Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
56. Sesuatu yang Sania Lihat


__ADS_3

Mereka berdua memberhentikan sebuah mobip Taksi, "Kita naik taksi aja ya Nia!" seru Lisa. Ia kemudian memberhentikan mobil. "Pak ke rumah sakit ya." kata Lisa. "Ayo Nia naik." Mereka berdua langsung menaiki mobil tersebut.


Saat di dalam mobil mereka berdua menyusun buah-buahnya. "Kita susun aja biar enak di liat!" kata Sania. sambil merapikan barang bawaannya. "Mau kemana mbak!" seru sang Supir. "Mau jenguk orang sakit pak!" jawab Sania.


Saat di dalam mobil Sania mendadak merasa aneh, Ia merasa kan hal lain. pemandangannya seolah-olah menjadi lambat. Ia kemudian mencoba melihat ke arah luar. Benar saja yang ia rasakan benar-benar melambat.


'ada apa ini!' kata Sania dalam hatinya. 'Lho kok jadi pelan semua?' dia merasa bingung dengan yang ia lihat. Tiba-tiba ada sebuah portal di depan mereka. Sania pun merasa terkejut dengan hal yang tak biasa ini.


"Lisa!!" Sania mencoba menyapa tetapi yang ia lakukan percuma Lisa tidak mendengarnya dan ia sibuk dengan yang ia lakukan saat ini. "Pak!!" lalu Sania mencoba menyapa ke supir.


Sama halnya denga Lisa tidak ada yang menanggapinya. "Hei!!" Sania melambaikan tangannya juga mereka tidak merespon. "Kalian nggak denger aku!!" serunya lagi.


Sania lalu mencoba memandang ke arah lain ke jendela mobil. Seketika pergerakannya tiada artinya. Lantas Sania mencoba memandang ke arah depan dan mereka hampir menuju portal tersebut.


Portal itu entah portal apa, berbentuk bulat dan lebar berwarna hitam.


"Sania!!" Seketika Lisa menanyainya. Dan pandangan Sania pun berubah seketika. "Aahh!!" Teriaknya. "Eh Lisa!! kita tadi hampir masuk ke lubang besar!!" ucap serunya.


"Lubang besar?" .. "Apa maksudnya sih? lubang besar apa Sania?" kata Lisa. "Nggak tau itu tadi ada di depan!" katanya.


"Udah deh, kita udah sampe ini" kata Lisa, Ia mencoba menenangkan suasana di dalam mobil tersebut.


Setelah turun Sania mencoba menjulurkan tangannya dalam pikirannya terus bertanya-tanya, 'itu tadi apaan ya? apa mungkin aku doang yang ngalamin?' katanya sambil menjulurkan tangannya.

__ADS_1


"Sania!! kamu ngapain?" Lisa melihat Sania seperti itu merasa aneh, ada apa sebenarnya dengan dirinya. Sania menengok saat Lisa memanggilnya. "Ayo masuk Lis!" ucapnya.


"Kamu barusan ngapain sih?" tanya Lisa. "Aku cuma mau ngeliat apa yang tadi aku liat cuma meriksa doang" Ucapnya. "Ya udah ayo kita ke kamar Cheryl kamu kan yang tau!" kata Lisa.


Saat sedang di lorong rumah sakit Sania melihat seorang anak kecil yang tengah berdiri di depan ruangannya. Ia tengah tertunduk sedih. Di ruangan lain pun ada beda hal, ia melihat ada seorang wanita yang amat seram. Ia tengah menangis.


"Kok aku bisa ngeliat mereka semua sih!" ucap Sania berbisik. "Apa Nia? kamu barusan ngomong?" Lisa tidak sengaja mendengar Sania. "Nggak kok Lis" .. "Eh kalo nggak salah di sebelah sini kamarnya deh!" kata Sania sambil mengalihkan topik.


Saat di lorong menuju kamar Cheryl Sania melihat banyak sekali aura milik orang-orang. Dan ia melihat aura berwarna hitam, ada dua disana. Hal lain lagi yang ia lihat ada beberapa penampakan yang menyeramkan yang ia lihat.


"H!!" teriakan Sania dan menutupi wajahnya. "Sania kamu kenapa?" Lisa juga bingung dengannya. "Hah!!!" matanya sangatlah was was dan keringat sedikit bercucuran.


Dan ada yang muncul di depan dirinya "AA.. AAAHH!!" secara refleks Sania menutup wajahnya. "Sania ada apa?!" Seru Lisa. "Aku takut!!" ucapnya sambil menutup wajahnya.


Yang ia lihat barusan di depannya itu adalah Cheryl. Sania langsung menarik napas secara lega. "Kamu kok muncul di depan aku? aku kan kaget!!" seru Sania.


"Sania!!" Lisa menegur Sania yang bicara sendiri itu. "Ada Cheryl Lis!" Ucap Sania. "Kak, kamar aku bukan disini lagi!" kata Cheryl. "Oo, kamu udah pindah kamar ya? disebelah mana?"


"Di sebelah sana kak kita keluar dari gedung ini." ucap Cheryl menunjukan kamarnya. Sania mengangguk. "Ya udab kamu kasih petunjuk aja" kata Sania.


"Lis, bukan sebelah sini lagi kamar dia!" .. "Oo udah pindah, sebelah mana?" .. "Nanti Cheryl nunjukin, kamu ikutin aku aja!" kata Sania.


Mereka keluar dari gedung yang sebelumnya Cheryl di rawat. Dan mereka berdua berjalan ke arah kamar Cheryl berada. "Lisa!" Sania berbisik ke Lisa. "Hmm?" Lisa mendekatkan telinganya ke Sania.

__ADS_1


"Aku lihat banyak orang-orang aneh disini!" bisiknya. "Orang aneh? maksud kamu apa Nia?" Lisa tidak mengerti apa itu. "Tadi waktu kita jalan masuk mau ke kamar Cheryl sebelumnya, Aku lihat ada banyak Aura sama banyak bentuk orang aneh!" ucapnya.


"Maksudnya bentuk orang aneh? apa kamu lihat hantu?" Lisa mengira-ngira yang di katakan Sania barusan dan Sania seperti menunjukan bahwa yang ia lihat itu adalah hantu.


"Apa bentuknya sama kayak Cheryl?" Sania mengangguk. "Kamu nggak bisa lihat ya?" kata Sania. "Aku nggak, kamua yang bisa lihat kan?" ujar Lisa.


Saat sedang mengobrol mereka berdua pun sampai di kamar Cheryl. "Kak ini?" tunjuk Cheryl. "Ruangan ini ya?" kata Sania. "Ya udah ayo kita masuk Lis" Sania mengajak Lisa.


Mereka berdua masuk ke kamar Cheryl. Melihat Cheryl yang tengah berbaring dengan banyak peralatan medis. "Kok serem!!" Ucap Lisa pelan.


"Kamu disini sendirian Ril?" .. "Ibu sama Bapak kamu kemana?" Tanyanya. "Ibu lagi keluar tadi dia turun, beli makan!" kata Cheryl.


"Eh ini aku bawain bunga sama buah, cepet pulih ya Cheryl." Sania meletakan bunga yang ia bawa dan juga buah yang mereka bawa. "Makasih ya kak!" jawab Cheryl.


Sania dan Lisa berada sedikit lama di dalam sana, mereka berdua menunggu Ibu Cheryl yang tengah di luar tetapi tidak kunjung datang. "Ibu kamu masih lama ya?" tanya Sania melihat ke arah jam.


"Nggak tau kak!" Saat sedang membicarakannya tiba-tiba ia muncul. Ibunya Cheryl datang, Sania dan Lisa berdiri dan menyapanya. "Bu!!" ucap mereka berdua sambil tersenyum.


Ibu Cheryl juga membalas senyuman mereka. "Kalian udah lama disini?" Ibu Cheryl menanyai mereka berdua. "Belum kok bu, kita baru aja!" Mereka berdua kemudian duduk dan sambil mengobrol bersama di dalam sana.


Sania mendadak melihat bayang-bayang hitam yang menyelimuti matanya. 'apa lagi ini?' Ia di perlihatkan kejadian yang ia lihat di jalan setapak belakang sekolahmya.


'itukan mbak yang jualan di depan sekolah, kenapa aku masih di hantui sama bayang-banyang ini?' dalam pikirannya pun mulai bergejolak. Membuat suasana Sania menjadi takut akan hal buruk yang akan menimpa wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2