
Sania menceritakan yang dia lihat sebelumnya dan menceritakan kejadian masa lampau orang itu.
"jadi gini, waktu perampok itu datang ke arah kita lisa"...
"waktu aku ngasihin beberapa uang ke dia, aku melihat masa lalu orang itu enggak sengaja"...
"aku enggak tahu caranya bagaimana"...
"tapi aku melihat jelas kejadian orang itu dengan jelas" kata sania menceritakan ke teman-temannya.
"kejadian sebelumnya??!!" kata lisa yang heran.
"kamu ngeliat kejadian orang itu?" kata lisa.
"serius nia?" kata widia.
"iya yang aku lihat kejadian itu, ada sebuah rumah yang kebakaran, terus orang itu masuk nyelamatin anaknya yang namanya cheryl" kata sania
"terus" kata febby.
"terus dia nyariin si cheryl yang ada di dalam rumahnya, dia manggilin ayah ayah"...
"ayahnya yang datang ke arah suara cheryl yang manggilin itu dia dobrak pintu kamarnya, terus waktu mau keluar balik banyak banget kayu-kayu yang kebakar pada jatuh"...
"ayah cheryl dia nyari cara buat keluar dari kebakaran itu, dia mecahin kaca jendela kamar cheryl abis itu cheryl di suruh keluar"...
"waktu cheryl udah di luar, ayahnya yang masih di dalam dia ketiban kayu yang jatuh ke arahnya"...
"terus apa lagi" kata lisa yang mendengarkan cerita sania begitu serius.
__ADS_1
"aku enggak tahu lagi, cuma dia sekarang selamat kan" ungkap sania.
"iya sih dia selamat tapi kenapa dia jadi perampok ya?" tanya widia sembari memikirkannya.
"terus apa yang terjadi sama cheryl?"...
"apa dia baik-baik aja" kata widia.
semua yang bingung tentang cerita sania yang tanpa awal dan juga tanpa akhir menjadi sebuah pertanyaan sendiri bagi teman-temannya dan juga bagi sania.
"selain itu apa yang kamu lihat lagi?" tanya febby ke sania.
"enggak ada" ungkap sania.
"aku cuma ngeliat kejadian orang itu, mungkin kalo lebih lama lagi aku bisa tahu apa yang terjadi" ungkapnya.
"tapi waktu kamu pulang tadi bareng lisa kamu enggak ada kejadian aneh lagi?" tanya widia ke sania.
"enggak aku cuma waktu tadi pulang terus tidur, terus ngimpi kejadian orang itu" kata sania.
"kamu ngimpi?" kata lisa.
"iya, dalam mimpi kejadian yang aku lihat tadi sama persih di dalam mimpiku" ungkap sania.
"terus sama juga yang kamu lihat itu enggak ada kelanjutannya?" tanya febby.
"enggak juga" jawab sania.
"ya udah lah lagian enggak bakalan ketemu orang itu lagi" kata febby.
__ADS_1
"iya sih tapi yang masih jadi penasaran itu anaknya" kata widia menjawab febby.
"ahh udah-udah nanti kalian berantem lagi" kata lisa.
"iya enggak perlu di pikirin gitu kali feb wid" kata sania menengahi pembicaraan mereka berdua.
"ya udah ayo kita makan" ajakan sania ke teman-temannya.
sania pun mengajak teman-temannya ke dapur dan menyiapkan makan malam bersama mereka.
'kenapa sih kok pada enggak mikir ke anak kecil itu' ungkap pemikiran widia.
sambil berjalan kedapur dan lisa yang melirik ke arah widia dia pun menanyainya.
"kamu mikirin apa wid?"...
"soal yang tadi ya?" tanya lisa ke widia.
"enggak kok, tapi cuma sedikit aja, hehe" kata widia tertawa.
"lah kok masih aja di pikirin"...
"enggak perlu di pikirin lah" kata lisa.
"iya-iya lis, kok kamu jadi cerewet ya"...
"hahaha" kata widia sambil tertawa.
mereka pun duduk di meja makan dan mengambil makanan yang telah di sajikan oleh sania.
__ADS_1