Satu Malam Bersama Pria Asing

Satu Malam Bersama Pria Asing
Bukan Milik Kalian


__ADS_3

"Siapa yang mengizinkanmu menyentuh barang-barang itu?!"


Perhatian Rachel dan putrinya teralihkan oleh seruan keras dari arah teras depan, sontak keduanya menoleh dan mendapati Jessica berjalan memasuki rumah. Jessica menatap ibu dan anak itu bergantian.


"Barang-barang ini semuanya milikku dan kalian tidak memiliki hak sama sekali untuk memilikinya!!" ucap Jessica menegaskan.


"Apa-apaan kau ini? Datang-datang malah mengakui jika barang-barang ini adalah milikmu!! Lalu mana buktinya jika kau adalah pemilik semua barang-barang ini?!" seru Davina, putri dari Rachel.


Jessica menghela nafas berat. "Memang susah ya bicara dengan orang tak beradab seperti kalian berdua. Ibu dan anak sama saja, sama-sama tidak ada yang beres!! Minggir kalian berdua, aku tidak rela jika barang-barangku kalian sentuh. Bisa-bisa barang-barang ini kotor dan terkena kuman. kalian berdua kan sarang kuman!!"


Jessica segera memerintahkan para pelayan Untuk memindahkan semua barang-barang itu ke kamarnya.


Jangankan membaginya dengan mereka berdua, disentuh oleh mereka saja Jessica tidak rela. Dia takut jika barang-barangnya yang mahal dan branded itu malah jadi kotor karena mereka adalah sarang kuman.


Tuan Xia yang baru saja tiba di rumahnya kebingungan melihat banyaknya barang-barang branded yang berserakan di lantai. "Apa-apaan ini, kenapa begitu banyak barang yang berserakan disini?" tanya Tuan Xia meminta penjelasan.


"Barang-barang itu adalah milik, Kakak. Dan Dia tidak mau membaginya dengan kami, padahal kami tidak meminta banyak kok. hanya satu dua helai saja, tapi kakak malah memaki dan mengataiku dan Mama dengan kata-kata yang tidak pantas. Dan itu membuat kami sedih,"


Jessica memutar jengah matanya. lagi-lagi dia mengadu dan mengatakan omong kosong pada ayahnya. Dan sudah bisa dipastikan jika pria bodoh itu akan membela istri muda dan Putri tirinya itu habis-habisan.

__ADS_1


"Stopp!!" Jessica berseru sambil mengangkat tangan kanannya. "Aku tahu apa yang ingin Papa katakan!! Dan aku sudah bosan mendengarnya. Ya.. Aku memang tidak mau dan tidak rela membaginya dengan mereka berdua, Papa mau apa?!!" Jessica menatap sang ayah dengan sinis.


"Jessica, kau~!!"


Tuan Xia menggantung ucapannya seraya mengacungkan jarinya pada Jessica. sepertinya tidak ada gunanya berbicara dengan putrinya itu, itu hanya akan membuang-buang waktu saja. Dia mengenal betul seperti apa sifat Jessica.


Dan Tuan Xia tidak bisa macam-macam lagi padanya. Karena sekarang ada Luhan yang berdiri dibelakangnya. Jika dia sampai berani membuat masalah dengan Jessica, pasti Luhan tak akan tinggal diam. Dari pada mengantarkan diri ke dalam bahaya, lebih baik dia menutup mata saja.


-


-


Sebuah mobil sport mewah keluaran terbaru terlihat berhenti di depan sebuah bangunan super megah yang memiliki tiga lantai. bangunan itu merupakan tempat tinggal Luhan. Rumah, sekaligus markas besarnya.


"Siapa yang mengijinkan kalian masuk ke kamarku?!"


Luhan mengapa tidak suka pada dua perempuan yang saat ini berada di kamarnya. dia tidak tahu siapa yang mengirim perempuan-perempuan itu tanpa sepengetahuan apalagi izin darinya."Tu..Tuan, Kris. Di...Di bilang Anda memanggil kami untuk datang." Ucap salah satu dari kedua perempuan itu.


"Aku tidak membutuhkan kalian sama sekali, sebaiknya Kalian pergi dari sini sekarang juga sebelum aku hilang kesabaran dan melempar kalian keluar!!"

__ADS_1


Melihat tatapan Luhan yang terlewat tajam. Membuat mereka berdua ketakutan, tak ingin berada dalam masalah apalagi bahaya, keduanya pun memutuskan untuk segera pergi.


Luhan mendesah berat. Kris benar-benar perlu diberi pelajaran supaya tidak bersikap sembarangan dan seenaknya lagi. dan Luhan masih memikirkan hukuman apa yang pantas untuk pria tersebut. Mungkin potong gaji dan tak ada bonus adalah hukuman yang paling tepat untuknya.


-


-


Dimalam yang dingin. Seorang gadis berjalan seorang diri menyusuri jalanan malam kota Seoul.


Pakaian yang melekat di tubuhnya sangat kontras dengan udara malam ini. Di saat orang-orang memakai pakaian hangat, ataupun atribut yang cocok dengan udara dingin saat ini. Perempuan itu justru hanya memakai pakaian yang kontras karena berbahan tipis. Dia hanya memakai dress selutut berbahan brokat berlengan panjang.


"Sial, kenapa udaranya semakin dingin saja?!" Sebuah umpatan keluar dari bibirnya. Dia sungguh sangat menyesali kebodohannya karena keluar hanya dengan memakai pakaian seadanya.


"Itu karena kau sudah tidak waras!!" jawab seseorang sambil meletakkan sebuah mantel hangat di bahunya. Perempuan itu pun terkejut dan sontak menoleh, kedua matanya membulat sempurna setelah melihat Siapa yang berdiri di belakangnya. "KAU~!!"


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2