
"Jessica, apa yang kau lakukan pada kamarku?!"
Jessica menoleh setelah mendengar suara dingin yang masuk ke telinganya. Wanita itu tersenyum lebar. "Bagaimana, kau menyukainya kan?! Dan ralat, bukan kamarmu tapi kamar kita!!"
"Terserah!! Tapi apa yang kau lakukan pada kamar ini, kenapa kau memasang banyak poster pria disini?! Turunkan sekarang juga, aku tidak suka!!"
Wanita itu menatap suaminya dengan bingung. Lalu dia memperhatikan poster-poster itu dengan pandangan kebingungan.
"Memangnya ada apa dengan poster-poster yang aku pasang didinding? Bagus kok dan aku rasa tidak ada yang salah. Kau salah yang terlalu berlebihan." Ucap Jessica sambil menatap Luhan dengan pandangan bertanya-tanya.
Luhan mendengus. Sepertinya tidak ada gunanya berdebat dengan Jessica, itu hanya akan membuatnya kesal setengah mati.
Sebenarnya bulan Luhan yang menyebalkan, tetapi Jessica karena selalu ingin menang sendiri.
"Hn, terserahlah." Ucap Luhan dan melanggar pergi. Dia terlalu malas untuk berdebat dengan Jessica.
Dan Jessica pun tersenyum lebar karena pada akhirnya tetap dirinyalah yang menjadi pemenangnya. Memangnya siapa yang akan menang melawannya. Dia itu tak ada tandingannya. Apalagi soal debat berdebat, meskipun terkadang dia kalah telak dari Luhan.
"Dasar kulkas 1000 pintu. Kenapa dia malah memintaku untuk menurunkan semua poster-poster ini?! Kan jelas-jelas itu malah membuat kamar menjadi lebih bagus," ucap Jessica sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
.
.
Luhan benar-benar kesal dan jengkel Setengah Mati pada istri cantiknya tersebut, bagaimana tidak?! Karena yang dia pajang didinding kamarnya adalah foto-foto para aktor-aktor tampan. Dan sebagai suaminya, tentu saja Luhan merasa kesal.
Pria itu menuruni tangga dengan memasang muka masam. Mulutnya terus berkomat-kamit tidak jelas. Dan dari raut mukanya terlihat jelas jika dia sedang kesal setengah mati pada Jessica.
Langkah Luhan terhenti karena kedatangan dua anak buahnya. Mereka menghampiri Luhan untuk menyampaikan sesuatu yang penting padanya. "Bos, kami sudah berhasil menangkap kedua orang itu. Dan sekarang mereka berdua berada di ruang bawah tanah," ucap salah satu dari kedua orang itu.
"Hn, aku akan menemuinya nanti. Sebaiknya jangan lakukan Apapun pada mereka berdua tanpa perintah dan ijin dariku!!" Ucap Luhan dan dibalas anggukan oleh mereka berdua. Keduanya kemudian meninggalkan Luhan begitu saja.
Luhan menoleh dan mendapati Jessica tengah menuruni tangga dengan terburu-buru, hingga menimbulkan sebuah tanda tanya besar dibenak Luhan. Ia pun menghentikan langkah Jessica ketika wanita itu hendak melewatinya.
"Kau mau pergi kemana?" tanya Luhan penasaran.
"Devan, menghubungiku dan mengatakan bila Jia sedang demam tinggi. Aku harus pergi kesana untuk memastikan keadaannya!!" jawab Jessica menimpali.
Mendengar nama Devan disebut-sebut oleh Jessica membuat Luhan kesal setengah mati. Memangnya harus ya menyebut nama pria itu dengan nada yang begitu manis?! Lalu apakah Jessica tidak memikirkan perasaannya?!
__ADS_1
"Lalu apakah pria itu ada di sana?" tanya Luhan memastikan.
Jessica mengangkat. "Tentu saja ada, karena dia yang memberitahuku bila Jia sedang demam. Dan Devan memintaku untuk datang karena Jia tak ada yang merawatnya." Jawab Jessica menimpali.
"Kalau begitu aku akan pergi denganmu!!"
Sontak Jessica mengangkat wajahnya dan menatap Luhan dengan pandangan tak percaya. "Kau mau ikut pergi denganku, apa aku tidak salah dengar?! Sebaiknya tidak usah, kau nanti bisa kebosanan di sana."
"Takut aku kebosanan atau takut tidak memiliki banyak waktu dengan pria itu?!" Luhan menatap Jessica dengan tajam.
Wanita itu memicingkan matanya. "Apa maksudmu berkata seperti itu? Kenapa kau berpikir jika aku dekat dengan, Devan?! Oh, atau jangan-jangan kau cemburu jika aku sampai dekat-dekat dengan pria itu?!" tebak Jessica 100% benar.
Luhan mendecih sebal. Dengan dingin Dia berkata. "Dalam mimpimu!" ucapnya dan pergi begitu saja.
Jessica mempoutkan bibirnya dan menatap Luhan dengan kesal. Apa tidak bisa sekali saja dia tak membuatnya kesal. Jessica sudah terlalu malas dan bosan untuk berdebat dengan pria bermarga asing tersebut.
.
.
__ADS_1
Bersambung.