
Di siang hari yang cukup terik, terlihat seorang wanita cantik berdiri di tepi jalan. Umpatan-umpatan tajam berkali-kali keluar dari bibir merah mudanya, kesal terlihat jelas diraut wajah cantiknya.
"Yakk!! Sebenarnya ada apa lagi denganmu? Bukankah baru kemarin kau masuk bengkel, tapi kenapa hari ini malah ngadat lagi?!" teriak wanita itu dengan kesal.
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja mobilnya berhenti dan tidak mau bergerak lagi. Padahal dia sedang terburu-buru. Wanita itu 'Jessica' rasanya ingin sekali membuang mobilnya ke tempat pembuangan sampah.
Dan disaat Jessica sedang frustasi-frustasinya, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti dan si pengemudi terlihat turun dari mobil tersebut kemudian menghampiri wanita itu.
"Sica, apa yang terjadi pada mobilmu?" tanya orang itu setibanya dia di depan Jessica. Dan kedatangannya seperti memberi Oasis di tengah padang pasir yang tandus.
"Devan!! Huft, bagus sekali kau datang di saat yang tepat. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada mobilku, tiba-tiba saja mogok dan tidak mau jalan lagi. Padahal baru kemarin keluar dari bengkel." jawab Jessica menjelaskan.
Kemudian Devan memeriksa keadaan mobil Jessica, sedikit banyak dia mengerti tentang mesin. Dan Devan tidak menemukan masalah apapun pada mobil tersebut. Semua dalam keadaan baik-baik saja.
"Aku rasa ini bukan karena mesinnya. Mesinnya dalam keadaan baik-baik saja, apa kau sudah mengecek bensinnya?" tanya Devan memastikan.
Jessica menepuk jidatnya. "Astaga bagaimana aku bisa lupa, mobil ini belum aku isi bensin lagi sejak satu Minggu yang lalu." ucapnya sambil merutuki kebodohannya. Dan bodohnya lagi, Jessica lupa untuk memeriksa speedometer-nya.
Devan mendengus. "Dasar kau ini!! Memangnya kau mau kemana? Sebaiknya biar aku antar saja,"
"Ke Mall. Tapi apa tidak terlalu merepotkanmu?" Devan menggeleng."Baiklah kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi." Jessica tersenyum lebar membuat Devan ikut tersenyum juga. Dan akhirnya Jessica pergi ke Mall dengan diantar oleh Devan.
__ADS_1
.
.
"Maaf, nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan!!"
Luhan membanting ponselnya dengan emosi hingga hancur berkeping-keping. Berkali-kali dia mencoba menghubungi nomor Jessica, tetapi tidak pernah tersambung. Dari kemarin nomornya tidak bisa dihubungi dan itu membuatnya frustasi.
"Bos, apa kau ada di dalam?" teriak seseorang dari luar kamar Luhan.
"Hn, masuk saja!!" balas Luhan menyahuti.
Seorang laki-laki dengan lingkaran panda di kedua matanya terlihat memasuki ruangan tersebut kemudian menghampiri Luhan. Dia datang tidak dengan tangan kosong, laki-laki itu datang dengan membawa sebuah koper yang kemudian ia letakkan di atas meja.
Kemudian Luhan mengambil koper tersebut Lalu membukanya. Wajah tampannya tak menunjukkan ekspresi apapun, dia hanya melihat sekilas lalu menutupnya kembali setelah mengambil satu gepok yang kemudian dia lemparkan pada si mata panda.
"Kerja bagus, untukmu ini bonus untukmu!"
Laki-laki itu pun tersenyum lebar. Dengan gembira dia mencium gepokan berharga tersebut. "Terimakasih, Bos. Kau memang yang terbaik, malam ini aku akan pergi dan mungkin tidak pulang. Oya, Bos. Ketika dalam perjalanan pulang, tanpa Sengaja aku melihat wanita yang biasanya bersamamu. Dia mendatangi pusat perbelanjaan di myeongdong bersama seorang laki-laki tampan dengan wajah sedikit kebarat-baratan." Jelas laki-laki bermata panda tersebut.
Tanpa menghiraukan laki-laki itu, Luhan pun segera pergi menuju pusat perbelanjaan yang dimaksud oleh anak buahnya tersebut.
__ADS_1
.
.
Obrolan-obrolan ringan mewarnai kebersamaan Devan dan Jessica. Berbeda dengan ketika dia bersama Luhan, bersama Devan jessica bisa lebih lepas. Baik itu untuk bercerita ataupun bercanda. Devan adalah orang yang sangat menyenangkan, sementara Luhan adalah orang yang menyebalkan.
Mereka berdua terlihat memasuki toko parfum. Jessica berencana ingin menambah koleksi parfumnya lagi. Padahal para pemiliknya sudah tidak terhitung jumlahnya, entah apa yang membuatnya sangat suka mengoleksi cairan beraroma harum tersebut.
Setelah cukup lama berkeliling dan melihat-lihat, pilihan Jessica jatuh pada Clive Christian Number 1, sebenarnya parfum ini ditunjukkan untuk para wanita bervarian natural yang dinamai Floral Oriental.
Jessica sih tidak terlalu menyukai aromanya, tetapi bentuk botolnya sangat unik dan lucu dan itulah yang membuatnya tertarik meskipun harga jualnya tidak murah pastinya. Dan parfum itu terbuat dari bahan-bahan alami seperti thyme, kapulaga, jeruk nipis, bergamot, dan parme mandarin Sicilian.
Tak hanya satu parfum saja yang Jessica ambil, sedikitnya dia membeli tiga jenis parfum yang berbeda, yang semuanya bernilai jual fantastis.
"Kau sudah selesai?" tanya Devan kemudian dibalas angkutan oleh Jessica. Kemudian mereka membawa parfum parfum itu ke kasir untuk dibayar.
Jessica menolak ketika Devan menawarkan diri untuk membayarkan semua parfum yang dia beli. Jessica bukanlah tipe wanita yang suka merepotkan orang lain apalagi berhutang Budi padanya.
-
-
__ADS_1
Bersambung.