
Tubuh Rina terlempar ke udara dan jatuh dengan begitu cepat.
Sleeeeeeeb
Terdengar seperti ada yang menancap, dan saat tubuh Rina terlentang, ternyata sebuah pisau yang tadi dia bawa menancap tepat diperutnya, tubuh dan tangan Rina berlumuran darah, dia menger*ng kesakitan, sebelum Rina menghembuskan nafas terakhirnya dia berkata.
Wulan maafkan aku.
Akhir hidup Rina, kini telah berakhir. Dengan mata melotot, dan mulut menganga. Kini Rina telah menutup mata untuk selamanya.
Dirumah Kevin
Jam tiga dini hari Wulan terbangun, dia merasa aneh, bingung dengan sekelilingnya, didinding kamar terdapat bingkai berwajah Kevin.
Dia juga melihat Tiara yang sedang tidur. Wulan membuka selimut dan bangun menuju meja belajar Kevin.
Disitu dia melihat ada ukiran nama Wulan Ratna Sari.
"Aku dimana, kenapa ada ukiran namaku disini, dikamar siapa aku berada?" Wulan masih dalam keadaan bingung.
Lama kelamaan, Wulan melihat jaket yang tergantung, dan dia hapal betul kalau itu jaket Kevin.
Wulan beranjak dari meja dan membangunkan Tiara, namun tiara hanya bergumam nggak karuan.
Akhirnya Wulan pergi keluar kamar.
"Perasaanku tadi di rumah Rina, kenapa sekarang berbeda!" Gumam Wulan sambil berjalan menuju keluar rumah, dan tidak lama, Wulan menoleh dan memastikan bahwa ada seseorang yang sedang tidur.
"Itu Kevin bukan ya?" Tanya pada diri sendiri dan mendekatinya.
"Vin, Kevin... Lu Kevin kan." Wulan membalikan tubuh Kevin karena ingin melihat wajahnya.
Kevin langsung terbangun dan duduk, Wulan memeriksa seluruh tubuh Kevin dari atas sampai bawah.
"Ini aku Sayang, Kevin pacarmu. Kamu kenapa?" Ucap Kevin.
"Aku bingung, kenapa aku dirumah kamu, yang aku ingat masih dirumah Rina." Ucap Wulan masih dalam keadaan bingung.
"Sekarang kamu kembali lagi ke kamar, besok pagi aku ceritakan." Sahut Kevin, sembari menggandeng Wulan menuju kamar.
Wulan merebahkan dirinya di atas kasur, lalu kevin menyelimutinya lagi. Kevin menemani Wulan yang masih terjaga dan menggenggam tangannya, hingga Wulan tidur kembali.
Setelah Wulan terlelap tidur, Kevin meninggalkan kamar, lalu mencuci muka. Kevin melihat jam di tangannya, ternyata hampir jam lima pagi, Kevin hendak tidur kembali tapi tanggung sebentar lagi matahari terbit.
Akhirnya Kevin menyibukan diri dengan membuatkan sarapan Untuk Wulan dan Tiara.
Sekitar jam enam pagi, Kevin telah selesai membuat sarapan, dan membuatkan dua gelas susu dan satu cangkir kopi, lalu pergi ke halaman belakang sambil memegang cangkir kopi.
Cangkir kopi disimpan di pinggir kolam ikan, Kevin mencari rokok yang biasa Ayahnya simpan di dekat pakan ikan.
Rokok itu ketemu lalu mengambilnya saty batang. Kevin menyalakan rokok dan tidak lama dia terbatuk.
Uhugggg... uhuuuuk...
Maklum, Kevin bukan perokok dan jarang sekali merokok, apalagi rokok yang dihisapnya sekarang rokok kretek.
__ADS_1
Ikan-ikan berkumpul saat Kevin memberinya makan, rasa pusing dan strees hilang seketika.
Wulan sudah bangun, lalu membangunkan Tiara, tiara membuka matanya dan tersenyum saat melihat Wulan baik-baik saja. Mereka berdua keluar kamar dan bergantian cuci muka.
Wulan yang sudah cuci muka, mencari Kevin hingga saat hendak ke dapur dia melihat ada pintu yang terbuka.
Wulan menghampiri dan duduk disamping Kevin, sambil menyenderkan kepala di bahunya Kevin.
"Wulan, Kevin kalian dimana." Teriak Tiara mencari.
"Kita di belakang." Teriak Wulan menyahutinya.
Tiara menyusul ke halaman belakang, dan disaat sudah kumpul semua, Kevin bercerita.
Sebelum Kevin bercerita dia menyuruh Wulan dan Tiara untuk sarapan terlebih dahulu.
"Sayang kamu sarapan dulu ajak Tiara, sarapannya ada di meja makan dekat dapur dan aku juga sudah buatkan susu panas untuk kalian berdua." Ucap Kevin.
Wulan yang tadinya enggan untuk sarapan akhirnya mau, karena Tiara memaksanya.
Saat dimeja makan, ternyata ada makanan kesukaan Wulan, dengan tanpa basa basi, Wulan memakannya hingga bersih tak tersisa, Tiara pun sama ikut makan. Selesai sarapan mereka berdua kembali ke belakang.
Kevin mulai bercerita, tentang kejadian semalam yang menimpa mereka, Wulan dengan setia mendengarkan cerita dari kekasihnya itu, sedangkan Tiara matanya tertuju pada layar handphone, lalu dia melihat judul yang tertera di website berita. Dan tiba-tiba Tiara nyeletuk.
"Wulan, Kevin lihat ini ada berita." Ucap Tiara sambil menunjukan handphonenya ke mereka berdua.
Tiara mengklik berita itu dengan judul
'Telah ditemukan penemuan mayat wanita didalam sebuah rumah'
(Mata News). Pagi ini telah ditemukan mayat perempuan yang bersimbah darah dan tertusuk pisau dibagian perut. Kemungkinan besar ini pembunuhan. Karena barang korban tidak ada yang dicuri. Kejadian berlokasi di kawasan Tanah Subur.
Cerita dari seorang warga yang bernama Jojo, memberitahu kami bahwa, saat dia melintas melewati rumah itu, semua pintu dalam keadaan terbuka, Jojo tidak berani untuk masuk ke rumah itu sendiri, dia meminta bantuan ke rumah terdekat, dan melaporkannya ke Pak RT.
Pak RT menjelaskan, memang benar wanita itu adalah warga kami yang belokasi di kawasan Tanah Subur, Kec. Makmur, Kota. BH
Kini mayat itu sedang ditangangi oleh pihak kepolisian dan tim forensik. Untuk ditindak lanjuti. Apakah motifnya pembunuhan atau pencurian.
(Berita ini bukan Hoax) tertera di akhir paragraf dari website tersebut.
"Sayang bukannya itu lokasi rumah Rina?" Tanya Kevin.
"Aku perjelas gambarnya." Lalu Tiara men zoom gambar yang ada di website tersebut.
"Iya betul Vin, itu rumah Rina." Teriak Wulan ke Kevin.
"Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam, kok sampai Rina terbunuh gitu?" Wulan masih penasaran.
"Biar kamu nggak penasaran bagaimana kita datang kesana langsung." Saran Kevin.
"Tapi kalau sudah siang begini kita tidak bisa naik motor bertiga." Ucap Tiara.
Kevin berpikir sejenak.
'Yang enak sih pakai mobil, tapi siapa yang punya mobil, aha... Bram mungkin bisa, tapi nggak mungkin, dia supir pribadi, pasti selalu dengan majikannya. Oh iya, Tedy pasti bisa.' Kevin berpikir dan berbicara sendiri dalam hati.'
__ADS_1
"Kalian berdua tenang ya, aku coba menelpon Tedy, barangkali mobilnya bisa dipinjam." Ucap Kevin ke mereka berdua.
Kevin mengeluarkan handphonenya lalu menghubungi Tedy.
"Hallo Ted, lu sibuk nggak hari ini?" Tanya Kevin
"Gue lagi santai Vin, emang kenapa?"
"Owh, lu lagi santai. Gue mau minta tolong"
"Minta tolong apa Vin?"
"Mobil lu nganggur nggak? Kalau nganggur, tolongin gue pakai mobil, ke rumah temannya Wulan. Masalah bensin biar gue yang beli." Ucap Kevin.
"Oke Vin, posisi lu dimana sekarang?"
"Gue lagi dirumah, bareng Wulan dan Tiara, makanya gue pinjem mobil."
"Oke Vin, gue meluncur sekarang kesana."
Kevin menutup telpon dan menoleh ke arah mereka berdua, lalu Wulan memeluk Kevin, Tiara ikutan memeluk wulan dari belakang.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, dan bersiap-siap menunggu Tedy menjemput.
Tiiin, tiiin, tiiiiiin
Suara klakson mobil Tedy terdengar
"Sebentar Ted gue kunci rumah dulu." Teriak Kevin.
Kevin masuk kerumah dan mengecek semua ruangan sampai kompor, takut lupa belum di matikan. Setelah semua aman, Kevin mengunci pintu lalu menaruh kunci rumah ditempat biasa.
Kevin membuka pintu tengah, menyuruh Wulan dan Tiara masuk, setelah mereka berdua duduk, Kevin membuka pintu depan lalu duduk.
"Ayo Ted kita ke kawasan Tanah Subur."
Tedy mulai melajukan mobilnya, setelah berjalan Tedy penasaran, ada apa dan Kenapa, karena Tedy melihat Wulan dan Tiara menangis.
Kevin menjelaskan kejadiannya secara rinci.
Jadi begini ceritanya. On
Semalam kita bertiga ada acara di rumah Rina, awalnya kita biasa saja, ngobrol sambil makan kue dan minum. Entah kenapa satu persatu tertidur.
Yang pertama tertidur Tiara, gue bopong tuh ke ke kamarnya Rina, lalu disusul Wulan, yang tertidur di sofa, akhirnya gue bopong lagi ke kamar dan setelah mereka malah gue yang tertidur.
Gue pas bangun kaget, karena gue sudah nggak pake baju. Terus nggak lama setelah itu, terdengar suara yang teriak-teriak nyuruh kita pergi, dari rumah.
Tadi pagi kita baru tahu, kalau Rina mati. Katanya ada yang bunuh. Kalau lu gak percaya, tanya sama Tiara orangnya masih idup, dan cuma Tiara yang bisa gue bangunin dari tidurnya.
Cerita Off
"Tiara benar begitu ceritanya."Tedy menegaskan cerita Kevin jujur nggaknya.
"Iya benar seperti yang tadi di ceritakan Kevin, malah Kevin kerepotan harus gendong Wulan, Tubuh Kevin sampai diikat badannya agar Wulan bisa kebawa naik motor." Sahut Tiara membenarkan cerita Kevin.
__ADS_1