Sapientie

Sapientie
Capter 21


__ADS_3

Darah mengalir deras dari tangan Nigel yang terluka. Ia menggenggam tangan yang terluka itu. Sepertinya, robekan itu tidak mau mengering dalam waktu cepat.


Dua imortal itu berdiri di dua sisi di depan Nigel, ia sekarang sudah terkepung. Pilihannya hanya berlari ke belakang. Tapi, di belakangnya sekarang adalah reruntuhan yang tertutup semacam asap kegelapan.


"Baiklah Nigel, apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Keiren.


"Lebih baik kau diam dan ikuti saja apa yang kami ucapkan!" saut Jonah. Pedangnya sudah terhunuh ke arah lawannya.


"Aku tidak akan tertangkap dengan mudah!" Tidak ada pilihan, Nigel meloncat ke dalam kegelapan. Pekatnya asap tersebut membuatnya tidak terlihat dan terdeteksi sama sekali.

__ADS_1


"Kau begitu naif, Nigel," ujar Jonah. Ia menebas asap tersebut. Sebagian asap kegelapan tersingkir memperlihatkan apa yang selama ini tersembunyi.


Tidak di temukan Nigel di sana. Sepertinya pemuda itu sudah melarikan diri cukup dalam. Tapi, Jonah kembali menebas, mengayunkan pedangnya membelah kegelapan sepekat apa pun itu. Energi tebasan mendorong keras asap hitam itu dan menghantam punggung Nigel. Baju dan daging robek seketika membuat darah segar berembas ke luar. Meski begitu, Nigel masih bisa bangkit dan berlari.


Nigel tidak bisa lagi sebunyi di dalam reruntuhan, Jonah dapat menyingkirkan asap hitam itu dengan mudah. Ia segera ke luar dari kegelapan dan ia meringkuk di balik pohon besar yang gelap. Menahan rasa sakit yang luar biasa di punggungnya. Sekarang Nigel mengetahu bagaimana wanita itu bisa hidup di dalam reruntuhan selama ini.


Nigel keluar dari persembunyiannya dengan tiba-tiba dan menerjang Keiren dari belakang. Gift energi besar yang ia miliki memberikan dampak kuat dalam serangan tersebut. Keiren terjungkal cukup jauh.


Di waktu bersamaan, pedang Jonah sudah berayun. Bilah pedang siap akan menerkam kaki Nigel yang tadi menendang Keiren. Dengan cepat pemuda itu menarik kebali kakinya sehingga bilah pedang gagal menorehkan luka.

__ADS_1


Gerakan Nigel tidak berakhir di sana. Ia mengayunkan tangan kanannya yang terluka melewati wajah Jonah. Darah yang terus mengalir terciprat dan menempel di wajah wanita itu, tepat di bagian matanya. Penglihatan Jonah terlumpuhkan, Nigel segera menendang tangan Jonah yang memegang pedang dengan kuat. Pedang terlepas dan dengan sigap Nigel mengambil pedang tersebut.


Sebuah tendangan melesat dari sisi kanan dan akan mendarat di tubuh Nigel dengan keras. Nigel menyadari serangan ini dan segera mengelak membiarkan kaki itu melewati tubuhnya. Dengan cepat ia ayunkan pedang jarahannya menebas kaki lawannya tersebut. Kaki kanan Keiren terputus dari badan. Walau gelap, Nigel dapat melihat cairan kental keluar dari potongan tersebut. Raungan yang menyayat menggema dalam gelapnya hutan belantara. Mengejutkan semua makhluk yang tertidur di dalamnya.


Situasi berpindah cukup cepat. Sekarang Nigel mendominasi jalannya pertarungan. Tapi, bukan ini yang ia inginkan. Melihat dua lawannya yang sudah lumpuh – Jonah yang kewalahan dengan matanya dan Keiren yang kakinya termutilasi – Nigel melihat sebauh celah untuk melarikan diri. Pemuda itu berbalik dan melesat dengan cepat.


Rasa sakit di tangan dan punggungnya sangat mengganggu membuatnya harus berkonsentrasi lebih saat melangkah. Ia meloncati sebuh batu besar dan jatuh di ketinggian sepuluh meter. Ia terperosok saat mendarat dan terguling di atas tumpukan daun-daun kering. Namun, dengan cepat ia mengangkat kembali tubuhnya dan kembali berlari.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2