
"Aku nggak apa-apa kok Cheryl, cuma perasaan aku aja"Kata Sania. "Ya udah besok kakak ke rumah sakit sekalian mau ke kantor polisi juga" kata Sania.
"Kakak mau ke rumah sakit?" ... "Iya, kakak mau jenguk kamu juga, boleh kan?" tanya Sania. "oo boleh kok kak," jawab Cheryl tersenyum.
Cheryl pun pamit pergi, Sania juga akan istirahat karena sudah malam dia juga tidak bisa kemana-mana kalau pun keluar pasti Hana menanyakannya.
Maka yang lebih baik besok saat pulang sekolah Sania berencana untuk pergi untuk menjenguk Cheryl. Dan sekalian dirinya melapor ke pada polisi dekat rumah sakit tempat Cheryl di rawat.
Besok paginya Sania kembali beraktivitas seperti biasa tapi ada bayang-bayang yang menghantui matanya, ia terbayang kepada Wanita yang kemarin ia temui itu.
"Kenapa sih kok kebayang mbak yang kemaren?" gumam Sania. "Coba deh aku nanti ke sana aku temuin mbaknya"
Tidak beberapa lama Sania pergi ke sekolahnya sampai di depan sudah ada Lisa yang menunggu bus sekolah di haltenya. "Udah lama Lis?" tanya Sania. "Belum kok, baru aja" jawabnya.
Mereka berdua duduk disana dan Sania memberitahukan ke Lisa bahwa dirinya masih di hantui oleh bayang-bayang wanita yang kemarin. "Jadi kamu masih kebayang mbak yang kemaren Nia?" tanya Lisa dia terkejut mendengar cerita Sania.
"Terus apa lagi yang kamu lihat selain itu?" Lisa mencoba memahami Sania, tetapi hanya hal tersebut yang Sania lihat. "Aku juga ngerasain hal buruk kemaren waktu Cheryl datang ke kamar aku!" kata Sania.
"Ngerasain hal buruk? maksudnya gimana?" Lisa tidak mengerti hal buruk tersebut. tetapi Lisa memikirkan hal buruk tersebut apakah menyangkut tentang Wanita kemarin? atau hal yang lain.
"Apa hal buruk itu tentang mbak yang kemarin?" Lisa mencoba bertanya tentang hal buruk itu. Sania pun menatap Lisa dengan serius dan mengangguk. "Apa mungkin!!" kata Lisa serius dengan sedikit melotot matanya.
__ADS_1
"Jangan nakutin gitu ah!!" ucap Sania dengan menoel Lisa sedikit. "Aku cuma khawatir Nia, kan kamu sering bener kalo masalah kayak gini!" ucap Lisa. Sania melirik Lisa, dan Lisa sedang menatapnya serius.
"Aku juga khawatir sih, tapi semoga aja nggak terjadi apa-apa" kata Sania mengerutkan kedua alisnya. "Kita nanti datengan aja toko mbaknya!" Tercetus ide dari Lisa. "Sama hal yang aku pikirin Lis" kata Sania.
Mereka berdua pun sepakat untuk ke toko wanita itu lagi nantinya, Mobil sekolah sudah datang mereka berdua segera menaiki mobil tersebut, 'aku heran sama Sania kenapa dia bisa begitu ya' dalam pikiran Lisa sambil menatap Sania dari belakang.
Hal itu mulai bertanya-tanya di kepala Lisa, 'siapa sih sebenarnya Sania, waktu itu cahaya warna kuning sekarang sesuatu yang belum terjadi dia bisa lihat' kata Lisa dalam pikirannya.
Sania seketika menarik tangan Lisa ngajaknya duduk, "kita duduk sini aja!" kata Sania. Lisa hanya mengangguk dan kemudian menunggu bus melaju ke arah sekolahnya.
Sampai di sekolah mereka turun, Sania dan Lisa mencoba melihat ke arah sebrang jalan menaruh tangannya ke dahinya menutup cahaya matahari di wajahnya. "Nggak keliatan orangnya!" kata Lisa.
Selepas dari mobil mereka berdua justru berdebat tentang Wanita itu, di sisi lain mereka harus sekolah dan di sisi lainnya mereka ingin sekali melihat wanita itu apakah dirinya masih ada? atau sudah tiada seperti yang mereka berdua pikirkan!.
"Ya udah Lis nanti aja, aku yakin dia baik-baik aja" kata Sania. "Iya tapi kamu tuh suka bener prediksi, apa yang kamu lihat itu selalu aja kejadian!" tutur panjang Lisa. Sania pun terdiam mendengarnya.
Saat mereka berdebat di pinggir jalan membuat perhatian semua orang di jalan, mereka di lihat banyak orang di sana, kemudian Sania tanpa suara langsung menarik tangan Lisa.
mereka berdua bergegas berjalan meninggalkan halte, Sania berjalan dengan cepat dia sepertinya kesal dengan Lisa yang baru saja mengajaknya berdebat dan membuat perhatian banyak orang.
"Lis, aku tau kamu khawatir, aku juga gitu tapi ini kita harus sekolah dulu!" ucap Sania kesal, Lisa membuang pandangannya dari Sania dia menatap ke arah langit, Dia juga merasa kesal dan gelisah.
__ADS_1
Lisa kemudian menarik napasnya dan mengembuskannya lagi, "Ya udah kita ke kelas aja yuk!" ucap Lisa. Mereka berdua pun sepakat untuk menemui wanita itu saat pulang sekolah, dan berharap tidak terjadi apa-apa dengannya.
Mereka berdua pun saling diam, Mereka juga bingung mana yang harus di lakukan dulu, telintas juga di pikiran Lisa hal-hal yang tidak-tidak dan justru membuatnya semakin cemas.
"Sania!! apa kita nanti lihat lokasi belakang aja!" ucap Lisa. "O iya ya! kenapa nggak kepikiran dari tadi?" kata Sania. Lalu mereka berdua berlari ke dalam kelas dan langsung meletakkan tasnya.
Lalu mereka berdua langsung pergi ke area belakang kelasnya, "Yahhh!! tinggi banget lagi pagarnya!" kata Lisa menatap tinggi pagar sekolahnya. "Gimana ya!" ucap Lisa kemudian dia mencari ide untuk melihat keluar.
"Eh Sania, di kelas IPA kayaknya bisa deh! tuh coba liat!" Kata Lisa seketika ia langsung melihat ke atas ke kelas IPA, "Kita kesana aja yuk!" tambahnya.
"Ya udah kalo gitu, kita coba lihat area luar dari situ aja!" kata Sania. Mereka berdua berlari ke atas ke kelas IPA sampai disana mereka melihat jalanan belakang sepi, dan tidak orang seperti biasa.
"Eh tapi nggak ada siapa-siapa Lis!" ucap Sania. "he'ehm" Lisa Mengangguk, "berarti kemungkinan mbak-mbaknya baik-baik aja" kata Sania. "Tuh kan Lisa!! kamu nggak percaya sama aku sih!!" kata Sania sedikit memaki Lisa.
Lisa tersenyum tengil, "Iya iya, maaf deh!" kata Lisa menatap Sania dengan memohon. "Ya udah ayo kita ke kelas aja!" Sania dan Lisa kemudian turun dari kelas IPA mereka berdua langsung menuju ke kelasnya.
Saat di perjalanan menuju kelasnya bel masuk pun berbunyi. "Eh Lis, nanti temenin aku yuk!" kata Sania. "kemana Nia?" tanyanya. "Aku mau ke rumah sakit, mau jenguk Cheryl, katanya dia bentar lagi sembuh!" ucap Sania.
"Ya udah nanti kita kesana, emang Cheryl bilang ke kamu kapan?" tanya Lisa, "Kemaren sih, dia juga ngasih tau suatu hal!" ucapnya. "Suatu hal apa?" Lisa pun bingung.
Apa yang di maksud suatu hal dari Sania, Lalu Lisa kemudian mengada-ngada dalam pikirannya 'apa hal buruk lagi? suatu hal apa sih yang dia maksud' ucapnya dalam pikirannya
__ADS_1