
"Suara siapa itu!!" seru seseorang dari belakang,dan ada salah seorang keluar untuk mengeceknya ketika ia keluar dan melihat seorang temannya yang terkapar di halaman depan. "Hei!!" ia bergegas lari ke arah temannya itu dan membawanya ke pinggiran rumah tua itu.
"Kayaknya udah aman deh kak!" kata Cheryl di dalam lemari. "Iya coba kita cek keluar" kata Lisa kemudian mereka keluar dari dalam lemari dan pelahan-lahan memperhatikan sekelilingnya tidak ada seseorang memang di kamar tempat mereka bersembunyi dan juga di ruangan tengah.
"Kayaknya udah aman deh!"kata Lisa ia mengintip ke ruangan tengah rumah tua itu. Dan benar saja tidak ada seseorang di sana, mereka pun keluar dari dalam kamar dan menengok ke kiri dan kanannya. Langkahnya pun di buatnya pelan agar tidak bersuara.
"Cheryl! ayo cepat!!" ucap Lisa ia menengok ke belakang dan mengayunkan tangannya untuk cepat. Saat beberapa langkah ia akan sampai di ruangan depan Cheryl tak dapat bergerak sama sekali ia kaku tak berdaya. Lisa yang berada 2 langkah di depannya itu belum tau.
Cheryl berdiri kaku dan tidak bisa bergerak, jangankan bergerak bersuara memanggil Lisa yang berada di depannya pun tak mampu. Setelah Lisa berada di depan ia kembali menengok ke belakangnya dan Cheryl tidak ada di belakangnya.
"Ril coba kita keluar deh!" ucap Lisa kemudian dia menengok dan tidak melihat Cheryl di belakangnya "Ril!! Cheryl!! kamu dimana!" seru Lisa memanggil-manggilnya tetapi tidak ada respon dan ia memiringkan badannya mencoba melihat kembali ruangan tengah itu.
Lisa melihat Cheryl yang berada di sana "Hei! sini!!" ucap Lisa dan mengangkat tangannya memberi isyarat untuk ke arahnya. Tetapi Cheryl hanya berdiri terdiam disana Lisa pun penasaran dengannya dan mencoba mendatanginya.
Setelah berada dekat dengan Cheryl ia pun langsung lemas dan terbujur pingsan ia tidak tau bahwa Cheryl kaku seperti itu di buat oleh si pria hitam itu dan juga Lisa yang pingsan itu pun di buat olehnya. "Halo!!" sapa pria hitam itu di depan Cheryl.
Ia menatap Cheryl dan membuatnya sangat ketakutan tetapi ia tidak bisa lari hanya menjelitkan matanya yang menunjukkan bahwa ia sangat takut dengan si pria itu. "Kamu kenapa ada di dalam tubuh Sania!!" Pria hitam itu bertanya berbisik-bisik ke telinga Cheryl ia berpindah-pindah tempat.
__ADS_1
Di kanan lalu menghilang berubah menjadi asap hitam kemudian pindah lagi ke kiri Cheryl dan pindah lagi. Setiap kali ia berkata selalu berpindah-pindah. "Tenang aku tidak akan melukaimu gadis kecil yang manis!" Suaranya menggema menakutkan.
Dan setelah itu dia menampakkan diri di depan Cheryl, dia sangat berbeda dari biasanya memakai jubah berwarna hitam dan penutup kepalanya bahkan banyak sekali aura hitam di sekelilingnya, Cheryl yang melihatnya itu pun membuat dirinya lemas.
Dan hampir terjatuh, sesaat dia akan terjatuh pria hitam itu pun mendorong dada Sania dan membawa Cheryl keluar dari tubuh milik Sania, ia menembus Sania dan juga membawa Cheryl keluar dari tubuh Sania. Secara bersamaan tubuh Sania pun terjatuh.
Mereka berdua terbang di atas antara Sania dan juga Lisa, Pria hitam itu memegangi tangan milik Cheryl itu dan melihat kebawah. "Sania saat ini tidak sadarkan diri, tetapi jangan kau ambil alih tubuh miliknya" ucap pria hitam itu ke Cheryl.
'Ia tadi begitu menyeramkan kenapa sekarang dia merubah wujudnya lagi? siapa dia?' Cheryl bertanya-tanya di dalam hatinya ia juga memandang ke Pria hitam itu. "memangnya kenapa?" Cheryl bertanya mengapa dirinya tidak boleh mengambil alih tubuh Sania.
Cheryl melihat ke Sania itu pun sangat takjub begitu indah penampilan Sania itu dan juga bola yang ada di belakangnya itu. "Apa itu kak Sania?" Cheryl mencoba menanyainya. "Iya, dia adalah Sania yang sedang kamu lihat" ucapnya.
"Bagaimana bisa? kak Sania itu sebenernya siapa kak?" Cheryl bertanya lagi tetapi Pria itu tidak menjawabnya. Setelah itu Pria hitam itu pun membawa turun Cheryl kemudian dia menyadarkan Sania dan juga Lisa.
Pria Hitam itu menyentuh dahi Lisa dan Sania "sebentar lagi mereka sadar" ucapnya sambil melihat mereka berdua, "kalau begitu aku pergi dulu" Pria hitam itu pergi meninggalkan mereka semua.
Cheryl yang sedari tadi hanya diam tidak mengucap sepatah kata hanya berdiri diam melihat Pria hitam itu menyadarkan Sania dan Lisa. Setelah Pria hitam itu pergi mereka berdua bangun "Aduhh aduhh!!" Kata Lisa kesakitan dan memegang kepalanya.
__ADS_1
Dia menengok-nengok ke sekelilingnya dan juga melihat Sania yang bangun bersamaan dengannya. "Sania!" seru Lisa dari sampingnya. Sania pun sama seperti dirinya memegang kepalanya saat Lisa memanggil dia menoleh.
"Ehh Lisa!" kata Sania setelah itu mereka pun segera berdiri dari mereka duduk dan membersihkan baju mereka dari debu tempat ia berguling. "Eh ini masih di rumah tua itu ya" kata Lisa dia memandang sekeliling langit-langit rumah.
"Ini dimana Lis?" Sania bertanya ke Lisa dia tampak kebingungan dengan lokasi ia sadar. "Ini di dalam rumah tua Nia, tadi kan kamu pingsan di luar terus Cheryl yang bawa kamu kesini" ucapnya kemudian Lisa berjalan ke arah depan mengendap-endap.
Sekitar 4 langkah dari Sania berdiri dia menoleh kemudian dia mengajak Sania untuk segera ikut. "Sania!!, Ayo!" kata Lisa, Sania menyusul dari belakang mengikuti Lisa.
"Di luar pasti ada orang deh!" ucap Lisa dia membuka pintu depan pelan-pelan melihat ada seseorang disana, "Ehh!! Sttt!!" kata Lisa. "Ada apa Lis?" Sania pun berbisik ke Lisa.
"Itu di luar ada dua orang tapi yang satunya lagi tiduran" Ucap Lisa berbisik ke Sania. "Terus sekarang harus gimana Lis?" Sania pun mulai bingung, Lisa juga bingung bagaimana caranya kabur tanpa ketahuan mereka.
Lisa melihat jam tangannya menunjukkan pukul 5 sore dia bingung berjalan mondar mandir dan menggigit kukunya itu, Ia nampak gelisah "Sania coba kamu tanya Cheryl deh!" ucap Lisa yang sedang bingung itu.
"tanya apa Lis?".. "Coba tanyain gimana caranya keluar dari rumah ini" Ucapnya itu. Sania lalu bertanya ke Cheryl yang berada di ruangan tengah dia tengah mengintip area belakang rumah berharap melihat ayahnya disana.
"Ril?" Suara Sania memanggil dari arah belakangnya. Cheryl menoleh dan menjawabnya "iya kak!" jawab Cheryl. "Kamu lagi ngapain?" Sania bertanya dirinya yang tengah berdiri dan duduk di hadapan Cheryl.
__ADS_1