Saudara Kembar Dari Alam Ghaib

Saudara Kembar Dari Alam Ghaib
In De Kost Bagian III


__ADS_3

"Asti, sini aku bantu bawakan barang yang beratnya, kamu bawa yang ringan saja" Ucap Tedy sambil membawa barang yang lumayan berat ke dalam mobil.


"Makasih ya Ted" sahut Asti, dia melangkah ke mobil, yang pintu depannya sudah terbuka sedari tadi.


Mobil Tedy sudah melaju, meninggalkan rumah Asti, sekarang waktunya menjemput Kevin dan Wulan.


"Vin, teman kamu, Tedy belum datang?" Tanya Mama Kevin.


"Belum datang, Ma. Soalnya dia jemput ke rumah Asti dulu, baru jemput Kevin" Kevin menyauti Mamanya.


Nggak lama, mobil Tedy muncul. Mesin mobil tetap menyala, Tedy dan Asti turun, lalu menghampiri Mama Kevin, dan mencium tangannya.


"Nak Tedy, bagaimana kabarnya, sudah lama nggak pernah main ke rumah Tante." Tanya Mama Kevin.


"Iya Tante, Tedy sibuk bantu Bapak di rumah."


Selagi Tedy dan Mama Kevin ngobrol, Wulan dan Kevin menaruh barang di mobil.


"Ted, udah beres. Yuk berangkat." Ajak Kevin.


"Nggak ngopi dulu nak Tedy, baru saja datang sudah berangkat lagi." Mama Kevin basa basi.


"Lain kali Tante, Tedy pamit pergi."


Kevin, Wulan dan temannya berpamitan, sebelum naik ke mobil, mereka mencium tangan Mama Kevin, lalu masuk ke mobil.


"Vin, Tedy hati-hati disana, jaga baik-baik pendamping hidup kalian, terutama kamu Vin, tolonh jaga Wulan ya." Ucap Mama Kevin.


"Iya Ma, Kevin dan teman-teman berangkat dulu."


Mama Kevin masih di depan pintu, melihat mereka pergi, mobil mereka semakin jauh hingga tak terlihat lagi, saat hendak masuk, Ayah Kevin datang pakai mobil.


"Itu tadi mobilnya Tedy ya Ma, berarti Kevin sudah berangkat?"


"Iya mereka sudah berangkat pakai mobil Tedy." Jawab Mama.


"Ma, kita bisa leluasa bikin adik buat Kevin dong" Ucap Ayah, dan Mata genitnya keluar.


"Apaan sih Ayah ini, kita sudah tua, masa bikin adik lagi buat Kevin, ada juga Kevin yang bikinkan cucu buat kita." Jawabnya sambil cemberut.


Ayah merangkul Mama dan mengajak masuk ke dalam, lalu menutup pintu.


Mobil Tedy sudah sampai di depan kost, mereka semua turun, Kevin dan Tedy, menurunkan barang-barangnya.


Barang yang berat dibawa Tedy dan yang ringan dibawa Kevin, para gadis lenggang tanpa membawa barang, lalu melangkahkan kakinya menuju ke dalam.


"Vin, curang lu"


"Bodo amat, emang gue pikirin" sambil membawa barang yang ringan.


"Awas aja lu, kalu pinjem duit sama gue Vin"

__ADS_1


"Gue masih pegang duit kalau untuk saat ini"


"Dasar rese lu Vin"


Dari dalam rumah, keluar Pak Mamat, menyambut kedatangan anak kostnya, hanya mengenakan singlet dan kain sarung.


"Baru datang kalian" Sapa Pak Mamat.


"Iya, Pak Mamat, kita datangnya kesorean" sahut Wulan, lalu melihat jam yang di pakainya menunjukan jam empat.


"Owh kalian cari ibu? Ibu ada di atas lagi megap-megap. Tadi, bapak habis dua ronde sama ibu." Pak Mamat membuka singletnya.


"Wah hebat Pak Mamat, sudah tua masih bisa dua ronde" sahut Asti, sama-sama nggak nyambung.


Wulan sedang berbisik di telinga Asti, dan Asti melihat ke arah Pak Mamat.


"Jangan pake bisik-bisik, kalau mau tinggal bilang langsung." Kata Pak Mamat.


Nggak lama Kevin dan Tedy masuk ke dalam, dan menyakan ada apa.


"Ada apa Sayang?" Kevin bertanya sama Wulan.


"Nggak ada apa-apa, Pak Mamat kalau di ajak ngobrol nggak nyambung." Ucap Wulan


"Aku cari-cari ternyata Bapak disini, sambil liatin perut ke cewek-cewek lagi, ayo ikut, masih ada satu ronde lagi, yang harus Bapak habiskan." Kuping Pak Mamat dijewer sama Ibu, lalu di tarik pergi.


"Maafin Bapak ya dek" mereka pergi dan naik ke lantai dua.


"Kita beres-beres, habis itu kita cari makan di depan." Ajak Kevin untuk merapihkan barang.


"Ada yang dendam nih" ledek Kevin mengarah ke Tedy.


"Bukan dendam Vin, tapi gantian, lu bawa yang berat, lagian deket ini gak sampe sepuluh meter, hahah..." Tedy tertawa.


"Kalian ini, malah bercanda" ucap Wulan.


Kamar cewek sudah rapi dan bersih, mereka pergi mandi secara bergantian. Untuk kamar cowok masih sembraut.


Setelah Wulan beres, Wulan datang ke kamar para cowok.


"Waaaaaw... kamar kalian benar-benar super sekali, bukannya dirapihkan malah pada tiduran." Tegur wulan.


"Rehat dulu sebentar Sayang, nanti juga rapih" sahut Kevin yang tidak memakai baju dan hanya memakai celana pendek.


Tedy ajak Kevin untuk merapihkan kamarnya, lalu bergegas mandi.


Asti baru selesai mandi, dan sedang santai di kamarnya, lalu Wulan datang.


"Wangi bener Ti, gue jadi curiga nih" tanya Wulan.


"Hehehe, kaya yang ngggak tau aja Lan, kali aja sekarang dia (Tedy) mau sama aku." Sahut Asti.

__ADS_1


"Ooo..." jawab Wulan memoyongkan mulutnya.


"Ted, gue duluan mandi ya..." Kevin merasa gerah.


"Ya udah duluan sana, jangan lama-lama" sahut Tedy.


Kevin keluar kamar hendak ke kamar mandi, dengan bertelanjang dada, celana pendek dan handuk disampaikan di pundak.


Kevin melihat seperti ada wanita berpakaian putih, berdiri di depan pintu masuk. Kevin menghampirinya ke depan.


"Cari siap neng?" Tanya Kevin ke wanita itu.


Wanita itu cuma geleng-geleng kepala.


"Yee... ditanya, si neng malah diem saja, mau cari siapa..." belum juga Kevin beres bicara, wanita itu masuk ke dalam.


Kevin mengikuti ke mana arah wanita itu pergi.


Asti melihat Kevin dengan tatapan aneh, lalu dia ingin mengikuti kemana Kevin pergi, Asti menarik tangan Wulan, agar Wulan ikut dengannya.


"Kenapa Ti, pake tarik-tarik tangan gue." Tanya Wulan bangun dari kasur.


"Udah ikutin gue saja." Sahut Asti.


Saat Wulan melihat kedepan, ternyata Kevin yang sedang dia ikuti.


"Itu Kevin mau kemana Ti? Wulan bertanya lagi.


"Gue juga nggak tau, makanya gue ajak lu. Kalau lu nggak di ajak nanti gue disangka rebut tunangan lu" sahut Asti.


Wanita itu terus berjalan hingga berhenti di dapur, dia membuka kulkas dan mengambil air di botol yang terisi penuh, lalu menenggaknya sampai habis, sambil membelakangi Kevin.


"Tu cewek, apa bukan sih?" Kevin bergerutu sendiri.


Kevin menghampiri wanita itu, dan menepak pundaknya.


"Neng, lapar atau haus ya, tu air minum sebotol penuh, bisa sampai habis" tanya Kevin.


Wanita itu berbalik dengan wajah yang menyeramkan dan penuh darah.


Seeeeee... seeeeeeetaaaaaaaan... !!!


Kevin langsung balik kanan dan lari kencang, hingga dia menabrak Wulan dan Asti.


Gedubraaaak


Kevin terpental, lalu jatuh saat bertabrakan dengan Wulan dan Asti.


"Kenapa Vin, habis lihat apa sih?" Tanya Wulan, sambil mengangkat tangan Kevin yang jatuh.


"Aku tadi liat ada cewek, di depan pintu, aku tanya, cari siapa neng, dia cuma diem, nggak mau ngomong, bisanya cuma geleng kepala, terus aku ikutin dia ke dalam, dia buka kulkas, ambil botol air, terus minum sampai habis." Jawab Kevin.

__ADS_1


"Yakin Vin" tanya Tiara.


"Suuueeer Ti..." Sahut Kevin.


__ADS_2