Satu Malam Bersama Pria Asing

Satu Malam Bersama Pria Asing
Pertemuan Mengharukan


__ADS_3

"Eo, Luhan!! Sedang apa kau di sini?"


Jessica tak bisa menahan keterkejutannya melihat kedatangan Luhan di kediaman Devan. Bukankah mereka berdua tidak akur? Jadi aneh saat melihat keduanya terlihat akrab.


Luhan mendekati Jessica kemudian berdiri di samping perempuan itu. "Aku datang untuk bertemu kakak perempuanku," jawab Luhan dan membuat perhatian Mia teralihkan padanya.


Mia menatap Luhan yang juga menatapnya dengan penuh tanya. Dia membutuhkan penjelasan. "Dia adalah adik kita yang selama ini hilang, bukan kita yang menemukannya, tetapi dialah yang menemukan kita!!" ucap Devan menjawab kebingungan Mia.


Mendengar hal itu membuat Mia terkejut bukan main. Wanita itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, kedua matanya tampak berkaca-kaca. Pandangannya kembali pada Luhan. "Benarkah itu?" mia memastikan.


Luhan mengangguk. "Ya," jawabnya singkat.


Mia pun berdiri dan langsung memeluk Luhan. Dia memang tidak mengingat betul tentang adiknya itu, karena pada saat Luhan hilang, usia Mia baru 5 tahun. Tetapi dia ingat jika memiliki dua adik kecil yang sangat menggemaskan. Dan setelah terpisah selama puluhan tahun, akhirnya mereka bertiga bisa berkumpul kembali.


"Selamat datang kembali adikku, akhirnya aku bisa melihatmu lagi dan kita bertiga berkumpul seperti dulu." ucap Mia dengan suara serak dan sedikit bergetar.


Namun tak ada respon dari Luhan. Dia bingung harus bagaimana, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya, dia merasa senang dan terharu karena Mia dan Devan menyambutnya dengan hangat.


Dan sementara itu, melihat pertemuan mengharukan antara kakak beradik membuat Jessica ikut terharu juga.


Wanita itu bahkan sampai meneteskan air matanya, ternyata selama ini Luhan masih memiliki keluarga.


Kemudian Mia melepaskan pelukannya sambil menyeka air matanya. "Sesuatu yang membahagiakan seperti ini harus dibayarkan. Sica, Jia, temani Eonni pergi ke pusat perbelanjaan. Malam ini kita harus makan besar untuk merayakan kembalinya Luhan ke keluarga ini,"

__ADS_1


Selepas kepergian ketiga perempuan itu, di rumah hanya menyisakan Luhan dan Devan. Suasana seketika menjadi hening, tak sepatah kata pun keluar dari bibir keduanya. Baik Devan maupun Luhan sama-sama diam dalam keheningan.


Devan yang notabenenya cerewet dan banyak bicara, seketika menjadi pendiam setelah berhadapan dengan Luhan. Dia bingung harus memulai pembicaraan dengan pria itu dari mana, mengingat jika Luhan adalah pria yang dingin dan irit bicara.


Devan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Lu," panggil Devan memecah keheningan. Luhan mengangkat wajahnya, dan menatap saudara kembarnya itu.


"Ada apa?"


"Bagaimana jika malam ini kau dan Jessica menginap saja disini. Kita baru bertemu dan berkumpul kembali, selain itu mungkin Mia Nunna, ingin membicarakan banyak hal denganmu."


"Aku tergantung Jessica, jika dia mau aku tidak keberatan,"


"Pasti dia mau, aku berani menjaminnya."


"Hn,"


.


.


Tiga perempuan cantik terlihat memasuki sebuah pusat perbelanjaan, mereka bertiga adalah Jessica, Mia dan Jia.


Jessica dan Jia sedang menemani Mia berbelanja.

__ADS_1


Tak hanya sayuran, daging dan buah-buahan saja yang mereka beli, tetapi masih banyak lagi.


Dan sepanjang mereka berbelanja, Mia hanya bisa meminta pendapat pada Jia, mengingat bila Jessica sangat payah dalam urusan masak-memasak, jadi dia tidak tahu apapun soal bahan makanan. Jadi Mia meminta Jessica untuk memilih buah-buahan, sementara Dia dan Jia ke bagian sayur dan perdagingan.


"Sica,"


Langkah perempuan itu terhenti ketika mendengar seseorang memanggil namanya.


Dahi Jessica berkerut, alisnya saling bertautan, seorang laki-laki asing namun terasa familiar berjalan menghampirinya.


Wanita itu memiringkan kepalanya, dan menatap pria itu penuh tanya. "Maaf, apa Kita pernah bertemu sebelumnya? Aku tak merasa pernah mengenalmu," ucap Jessica kebingungan.


Pria itu pun tertawa, dia geli sendiri melihat ekspresi perempuan di depannya ini. "Wajar jika kau tidak mengenaliku, mungkin dengan begini kau akan mengingatku kembali." tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah bedak dan lipstik dari saku celananya.


Pria itu pun menyapukan Bedak itu di mukanya dan juga bibirnya lipstik di bibirnya.


Membuat kedua mata Jessica membelalak sempurna.


"Merry?!"


"Bukan Merry, tapi Mario!!"


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2