Saudara Kembar Dari Alam Ghaib

Saudara Kembar Dari Alam Ghaib
Asti Hilang


__ADS_3

Mereka semua telah berkumpul di meja makan, untuk memulai sarapan yang diberikan oleh Ibu kost setiap pagi.


Mereka menikmati sarapannya, kadang Tedy mengambil lagi karena belum merasa kenyang. Setelah selesai sarapan, Kevin mengantar Tedy untuk menyimpan mobil di rumahnya.


Wulan dan Asti berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, kegiatan di kampus seperti biasanya. Tak lama setelah dosen selesai mengajar, Wulan santai di taman, dan duduk di kursi sendiri, sambil menikmati angin yang berhembus perlahan.


"Kak, Kak Wulan..." Teriak Mita memanggil Wulan, yang sedang duduk sendiri.


"Kesini..." panggil Wulan melambaikan tangannya, agar Mita datang kepadanya.


Mita berjalan ke arah Wulan, dan duduk di sebelahnya.


"Kak Wulan sedang apa, kok sendirian saja?" Tanya Mita memulai percakapan.


"Kak Wulan lagi bete nih, Mit" sahut Wulan menjawab Mita.


"Bete kenapa sih kak, memang kak Kevin kemana?" Mita bertanya lagi.


"Ada, cuma sekarang dia sedang mengantar kak Tedy." Ucap Wulan.


Tedy sudah sampai di rumah, mobil yang dia bawa sudah masuk ke garasi, lalu Tedy mengeluarkan motor dari garasi dan menyimpannya di halaman. Sebelum berangkat lagi, Tedy mengajak Kevin untuk ngopi dahulu, karena rencana mereka hari ini gak datang ke kampus.


"Vin, lu mau kopi hitam atau kopi susu?" Tanya Tedy.


"Yang ada aja Ted, heheh..." ucap Kevin.


"Tumben lu Vin, biasanya suka minta yang macem-macem, ya sudah gue kebelakang dulu ya. Lu mau nunggu di depan atau disini (ruang tamu)?" Tedy pergi ke dapur untuk membuatkan kopi hitam.


"Gue tunggu di depan aja Ted." Ucap Kevin, sambil duduk di kursi depan rumahnya Tedy.


Tedy membawa kopi itu kedepan dan menyimpannya, Tedy menengok ke kursi dan ternyata Kevin tidak ada. Lalu mencari ke sekeliling rumah, dan ternyata, Kevin sedang ngomong sendiri di dekat rumah kosong.


"Kumat nih si Kevin, ngmong sama siapa coba disitu" Tedy berjalan mengampirinya.


"Vin" Teriak Tedy.


"Lu, Ted. Bikin gue kaget aja!" Seru Kevin.


"Lu, lagi ngapain disini Vin" tanya Tedy.


"Lagi cari angin Ted" ucap Kevin.


"Jangan bohong lu Vin?"

__ADS_1


"Serius gue gak bohong Ted. Memang kenapa sih, kok kayak yang aneh gitu lu liat gue." Kevin mengatakan yang sejujurnya ke Tedy.


"Terus yang gue liat tadi siapa?" Setelah Tedy bertanya-tanya pada diri sendiri, tiba-tiba datang Kevin dari belakang dan menepuk pundaknya Tedy.


"Lu kenapa Ted, gue panggil dari tadi gak nengok-nengok"


"Loh, kok lu ada disini sih Vin. Tadi kan lu ada di depan gue." Tedy menunjukan kalau Kevin berada di depannya.


"Ngaco lu Ted, udah yuk ngobrolnya di depan rumah lu aja." Ajak Kevin untuk kembali duduk di depan rumahnya.


Tedy bercerita tentang kejadian tadi, sambil minum kopi dan menghisap rokok filter. Kevin menjadi pendengar setia saat Tedy bercerita. Kevin mengambil satu batang rokok Tedy, lalu menyalakan rokok itu, kuping Kevin masih mendengarkan apa yang Tedy bicarakan. Kevin hanya mengangguk-ngangguk, jika pertanyaan dari Tedy benar, namun jika pertanyaan dari Tedy berbeda, Kevin menggelengkan kepalanya.


"Ngomong dong Vin, dari tadi lu cuma manggut-manggut dan geleng-geleng kepala doang". Tegur Tedy.


"Hehehe, gue lagi santai nih, menikmati cerita lu Ted, lu cocok jadi penyiar radio," celetuk Kevin.


Handphone Kevin bergetar di saku jaketnya, Kevin segera mengambilnya dan mengecek, Ternyata ada panggilan dari Wulan yang meneleponnya.


"Bentar ya Ted, Wulan ada nelepon nih." Ucap Kevin sambil mengangkat panggilan masuk dari Wulan.


"Hallo Yang" sapa Kevin.


"Vin, kamu masih bareng sama Tedy?" Wulan menanyakan keberadaan Tedy


"Ada apa Yang, kok suara kamu terdengar begitu cape?"


"Yang, Sayang... ya udah di tutup."


Kevin memberitahu Tedy, agar cepat datang ke kampus, entah ada apa Kevin tak tahu. Sebelum berangkat, Kevin menghabiskan kopinya, lalu mereka berdua langsung ke kampus pakai motor.


Di saat dalam perjalanan, Kevin merasakan handphonenya bergetar lagi, namun kali ini sebuah pesan dari Wulan. Kevin membuka pesan itu.


"Say, Asti hilang, sudah ku cari di semua kampus nggak ad, kamu jangan dulu kasih tau ke Tedy ya, soalnya kamu pasti dalam perjalanan, takut kenapa-kenapa." 


Kevin menyimpan kembali handphonenya ke saku jaket. Hingga tiba di parkiran, baru Kevin memberitahu bahwa Asti hilang.


"Yang bener lu Vin, Asti hilang" Tedy merasa gak percaya, lalu Tedy mangambil handphone di tas sorennya.


Tedy mencoba menghubungi Asti, tapi tidak ada jawaban.


Nomor yang anda tuju tidak aktiv. Atau berada di luar jangkauan


Kevin mengajak Tedy bergegas menemui Wulan, dengan paniknya sampai-sampai Tedy tersandung dan Kevin membantunya berdiri. Dari kejauhan Wulan melihat Kevin dan Tedy menuju ke arahnya.

__ADS_1


"Vin, Ted disini..." teriak Wulan, sambil melambaikan tangannya.


Baru saja berada di depan Wulan, Tedy langsung bertanya.


"Kemana Asti, Lan?" Tanya Tedy panik.


Kevin menghampiri Tedy dan mengusap punggungnya, air mata Tedy menetes jatuh ke tanah.


"Tenang Ted, nanti kita cari bersama-sama." Kevin mencoba menenangkan Tedy saat dia panik.


Melihat Tedy yang panik, akhirnya Wulan memulai bercerita.


Tadi gue sedang duduk bareng Mita di taman. Lalu muncul Asti, dia duduk disamping gue, awalnya dia cerita kalau semalam lu (Tedy) udah mau nerima Asti. Nah makin kesini, semakin kesini, suara Asti tuh berubah persis suara Dewi. Gue kan belum pernah tau suara Dewi, seperti gimana, karena memang Dewi gak pernah ngobrol sama kita-kita.


Gue taunya saat Mita berbisik, kalau suara Kak Asti, mirip dengan suaranya Dewi, anaknya Pak Pur.


Mita penasaran lalu Mita bertanya langsung ke Asti.


"Kamu siapa?" Tanya Mita.


"Aku Asti" jawabnya.


"Kak Dewi jangan bohong, kenapa kak Dewi berada di tubuh kak Asti" celetuk Mita.


Saat sedang ditanya Mita, Asti berdiri lalu berlari ke arah kampus. Kita berdua mengejarnya, tapi kita kehilangan jejak. Aku telepon ke nomornya Asti, namun gak aktiv.


Aku sudah cari kemana-mana, tapi sampai sekarang masih belum ketemu.


Tedy duduk berjongkok sedih.


"Sudah Ted tenang, mending kita cari sekali lagi ke dalam kampus, handphone kalian aktiv semua kan? Mita bantu kak Kevin, cari kak Asti ya?" Ucap Kevin.


"Iya, untuk kak Kevin, Mita akan bantu." Sahut Asti.


"Wulan dan Mita, tolong cari ke sebelah kanan kampus, Aku dan Tedy, ke sebelah kiri. Kalau kalian ketemu Asti, langsung telepon ya. Kalau tidak ketemu kita kumpul di belakang kampus yang dekat sumur." Ucap Kevin membagi tugas mencari Asti.


Mereka berpencar menjadi dua, Kevin dan Tedy ke sebelah kiri gedung, mereka mencari ke setiap ruangan, gudang, toilet dan bahkan sampai ke ruangan yang atas, namun Kevin dan Tedy tidak menemukan kehadiran Asti.


Wulan mencari ke sebelah kanan gedung bersama Mita, dan tidak lama, Wulan dan Mita bertemu wanita, yang wajahnya mirip Wulan.


"Kak Wulan, itu siapa ya? Wajahnya mirip dengan kak Wulan?" Tanya Mita, maklum Mita masih mahasiswi baru jadi belum kenal dengan wajah senior-seniornya.


"Kakak nggak liat, yang sebalah mana?" Wulan membesarkan matanya namun tetap tidak melihat wanita itu.

__ADS_1


"Itu kak, dia pakai gaun warna merah jambu." Ucap Mita sambil menujuk lokasi wanita itu berada.


Saat wanita itu masuk ke toilet, Wulan sempat melihatnya sebentar, Wulan mengejar ke toilet itu dan masuk ke dalam. Saat di dalam, Wulan merasakan pusing karena, bau dan kotornya toilet itu, toilet sudah lama tak terurus, di dekat toilet itu ada ruangan yang sudah tak di pakai setelah kejadian Dewi di perkosa dan gantung diri.


__ADS_2