
Berhari-hari Hana melalui tanpa adiknya yang sedang koma di rumah sakit ia terus menjaga adiknya sepanjang waktu dan tak ada waktu lagi untuk mengurus dirinya sendiri.
Sama halnya dengan Lisa di sekolah dan juga termasuk teman-temannya, di kelas terasa kosong Lisa menatap ke bangku yang kosong di depannya, ia juga membayangkan Sania di bangku tersebut.
Widia dan Febby pun mengalami hal yang sama, ia juga terus menatap ke bangku yang biasa Sania duduki disana mereka bertiga merasa sedih dan kehilangan sosok Sania di kelas.
Sosok Sania yang sering mereka kenal pendiam dan selalu misterius yang di anggap oleh mereka bertiga sekarang tidak ada lagi sosok tersebut, mereka di kelas saling diam dan saling tatap menatap.
mereka berencana untuk ke datang menjenguk Sania di rumah sakit bersama rombongan kelas mereka nanti saat pulang sekolah mereka ingin memberi support ke Sania disana.
Di tempat yang berbeda Cheryl yang sudah di nyatakan sembuh oleh dokter di perbolehkan pulang ke rumah, di saat itu Cheryl melihat ke arah kamar yang berada Sania disana.
Cheryl menatap ke arah kamar Sania tetapi ia tidak berkata apapun saat itu ia hanya menatap ke arah kamar tersebut, namun perasaan Cheryl tidak bisa bohong ia merasa sangat sedih kala ia menatap kamar tersebut.
Tetapi ia tidak mengetahui apa penyebab dirinya merasakan hal itu saat ia pulang, sesaat setelah itu ia pun pergi meninggalkan rumah sakit, dan semuanya terasa sunyi bagi Hana.
Ia terus menatap adiknya dan terus menggenggam tangan Sania, Hana terus bercerita ke adiknya yang entah mendengarkan ceritanya atau tidak namun Hana masih terus bercerita tanpa henti untuk Sania.
Saat ia berhenti berkata hatinya merasa sangat kesepian maka dari itu Hana terus berkata-kata tanpa henti.
__ADS_1
Tidak terasa seminggu pun berlalu, Hana melalui hari-hari sangatlah berat baginya, tetapi Hana sudah mulai sedikit terbiasa saat di rumah ia selalu merapikan kamar milik Sania dan selalu memandangi kamar yang kosong itu.
"Dirumah ini benar-benar sepi Sania! cepat pulanglah aku merindukanmu disini!" Hana memegang gagang pintu kamar Sania seketika air matanya berlinang mengalir sedikit deras.
Setelah itu Hana menutup pintu kamar Sania dan ia bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit lagi menemani Sania, Sementara itu Utari yang saat itu masuk ke rumah sakit karena kecelakaan kini sudah sembuh dan sudah beraktivitas seperti biasa.
Utari tidak menyadari kalau Sania saat ini sedang di rawat, ia saat akan pulang dari rumah sakit ia langsung saja pulang, jika ia mengetahui Sania ada di ruangan perawatan Utari pasti akan datang ke sana.
Hana pun datang ke rumah sakit, saat ia sampai di rumah sakit tiba-tiba teman-teman Sania sudah berada di depan pintu kamar milik Sania, Hana terkejut saat melihat mereka semua berdiri menunggu Hana datang.
Hana melangkah maju ke arah pintu kamar Sania dan saat itu teman-teman Sania berdiri berbaris dan mengatakan ke Hana "kak, apa kami boleh masuk bergilir untuk melihat Sania?" salah satu dari teman kelas Sania meminta izin dari Hana.
Lalu teman Sania masuk ke dalam kamar Sania per dua orang secara bergilir, hingga sampailah giliran Lisa dan Widia mereka masuk ke dalam bersama Lisa membawakan bunga yang waktu itu ia bawakan untuk Cheryl.
"Sania lekas membaik ya" kata Lisa ia sambil meletakkan bunga itu di atas meja milik Sania "kok Sania bisa begini sih Lis, sebenernya apa yang dia lakuin?" Widia seketika bertanya ke Lisa tentang Sania yang tiba-tiba masuk ke rumah sakit.
Lisa tidak mau menjawab ia memilih diam karena takut temannya salah paham tentang kejadian di hari itu, "Dia terjatuh" hanya itulah yang di ucapkan oleh Lisa, Widia memandangi Sania berharap Sania kembali seperti dulu lagi berkumpul bersama mereka lagi.
Di dalam sana mereka berdua saling diam dan hanya menatap Sania saja, mereka mengalami kesunyian seperti yang di alami oleh Hana, bersedih ingin menangis, dan membayangkan Sania saat bersama mereka.
__ADS_1
Semua teman Sania membahas Sania di luar ruangannya mereka bertanya-tanya mengapa Sania bisa sampai seperti itu apakah kejadian akhir-akhir ini yang mereka rasa bahwa Sania sangat aneh waktu itu.
Setelah beberapa lama dan sudah melihat Sania di dalam mereka semua pun pulang namun yang masih tetap tinggal disana hanya Lisa, Widia, dan Febby mereka bertiga sangatlah setia dengan Sania.
Hana mengizinkan mereka bertiga untuk masuk melihat adiknya lagi, saat di dalam Lisa berusaha menghibur Hana agar hari-hari yang di lalui oleh Hana bisa kembali tersenyum walau tanpa Sania, mereka mengobrol bersama dan membuat ruangan yang berisi kesedihan menjadi canda dan tawa.
Hana nampak bahagia saat itu ia terus tertawa dan penat yang ia alami pun hilang bersama canda tawa mereka, suasana sunyi hati Hana menjadi hidup kembali, ia sangat senang memiliki teman bicara saat dirinya sedang seperti itu.
Tidak terasa hari mulai sore matahari mulai menampakkan langit senja, Lisa dan yang lainnya berpamitan untuk pulang, mereka bertiga pun keluar dari kamar Sania "Makasih ya kalian udah buat kakak jadi nggak kesepian lagi" ucap Hana.
"Iya kak nanti kita selalu datang ke sini bersama" ucap Widia lalu mereka bertiga berjalan keluar dari rumah sakit sampai di pintu depan luar rumah sakit Lisa menatap gedung kejadian waktu itu.
Ia menatap dengan sinis dan merasa sangat benci sekali, tidak sengaja Widia saat berada di samping Lisa menatap wajah Lisa yang tampak serius "Kamu kenapa Lis?" kata Widia.
"Nggak kok Wid, aku ngeliat disana kayak ada orang deh" Lisa berkata bohong demi menutupi kejadian yang sebenarnya, "Dimana? kamu mungkin salah liat kali Lis" jawab Widia saat itu juga Widia menengok ke arah yang Lisa lihat.
Widia memperhatikan semua sisi tidak ada seorang pun saat Widia melihat ke arah yang Lisa lihat, namun berbeda dengan Lisa ia seperti nampak samar-samar dari kejauhan.
Setelah itu Lisa memalingkan wajahnya dan kemudian Febby menghentikan laju mobil saat itu, mereka bertiga langsung menaiki mobil taksi dan pergi pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
Saat turun di dekat rumah Lisa menatap halte bus lalu ia terbayang melihat Sania tengah duduk disana, cuaca sore itu juga sangat mendukung suasana Lisa untuk mengenang Sania kembali ke ingatannya lagi.