
Lisa tak bisa menjawab pertanyaan dari Hana karena ia tidak begitu tau apa yang sebenarnya terjadi kepada Sania hingga terdapat cahaya seperti itu yang membalut tubuhnya.
Lisa menjelaskan bahwa sepulang sekolah tadi ia di ajak Sania untuk pergi ke rumah tua itu, dan pada saat kejadian di dekat rumah tua itu Sania pingsan dan Cheryl mengambil alih tubuh milik Sania.
"Kak!" Sania memanggil Hana dan memegang lengan Hana. "Ada Sania!" Hana menoleh ke arahnya. "Udah kak aku enggak apa-apa kok" Ucapnya. Setelah itu Sania pun duduk, cahaya kuning yang menyelimuti tubuhnya pun sudah hilang Sania kembali sadar dan terlihat sudah pulih.
Seketika Lisa langsung memeluk Sania "Sania untung kamu enggak kenapa-kenapa, aku cemas tau" Ujar Lisa.
"Kak aku pulang dulu ya, Sania aku pulang" ucap Lisa, ia meninggalkan kamar Sania "Hati-hati Lis!" Hana berseru dari dalam kamar Sania.
'Sania punya apa sih? kok bisa langsung pindah tempat ke rumahnya' itu lah yang tengah di pikirkan oleh Lisa saat ini sepulang dari rumah Sania. 'apa dia punya sesuatu yang spesial dalam dirinya?' Lisa masih tidak percaya dengan Sania saat ini.
Kejadian yang mereka alami memanglah membuat takut tapi yang lebih membuat Lisa penasaran itu adalah cahaya kuning yang tiba-tiba muncul pada saat Sania merasa sangat takut.
Cahaya kuning itu seperti teleportasi berpindah ruang dengan cepat. Lisa hanya memikirkan bagaimana bisa berpindah tempat lain ke yang lain dengan cepat dan rumah tua itu jauh dari tempat mereka tinggal.
***********
"Pagi kak!" seru Sania dari depan kamarnya. kemudian Hana tersenyum ke arah Sania. "Pagi Sania!" Sania berjalan ke meja makan dan duduk di sana. Hana juga demikian, "Kamu mau roti?" Hana menawari Sania yang sedang mengolesi coklat kacang di rotinya.
"iya kak!" Jawab Sania ia kemudian mengambil piring sendok dan garpu. Selesai sarapan Sania segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolahnya, tiba-tiba terdengar dari depan suara seseorang memanggil-manggil "Sania!!" "Sania!!"
__ADS_1
"Sania, di depan ada siapa itu?" kata Hana. "Gak tau kak coba nanti aku liat" kata Sania, ia sedang memakai sepatunya setelah itu berjalan ke depan dan membuka pintu depan. Terlihat Lisa sedang duduk di teras depan pintunya.
"Eh Lisa tumben pagi-pagi kesini?" kata Sania. Lisa berdiri menghadap Sania dan tersenyum. "Aku mau berangkat bareng!" kata Lisa sambil tersenyum malu. Mereka berdua berjalan menuju halte dan menunggu bus sekolah seperti biasanya.
Hari itu begitu cerah cuaca sedikit panas, Lisa yang dari kemarin penasaran dengan Sania ingin sekali menanyai ke dirinya itu. Sania juga demikian ia ingin sekali bertanya ke Lisa sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya kemarin di rumah tua itu.
"Lis!!" "Sa..!!" Mereka berdua mau ngatakan sesuatu bersamaan "Eh kamu mau ngomong apa?" Sania langsung bertanya cepat ke Lisa. "Kamu duluan aja Nia kamu juga mau ngomong apa?" Lisa menjawab Sania.
"Ya udah aku duluan, aku cuma penasaran sebenarnya kemarin itu aku kenapa Lis? aku cuma inget waktu pandangan aku gelap terus waktu sadar aku udah di dalam rumah tua itu" Sania langsung bertanya ke Lisa.
"Kamu kemarin waktu pingsan itu, kamu bangun lagi tapi itu bukan kamu" Jawab Lisa, kemudian Sania bingung dengan yang di katakan Lisa "Maksudnya?" Kata Sania ia tidak mengerti. "Ya gitu, yang bangun itu bukan kamu tapi Cheryl" kata Lisa ia mengatakan maksudnya.
"Eh tadi kamu mau ngomong apa?" Kemudian Sania menanyakan apa yang ingin di katakan oleh Lisa.
"Aku cuma mau nanya itu, kemarin kamu sadar enggak?" ucap Lisa. "Maksudnya sadar gimana?" Sania mulai bingung lagi. "Kalau kamu kemarin tuh keluar cahaya kuning di belakang mu, dari dalam tubuhmu" ucap Lisa. Sania hanya bengong dia diam dan merasa aneh dengan yang di katakan oleh temannya itu.
"Aku juga enggak tau Lis, emang cahaya kuning gimana?" Sania berbalik tanya ke Lisa. "Bola cahaya gitu bulet kayak asep" ucap Lisa. Sania justru semakin tidak mengerti dan diam dia melihat Lisa yang begitu serius mengatakan hal itu.
Tetapi Sania tidak mengerti akan hal itu yang ia rasa hanya rasa takut dan sakit. Itu lah yang di rasakannya.
Mobil bus pun datang mereka berdua segera naik ke mobil. "Kamu memang beneran enggak tau ya Nia?" Lisa bertanya lagi ke Sania untuk memastikan. "Aku beneran enggak tau apa yang kamu ceritain barusan" ucap Sania.
__ADS_1
Lisa menatap Sania nampaknya Sania tidak berbohong dengannya, tetapi Lisa masih tidak habis pikir dengan cahaya itu dan itu tampak nyata. Muncul berbentuk bola seperti asap dan menyelimuti mereka lalu berpindah tempat dengan cepat.
Dan bola itu masuk ke tubuh Sania setelah ia di kamar dan berbentuk asap yang tertiup angin mengalir ke dalam tubuh Sania. "Kamu mungkin salah liat Lis" ucap Sania yang membuyarkan lamunan Lisa.
"Mungkin sih tapi coba nanti deh, siapa tau itu beneran Nia!" seru Lisa.
Mobil berhenti Sania dan Lisa dan juga siswa siswi yang lain ikut turun dari mobil dan menuju kelasnya masing-masing. "Lisa!!" "Sania!!" teriak dari salah seorang Siswi. Mereka menoleh ke belakang dan melihat Febby dan Widia.
Febby melambaikan tangannya ke arah mereka berdua. Sania dan Lisa membalasnya dan tersenyum. "Tunggu!" seru Febby. Mereka berdua berlari ke Sania dan Lisa.
"Ayo ke kelas!" Ucap Febby. Mereka ber empat berjalan bersama-sama ke kelas. Sama seperti teman-temannya berjalan sambil mengobrol menuju kelas.
Di depan gerbang Cheryl berdiri disana memperhatikan Sania. Ia ingin mengajaknya lagi di hari ini untuk bertemu ayahnya ia ingin sekali mengajaknya dan mengobrol bersama ayahnya.
Semenjak Cheryl di rumah sakit ayahnya jarang sekaki datang ke padanya dan juga jarang sekali mengobrol dengan ibunya, hanya datang melihatnya dan pergi lagi.
"Sedang apa kamu di situ?" Ucap seseorang pria dari belakang Cheryl. Membuat dirinya terkejut seketika. Lalu dia menengok ke belakangnya. "Ka.. kamu" ucapnta gugup.
"Apa kamu berencana mengajaknya pergi bersama lagi?" tanya si pria itu. Dan ternyata yang Cheryl lihat itu adalah Pria hitam yang sering melindungi Sania. "Aku cuma mau mengobrol sebentar dengan ayahku"ucap Cheryl dengan nada memelas.
"Kamu bisa aja lakukan itu, tapi kamu tau Sania itu bukan anak biasa" ucap Pria hitam itu. "iya kak, tapi memang sebelumnya kak Sania itu siapa kak?" Kemudian Cheryl langsung menanyainya tentang Sania.
__ADS_1