Satu Malam Bersama Pria Asing

Satu Malam Bersama Pria Asing
Peringatan Dari Luhan


__ADS_3

Jessica mematut dirinya di depan cermin, rencananya hari ini dia akan pergi untuk bertemu Jia dan teman-temannya yang lain. Entah acara apa lagi yang mereka adakan kali ini, Jia tak mengatakan apa-apa dan hanya memintanya untuk datang.


Setelah siap dan tidak ada yang kurang sedikitpun pada penampilannya. Jessica pun segera pergi menuju lokasi.


Namun langkahnya terhenti ketika dia melewati ruang tamu. Terlihat Rachel dan Davina berbincang dengan seorang laki-laki asing. Jessica tidak tau siapa laki-laki itu.


"Kakak, kau mau pergi kemana? Kemarilah sebentar, aku dan Mama ingin memperkenalkanmu pada seseorang?" Seru Davina dengan nada seramah mungkin.


"Maaf, tapi aku sibuk. Lain kali saja ya,"


"Jangan tidak sopan begitu, kemarilah dan duduk disini. Ini adalah Robin, putra sahabat Bibi. Dia adalah laki-laki yang baik dan penuh kasih sayang. Rencananya aku dan Davina ingin~"


"Menjodohkanku dengan dia?!" Jessica menyela ucapan Rachel dan menatap ibu tirinya itu dengan sinis. "Sayang sekali aku tidak berminat, berikan saja pada putrimu sendiri!! Dia yang lebih pantas bersamanya dibandingkan aku!!" ucap Jessica dan pergi begitu saja.


Mana Sudi Jessica di jodohkan oleh mereka berdua. Lagipula pria seperti Robin bukanlah tipenya. Dan dari tampangnya saja sudah terlihat jelas jika dia itulah seorang playboy.


-


Luhan memasuki sebuah gedung perkantoran yang memiliki puluhan lantai. Beberapa karyawan yang berpapasan dengannya buru-buru membungkuk ketika pria itu melewati mereka.


Selain sebagai Bos Mafia, Luhan juga menjabat sebagai seorang CEO di Xiao Empire. Sebuah Perusahaan raksasa yang bergerak dibeberapa bidang sekaligus. Seorang wanita terlihat menghampiri Luhan seraya membawa beberapa dokumen penting.


"Presdir, ini adalah dokumen yang harus Anda tanda tangani." ucap wanita itu seraya menyerahkan dokumen yang dia bawa pada Luhan.

__ADS_1


Pria itu mengangkat wajahnya. "Apa saja jadwalku hari ini?"


"Pagi ini ada meeting dengan para kepala Divisi. Siangnya Ada pertemuan penting dengan beberapa kolega Anda dari luar negeri." Jawab wanita itu menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu, kau boleh keluar." Wanita itu membungkuk kemudian meninggalkan ruangan Luhan dan kembali ke mejanya untuk bekerja.


Selepas kepergian wanita itu. Luhan langsung disibukkan oleh tumpukan dokumen yang ada di atas meja kerjanya. Melihat padatnya jadwalnya hari ini, sepertinya Luhan harus lembur hari ini.


Meskipun menjabat sebagai seorang CEO. Tetapi Luhan jarang sekali datang ke kantor untuk bekerja. Dia lebih suka bekerja dari rumah daripada harus datang ke kantor setiap hari.


Ting ..


Sebuah pesan singkat yang masuk ke ponselnya mengalihkan perhatian Luhan dari dokumen-dokumen itu. Setelah membaca pesan singkat tersebut, Luhan terlihat meninggalkan ruangannya. Dia menghampiri sekretarisnya dan meminta dia untuk mengurus meeting dan pertemuan penting hari ini.


Mobil sport mewah yang Luhan kemudikan, kemudian melaju kencang di jalanan beraspal yang ramai dan padat dengan kendaraan. Entah apa yang membuatnya rela meninggalkan semua pekerjaannya termasuk untuk bertemu dengan para koleganya.


-


Dari Jia, Devan bisa mendapatkan banyak informasi tentang Jessica. Mulai dari makanan dan minuman apa yang dia suka dan tidak dia sukai.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apakah ada yang salah di wajahku?" ucap Jessica,


Devan menggeleng. "Kau itu terlalu cantik untuk ukuran wanita. Jadi siapa yang tidak tertarik untuk melihat wajah cantikmu terus menerus." Jawab Devan.

__ADS_1


Jessica tertawa. "Omong kosong apa yang kau katakan? Kau itu terlalu memuji, jangan membuat orang lain ingin terbang karena pujian dan gombalan seperti itu." Tegas Jessica.


"Siapa yang mengatakan omong kosong? Dan aku tidak menggombal sama sekali. Karena yang aku katakan adalah fakta."


"Baiklah, terserah kau saja!!"


"Ekhemm!! Sepertinya ada yang semakin dekat saja. Jika kalian memang saling klop, tentu saja aku akan mendukung kalian berdua biar tidak sama-sama jomblo!!" ucap Jia yang entah darimana datangnya tiba-tiba sudah ada diantara Jessica dan Devan.


"Siapa yang kau sebut jomblo?! Dia sudah memiliki calon suami!!" sahut seseorang dari belakang.


Sontak ketiganya menoleh dan nata Jessica membulat sempurna melihat siapa yang berjalan menghampiri mejanya. "LUHAN?!"


Jessica memekik kencang menyebut nama orang itu yang ternyata adalah Luhan. "Kau, sedang apa ini?"


"Tentu saja untuk menjemput calon istriku yang tidak patuh!! Sudah berapa kali aku bilang padamu, jika aku tidak suka melihatmu bersama laki-laki lain, tapi kenapa kau tidak mau mendengarnya dan malah pergi dengannya?!"


Jessica menghela napas. "Berhentilah bersikap menyebalkan, lagipula aku dan kau tidak memiliki hubungan apapun. Dan obsesimu padaku terlalu mengerikan. Mulai detik ini jangan pernah muncul lagi di depanku!! Keberadaanmu sungguh membuatku tidak nyaman!!"


"Jessica, kau?! Baiklah, tapi jangan pernah menyesal dengan keputusanmu ini!!" Dengan emosi yang sampai ubun-ubun, Luhan melenggang pergi meninggalkan Jessica. Tangannya terkepal kuat dan matanya penuh kilatan tajam.


Seketika Jessica menjadi was-was pada ancaman Luhan. Apakah dia salah dengan ucapannya. Lagipula siapa juga yang tidak risih jika berada di posisinya. Dan Jessica berdoa supaya Luhan tidak melakukan apapun yang membahayakan bagi orang lain.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2