Satu Malam Bersama Pria Asing

Satu Malam Bersama Pria Asing
Tidak Akan Melepaskan!!


__ADS_3

Jessica dan Luhan berjalan beriringan menikmati suasana malam kota Seoul. Berbeda dengan saat siang hari, malam hari kota terasa lebih hidup.


Lampu-lampu kota yang telah dihidupkan, hilir mudik kendaraan yang melaju silih berganti, serta para pejalan kaki yang memenuhi trotoar jalan.


Luhan berjalan satu langkah dibelakang Jessica. Mengikuti kemanapun kakinya melangkah.Ini pertama kalinya seorang Xiao Luhan mau berjalan dibelakang, apalagi dibelakang seorang wanita.


Tiba-tiba Jessica berhenti membuat Luhan ikut berhenti juga. Luhan mengikuti arah pandang Jessica, ternyata wanita cantik itu melihat sebuah gaun pengantin yang terpajang pada Mannequin yang ada di etalase Boutique.


"Apa apa?" tanya Luhan.


"Gaun pengantin itu sangat cantik dan aku ingin mencobanya." Jawabnya tanpa menatap Luhan.


Alis pria itu terangkat sebelah. "Kau ingin mencobanya," dia mengulang apa yang Jessica katakan. Jessica mengangguk. Tanpa berpikir panjang, Luhan pun membawa Jessica masuk ke dalam Boutique untuk mencoba gaun pengantin yang disukainya tersebut.


Seorang pelayan Boutique menyambut kedatangan mereka berdua. Dan tanpa basa-basi, Luhan langsung membayar gaun itu untuk Jessica. Padahal harganya sangat mahal dan seharga Lamborghini baru.


"Apa-apaan kau ini? Memangnya siapa yang memintamu untuk membelinya, aku bilang hanya ingin mencobanya." Ucap Jessica.


Luhan menoleh pada gadis itu dan menatapnya. "Kenapa? Apakah ada yang salah?" Dia menatap Jessica penuh tanya. Wanita itu mendengus, dia mengabaikan Luhan dan membiarkan Pria Itu berbuat sesuka hatinya.


"Kenapa kau pergi, bukankah tadi kau mengatakan ingin mencoba gaun ini?"


Jessica berbalik badan dan membalas tatapan bingung Luhan. "Aku hanya bilang ingin mencobanya, bukan memilikinya. Lagipula aku juga bukan calon pengantin, jadi untuk apa memiliki gaun secantik itu?! Apalagi harganya jelas tidak murah, dan itu membebaniku!! Jangan pernah samakan aku dengan kebanyakan wanita di luaran sana yang menyukai kemewahan. Jangan samakan aku dengan mereka!!!" Ucapnya dan pergi begitu saja.


Setelah memberikan penegasan pada Luhan dan mengeluarkan unek-uneknya. Wanita itu meninggalkan Luhan begitu saja.


Sedangkan Luhan menatap kepergian wanita itu dengan pandangan tak terbaca. Dia memang berbeda dari kebanyakan wanita yang pernah ia kenal dan temui selama ini. Dan itu pula yang membuat Luhan tak pernah ingin melepaskan Jessica.


Luhan meninggalkan Boutique sambil menghubungi seseorang. "Siapkan pernikahan untukku. Hari ini juga aku akan menikahi wanita pilihanku!!" kemudian dia memutuskan sambungan telfonnya begitu saja lalu menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Hari ini juga dia akan membuat Jessica menjadi miliknya.


Tak ada yang tidak bisa dia dapatkan di dunia ini. Semua yang dia inginkan pasti akan Luhan dapatkan, termasuk Jessica.


.


.

__ADS_1


Rachel dan Davina tak bisa membendung rasa malunya karena mereka tak bisa membayar semua barang yang sudah berada diatas meja kasir.


Baik debit maupun kredit milik mereka tak bisa digunakan semuanya. Semua telah dibekukan san tidak bisa digunakan lagi.


"Maaf, Nyonya. Sebaiknya kalian berdua menyingkir dulu. Antrian panjang dan Anda berdua sudah mengganggu kenyamanan pelanggan kami yang lain." Ucap seorang wanita yang berdiri di balik meja kasir. dia mengusir Davina dan Rachel untuk segera pergi karena keberadaan mereka mengganggu pemimpin yang lain.


Rachel menatap sebal kasir tersebut. "Awas saja kau!! Baru jadi kasir saja sudah bersikap seenaknya pada pelanggan ya, pelanggan itu adalah raja. Mengecewakan seorang raja, kau bisa rugi sendiri!!"


Kasir itu tertawa meremehkan. "Kami tahu dengan istilah itu!! Bukankah seorang raja itu kaya raya dan memiliki uang yang tidak ternilai jumlahnya?! Jika anda merasa diri Anda adalah raja, lalu Kenapa Anda tidak memiliki uang sama sekali?!"


Jelas saja kasir itu tak mau kalah dari Rachel dan Davina, bagaimana bisa orang yang menganggap dirinya sebagai raja malah tidak memiliki uang sama sekali? Bukankah itu sangat menggelikan?! "Kau~ Rachel menuju kasir itu dengan kesal. Kemudian dia mengajak Davina untuk pergi, sebelum semakin dipermalukan oleh kasir tersebut.


"Ingat ya, aku pasti akan menandai Mall ini dan wajah kalian berdua!! Akan kupastikan dalam satu jam Mall ini bangkrut dan nama kalian tercemar!!" Rachel menunjuk kasir tersebut seraya pergi begitu saja.


"HUUUUHH..."


Ibu dan anak itu disoraki oleh para pengunjung yang sedang antri di kasir untuk membayar belanja mereka. Mereka tidak mengerti kenapa ada orang-orang seperti Rachel dan Davina di dunia ini. Yang begitu percaya diri padahal dia tidak memiliki apa-apa.


"Ma, sebenarnya apa yang terjadi? bagaimana bisa kartu kita beku dan tidak bisa digunakan lagi?!"


.


.


Tuan Xia memijit pelipisnya yang terasa sedikit pening. Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja dia tidak bisa menggunakan semua dana miliknya maupun milik perusahaan yang sedang di kelolanya. padahal saat ini dia membutuhkan uang dalam jumlah besar untuk membuat sebuah proyek.


Tokk...


Tokk...


Suara ketukan pada pintu mengalihkan perhatiannya, terdengar juga suara keributan dari luar ruangannya. Ada tiga suara wanita yang sedang bertengkar hebat di luar sana, dan dia mengenali suara ketiganya.


Penasaran apa yang sebenarnya terjadi di luar sana, ia pun bangkit dari kursinya dan melenggang keluar.


Pintu terbuka dan terlihat Rachel serta Davina sedang berdebat lebar dengan sekretarisnya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?!" bentak Tuan Xia menengahi pertengkaran itu. Yang mengetuk pintu ruangannya tadi adalah sekretarisnya, awalnya dia ingin memberitahukan tentang kedatangan mereka berdua, tapi mereka malah mau nyelonong masuk.


Rachel mendorong sekretaris itu dan menghampiri suaminya. "Apa yang terjadi pada debit dan kreditku, Kenapa kedua kartu itu tidak bisa digunakan? Apa kau membekukannya?"


Sontak kedua mata Tuan Xia membelalak."Apa kau bilang? Kau juga tidak bisa menggunakan debit dan kredit milikmu?" ucapnya memastikan.


Rachel mengangguk. "Jika bukan kau yang melakukannya Lalu siapa?"


"Aku yang melakukannya!!" sahut seseorang dari belakang, ketiganya sontak menoleh Dan mata mereka membelalak sempurna.


"IVANKA?!"


.


.


Jessica kebingungan ketika Luhan menghentikan mobilnya di sebuah tempat asing. Itu adalah sebuah bangunan mewah yang memiliki tiga lantai, lalu pandangan Jessica bergulir pada pria yang duduk di sebelahnya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Luhan bertanya dengan bingung.


"Sebenarnya rumah siapa ini dan Kenapa kita ada di sini?" tanya Jessica ingin tahu.


"ini adalah rumahku cepat atau lambat kau akan tinggal di sini bersamaku!!" jawab Luhan dan membuat Jessica semakin kebingungan.


"Apa maksudmu mengatakan jika cepat atau lambat aku akan tinggal di rumah itu bersamamu?!" dia membutuhkan penjelasan dari lelaki itu.


"Jangan banyak tanya, kau akan tahu setelah masuk ke dalam. Cepat turun, jangan banyak berpikir lagi!!"


Jessica memiringkan kepalanya dan menatap lelaki itu penuh tanya. Luhan tak memberikan penjelasan apapun. Dan itu membuatnya semakin bingung dan penasaran, tak ingin rasa penasaran membunuhnya. Akhirnya Jessica pun turun dan mengikuti Luhan masuk ke dalam.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2