ke sana kok kak" Lisa menjawab Hana supaya Hana tidak begitu penasaran, "Kalo gitu ayo kakak temenin!" mendengar itu dari Hana Sania pun terdiam ia merasa sangat terkejut dan takut.


"Ngg nggak usah kok kak! aku sama Lisa aja udah cukup" Sania mengatakan dengan nada yang sedikit takut dan itu membuat Hana semakin penasaran dengan mereka berdua.


"Beneran kakak nggak boleh ikut?" Hana berusaha menanyakannya sekali lagi dan Sania mengangguk "Iya kak, aku sama Lisa cuma sebentar kok kakak pulang aja duluan" kata Sania.


Ia berusaha meyakinkan Hana, namun Hana masih ragu tetapi ia berusaha membuat adiknya tetap pergi dengan Lisa, "Ya udah kalian hati-hati ya! kalo gitu kakak pulang duluan!" kata Hana.


Sania pun mulai merasa lega karena Hana tidak ikut dengannya, dan akhirnya Hana pun berjalan berbalik arah meninggalkan mereka berdua, sementara Sania dan Lisa pun mulai berjalan menyebrangi jalan.


Hingga di sebrang jalan mereka pun segera berjalan dengan cepat karena Sania masih takut dengan Hana kalau dirinya masih akan tetap ikut, namun Sania pun tidak melihat Hana ia pikir Hana sudah menaikin mobil dan pulang.


"Mungkin emang udah pulang kali Lis," dan mereka segera berbalik berjalan menuju bangunan itu, Sampai di depan bangunan yang terbengkalai itu Sania melihat ke arah atas sementara area di sekita bangunan itu pun sangat kotor, dinding dan lantainya juga kusam banyak sekali debu-debu disana.


"Kita beneran mau masuk ke dalam sana Nia?" Lisa mulai merasakan takut sementara Sania masih saja memandang ke arah atas bangunan yang setinggi 20 lantai itu membuat Sania semakin penasaran.


Sania memandang ke atas karena ada yang menarik perhatiannya yaitu sesosok wanita yang waktu itu ada di dekat kamarnya ia berdiri di sana di lantai 6 memandang ke bawah, ia berdiri di pinggir sekali seakan-akan dirinya mau terjun dari atas itu.


"Kita masuk aja Lis" Sania segera menurunkan pandangannya dan langsung menjawab Lisa, Lisa pun langsung menatap Sania dari belakangnya ia menatap dengan tatap yang sangat tajam dan ia juga merasa takut sekarang berada di dekatnya.


Sania melangkah maju masuk ke dalam bangunan itu, sementara Lisa yang berada di belakang Sania ia masih diam disana melihat Sania yang sudah memasuki gedung itu membuat nyali Lisa semakin menciut saat melihat sikat Sania yang mendadak berubah disana.

__ADS_1


Sikapnya berubah dingin saat di sana setelah Sania menatap ke arah atas, Lisa juga tidak tau apa yang ia lihat diatas sana yang jelas yang ia tau dan ia rasakan adalah perubahan sikapnya yang menjadi dingin.


'Sania aneh banget deh perasaan tadi dia baik-baik aja tapi kenapa sampe sini dia jadi aneh gini!' ungkap dalam benak Lisa melihat Sania yang mendadak aneh baginya.


Saat Sania akan menaiki tangga menuju ke lantai dua Ia pun memanggil Lisa untuk menemaninya "Lisa! ayo" dan Lisa pun segera berjalan menuju dirinya berada, "kita mau ke lantai berapa Nia?" sampai di dekat Sania Lisa semakin penasaran karena akan pindah ke lantai atasnya.


"Di atas sana ada orang, aku yakin rasa penasaran aku bisa terpecahkan kalo ketemu dia" ungkap Sania, sementara Lisa tidak mengerti apa yang di katakan Sania dan ia memilih diam.


Saat mereka berdua berjalan menyusuri tangga menuju ke lantai 2 Hana pun datang, 'Kalian ke gedung ini mau ngapain sih' pikirnya.


Hana ternyata ia menyebrangi jalan terlebih dahulu saat Sania dan Lisa berjalan meninggalkan Hana, "Aku khawatir lho sama perasaan aku Nia" ucapnya.


Hana segera menyusul mereka berdua ia mulai masuk ke dalam gedung itu, Sementara Sania dan Lisa terus berjalan menuju lantai yang ingin Sania tuju yaitu lantai 6.


Mereka berdua terus berjalan hingga di lantai ke 4 Sania memandang ke arah depannya dan kebetulan sekali di setiap lantai itu posisi jendelanya sangatlah lebar dan besar.


"Sania kita mau ke lantai berapa?" Lisa menanyakan ke Sania karena ia tak henti-hentinya berjalan menyusuri tangga. "Kita mau ke lantai 6" ucapnya langsung.


Sementara mereka berhenti di lantai 4 Sania memandang ke arah depannya melihat ke arah jendela, Lisa yang sedang kelelahan karena tidak berhenti menaiki tangga mencoba melihat ke arah yang Sania lihat.


Mereka berdua merasa kagum melihat pemandangan dari ketinggian, namun beberapa saat Sania pun mulai berjalan melanjutkan langkahnya yang terhenti sementara itu.

__ADS_1


__ADS_2