Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
53. Berita Baik, dan Perasaan Buruk


__ADS_3

Sania pun terlelap dalam tidur siangnya, dalam tidurnya dia bermimpi, bukan hal buruk yang sedang ia pikirkan hari ini melainkan hal bahagia.


Hal bahagia itu adalah Cheryl, Sania memimpikan bahwa Cheryl kembali hidup normal tidak dalam perawatan medis lagi. Namun itu belum terjadi, dan hal itu hanya mimpi milik Sania.


Seketika ia terjaga, membuka matanya dan langsung bangun duduk di atas kasurnya. Sania terdiam, dia merasa bingung dan merasa aneh 'Benarkah!!' 'Apa itu nyata!!' dalam pikirannya bertanya-tanya.


Lantas ia juga mengingat Cheryl yang siang tadi ia katakan ke dirinya bahwa Cheryl akan kembali pulih setelah dalam perawatan dokter. "Kalo bener dia pulih, terus apa yang aku mimpiin ini?" ... "Semoga mimpiku ini jadi nyata" gumamnya.


Lalu saat Sania akan bangun berdiri tiba-tiba Cheryl sudah ada di depannya dan membuat Sania terkejut dan kembali duduk di kasur lagi. "Aaah!!" Sania berteriak dan secara reflek ke dua tangannya menutup wajahnya.


"Cheryl!! Kamu bikin aku kaget!" serunya. "Eh tapi kamu kok keliatan bercahaya gitu? ada apa?" Sania pangling melihat Cheryl di balut cahaya.


"Aku juga nggak tau kak, tapi yang aku rasain ini aku bakalan balik lagi ke tubuh aku deh!" ucapnya. "Jadi kamu bakalan sembuh nih?" ... "Iya kak, dari tadi aku ngerasain begini tapi belum juga balik ke tubuh aku" ucapnya.


"Mungkin butuh proses kali sebentar lagi mungkin" kata Sania. Balutan cahaya pada tubuh Cheryl tidak begitu terang. Warna cahaya itu berwarna putih dan sedikit ke biru-biruan.


"Semoga kamu cepet pulih dan bisa kembali bertemu orang tuamu ya!" Sania memegang pundak Cheryl sambil tersenyum. Lalu Sania pun keluar dari kamarnya. Dia berjalan keluar kamarnya dengan kegembiraan, 'berarti mimpiku jadi kenyataan dong' ucapnya dalam hatinya dan raut wajahnya pun tersenyum.


***********


Dokter keluar dari kamar pasiennya, Ayah Cheryl langsung menghampirinya "Bagaimana Dok?" tanya ayah Cheryl serius. "Syukur pak, sebentar lagi anak bapak akan sadar, kita masih menunggu denyut jantungnya yang sebentar lagi normal" ucap Dokter dia menyampaikan itu dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Setelah koma selama lebih dari dua minggu, anak bapak menunjukan hasil yang sangat bagus selama perawatan. Jadi dia akan kembali normal sebentar lagi, mohon bersabar ya pak!" ucap Dokter itu menyentuh pundak Ayah Cheryl.


Dokter meninggalkan Ayah Cheryl, Ayah Cheryl tertunduk dia merasa senang mendengar kabar baik dari Dokter, 'Syukur, cepet sembuh ya nak' Dalam hatinya.


Saat sedang menatap Cheryl dari depan pintu kamarnya, suara telpon Ayah Cheryl berbunyi, lalu dia mengangkat telpon itu, dan ternyata dari salah satu komplotan perampok itu menelpon Ayah Cheryl.


Setelah mengangkat telpon dan berbicara di telpon Ayah Cheryl menghampiri Ibunya Cheryl "Bu! bapak pergi dulu ya!" ... "Iya pak, hati-hati!" jawab Ibu Cheryl.


***********


Ayah Cheryl pun sampai di rumah tua dia masuk ke area belakang rumah tua, "Ada apa bos!" kata Ayah Cheryl dari depan pintu masuk area bekalang rumah.


Ayah Cheryl berniat untuk berhenti merampok dia khawatir dengan Cheryl dan Ibunya, tetapi dia belum berani membicarakan itu ke pada bosnya itu, dia hanya diam dan masih mengikutin perintah yang di berikan kepadanya.


'Aku harus berhenti ngerampok, aku khawatir dengan mereka berdua' ucapnya dalam hati. "Hei!! apa kau melamun!" si Bos menyapa Ayah Cheryl yang sedang melamun, "Maaf bos," jawabnya. "Bagaimana kondisi anakmu?" Lalu Bosnya pun menanyakan kabar Cheryl.


"Dia dapat kabar baik Bos dia akan pulih!" jawabnya. "Bagus, semoga anakmu sehat kembali" kata Bos. Ayah Cheryl mengangguk. "Makasih bos" .... "Baiklah, ayo kita mulai susun rencana lagi" Bos komplotan perampok itu kembali menyusun rencana.


Sayangnya Cheryl juga sedang mengikuti Ayahnya disana dia mendengar semua rencananya dan juga mengetahui mereka akan merampok bank yang dekat Rumah Sakit tempat dirinya di rawat. "Jangan-jangan bapak mau ikutan ngerampok lagi!!" Seru Cheryl yang tau akan rencananya.


"Kalo gitu aku harus kasih tau kak Sania buat cegah mereka ngerampok lagi" Cheryl menghilang dan menuju rumah Sania. Saat itu Sania sedang berada di mini market sebrang rumahnya itu. "Kak!!" Cheryl mencari-cari Sania di seluruh rumahnya dan tidak menemukan dirinya.

__ADS_1


"Kak Sania pergi kemana ya!" Cheryl menunggu Sania kembali. Ia menunggu di dalam kamarnya, Lalu tidak lama terdengar suara langkah kaki berjalan ke arah kamar Sania. "Itu pasti kak Sania!" Serunya bersemangat, dan seseorang membuka pintu kamarnya. Dan benar saja itu Sania.


"Ehh Cheryl, udah lama kamu disitu?" kata Sania dari depan pintu kamarnya, "Nggak kok kak, aku baru aja" ... "Kak, aku mau ngasih tau hal penting" kata Cheryl dengan serius.


"Hal apa itu?" Kata Sania ia sambil berjalan ke arah Cheryl berada. "Kak tadi aku nggak sengaja ikutin Ayah pergi, terus dia ketemu para perampok itu" ... "Berarti kamu tadi ke rumah tua itu ya, terus apa yang mau kamu omongin?" kata Sania.


"Tadi aku denger mereka udah punya rencana buat ngerampok bank yang ada di sebelah rumah sakit aku di rawat." ucapnya. Sania kemudian mulai berpikir mendengarnya, "Kalo gitu kita cegah aja!" seru Sania seketika.


"Caranya kak?" Cheryl langsung bertanya untuk mencegah mereka merampok, "Gini, aku bakalan ngasih tau ke polisi buat jaga disana, ehh tapi disana juga kan ada kantor polisi!!" Kata Sania.


"Tapi aku nggak tau kak, itu mereka mau ngerampok kapan, yang aku denger mereka baru buat rencana doang" ucap panjang Cheryl. "Ya udah nggak apa-apa lebih baik kita bilang dulu aja ke polisinya yang ada disana" kata Sania.


Namun sangat di sayangkan matahari sudah terbenam, dan Sania tidak mungkin pergi kesana sendirian, "Besok coba kakak kesana deh!" kata Sania.


Perasaan Sania mulai merasa berbeda, dia merasakan akan aura buruk itu lagi, "Lho kok ini aku rasain lagi!!" ucapnya. Lalu dalam pikirannya pun terlintas tertuju kepada Wanita yang siang tadi ia temui itu. "Waduh, jangan-jangan mbaknya ini lupa lagi!" ucap Sania.


"Semoga nggak terjadi apa-apa deh sama mbaknya, aku harap nggak sama yang aku pikirin" katanya.


"Kak? kakak kenapa? kok ngomong sendiri?" Cheryl melihat Sania yang sedang gelisah dan berbicara sendiri merasa aneh melihatnya, karena yang ia lihat tidak ada mahluk lain selain dirinya di dalam kamarnya.


Ia juga melihat sekelilingnya juga tidak ada, dia memelihat kedepan Sania mengomong juga tidak ada Pria Hitam yang sering berada dekat dengannya.

__ADS_1


__ADS_2