Sapientie

Sapientie
Capter 25


__ADS_3

Ruangan tanta dengan luas mungkin sekitar 70x50 meter terdapat delapan tiang besar menyangga langit-langit yang tinggi sekitar 15 meter. Lukisan dan ukiran memenuhi setiap dinding ruangan tersebut, bahkan tidak ada celah lagi untuk melukis lukisan baru. Gambar cerdas figuratif dengan cara pengambaran primitif. Meski hanya menggunkan satu warna saja – yaitu hitam – namun setiap bentuk terlukis dengan jelas. Gambar yang tertera cukup unik seakan menggambarkan aktifitas dari orang-orang di zaman dulu. Cara bercocok tanam, merawat hewan, berpesta di api unggun yang besar dan gambar-gambar aktifitas masyarakat lainnya.


Selain itu, di bawah gambar-gambar tersebut, terdapat banyak sekali tulisan dengan simbol-simbol yang aneh. Nigel dan Diana tidak mengerti arti tulisan itu, bahkan dengan gift ilmu pengetahuan pun Nigel tetap tidak membuahkan hasil.


Saat ini, kedua anak manusia itu berdiri di sisi paling atas ruangan. Tepatnya di atas singgasan yang berbentuk piramida. Di hadapan mereka, terdapat empat patung pahatan batu berbentuh binatang. Patung Burung Tukan di sisi kiri berhadapan dengan patung Gajah. Di sebelah patung gajah terdapat patung Gorilla. Patung ini berhadapan dengan patung Puma.


Nigel dan Diana sangat terkesima melihat kempat patung ini. Tampak begitu gagah, seakan pradaban dunia terukir jelas di diri mereka. Tidak hanya itu, pencahayaan yang menggunakan pantulan cahaya matahari menunjukkan kalau manusia yang membangun peradaban di tempat ini begitu cerdas. Bukan lagi primitif yang bertindak dengan insting.

__ADS_1


Nigel menemukan sebuah pintu yang bersebrangan dengan sisi singgasana. Di waktu yang sama, Diana menemukan pintu di sisi kiri ruangan. Dari dua pintu ini, kedua anak muda itu sepakat memilih pintu yang di temukan Diana. Kedua anak manusia itu turun dari singgasana megah dan berjalan cepat menuju pintu yang dimaksud.


Sebuah lorong panjang yang remang menghubungkan ruang singgasana dengan ruang keagamaan. Adanya altar persembahan dan patung pemujaan menunjukkan identitas ruangan tersebut. Karena tidak ingin menabrak sesuatu lagi seperti sebelumnya, Nigel kembali menciptakan bola cahaya dengan sihir.


Sebuah patung ular yang bersisik keras dan bersayap kelelawar terlihat begitu gagah dan megah. Makhluk misterius perpaduan dari beberapa makhluk. Ular ini memiliki enam kaki seperti kaki burung. Empat digunakan sebagai kaki belakang dan dua di depan menggenggam altar. Ular ini memiliki sirip di kedua sisi kepalanya seperti ikan, dan ekor yang jiga seperti ekor ikan. 


Ada satu gambar yang menarik perhatian Nigel dan Diana karena gambar ini dilukis jauh lebih besar dan jauh lebih berwarna dari gambar yang lain. Gambar sebuah tongkat aneh yang terpancar tiga warna berbeda yaitu biru, hijau dan ungu.

__ADS_1


"Sepertinya tongkat ini pemberian dari dewa," ujar Nigel. "Lihat gambar ini!"


Nigel menunjuk satu gambar yang mana seoarang dari langit memberikan tongkat tersebut pada sekelompok orang yang tunduk.


"Nigel, bukankah itu benda yang ada di gambar," ujar Diana. Nigel segera menoleh ke arah yang di tunjuk wanita itu.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2