
Sapientie adalah sebutan untuk nama kekuatan yang tersimpan dalam wand. Tapi, untuk mengaktifkannya kembali, mereka harus mengumpulkan energi Kebajikan yang didapat dari campuran tiga energi Kebijkasanaan. Tiga energi utama itu didapat dari tiga makhluk yang berwujud kebijaksanaan itu sendiri. Ketiga makhluk ini dapat ditemukan di Kerajaan Blealor namun, seperti apa makhluk itu tidak ada yang tahu. Akan sangat susah jika makhluk-makhluk itu tergolong makhluk kriptid. Nigel dan Diana harus mencari ketiga makhluk tersebut secepat mungkin.
Tidak hanya itu. Untuk menyatukan ketiga energi tersebut, dibutuhkan satu energi lain yang disebut energi Renjana. Energi ini di dapat dari perpaduan energi Cinta Sejati dan energi Cinta Suci. Total mereka harus mencari lima energi yang tersebebar di tanah terkutuk Blealor. Hanya ini informasi yang berhubungan dengan wand dari gambar dinding yang Nigel dapat.
"Jadi kita harus mencari ketiga makhluk Kebijaksanaan itu tanpa petunjuk?" tanya Diana.
"Iya," jawab Nigel singkat. Sepertinya, ia sedikit kecewa karena tidak menemukan jawaban apa pun.
"Di sana tertulis 'Jika kau menemukan salah satunya, maka dua sisanya akan sangat mudah.' Tapi, harus mencari ke mana, bagaimana, seperti apa, tidak diberitahu sama sekali."
__ADS_1
"Ayo!" ajak Diana. Wanita itu beranjak dan berjalan meninggalkan ruangan itu.
"Mencari ke mana?" tanya Nigel.
"Apa pesimis merupakan sifatmu? Jika tidak bergerak, kapan akan ketemu. Yang terpenting kita harus berusaha," ujar Diana tenpa menghentikan langkahnya.
Kedua anak muda itu kembali ke ruangan tahta. Ruangan itu mulai terlihat remang, mungkin karena cahaya matahari sudah berpindah dan sudut cahaya pun bergeser. Pasti Ada cara supaya cahaya matahari tetap masuk ke dalam, tapi dua orang itu tidak terlalu memikirkannya. Mereka terus berjalan lalu berbelok ke kiri menuju pintu yang Nigel temukan.
Lorong yang mereka lewati sekarang cukup lebar, lebih lebar dari lorong sebelumnya. Mungkin bisa dilewati lima orang sekaligus. Tidak ada lukisan, tidak ada obor, tidak ada apa pun. Polos dan agak gelap. Hingga, tibalah mereka di ujung lorong dan ke luar dari bangunan aneh itu.
__ADS_1
Hutan belantara, bahkan lebih lebat dari semua hutan yang pernah Nigel masuki. Itulah yang pertama kali mereka lihat. Pada dasar pohon, akar-akar mengikat bangunan-bangaunan yang sudah tua dan rusak. Bahkan terlihat akar besar menjalar dan mengikat sebuah dinding bangunan. Ada juga patung yang dililit tanaman merambat sehingga terlihat seperti orang yang sedang disiksa. Nigel dan Diana semakin kebingunan, sebenarnya tempat apa itu.
Reruntuhan, itulah kata yang pas untuk menggambarkan tempat tersebut. Tapi, reruntuhan apa tidak ada yang tahu. Bahkan ilmu pengetahuan Nigel tidak memberitahukan apa pun. Kemungkinan, ini salah satu peradaban manusia yang ditinggal dan terlupakan. Jika dilihat dari besarnya akar pohon yang melintang, mungkin umur reruntuhan ini lebih dari seribu tahun.
Nigel mengeluarkan pedangnya dan menebas semak belukan di depannya. Ia mencoba membuat jalan untuk lewat. Daun-daun desar dan sulur-sulur pohon menjadi target tebasannya.
Cahaya di dalam hutan ini sedikit remang. Kemungkinannya hanya dua; jika bukan karena lebatnya dahan pohon, maka kemungkinan kedua adalah hari mulai mengakiri masanya.
Tbc...
__ADS_1