Satu Malam Bersama Pria Asing

Satu Malam Bersama Pria Asing
Biar Waktu Yang Menjawab


__ADS_3

Jessica dan Luhan menyusuri jalanan malam kota Seoul sambil berjalan kaki. Awalnya Luhan ingin mengajak Jessica untuk naik mobilnya, tapi dia menolaknya dan mengatakan tak Sudi. Akhirnya Luhan pun memutuskan untuk ikut jalan bersamanya. Meskipun respon Jessica sangat dingin, tetap dia tetap memaksakan diri.


Tapp...


Jessica menghentikan langkahnya membuat Luhan ikut berhenti juga. "Ada apa?" dia menatapnya dengan bingung. Sampai Luhan mendengar suara yang berasal dari perut perempuan itu.


Pria itu mendengus. "Jadi kau lapar, kebetulan aku juga belum makan malam. Ayo, aku bawa kau makan malam di tempat yang special." Luhan menggenggam tangan Jessica dan membawa perempuan itu menyebrang jalan.


Jessica sendiri tidak tau kemana Luhan akan membawanya pergi, sampai akhirnya mereka berhenti disebuah kedai yang terletak diantara cafe dan restoran-restoran mewah. Lalu Jessica menghentikan langkahnya dan menatap pria itu dengan bingung.


"Aku yakin ingin makan di tempat ini?"


Luhan menautkan alisnya. "Memangnya kenapa jika kita makan di sini ada yang salah?"Jessica menggeleng. "Lantas?"


"Aneh saja melihatmu mau makan di tempat seperti ini, bukannya orang dari kelas tertinggi sepertimu biasanya makan di tempat mewah? Jadi heran dan aneh saja melihatmu makan di tempat seperti ini," ucapnya.


"Tidak ada yang salah, lagi pula aku sudah terbiasa makan di tempat seperti ini. Baik itu restoran mewah ataupun bukan, bagiku sama saja. Toh sama-sama mengenyangkan." Jawab Luhan.

__ADS_1


Entah harus merasa kagum atau heran, sungguh langkah menemukan orang seperti dia yang mau makan di tempat kecil seperti ini. Mengingat jika Luhan bukanlah laki-laki yang berasal dari keluarga sederhana apalagi tidak berada. Dia adalah seorang yang memiliki pengaruh besar di kota ini, jadi sangat mengherankan jika orang seperti dia mau makan dan berbaur dengan rakyat jelata.


"Apa yang kau pikirkan, sebenarnya kau ini lapar atau tidak? Atau mungkin kau tidak biasa makan di tempat seperti ini?!"


Jessica menatap Luhan dengan sebal. "Enak saja, justru aku lebih suka makan di tempat seperti ini daripada di restoran bintang lima. Harganya mahal tetapi tidak mengenyangkan!!" jawabnya dan berlalu begitu saja.


Jessica meninggalkan Luhan dan masuk terlebih dulu ke kedai itu. Dan ini adalah salah satu kedai makanan langganan Jessica ketika makan malam.


"Bibi Wang, seperti biasa ya." Seru gadis itu pada bibi pemilik kedai. "Oya, dua porsi ya."


"Jadi kau juga sering makan ditempat kecil seperti ini?" Luhan duduk di meja yang sama dengan wanita itu. Wanita itu mengangguk."Lalu kenapa kemarin kau memilih makan di restoran bintang lima?"


"Memanfaatkan uangmu!! Selagi aku tidak mengeluarkan uang sepeser pun, jadi apa salahnya makan di tempat mewah seperti itu. Salahmu sendiri kenapa memberikan kartu hitam itu padaku, aku kan jadi bisa memanfaatkannya," balas Jessica menimpali.


Luhan mendengus. "Kau benar-benar unik dan langkah, dan itu semakin membuatku tak ingin melepaskanmu!!"


"Jangan bercanda, kau pikir aku ini barang yang bisa kau miliki dengan sesuka hatimu. Lagipula aku tidak menyukaimu, kau itu bukan tipeku. Jadi untuk apa aku setuju untuk bersama denganmu!! Mimpi saja sana," balas Jessica menimpali.

__ADS_1


"Baru kali ini ada perempuan yang berani menolakku, dan aku sangat kagum padamu. disaat perempuan lain dengan sukarela membuka kedua kakinya lebar-lebar untukku. Tapi dengan tegas kau malah mengatakan tidak tertarik padaku, kau sangat luar biasa nona. Aku benar-benar kagum padamu,"


Jessica tersenyum dan menatap Luhan dengan pandangan meremehkan. "Karena aku tidak bodoh seperti mereka, dan untuk mendapatkanku kau butuh perjuangan yang keras. Karena aku ini tidak mudah untuk ditaklukkan!!"


"Maka dari itu aku sangat tertantang untuk mendapatkanmu, dan jangan pernah memanggil aku Xiao Luhan jika tidak bisa membuatmu jatuh cinta padaku!!" Luhan menyeringai, dia begitu percaya diri jika iya bisa membuat Jessica jatuh cinta padanya.


Jessica tersenyum. "Baiklah, aku terima tantanganmu. Kita lihat saja aku atau kau yang akhirnya jadi pemenangnya!!" Jessica sangat yakin jika dia tak akan jatuh cinta pada orang seperti Luhan.


Lagipula pria seperti dia bukanlah tipenya. jadi tidak ada harapan untuk dia bisa jatuh cinta pada Luhan. Luhan terlalu menyebalkan dimata Jessica, dan dia tidak menyukai pria menyebalkan seperti itu. Akan tetapi tidak ada yang tahu dengan akhir cerita yang akan terjadi.


Siapapun yang akhirnya menjadi pemenangnya, biar waktu yang menjawab semuanya. Karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya, mereka akan saling jatuh cinta atau malah sebaliknya apalagi Luhan dan Jessica sudah melewati one night stand.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2