Saudara Kembar Dari Alam Ghaib

Saudara Kembar Dari Alam Ghaib
Hari Yang Di Nantikan


__ADS_3

Satu Tahun Telah Berlalu.


Kevin, Wulan, Asti dan Tedy, kini mereka merayakan kelulusannya dan mendapat gelar masing-masing, sesuai dengan jurusan yang mereka ambil.


Tedy dan Asti sebulan sebelum kelulusan, mereka telah menikah dan telah resmi menjadi suami Istri. Dan saat ini, Asti sedang mengandung anak Tedy yang baru berumur dua minggu.


Asti menahan mulut dan perutnya yang terasa mual, Tedy dengan cepat membantu Asti yang dalam kondisi hamil muda, walau kikuk Tedy berusaha yang terbaik untuk Asti.


Wulan melihat Asti yang sudah hamil, dirinya merasa iri dan berbisik ke Kevin" Vin, aku ingin kaya Asti"


"Baik Sayang, kamu sudah gak sabar ya? Kalau kamu sudah gak sabar, nanti malam mau aku bikinkan gak?" Kevin menjahili Wulan.


"Kamu tuh seneng banget jailin aku sih, aku inginnya nanti malem, tapi hari ini kita ke KUA dulu ya" Wulan tertawa terkekeh.


Kevin mengerutkan dahinya "Kirain gak usah ke KUA dulu Yang" Kevin mesem.


Setelah selesai acara dikampus, mereka berfoto-foto didepan kampus, lalu Kevin memanggil Wina yang sedang melihat mereka berfoto-foto.


"Vin lu lagi kumat ya, lu manggil siapa?" Tanya Tedy heran.


"Kamu itu, kaya yang gak kenal Kevin aja, kan udah tau kalau Wulan punya kaka dan yang sering lihat cuma Kevin, paling Wina yang Kevin panggil, ya kan Vin?" sahut Asti meledek suaminya dan menoleh ke arah Kevin.


"Kali aja cewek yang lain bukan Wina, hehe" Tedy berusaha melucu.


"Renyah Ted, makasih ya" celetuk Kevin, lalu dia memanggil Wina lagi.


"Ted, lu sebelah sini ya, yang disini biar Wina." Kevin mengatur posisi untuk berfoto.


Dari yang sebelah kiri di mulai dari, Tedy, Asti, Wina, Wulan dan Kevin. Jadi orang yang melihat berfoto bagian tengah kosong.


Cepreeet


Blitz foto menyala saat mereka sudah berada di posisi masing-masing. Mereka melihat langsung hasil jepretannya.


"Lan, ini kakak lu yang di tengah? Mukanya persis banget sama kamu Lan, tapi cantikan kakaknya, hehehe" Tanya Tedy dan sedikit meledek Wulan, tapi tak lama. Kuping Tedy seperti ada yang menjewer.


Hahahaha...


Kevin tertawa terbahak saat Wina menjewer kuping Tedy.


"Lu bisa liat Vin, sekarang dimana dia?" Tanya Tedy.


"Rahasia dong" jawab Kevin, lalu Kevin mengangkat tangannya dan TOS sama Wina.


"Rese lu Vin" Tedy iri karena gak bisa melihat Wina.


Wulan yang berada di samping Kevin berbisik "Sayang, kok aku dari dulu gak bisa lihat kakak ku sih?"


Kevin berbalik berbisik di kupingnya Wulan "Yakin kamu ingin bertemu, kalau nanti dia nunjukin wajah jeleknya jangan kaget dan takut ya" Kevin meyakinkan terlebih dahulu, takut Wulan pingsan saat melihatnya.


"Aku janji, dia kan kakak ku, jadi aku harus berani" ucap Wulan memberanikan diri.


Kevin kembali berbisik "Cium aku, pasti kamu bisa melihatnya"


"Ah, itu sih maunya kamu" ucap wulan.


"Hehehe, serius Sayang, tuh di lihat Wina. Dia sendiri yang nyuruh aku bilang begitu ke kamu" sahut Kevin.


Dengan cepat Wulan mencium Kevin di depan Tedy dan Asti.


"Cie... romantisnya, di kamar gih lanjutin" ledek Asti ke Wulan


"Iya, lu mah sekarang dah bebas sama Tedy, mau dimanpun jadi" dengan nada sinis Wulan membalasnya.


Saat Wulan bisa melihatnya dia langsung teriak "Kak Wina...!!!" Wulanpun memeluk kakaknya, hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat kehadiran Wina.

__ADS_1


"Sayang, aku gak bohongkan?" Ucap Kevin.


Wulan menarik tangan Kevin dan memeluk ke duanya bersamaan.


"Aku kangen kak, kakak kenapa pergi?" Wulan menangis antara sedih dan terharu bisa melihat kakaknya. Wajahnya memang lebih cantik dari Wulan.


Wini, adikku... tersenyumlah


Kak Wina selalu bersamamu


Terimakasih kamu telah menjaga Kevin


Ternyata kakak bukan jodohnya


Kevin, terimakasih sudah memakai kalung pemberianku selama ini


Jaga Wulan untuk ku


Jika sudah waktunya


Aku akan datang kembali


Setelah berkata, Wina hilang begitu saja.


"Sayang, kakak ku kemana, aku masih kangen sama kak Wina?" Wulan yang masih kangen merasa ke hilangan.


Kevin mengajak Wulan untuk ke kosan, Tedy dan Asti mereka pulang ke kontrakan, karena mereka sudah menjadi suami istri, akhirnya Tedy memutuskan untuk pindah kost dan mengontrak, kebetulan kontrakan Tedy dan kosan Kevin tidak begitu jauh.


Saat Tedy hendak berbelok ke arah kontrakannya dia memanggil Kevin "Vin, gue duluan ya"


"Iya, Tedy" sahut Kevin.


Semenjak Tedy dan Asti mengontrak rumah, Kevin dan Wulan satu kamar tapi mereka biasa-biasa saja tidak pernah membuka segel punya Wulan.


Kevin mengelus rambutnya Wulan, dan sesekali mecium kepalanya "Kan kamu sendiri yang bilang aku harus sabar, kalau kita sudah menikah kamu ingin tinggal dimana? Dirumahku, di rumahmu atau kita kaya Tedy, mengontrak rumah?" Tanya Kevin.


"Aku ingin temani Ibuku Vin" jawab Wulan.


Satu Minggu Setelahnya


Kevin dan Wulan sudah gak tinggal di kosan lagi, Kevin dan Wulan sekarang tinggal di rumah Bu Cristine, Ibunya Wulan.


Kevin mendekati Ibunya Wulan saat sedang memasak makan siang di dapur "Bu, sepertinya saya sudah siap untuk menikahi Wulan" ungkap perasaan Kevin ke Bu Cristine.


"Yakin, nak Kevin sudah siap?" Tanya Bu Cristine.


"Ya, saya sudah yakin, Ibu sudah gak sabar ya untuk momong cucu?" Ledek Kevin ke Ibunya Wulan.


Ibunya Wulan kaget "Kok nak Kevin tau, klo Ibu udah gak sabar pengen momong cucu?"


"Wulan yang cerita Bu, hehehe"


Wulan yang mendengar pembicaraan Kevin dan Ibunya langsung nyeletuk, "Sayang sama Ibu pasti lagi ngomongin Wulan ya" ayo ngaku.


"Siapa juga yang ngomongin kamu, ya nak Kevin" keles Ibunya sambil menoleh ke Kevin.


"Iya, orang aku lagi bahas kapan aku nikahin kamu Yang, ups... keceplosan" jawab Kevin.


"Serius Bu...?" Tanya Wulan girang


"Iya" jawab Ibunya dengan singkat padat dan jelas.


Wulan melompat ke Kevin, lalu mencium Kevin di pipinya.


Bu Cristine merasa senang melihat mereka berdua dan tak lama Ibunya Wulan menangis, teringat akan Wina kakaknya Wulan.

__ADS_1


Wulan memeluk Ibunya "Kok Ibu menangis, jangan menangis dong Bu, Wulan jadi ikut sedih."


"Ibu kangen sama kakakmu nak, semenjak kejadian itu, ibu tak pernah melihat dia lagi." Sahut Ibunya.


"Bu, kak Wina berpesan sama Wulan. Jika sudah saatnya dia akan datang kok" ucap Wulan.


Hari yang dinantikan oleh Kevin dan Wulanpun tiba.


Mereka mengadakan acara pernikahannya dengan sederhana.


Wulan memakai gaun pengantin berwarna putih sedangkan Kevin memakai stelan jas hitam.


Kevin dan Wulan mengundang teman-temannya dari yang terdekat hingga teman yang masih suka ketemu saat masih SMP, Wulanpun sama.


Teman-temannya menghadiri acara yang paling sakral dan paling di nantikan oleh kedua mempelai.


Ibu Ratna kehilangan koneksi untuk memberitahu ke kampung halamannya, Bu Cristine pun demikian. Hingga keluarga atau sahabatnya dari Kampung Bangkit Mayit tidak ada yang datang.


Wulan duduk di kursi pelaminan dengan memegang setangkai mawar putih dan Kevin di sampingnya dengan hiasan kembang kenanga di saku jas, dan di belakang kursi pelaminan, di hiasi mawar merah.


Pernikahan Kevin dan Wulan berjalan lancar tanpa ada kendala hingga selesai.


Para tamu undangan sebagian sudah pulang, yang masih berkumpul hanya teman-teman terdekat dari kedua mempelai.


"Selamat ya Lan, jangan kenceng-kenceng teriaknya" ledek Tiara.


"Apaan sih lu Tiara, gaya lu udah ketularan Kevin ya. Makasih ya udah mau datang, lu kapan nyusul nih." Wulan membalas ledekan Tiara.


"Gue masih lama Lan, belum punya calon." Kata Tiara.


"Gue balik ya, jangan sampai main gigit-gigitan ya, hehehe..." sehabis pamit, Tiara langsung lari, takut di cubit sama Wulan. Tiara paling tau kalau Wulan suka nyubit.


"Akhirnya kalian udah resmi, cepat-cepat di isi ya perutnya, rajin-rajin olah raga malam" ucap Asti sambil menunjukan perutnya yang mulai membesar.


"Iya Ti, pengennya sih cepat-cepat" jawabnya


Tedy dan Asti, Mita, Bram dan yang lainnya pamit pulang.


Sebelum pulang Mita sempat menjahili kak Wulan sambil berbisik "Kak, kalau kak Wulan gak kuat telepon aku aja ya, nanti aku yang gantiin, hehehe"


"Boleh Mit, tapi tunggu aku mati dulu ya" Wulan gak mau kalah.


Semua tamu undangan sudah pulang, Kevin dan Wulan mengganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaiaan, Kevin masuk duluan ke kamar, menunggu Wulan yang sedang menemani Ibunya. Mama dan Ayahnya Kevin juga pulang, mereka tidak menginap di rumah Bu Cristine.


Wulan membuka pintu kamar dan langsung menutupnya, dia langsung menubruk Kevin yang sudah berada di atas kasur dan terjadilah pergulatan sengit di antara mereka.


Di kamar Bu Cristine Wulan masih mengobrol dengan Ibunya, lalu Wulan menayakan tentang ayah yang tak pernah terlihat sejak lama.


Ibu Wulan hanya tersenyum dan memberi nasihat kepada Wulan. Ibunya menyuruh Wulan untuk menemani suaminya yang sedang menunggu di kamar.


Wulan pergi meninggalkannya dan segera ke kamar menemui Kevin suaminya. Saat Wulan membuka pintu, Kevin sudah tergeletak lemas dan seluruh badannya tertutup selimut.


Wulan membuka selimut yang menutupi Kevin "Sayang kok kamu tidur sih, ayo dong" ucap Wulan.


Kevin membuka matanya lalu dia berkata "Sayang mau lagi? Kan tadi Sayang sudah minta dua kali" ucapnya.


Wulan mengkerutkan dahinya "Dua kali...!! orang aku masih dikamar ibu, tadi kamu liat aku pakai baju warna apa? Dan sekarang aku pakai baju warna apa?" Wulan Curiga.


"Aku tadi lihat kamu pakai baju berwarna merah jambu, dan aku sekarang melihat kamu pakai baju warna putih" jawab Kevin.


Wulan langsung berteriak


Kak Winaaaaaaaaa...!!!


Kakak Curaaaang...

__ADS_1


__ADS_2