
Cheryl memandangi ayahnya dari kejauhan sesaat sebelum ayahnya pergi menaiki mobil itu dia pun berpindah tempat di dekat sisi ayahnya itu.
Lantas Sania yang melihat Cheryl menghilang di hadapannya dia pun keluar dari balik dinding tempat Ia sembunyi dan melihat Cheryl yang sudah berada di dekat Ayahnya itu. "Cheryl!" seru Sania menjulurkan tangannya dan melotot terkejut.
"Sania?" tanya Hana dar belakangnya melihat Sania yang begitu tegang dan memandang ke arah depan. Lalu Hana mendekat ke sebelah kanan Sania dan memandangnya dari sampingnya.
Setelah itu mobil yang berada di pinggir jalan rumah sakit itu pun pergi meninggalkan rumah sakit itu. "Kak, Cheryl ada disana?" ucal Sania dengan perasaan tegang dan cemas.
Sambil menunjukkan ke arah mobil yang sedang berjalan itu, Hana pun menengok ke arahnya namun dia tidak melihat apa-apa kecuali gerombolan 5 orang itu termasuk seorang pria yang ada dalam 1 ruangan bersama Sania tadi.
"Cheryl?" kata Hana bertanya-tanya. "Disana cuma berlima Sania." ucapnya.
Lalu Sania tidak tinggal diam dia menggandeng Hana untuk ikut bersamanya, "Eh eh, mau kemana?" tanya Hana tangannya yang di tarik oleh Sania. "Ayo kak! ikut aja." ucapnya dengan tergesa-gesa.
Sesampainya di pinggir jalan Sania pun memandangi mobil yang sudah begitu jauh berjalan. "Yah!! udah jauh banget kak!" Serunya kesal. "Emang ada apa sih!?" tanya Hana. "Terus Cheryl itu siapa?" tanya Hana lagi.
Lalu Sania menengok ke arah Hana, "Cheryl itu anak kecil yang ada di kamar tadi kak" Ucap Sania menjelaskan tentang Cheryl.
"Jadi kamu lihat dia tadi ada di sini?" tanya Hana. "Iya Kak! makanya aku tadi ajak kakak ke sini." Ucapnya jelas. "Terus itu tadi pria yang keluar dari ruangan Cheryl siapa Nia?" tanya Hana penasaran dengan seorang pria itu.
"Dia itu ayah Cheryl kak!" kata Sania dan memberitahunya ke Hana. "Oo gitu, Eh tapi tadi perasaan kakak sebelumnya ketemu dia deh waktu nyariin kamu" Ucap Hana dan mengingat kejadian sebelumnya.
"Kak Hana ketemu dia?" Ucap Sania terkejut, "Iya tapi tadi perasaan kakak dia perhatiin kakak tapi waktu kakak nengok dia udah enggak ada" Jelas Hana memberitahu ke Sania.
__ADS_1
Setelah Sania dan Hana mengobrol-ngobrol di pinggir jalan, kemudian Sania mengajak Hana ke ruangan Cheryl dan bertemu Ibunya juga yang berada di sana.
"Nah! Kak ini ruangan Cheryl" kata Sania menunjuk ke Cheryl. Hana memandang sekeliling ruangan itu dan memandang Ibu dan juga Cheryl yang terbaring disana.
"Itu siapa Nia?" tanya Hana berbisik, "Itu Ibunya Cheryl." ucap Sania berbisik ke Hana. Lalu Hana mengangguk paham. Setelah itu Hana melirik ke Boneka yang berada di dekapan Cheryl.
"Sania!" seru Hana melihat boneka itu dan mendekat ke arah Cheryl. "Uhm, apa kak?" kata Sania menengok ke Hana yang mendekati Cheryl.
"Ini boneka kakak pernah lihat!" ucap Hana kemudian dia memegang boneka itu dan melihatnya. "Kak Hana pernah lihat?" kata Sania dia pun bingung apa yang di maksud Hana.
"Kakak pernah lihat itu dimana?" tanya Sania yang bingung dengan Hana. "Ada, tapi Kakak lupa dimana pernah lihat boneka ini" ungkapnya.
Tak lama kemudian Hana pun berbalik dan menghadap ke Sania lalu dia memandang sekelilingnya sekali lagi. Sania yang masih penasaran dengan yang di katakan oleh Hana pun terus memandanginya dengan rasa penasaran.
"Ugh!!" Sania terkejut dan mundur beberapa langkah hingga menyentuh dinding yang ada di belakangnya. Bug.. Hana melihat Sania terkejut dan mundur beberapa langkah itu dia pun langsung mendekatinya.
"Sania kamu kenapa?" tanya Hana menatapnya dengan terkejut. "Aku enggak apa-apa kak" Ucapnya kemudian dia menundukkan wajahnya dan menatap ke arah depan lagi.
"Kak ada Cheryl disini" ucap Sania berbisik ke Hana. "Dia ada disini?" Tanya Hana lalu dia melihat ke arah kanan dan kirinya mencari-carinya. "Dimana?" tanya Hana.
"Ini ada di depan aku" kata Sania lalu Hana melihat ke arah depan persis yang di lihat Sania namun Hana tidak melihat apa-apa kecuali Ibunya Cheryl itu.
"Dia ada di Sebelah mana Sania?" sekali lagi Hana bertanya ke Sania kemudian Sania menunjukan tangannya lalu Hana mencarinya tetap saja dia tidak dapat melihatnya.
__ADS_1
"Kakak pasti enggak bisa lihat" ucapnya dia ada persis di depan aku. "Kak aku tau kemana ayah pergi" ucap Cheryl. "Kamu serius?" tanya Sania. "Iya kak, dia masih di kota ini enggak begitu jauh" ucap jelas Cheryl.
Kemudian Sania pun segera keluar dan mengajak Hana. Namun dia belum tau ke arah mana dia akan pergi. "Cheryl kamu tunjukin di arah mana Ayah kamu berada ya" kata Sania dia pun bergegas keluar dari kamar Cheryl.
"Kita mau kemana Nia?" kata Hana tangannya yang di gandeng oleh Sania. "Kita mau ke tempat ayahnya Cheryl berada, aku khawatir nanti dia ngerampok lagi" kata Sania kemudian dia terburu-buru berjalan.
Sesaat di luar rumah sakit mereka pun mencari mobil untuk di tumpanginya. Setelah mereka dapat mobil dan sudah menumpanginya Sania pun menanyainya ke Cheryl.
"Dimana Ryl?" kata Sania menengok ke arah Kiri jendela bus itu dan memandangi tempat-tempat sekitar. "Kita masih terus berjalan kak" kata Cheryl dia berada di dekat Sania.
Setelah beberapa lama menaiki bus mereka pun turun di dekat lokasi ayah Cheryl berada. "Ayo kak kesini" kata Cheryl mengajak Sania ke tempat ayahnya berada.
"Kamu yakin di daerah sini?" tanya Sania dia merasa sedikit ragu dengan Cheryl. "Iya kak, aku tadi ikutin dia sampai sini" katanya.
Dengan perasaan yang begitu ragu karena di bawanya ketempat yang tidak banyak keramaian dan masuk ke lorong yang dinding-dindingnya di penuhi coretan-coretan Gravity.
Melewati dinding-dinding itu pun begitu menyeramkan tidak ada cahaya yang meneranginya pandangan pun sedikit remang-remang namun Sania, Hana, dan juga Cheryl melaju terus.
Setelah sampai di ujung gang itu mereka pun melihat tempat yang begitu kumuh rerumputan yang kering pohon-pohon yang kering dan terdapat pandangan yang tidak biasa yaitu rumah tua yang berada di sekitaran area tersebut.
Sania dan Hana melangkah sedikit demi sedikit dan terus maju. Namun di tengah-tengah perjalanan mereka menuju rumah itu. Sania terhenti langkahnya.
Melihat Sania yang berhenti melangkah itu Hana pun menengok ke arahnya dan melihat Sania yang berdiri kaku disana, matanya melotot seperti melihat sesuatu yang menyeramkan.
__ADS_1