
"Aku mau yang ini, ini, ini, ini. Pokoknya semua yang ada di boutique ini aku ingin membelinya!!"
Entah apa yang sebenarnya ada di dalam pikirman Jessica sampai-sampai dia memborong semua gaun dan dress yang ada di salah satu boutique paling terkenal di kota Seoul. Bukan hanya karena kualitasnya, tapi juga harganya yang sangat fantastis.
Jessica tanya datang sendirian, dia datang bersama Luhan. Setelah mengetahui jika lelaki itulah yang tidur dengannya malam itu, akhirnya Jessica mengurungkan niatnya untuk mengembalikan kartu hitam yang dia tinggalkan lagi itu. Dia ingin membuat lelaki itu kapok dan jera setelah membuatnya kesal dan marah.
"Aku juga mau semua tas dan sepatu yang ada disini. Bungkus semua untukku!!" Perintah Jessica pada pelayan toko yang melayaninya.
Tak ada larangan dari Luhan, dia membiarkan perempuan itu mengosongkan seluruh isi Boutique. Dan Luhan tau apa tujuan Jessica yang sebenarnya. Lagipula dia tak akan kehabisan uang jika hanya untuk membeli semua isi Boutique ini.
"Apa masih ada lagi yang ingin kau beli?"
"Tentu saja ada. Dan aku tidak akan berhenti sampai semua yang di kartu ini habis!!"
Luhan tentu mempersilahkannya. "Silahkan saja, kau bebas membelanjakan kartu itu dengan sesuka hatimu. Dan sayangnya kartu hitam itu tak memiliki batas limit apalagi sampai kehabisan isinya!!" Luhan menatap Jessica dengan senyum penuh kemenangan.
"Aku tau!! Tidak perlu kau jelaskan pun aku sudah paham!!" Jawab Jessica dengan sinis. Dia beranjak dari hadapan Luhan dan ketus begitu saja.
Luhan mendengus berat. Dia menatap Jessica dengan pandangan yang sulit diartikan, Ini baru pertama kalinya dia bertemu dengan perempuan ya sama sekali tak menunjukkan ketertarikan padanya. Dan pertama kalinya juga Luhan bertemu perempuan yang berani berbicara dengan nada tajam dan sinis padanya.
Tanpa menghiraukan Luhan, Jessica pergi begitu saja. "Bungkus semua ini. Aku mau membeli semuanya!!" Diatas meja kasir sudah tak terhitung jumlah pakaian dan barang-barang mewah yang Jessica ambil secara random.
__ADS_1
Antara percaya dan tidak percaya. Si kasir nyaris saja tersedak minuman yang ada di dalam mulutnya melihat seberapa banyak barang-barang milik customer di depannya ini. Sampai-sampai dia berpikir jika customernya ini adalah putri seorang sultan.
"Nona, ini total keseluruhan yang harus Anda bayar."
"Baiklah, aku bayar dengan ini." Jessica menyerahkan sebuah black card pada kasir di depannya.
Melihat kartu hitam yang Jessica berikan membuatnya semakin yakin jika yang customernya bukanlah orang dari kalangan rendahan. "Oya, semua barang-barang ini biar bodyguardku yang membawakannya." Ucap Jessica sambil menunjuk Luhan yang berdiri di belakangnya.
Sontak mata Luhan membulat. Apa dia tidak salah dengar, wanita di depannya ini menyebutnya bodyguard!! Luhan mendesah berat, anehnya dia tidak bisa marah meskipun sedikit tersinggung oleh ucapan Jessica. Dia yang seorang mafia malah disebut sebagai bodyguard.
Dan keduanya pun melenggang pergi meninggalkan boutique. Jessica sangat lapar dan dia akan memanfaatkan kartu hitam milik Luhan sekali lagi. Dia akan makan siang di restoran super mewah dengan harga selangit. Siapa suruh membuatnya kesal, dan ini akibatnya.
.
.
"Ahhh, kentangnya."
Luhan terlihat begitu syok melihat beberapa piring kosong yang ada diatas meja. Dan yang menghabiskan semua makanan-makanan itu adalah perempuan di depannya ini. Apa dia tidak salah lihat, bagaimana bisa Jessica yang memiliki hobi makan tetapi memiliki bentuk tubuh yang ideal?
Jessica memicimkan matanya. "Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku tau jika diriku memang cantik, jadi tidak perlu terpesona begitu." Ucapnya begitu percaya diri.
__ADS_1
"Siapa juga yang terpesona pada perempuan rakus dan bar-bar sepertimu!! Bisa-bisa aku miskin mendadak jika memelihara perempuan rakus!!" Jawab Luhan menimpali.
Alhasil sebuah garpu melayang kearahnya. Beruntung Luhan bisa menangkapnya tepat waktu sebelum menghantam wajahnyanya."Enak saja!! Aku ini manusia, bukan hewan peliharaan. Jadi jangan sembarangan bicara!!" Jessica mempoutkan bibirnya.
Luhan tersenyum tipis. Entah kenapa saat bersama Jessica dia bisa menemukan apa yang telah lama hilang dari dirinya, yakni jati dirinya yang sebenarnya.
"Sudah jangan banyak bicara lagi. Cepat habiskan makananmu setelah ini aku antar kau pulang. Mungkin barang-barangmu sudah tiba di kediaman, Xia."
Mata Jessica sontak membulat sempurna."Omo!! Barang-barangku, bisa-bisa nenek lampir itu kepedean dan mengira semua barang-barang itu adalah miliknya!!" Dan tanpa menghiraukan Luhan sama sekali. Jessica pun melengos pergi, bahkan dia tak membayar semua tagihannya terlebih dulu.
"Yakk!! Kau mau pergi kemana?!"
"Tolong bayar dulu semua makanan dan minuman yang telah aku pesan. Ini keadaan darurat. Aku tidak bisa kehilangan semua barang-barang mewahku!!" Jawab Jessie ca tanpa menghentikan langkahnya.
Luhan mendengus berat. Dia memanggil seorang pelayan. Setelah membayar semua tagihan, ia pun melenggang pergi meninggalkan restoran.
-
-
Bersambung.
__ADS_1