Satu Malam Bersama Pria Asing

Satu Malam Bersama Pria Asing
Pertemuan Luhan-Devan


__ADS_3

Devan menghentikan Mobilnya di sebuah restoran mewah yang berada dipusat kota.


Seseorang menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu, tetapi orang itu tak mengatakan apapun padanya selain nama restorannya.


Kedatangan Devan disambut oleh seorang pria dalam balutan setelan jas hitam rapi. Tetapi dia bukan karyawan maupun pemilik restoran itu, sepertinya dia adalah anak buah dari orang yang menghubunginya.


Jantung Devan berdetak kencang, semoga bukan hal buruk yang akan dia alami setelah ini.


Devan diarahkan menuju ruang VIP yang terletak di lantai dua.


Kemudian mereka berhenti di depan sebuah pintu bercat putih, pria itu membuka pintu tersebut lalu mempersilakannya untuk masuk.


Alis Devan saling bertautan melihat sosok pria yang duduk memunggunginya. Sosoknya terlihat tidak asing baginya.


Dia seperti mengenali sosok pria itu. Sampai akhirnya langkah Devan terhenti di depan pria tersebut, dan Alangkah terkejutnya Devan setelah mengetahui siapa pria tersebut.


Pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Luhan mengangkat kepalanya dan menatap Devan dengan tatapan datar. "Duduklah," pinta Luhan mempersilahkan.


Glukk...


Susah payah Devan menelan salivanya melihat tatapan Luhan yang dingin dan tajam. Seharusnya dia sudah terbiasa, karena tatapan itu yang selalu Luhan berikan ketika bertemu dengannya.


Devan mencoba bersikap senang mungkin dan berusaha untuk menghilangkan kegugupannya. "Ada apa kau mengajakku bertemu?" tanya Devan tanpa banyak basa-basi.


Tanpa mengatakan apapun, Luhan menyerahkan sebuah liontin dan foto usang pada Devan. Foto sepasang bayi kembar. Foto yang sama, liontin yang sama, seperti yang Devan miliki.

__ADS_1


Devan mengangkat wajahnya dan menatap Luhan penuh tanya.


"Dari mana kau mendapatkan foto dan liontin ini?" tanya Devan.


"Apa kau anak yang ada di foto itu?" bukannya menjawab pertanyaan Devan, Luhan malah balik bertanya. Dan Devan pun mengangguk membenarkan.


"Tapi dari mana kau mendapatkan foto dan liontin ini?" Devan bertanya sekali lagi.


"Dari seorang pria yang selama ini menjadi ayah angkatku. Dia menemukan foto ini di dalam liontin yang ada disaku celanaku. Aku sedang mencari tahu tentang keluarga kandungku, dan salah seorang anak buahku menemukan fakta jika kau adalah saudara kembarku!!" terang Luhan panjang lebar.


Devan pun terkejut mendengar apa yang pria itu katakan.


Rasanya Dia tidak percaya, jika orang yang selama ini ia cari adalah orang yang seringkali membuatnya ketakutan setengah mati.


"Hiks, akhirnya aku bisa bertemu denganmu juga. Setelah Papa memberitahuku tentang aku yang sebenarnya memiliki saudara kembar. Aku langsung mencarimu. Bertahun-tahun aku mencoba mencari Keberadaanmu, tapi pencarianku tak pernah membuahkan hasil. Dan itu membuatku frustasi. Tapi aku lega sekali, karena Akhirnya bisa bertemu dan berkumpul kembali denganmu. Luhan, aku adalah kakak."


Meskipun awalnya terkejut, pada akhirnya Luhan tetap mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Devan.


Luhan pikir selama ini Ia sendirian, tapi ternyata dia masih memiliki keluarga. Dan hari ini dia menemukan keluarga kandungnya.


"Ayo kita pulang. Kita temui, Mia Nunna. Dia pasti akan sangat bahagia." Devan melepaskan pelukannya sambil menyeka air matanya. Dia akan mengajak Luhan untuk pulang dan mempertemukannya dengan Mia.


Luhan tak mengatakan apapun untuk membalas ucapan Devan. Dia hanya menganggukkan kepala, keduanya kemudian meninggalkan restoran.


.

__ADS_1


.


Dua mobil mewah itu berhenti di halaman luas sebuah rumah yang memiliki dua lantai.


Dua pria tampan, keluar dari mobil masing-masing. Mereka berdua adalah Devan dan Luhan.


Luhan menghentikan mobilnya ketika tanpa sengaja dia melihat sebuah mobil yang sangat familiar terparkir tak jauh dari tempat dia memarkirkan mobilnya. Dan itu adalah mobil Jessica.


"Kemungkinan dia ada disini. Kebetulan Jessica dan Mia nona saling mengenal.


Sudah ayo masuk." devan dan Luhan berjalan berdiri dengan masuk ke dalam.


Dari teras depan, samar-samar Luhan mendengar suara gelak tawa dari dalam sana.


Salah satunya adalah suara Jessica, Luhan pun menjadi penasaran seberapa dekat Jessica dengan perempuan bernama Mia tersebut.


Dan kedatangan mereka berdua mengalihkan perhatian tiga wanita yang sedang berkumpul di ruang tamu.


"Eo, Luhan!! Sedang apa kau di sini?"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2