Satu Malam Bersama Pria Asing

Satu Malam Bersama Pria Asing
Menemukan Saudara Kembar


__ADS_3

Luhan tak bergeming sedikitpun dari posisinya, dia sedang memperhatikan wajah polos Jessica yang sedang tertidur pulas.


Meskipun matahari sudah tinggi, tetapi dia tidak tega untuk membangunkannya. Melihat wajah polos Jessica membuat senyum kecil Terukir di sudut bibirnya.


Pria itu mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala bermahkotakan nelayan coklat istrinya. "Jika tidur, kau terlihat sangat polos, seperti anak kecil yang belum tahu apa-apa. Tapi ketika bangun, sosokmu berubah 180°," ucap Luhan setengah bergumam.


Kemudian pria itu beranjak dari duduknya dan melenggang menuju kamar mandi.


Luhan hendak menyiapkan air hangat untuk Jessica. Sungguh suami yang perhatian.


Setelah air hangat itu sudah siap, Luhan kembali pada Jessica lalu membangunkannya.


"Sica, bangun. Air hangatmu sudah siap," Luhan menepuk pelan pipi Jessica dan memintanya untuk bangun.


"Hm, sebentar lagi. Aku masih ngantuk!!" balas wanita itu menimpali. Kemudian dia menutup sekujur tubuhnya dengan selimut tebal dan hanya terlihat bagian kepalanya saja.


Luhan mendengus. Melihat Jessica yang terbungkus selimut membuatnya geli sendiri. Wanita itu mirip dengan seekor ulat raksasa yang masih belum keluar dari kepompongnya.


Akhirnya Luhan pun memilih mengalah dan membiarkan Jessica tidur lagi. Kemudian pria itu beranjak dan melenggang keluar meninggalkan kamarnya.

__ADS_1


Dia hendak menemui seseorang yang datang membawa informasi penting, tentang asal usul dirinya.


.


.


"Ini adalah informasi yang anda cari, Tuan Xiao." Ujar seorang laki-laki sambil map berwarna coklat gelap pada Luhan.


Luhan sedang mencari informasi penting tentang asal-usulnya. Sebelum ayah angkatnya meninggal, dia telah memberitahu Luhan jika sebenarnya ia bukanlah putra kandungnya. melainkan anak yang dia temukan secara tidak sengaja kemudian dia angkat menjadi putranya.


"Berdasarkan informasi yang saya dapat, keluarga kandung Anda juga berada di kota ini. Anda memiliki saudara kembar namun tak identik. Selain itu, Anda juga memiliki seorang kakak perempuan. Ayah kandung Anda meninggal beberapa tahun yang lalu, sedangkan ibu Anda pergi entah kemana. Dia pergi bersama laki-laki lain." terang pria itu menuturkan.


Sebenarnya sudah lama Luhan mencari informasi tentang jati dirinya, tetapi karena tak ada informasi apapun yang dia miliki tentang keluarga kandungnya, jadi pencariannya memakan waktu yang cukup lama. Butuh lima tahun untuk mendapatkan informasi yang valid.


Bahkan tidak sedikit uang yang telah Ia keluarkan selama 5 tahun ini.


Di saat Luhan mulai frustasi dan hampir menyerah karena tak juga menemukan titik terang tentang keluarga kandungnya, tiba-tiba Ia mendapatkan kabar jika seseorang tahu tentang masa lalunya. Luhan hanya ingin tau apa alasan mereka menelantarkannya.


Awalnya Luhan memang tidak tahu jika sebenarnya dia adalah anak angkat, karena ayahnya memperlakukannya dengan istimewa layaknya putra kandungnya sendiri. Hingga Luhan berpikir jika dia adalah putra kandung dari pria yang selama ini menjadi ayahnya.

__ADS_1


Namun sebelum Ayah angkatnya meninggal, dia mengatakan jika dirinya bukanlah Putra kandungnya, tetapi dia menemukannya yang sedang menangis ketakutan di pinggir jalan. Karena tak tega, akhirnya dia pun memutuskan untuk membawanya pulang dan merawatnya lalu mengangkatnya menjadi.


Pada saat itu usia Luhan masih dua tahun.


"Apalagi Yang Kau Dapatkan selain informasi?" tanya Luhan tanpa menatap lawan bicaranya.


Kemudian pria itu menyerahkan beberapa lembar foto yang berhasil dia dapatkan pada Luhan. "Ini adalah beberapa foto yang berhasil saya dapatkan,"


Luhan menerima foto-foto itu lalu satu persatu, gerakan tangannya terhenti pada foto keempat. Luhan memperhatikan foto itu dengan seksama, dan dia mengenal betul orang yang berada di dalam foto tersebut. Dan orang itu adalah orang yang membuatnya kesal sekaligus cemburu, karena berani mendekati istrinya. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Devan.


Dunia ini memang selebar daun talas, orang yang selama ini Luhan cari ternyata ada di sekitarnya. "Kau boleh pergi," ucap Luhan pada pria di depannya. Pria itu lantas membungkuk lalu meninggalkan Luhan begitu saja.


Tak lama selepas kepergian pria itu, seseorang masuk ke dalam ruang kerjanya, dan siapa lagi jika bukan Jessica. "Dasar kulkas 1000 pintu, aku mencarimu kemana-mana rupanya kau ada di sini. Aku lapar ayo kita makan sekarang."


Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Luhan bangkit dari kursinya lalu menghampiri Jessica. Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju meja makan.


Meskipun sebenarnya belum lapar, tetapi Luhan juga tidak bisa menunda waktu sarapannya dan membiarkan Jessica makan sendirian ataupun melewatkan sarapannya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2