
Hari sudah terasa panas, Kevin, Tedy dan semuanya pamit pulang. Bu RT dan Mita berdiri di depan pintu, melihat mereka pulang.
Setelah perjalanan yang begitu lama akhirnya, Wulan dan Kevin turun dirumah Kevin, sedangkan Tedy mengantar Tiara pulang.
"Vin, aku ikut mandi disini ya?" Pinta Wulan karena sudah gak betah ingin cepat-cepat mandi.
Kevin mengangguk, lalu mengambilkan handuk untuk Wulan. Wulan pergi mandi dan Kevin mencarikan baju salinan untuk Wulan.
Kevin duduk menunggu sambil melihat pintu kamar mandi, dan sempat tertidur. Wulan mengeluarkan kepalanya, dari balik pintu kamar mandi. Dan Wulan berteriak ke Kevin yang sedang duduk.
"Vin, kamu punya shampo gak?" Teriak Wulan meminta.
"Sebentar Sayang, aku ambilkan punyaku" Kevin mengambil shampo dikamarnya, lalu memberikan ke Wulan.
Disaat akan memberikan shampo, pintu kamar mandi sedikit terbuka. Dan hanya tangan Wulan yang keluar untuk mengambilnya.
Sepintas Kevin melihat tubuh mulusnya Wulan, tapi Kevin hanya melihatnya sebentar, pintu kamar mandi kembali tertutup.
Didepan rumah, Mamanya Kevin baru turun dari angkutan umum. Melihat dari kejauhan pintu rumahnya terbuka, dan Mama berpikir bahwa Kevin berada dirumah.
Mama Kevin terkejut, saat depan pintu melihat ada sebuah sandal wanita dan Mama Kevin tidak mengenali sendal itu.
'Wah anak Mama sudah bawa wanita kerumah, sepertinya harus segera di percepat, agar aku bisa gendong cucu' Mama Kevin bergumam lalu masuk kedalam rumah.
"Mama...!!! Kok sudah pulang" Kevin terkejut, saat melihat Mamanya sudah pulang.
Tak lama kemudian Wulan keluar dari dalam kamar mandi, yang hanya berbalut handuk yang Kevin berikan.
Wulan kaget di depan matanya ada Mama Kevin. Wulan langsung menyapanya.
"Eh ada Tante" Wulan berlari menghampirinya, lalu mencium tangannya, setelah itu masuk ke kamar Kevin.
"Vin, kamu habis ngapain, kok cewek yang tadi wangi shampo?" Bisik Mamanya curiga.
"Itu Wulan ma, Kevin nggak habis ngapa-ngapin kok." Sahut Kevin di kuping Mamanya.
"Beneran Vin? kalau kamu sudah gituan juga nggak apa-apa, asal kamu mau tanggung jawab dan nikahin dia." Ucap Mama serius.
"Nggak Ma, Kevin serius. Nanti Kevin ceritain." Sahut Kevin jujur.
"Jangan kemana-mana, Mama salin baju dulu."
Saat dikamar, Wulan merasa malu, karena melihat dirinya hanya memakai handuk saat bertemu dengan Mama Kevin.
'Mama Kevin, pasti menyangka aku yang enggak-enggak nih, waaah gawat.' Ucap Wulan dalam hati.
Wulan mengambil baju yang disiapkan Kevin diatas meja, lalu memakainya, setelah selesai dia keluar kamar dan menghampiri Kevin.
Disaat keluar ternyata Kevin sedang bersama mamanya.
"Ini Wulan anak bu Cristine ya?" Tanya Mama Kevin.
"Iya Bu, saya Wulan" sahutnya.
"Kamu cantik banget nak, rambutnya wangi sekali, pasti pakai shamponya Kevin ya?" Mama Kevin tau wangi shamponya Kevin, dan meledeknya.
'Wah beneran gawat nih, Mama Kevin sampai bahas shampo' Wulan berbicara lagi dalam hati.
"Makasih Tante, iya tadi rambut Wulan berasa lengket dan gak betah terus minta shampo sama Kevin." Sahut Wulan sedikit gugup.
"Owh begitu, bukannya di kamar mandi ada shampo?" Tanya Mama Kevin.
"Nggak berani pakai, takut punya Tante" sahut Wulan.
"Tante boleh tanya sama nak Wulan?"
__ADS_1
"Boleh Tante" jawabnya.
"Nak Wulan suka sama Kevin, Sayang sama Kevin?" Mama Kevin sedang mencari jawaban dari Wulan.
"Iya Tante, Wulan dari dulu sudah suka dan sayang sama Kevin, tapi waktu itu Ibu melarang Wulan untuk pacaran." Jawab Wulan sambil menunduk malu.
"Nak Wulan, nanti Tante dan Om akan menemui ibumu Cristine. Untuk meminta kamu jadi menantu Tante, kamu nggak keberatan kan jika Om dan Tante kesana." Mama Kevin mulai merencanakan sesuatu.
"Wulan gak keberatan kok Tante, Wulan bersedia, kalau Kevin serius sama aku" Wulan pasrah namun hatinya senang dengan maksud dan tujuan Mama Kevin.
Di lain sisi Kevin hanya mendengarkan interogasi Mamanya ke Wulan.
"Nak Wulan sudah disini dua hari?"
"Nggak Tante"
"Ma, kesini duduk, Kevin ceritain ya Ma kejadiannya." Celetuk Kevin.
Mama dan Wulan duduk. Kevin bercerita panjang lebar, dari saat Mama pergi ke rumah nenek, terus acara di Rina, lanjut lagi dirumah Kevin, hingga melihat berita bahwa Rina meninggal, ditambah saat pulang dari Rina kesasar, lalu menjenguk pacar Tedy yang ternyata hantu, dan bercerita tentang bu RT dan sampai Wulan ikut mandi.
"Mama percaya sama kamu Vin, jaga baik-baik Wulan ya nak." Saat Mama bicara, Wulan memeluk Mama Kevin.
"Makasih banyak Ma" ucap Wulan sambil memeluk mama Kevin.
"Sini Vin" panggil Mama ingin memeluk putranya.
Sekarang mereka berdua dalam pelukan Mama.
"Nak Wulan, kalau Om sudah pulang, nanti Mama akan langsung cepat kerumahmu. Tunggu Kevin, disana ya."
Setelah itu Mama Kevin membuatkan makanan dan Wulan membantu, sedangkan Kevin pergi mandi.
Mama dan Wulan selesai memasak, Kevin selesai mandi. Mereka bertiga berkumpul di meja makan. Setelah selesai makan, Kevin mengantarkan Wulan pulang, sebelum Kevin berangkat, Mama menitipkan sesuatu untuk Bu cristine.
Wulan sudah sampai dirumahnya, dan mengajak Kevin masuk ke dalam. Kali ini Kevin ikut ke dalam, dan tidak menolaknya lagi, karena ada sesuatu yang harus Kevin jelaskan kepada Ibunya.
"Vin, kamu tunggu disini sebentar ya, aku cari ibu dulu ke dalam." Ucap Wulan.
Wulan pergi meninggalkan Kevin yang berada di ruang tamu. Wulan mendengar ada suara dibelakang, lalu pergi ke dapur.
"Bu maafin Wulan" dengan tiba-tiba Wulan meminta maaf ke Ibunya.
"Kamu kemana saja nak? Ibu khawatir sama kamu, nggak ada kabar sama sekali." Tanya Ibunya dengan sabar.
"Nanti Wulan dan Kevin jelaskan ke Ibu, sekarang Kevin sedang menunggu di ruang tamu" jawab Wulan dengan pelan.
"Ibu percaya kalau kamu jalan sama nak Kevin, apaaaaa, di depan ada Kevin?" Ibunya kaget, dan langsung ke depan menemui Kevin.
"Tante bagaimana kabarnya" tanya Kevin sambil mencium tangan Ibunya Wulan.
"Baik, nak Kevin sudah lama nunggunya?" Tanya ibu Wulan.
"Sebentar kok Bu" sahut Kevin.
Wulan yang baru datang dari belakang duduk di samping Ibunya.
"Nak Wulan kok nggak buatkan kopi buat pacarnya sih, heran sama anak sekarang"
"Iya Bu. Vin, tunggu sebentar ya, aku buatkan kopi."
Kevin hanya mengangguk, Wulan kembali lagi kedalam membuatkan kopi untuk Kevin.
"Tante, selain Wulan, Tante tinggal sama siapa?" Celetuk Kevin.
"Tante tinggal berdua sama Wulan, nggak ada yang lain, memang kenapa nak Kevin?" Sahut Ibunya Wulan.
__ADS_1
"Nggak kenapa-kenapa Bu, Kevin hanya tanya saja."
Sebelumnya Kevin minta maaf dan Kevin ingin menjelaskan, tapi sebelum itu, Kevin ada titipan dari Mama.
Kevin mengeluarkan surat dari saku jaketnya, lalu memberikan ke Ibu Wulan.
Ibu Wulan langsung membuka isi surat itu.
Isi Surat
Cristine bagaimana kabarnya? Semoga kamu baik-baik saja, dan sehat selalu. Ini aku Bu Ratna.
Hanya ingin memberitahukan, bahwa hari sabtu depan kami dari keluarga Kevin Andrean, akan melamar anakmu yang bernama Wulan Ratna Sari.
Semoga Bu Cristine mau menerima kedatangan kami sekeluarga.
Dan satu hal lagi, Kevin akan menjelaskan kenapa Wulan tidak ada pulang beberapa hari ini.
Tertanda Ratna.
Setelah membaca isi surat itu, ibunya Wulan meneteskan air mata, dan di saat bersamaan Wulan sedang menaruh ke meja dan melihat ibunya sedih.
"Ibu kenapa menangis, Wulan bikin salah lagi ya sama ibu?" Wulan jadi ikut sedih saat lihat ibunya nangis.
"Ibu bukan sedih nak, ibu merasa bahagia" sahut ibunya.
Wulan heran dan bingung, kenapa ibu menangis bahagia.
Lalu Wulan mengambil kertas yang dipegang ibunya, setelah membacanya Wulan jadi ikut menangis.
Sekarang Kevin yang heran melihat Tante dan Wulan menjadi nangis setelah baca surat.
'Apa ada yang salah dengan surat itu?' Kevin bertanya dalam hati.
"Nak Kevin nanti bilang sama Mamanya, Tante tunggu kehadirannya disini." Ibu Wulan memberikan pesan untuk Mamanya Kevin.
"Baik Tante nanti saya sampaikan." Sahut Kevin.
"Coba sekarang nak Wulan dan nak Kevin ceritakan" Ibu Wulan menyuruh Kevin bercerita.
"Ibu jangan kaget mendengar ceritanya ya?" Wulan mengingatkan.
Kevin akhirnya bercerita dari awal sampai akhir. Ibunya Wulan mendengarkan dan hampir kaget saat cerita yang menyeramkan.
Setelah semua telah diceritakan, Kevin pamit pulang ke Tante dan Wulan.
"Ibu, Wulan, saya pamit pulang ya" lalu Kevin mencium tangan Ibunya Wulan dan Wulan dengan Tiba-tiba mencium tangan Kevin.
"Hati-hati dijalan" ucap Ibunya.
"Sayang hati-hati ya, jangan ngebut bawa motornya" Ucap Wulan penuh perhatian.
Kevin telah meninggalkan rumah Wulan, dan langsung pulang ke rumah. Sesampainya dirumah, Kevin langsung memberitahu amanat dari Ibunya Wulan.
Hari ke hari Kevin berangkat ke kampus seperti biasanya, hingga tidak terasa sudah tiba hari sabtu, dimana hari itu, Keluarga Kevin akan melamar anaknya Bu Cristine.
Semua perlengkapan dan barang yang akan dibawa telah masuk ke dalam mobil. Keluarga Kevin berangkat menuju rumah Wulan.
Saat didepan rumah Wulan, sudah banyak saudara Wulan yang sedang menunggu. Mereka membantu membawa barang-barang ke dalam.
Tidak seperti biasanya, jantung Kevin berdetak kencang serasa ingin pingsan, saat kedua keluarga berhadapan. Wulanpun demikian merasakan gugup.
Acara pertunangan dimulai dan di akhiri dengan memasangkan cincin di jari.
Kevin mencium keningnya Wulan lalu memeluknya.
__ADS_1
Kini Kevin dan Wulan resmi bertunangan.
Akankah Cinta mereka berakhir ke pelaminan, atau akan berakhir dengan kesedihan.