Satu Malam Bersama Pria Asing

Satu Malam Bersama Pria Asing
Kembalinya Ivanka


__ADS_3

Seperti mimpi disiang bolong. Rasanya Jessica masih tidak percaya jika ia dan Luhan telah menikah, dan sekarang mereka berdua telah resmi menjadi suami-istri.


Tanpa ada resepsi, tanpa ada upacara pernikahan, namun pernikahan mereka telah sah. Ternyata benar apa kata orang, jika uang memang berkuasa.


"Berhentilah menatapku seperti itu, Nyonya Xiao!!"


"Memangnya siapa yang, Nyonya Xiao? Pernikahan ini tidak sah. Karena aku tidak pernah setuju untuk menikah denganmu!!! Dan jangan kau pikir karena sudah ada surat-surat ini maka kau sudah menang!!"


"Kau sudah tidak bisa lari lagi, Nona!! Sekarang kau adalah milikku yang sah!!"


"Teruslah bermimpi, Xiao Luhan!! Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengakuimu sebagai suamiku, dan taruhan kita pasti aku yang memenangkannya. Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah jatuh cinta pada iblis sepertimu!!"


Luhan menyeringai. "Kau terlalu percaya diri, Nona. Kita lihat saja, pada akhirnya siapa yang akan memenangkan taruhan ini. aku atau dirimu?!"


Luhan sangat yakin jika dialah yang akan memenangkan taruhannya dengan Jessica. Karena cepat atau lambat wanita itu pasti akan jatuh cinta padanya, dan bukan Xiao Luhan namanya jika tidak bisa memenangkan hati Jessica.


"Jangan buang-buang tenagamu untuk berdebat denganku. Malam ini aku tidak akan menyentuhmu, pergilah beristirahat." ucap Luhan dan pergi begitu saja.


"XIAO LUHAN, KAU BENAR-BENAR IBLIS. AKU PASTI AKAN MEMBUATMU MENYESAL. AKU MEMBENCIMU!!" teriak Jessica dengan emosi.


Wanita itu menjatuhkan tubuhnya pada lantai yang dingin dan keras. Kemudian Jessica menari kedua lututnya dan membenamkan wajahnya, isakan mulai terdengar dari sela-sela bibir tipisnya. Dia menangis bukan karena sedih, tetapi dia menangis karena marah dan kesal.


.


.


Tuan David dan Rachel tidak bisa membendung keterkejutannya ketika melihat kedatangan Ivanka yang begitu tiba-tiba. Bagaimana mereka tidak terkejut, setahu mereka wanita itu sedang berada di rumah sakit jiw*.


"Kenapa David, Rachel? Kenapa kalian begitu terkejut melihat kedatanganku?!" Ivanka menyeringai dan menatap mereka dengan pandangan meremehkan.


"Bagaimana kau bisa keluar dari rumah sakit?" tanya David mau minta penjelasan.


"Apakah itu penting? Atau kau berpikir jika aku benar-benar gila?" Ivanka tersenyum, lebih tepatnya menyeringai. "Perlu permainan kotor untuk menghadapi orang-orang kotor seperti kalian, dan sudah cukup kalian menikmati semua harta yang ditinggalkan oleh mendiang papa!!"


"Apa maksudmu?" kini giliran Rachel yang bersuara.


"Apa masih belum jelas yang aku katakan, sahabat terbaikku!! Atau perlu aku perjelas lagi, agar kau paham?!" Ucap Ivanka.

__ADS_1


Ivanka dan Rachel adalah sahabat yang sangat dekat. Mereka berdua bersahabat sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama, di mana ada Rachel di situ ada Ivanka sebaliknya. Tetapi Ivanka sungguh tidak menyangka, jika sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudara ternyata malah mengkhianatinya dan menusuknya dari belakang.


Dan sekarang mereka berdua benar-benar dalam masalah besar. Ivanka telah kembali, yang itu artinya semua harta keluarga Valentino akan kembali padanya. Dan Tuan David sangat yakin jika ada seseorang yang berdiri di belakangnya, karena seingatnya ivanka benar-benar gila ketika mereka membawanya ke rumah sakit jiw*.


"Benar sekali apa yang kau pikirkan, Tuan David. Jika memang ada seseorang yang berdiri di belakang nyonya Ivanka, dan orang itu adalah aku!!"


Perhatian ketiganya teralihkan oleh kedatangan seseorang yang suaranya sangat familiar. Tuan David membelalakkan matanya terkejut melihat Siapa yang datang.


"Tu..Tuan Xiao!!" Ucapnya terbata-bata.


Ya benar, memang Luhan lah yang ada dibelakang nyonya Ivanka selama ini. Dia juga yang menyelamatkan wanita itu ketika dipaksa dibawa ke rumah sakit jiwa oleh suami dan sahabatnya sendiri. Luhan menolongnya sampai dia benar-benar sembuh dari penyakit mentalnya.


Dan alasan kenapa Luhan berada di sekitar Jessica selama ini juga karena permintaan Nyonya Ivanka, dia tidak ingin jika putrinya sampai menjadi korban seperti dirinya.


Diam-diam Luhan terus mengawasinya tanpa sepengetahuan Jessica pastinya.


Rachel menghampiri Luhan dan menatapnya dengan kecewa. "Tuan Xiao, selama ini kami sangat mempercayai Anda. Dan memperlakukan anda dengan sangat baik, tetapi Kenapa Anda malah mengkhianati keluarga kami dengan membantu perempuan ini?!" ucap Rachel sambil menunjuk Ivanka.


"Mengkhianati keluarga kalian? Apa kalian pikir selama ini aku berada di pihak kalian, jika kalian berpikir Demikian maka Kalian salah besar!! Karena aku tidak pernah berada di pihak orang yang selalu memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadinya. Dan asal kalian tahu saja, selama ini aku berada di sekitar kalian karena Jessica. Aku di sini untuk melindunginya!!"


"Jadi itu semua karena dia?! Jadi selama ini kau menipu kami karena perempuan itu?! Memangnya apa istimewanya dia dibandingkan diriku? Tuan Xiao, apa kau tidak tahu jika selama ini aku diam-diam menyukaimu. Tapi kenapa harus dia, kenapa tidak aku saja?!" Davina berteriak meluapkan kekesalannya.


Jika orang yang tidak mengenal mereka dengan baik, pasti akan berpikir jika mereka adalah orang-orang yang tertindas.


"Luhan sudah cukup!! Tidak ada gunanya bicara dengan orang-orang seperti mereka, sebaiknya segera kemasi bareng-bareng kalian dan angkat kaki kalian dari sini. Kalian tidak memiliki hak apa-apa atas rumah, perusahaan dan seluruh kekayaan Valentino. Semua Itu milikku dan Jessica, kalian tidak berhak sama sekali!!"


"Jangan lupa ke masih semua barang-barangmu sebelum pergi. Karena aku tidak ingin ada sedikitpun sampah di sini disini!!" ucap Nyonya Ivanka.


David menggeleng. "Kau tidak bisa mengusir kami seenaknya, Ivanka!! Rumah ini adalah rumahku, dan aku yang berhak atas rumah ini!!" ucapnya menegaskan.


Ivanka melipat kedua tangannya di depan dada. "Kenapa kau begitu percaya diri jika rumah itu adalah milikmu, memangnya kapan kau membangunnya atau mungkin membelinya?!"


"Apa kau lupa atau pura-pura lupa, jika semua harta kekayaan Valentino adalah milikku. Kau bukan siapa-siapa David, kau hanya anak angkat ayahku yang kemudian dinikahkan denganku. Jangan menjadi Kacang Lupa Kulitnya, dan sudah saatnya kau kembali ke habitatmu!!"


"Ivanka, kau~!!"


"Cepat seret mereka keluar dari rumah ini!!" perintah Luhan pada anak buahnya.

__ADS_1


Berapa pria berpakaian formal masuk kedalam ruangan itu dan menyeret tuan David, Rachel serta putrinya lalu melempar mereka keluar dari perusahaan.


Semua aset kekayaan keluarga Valentino adalah milik Ivanka dan mereka tidak memiliki hak apapun untuk memilikinya. Karena Ivanka-lah yang berasal dari keluarga Valentino bukan David. David hanyalah anak angkat Ayah Ivanka, dia berhak menggunakan harta Valentino tapi tidak berhak memilikinya.


.


.


Di dalam kamar mewah itu Jessica terus uring-uringan tidak jelas, wanita itu menghancurkan benda apapun yang ada di sekelilingnya. Dia benar-benar marah, kesal pada Luhan. Bagaimana bisa pria itu bertingkah seenak jidat dengan menahannya di rumah ini.


Jessica memiliki kehidupan sendiri, dan dia Paling benci dikekang. Lagi pula dia bukanlah seekor burung harus dipelihara di dalam sangkar berbahan emas. Dia lebih menyukai kebebasan dibandingkan pengekangan.


"Nona, Saya mohon hentikan. Jangan menghancurkan apapun lagi, tuan Luhan bisa marah besar jika barang-barang mahalnya anda hancurkan seperti ini!!" mohon seorang pelayan agar Jessica menghentikan aksi brutalnya.


"Aku tidak peduli!! Siapa juga yang peduli dia akan marah atau tidak, sebaiknya keluar dari sini, KELUAR!!"


Pelayan itu pun ketakutan setengah mati melihat Jessica yang mengamuk seperti orang kesurupan, tak ingin menjadi korban amukan wanita itu ia pun segera keluar. Jessica benar-benar sangat mengerikan jika sedang marah, dan ketika dia sedang marah mengerikannya hampir 11-12 dengan majikannya.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat panik?" tanya Luhan pada pelayan yang baru saja meninggalkan kamarnya.


"Tuan, Nona sedang mengamuk dan menghancurkan apa saja yang ada di kamar Anda. Hampir saja saya menjadi korban kemarahannya, saya benar-benar takut. Ketika marah Nona sangat mengerikan,"


"Apa kau melakukan sesuatu padanya?" tanya Ivanka, dia mengenal betul sifat putrinya. Jessica tidak akan marah tanpa sebab yang jelas.


Luhan mengangguk. "Aku menikahinya tanpa persetujuan dari Jessica, dan sekarang kami berdua sudah resmi menjadi suami istri!!" rasa bersalah sedikitpun.


"Pantas saja!! Kau benar-benar ngawur!!" Ivanka kemudian meninggalkan Luhan begitu saja, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putrinya. Ivanka sangat merindukan Jessica, butuh bertahun-tahun untuk ia bisa bertemu kembali dengan putrinya.


Ivanka tak bisa menahan air matanya ketika dia sudah sampai di kamar Luhan. Dia akan bertemu dengan putrinya, Ivanka ingin segera memeluk Jessica.


"Sica,"


"Mama,"


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2