
Kevin
Kevin...
Cepat bawa Wulan dan temannya keluar dari rumah ini.
Suara itu terdengar kencang, Kevin menoleh kebelakang dan melihat seluruh sudut kamar namun tidak ada siapa-siapa.
Kevin kembali membangunkan Wulan, namun tak bangun, lalu melirik ke arah Tiara, mencoba membangunkannya.
"Tiara bangun, Tiara bangun." Kevin berusaha menggoy*ng tubuh Tiara agar terbangun.
Saat tangan Kevin hendak membangunkan Tiara, Kevin melihat Tiara membuka matanya.
"Kenapa aku tidur disini" ucap Tiara yang baru bangun. Tiara melihat Kevin sedang membangunkan Wulan.
"Vin, ada apa ini. Kenapa kita tidur disini." Tanya Tiara.
"Aku hanya ingat kalian tertidur di sofa, lalu Rina menyuruhku untuk membawa kalian kesini." Kevin menjelaskan.
"Rina mana, Rina kemana" Tiara mencari sosok Rina yang tidak ada di kamar.
"Aku nggak tau Rina kemana, karena aku juga baru bangun, dan melihat kalian berdua tidur disampingku." Sahut Kevin.
Cepat kalian keluar dari sini jika kalian masih ingin hidup!
Lagi dan lagi terdengar suara itu berulangkali, suara itu lebih kencang dari yang sebelumnya.
"Tiara bagaimana ini? Wulan masih tertidur, coba kamu periksa pintu keluar, dan sekitar." Kevin menyuruh Tiara memeriksa keadaan diluar.
Tiara dengan cepat pergi keluar kamar dan menuju pintu keluar.
Cetrek, cetrek
Tiara membuka pintu depan rumah Rina dan berlari ke gerbang depan untuk melihat.
"Untung saja gerbangnya tidak tergembok" Tiara berbicara sendiri.
Gerbang telah terbuka Tiara kembali kedalam kamar, dimana Kevin berada.
"Gimana Wulan Vin?" Tanya Tiara.
"Masih tertidur, Tiara tolong ambilkan jaket Wulan." Teriak Kevin meminta tolong.
Sementara Tiara mengambil jaket yang tertinggal di sofa, Kevin mencoba menggendong Wulan.
"Vin, ini jaketnya" Tiara menyodorkan jaket.
"Tolong ikatkan di pinggangku agar tubuh Wulan tidak jatuh." Sahut Kevin
Tiara menurut lalu mengikat tubuh Kevin yang sedang gendong Wulan.
CEPAAT KELUAAAAR....!!!
Lagi lagi teriakan tanpa wujud terdengar.
"Ayo Tiara cepat, kita harus cepat pergi dari sini, ambil barang yang bisa kamu bawa" teriak Kevin.
Kevin berjalan keluar setengah berlari, sambil menggendong Wulan, sedangkan Tiara mengikuti dari belakang dan menyambar tasnya dan tas Wulan, tak ada satupun barang yang tertinggal di rumah Rina.
"Tiara tolong tahan tubuhnya Wulan agar tidak jatuh."
Tiara mengikuti ucapan Kevin dan memegang Wulan, sedangkan Kevin menaiki motor lalu menghidupkannya.
"Tiara ayo cepat kamu juga naik dan tolong tahan Wulan dari belakang."
__ADS_1
"Bagaimana dengan Rina Vin?" Tanya Tiara.
"Aku nggak bisa membawanya, aku hanya bisa membawa Wulan dan kamu." Sahut Kevin
"Ayo cepat" teriak Kevin.
Saat Tiara naik ke motor, angin berhembus kencang lalu pintu rumah Rina langsung tertutup dengan sendirinya.
Braeem, Braaem, Braeeem ngeeeeeng...
Kevin melaju meninggalkan rumah itu, dan membuka sedikit lengan jaket untuk melihat jam ditanganya. Saat motor melaju Tiara berbicara sama Kevin.
"Vin, kita harus kemana malam-malam begini?" Tanya Tiara bingung.
"Kalau kerumah kamu bagaimana?" Kevin tanya balik.
"Dirumah nggak ada siapa-siapa Vin, waktu aku keluar rumah, keluarga ku menginap di luar kota, soalnya aku bilang mau menginap di rumah Rina." Sahut Tiara.
"Apa? kamu tadi bilang apa." Kevin tidak begitu jelas mendengar, saat Tiara berbicara, karena laju motornya kencang.
"Dirumah nggak ada orang Vin." Teriak Tiara agar Kevin dengar.
"Kamu dan Wulan tidur dirumahku saja, kalau ke rumah Wulan, aku nggak enak sama ibunya, Wulan masih dalam posisi tertidur lelap." Teriak Kevin.
"Iya" sahut Tiara, sambil memegang tubuh Wulan yang masih tertidur.
Selama perjalanan hanya terdengar suara angin, Kevin dan Tiara sudah tidak berbicara lagi.
Susana yang dilalui motor Kevin terasa sunyi, tidak ada yang berlalu lalang.
Motor Kevin berhenti tepat di depan rumahnya, Tiara turun terlebih dahulu dan kedua tangannya masih memegang Wulan.
"Tiara tolong tahan ya." Kevin meminta tolong agar menahan tubuh wulan, karena Kevin hendak turun dari motornya.
"Iya Vin" jawab Tiara.
Setelah turun, Kevin berdiri di depan pintu, lalu menyuruh Tiara mengambil kunci, dibawah pot bunga ujung kanan.
Tiara pergi mengambali kunci itu, dan memberikannya ke Kevin.
Kevin langsung membuka pintu dan menyuruh Tiara masuk.
Wulan, masih digendong oleh Kevin dan pergi menuju kamarnya. Kevin memanggil Tiara yang sedang duduk di depan.
"Tiara boleh kesini sebentar." Teriak Kevin dari dalam kamar.
"Boleh." Tiara langsung pergi ke kamar Kevin.
"Tiara tolong dibuka ikatan jaketnya." Kevin tidak bisa membuka ikatan itu sendiri, karena diikat dari belakang.
Tiara sedang membuka ikatan yang melilit di tubuh Kevin, lalu Tiara membantu merebahkan Wulan diatas kasur.
Melihat Tiara kelelahan Kevin menawarkan minum.
"Kamu mau minum apa, Teh, kopi atau susu?"
"Kalau tidak keberatan aku ingin susu hangat saja." Tiara memintanya karena cuaca malam ini begitu dingin, apalagi sesudah perjalan jauh, tangannya membeku.
Saat hendak pergi keluar kamar, tangan Kevin ditarik oleh Tiara.
"Vin aku ikut ya, aku takut." Ucapnya.
Kevin mengijinkan Tiara ikut ke dapur. Di dapur, Tiara membantu Kevin membuatkan susu dan kopi.
"Vin, orang tua kamu kemana kok nggak kelihatan." Tanya Tiara.
__ADS_1
"Ayah sama Mama sedang berkunjung ke rumah Nenek."
Setelah membuat susu Tiara pergi ke kamar untuk menemani Wulan, sedangkan Kevin, pergi ke ruang tamu untuk menyimpan kopinya, lalu memasukan motor ke bagasi, yang masih di halaman rumah.
Semua pintu dan bagasi telah di kunci oleh Kevin. Kevin pergi ke kamar, melihat keadaannya Wulan yang masih tertidur.
Kevin melangkahkan kaki ke dalam kamar, dan berhenti di sebuah lemari. Dia membuka lemari untuk mengambil pakaian.
Kevin mengangkat ke dua kakinya dengan cara berjingjit kakinya ke atas.
"Tiara ini pakai, salin bajumu dan tolong gantikan pakaiannya Wulan sekalian."
Setelah Kevin berkata, dia pergi ke luar dan duduk di ruang tamu untuk minum kopi.
Tiga puluh menit kemudian, Tiara memanggil Kevin untuk datang ke kamar.
Kevin segera datang kesana.
"Vin temenin, aku masih takut" Ucap Tiara.
Kevin mengangguk dan menemani Tiara, lama kelamaan Tiara mulai ngantuk.
"Kalau kamu sudah ngantuk, tidur saja di sini sama Wulan." Ucap Kevin.
"Kamu tidur dimana Vin?" Tanya Tiara.
"Kalau aku tidur dimanapun jadi, asal jangan di atas air saja, hahaha." Kevin tertawa.
Kevin mengambil dua selimut lalu menyelimuti Wulan dengan perlahan dan selimut yang satunya diberikan ke Tiara.
Sebelum Kevin meninggalkan kamar, dia berkata.
"Kalau kamu ada apa-apa, aku tidur di sofa ruang tamu."
"Iya." Sahut Tiara.
Kevin menuju ruang tamu, melanjutkan meminum kopi, setelah itu Kevin merebahkan tubuh dikursi, hingga tertidur pulas.
Sekitar jam satu malam, Rina tersadar dari pingsan, dia memegang leher yang terasa sakit, seluruh tubuhnya terasa ngilu akibat lemparan setan itu.
Rina bangun dan coba melangkah menelusuri tembok. Sesampainya di kamar, dia kaget karena mangsanya telah hilang.
Rina mengamuk, apa yang menghalangi jalan dia tendang, dan tangannya menghempaskan barang yang mengganggu. Dia terus melangkah dan terhenti di depan sebuah pisau.
Rina mengambil pisau itu, dan membawanya dalam genggaman.
EH SETAN KELUAR! GUE GAK TAKUT
Teriak Rina memanggil setan.
Rina mengumpat terus menerus, setiap ruangan, disetiap kamar, Rina mencari sosok setan itu. Tiba-tiba ruangan dirumah menjadi gelap, lalu bau amis menyeruak ke seluruh ruangan.
Dengan samar Rina melihat sosok yang berdiri disudut ruang tamu. Saat lampu kembali menyala, terlihat seorang wanita dengan gaun warna merah jambu, sedang tertunduk, dengan rambut panjang menutupi seluruh wajahnya.
DASAR SETAN!!!
Umpat Rina.
Dia berlari, dan mengarahkan pisau yang tadi di genggamnya ke arah sosok wanita itu. Tapi sayang pisau itu tidak bisa melukainya.
Setan itu sekarang berada dibelakang Rina, setan bergaun merah jambu menjambak rambutnya, hingga Rina terjatuh kebelakang dan membentur sudut meja yang ada di ruang tamu.
Aaaaaaaaaaaaargghtttt...
Rina kembali berdiri, lalu menghunuskan pisau tepat dikepala setan, namun sangat di sayangkan, setan itu terlebih dahulu mencekik lehernya lagi, dan melemparkan tubuh Rina, ke atas langit-langit.
__ADS_1