Saudara Kembar Dari Alam Ghaib

Saudara Kembar Dari Alam Ghaib
Wina & Wini


__ADS_3

Tak terasa waktu bergulir begitu cepat, ke adaan diluar sudah gelap gulita, lampu-lampu jalan telah menyala, namun hujan belum reda.


Mereka berlima berkumpul di kamarnya Wulan. Ibu kost dan Pak Mamat sudah kembali ke kamarnya.


Asti kini sudah seperti biasa lagi, raut wajahnya tidak sepucat tadi siang. Wulan yang sudah pulih, merasakan seluruh tubuhnya lengket, dia meminta Kevin untuk menemaninya mandi, karena takut jika sendiri.


"Vin, anter dong..." ucap Wulan memohon.


"Udah sana anter dulu tunangan lu Vin, takutnya kenapa-kenapa, kalau ada lu kan gampang jadinya." ucap Tedy.


"Haaah... kak Wulan dan kak Kevin udah tunangan, Mita gak salah?" Mita kaget bahwa Kevin sudah tunangan.


"Kok, Mita kaget?" Tanya Tedy.


"Aku kan gak tau, kalau kak Wulan dan Kak Kevin tunangan" ucap Mita.


"Sekarang Mita udah tau kan?" Wulan berkata sambil menggandeng tangan Kevin lalu pergi ke kamar mandi.


Saat di depan pintu kamar mandi, tangan Kevin di tarik sama Wulan dan ikut masuk ke dalam. Kevin menempel ke dinding kamar mandi dan Wulan berada di depannya. Pintu terkunci.


"Sayang apa-apaan ini?" Tanya Kevin dengan serius.


"Aku Wina, Ternyata kamu sudah lupa sama aku, kamu tega Vin" ucap Wina yang berbicara.


"Wina? Wina yang mana? Aku hanya tau Wina yang sering berada di kampus, gak mungkin Wina yang di kampus bisa merasuki Wulan." Bentak Kevin.


"Ternyata kamu benar-benar melupakanku Vin." Dia menangis, karena Kevin sudah tidak ingat dengannya lagi.


"Sumpah, aku tidak ingat sama sekali." Sampai Kevin mengatakan sumpahnya.


Saat Wulan menggandeng tangan Kevin, Wulan sempat melepaskan tangannya dari Kevin, dan pergi meninggalkan Kevin sendiri, lalu dia pergi ke dapur.


Kevin terus berjalan ke kamar mandi, dia tidak tau kalau Wulan pergi ke dapur, yang dia tau, Wulan masih menggandeng tangannya.


"Kevin kemana sih, disuruh tunggu disini malah menghilang" Wulan berbicara sendiri dan mencari Kevin ke kamar.


"Ted, lu liat Kevin gak?" Tanya Wulan ke Tedy.


"Kevin? Kan tadi sama lu, keluar kamar buat nganter mandi" ucap Tedy.


"Mit, kamu tunggu disini ya, kak Tedy mau bantu cari kak Kevin." Tedy menyuruh Mita menunggu Asti yang masih di kamar sendirian.


"Iya kak" sahut Mita singkat.


Tedy membantu Wulan untuk mencari Kevin, hingga saat di depan pintu kamar mandi, mereka ke sulitan untuk membuka pintunya. Tedy mencari sesuatu yang bisa mencongkel, namun pintu itu tidak terbuka, Tedy menyerah, pikirannya buntu, dia mulai berjalan ke kamar, untuk memikirkan bagai mana caranya. Sedangkan Wulan, masih tetap di depan pintu, menunggu ke ajaiban.


Kevin yang masih di dalam kamar mandi tak berkutik. Lalu dia berkata ke Wina yang berada di depannya.


"Kamu ini sebetulnya siapa dan kenapa merasuki tubuh Wulan." Tegur Kevin.


"Aku kakaknya Wulan, apa kamu ingat?" Ucap Wina galak.

__ADS_1


"Aku gak tau, yang aku tau Wulan gak punya kakak." Ucap Kevin pasrah karena Kevin memang gak tau.


"Baiklah sekarang kamu ikut dengaku" Wina membuka pintu kamar mandi, Kevin ikut keluar, dan saat keluar ternyata bukan di rumah melainkan di dunia yang Kevin tidak kenal, banyak pohon-pohon tinggi dan besar, dari jauh terlihat arus air begitu kencang.


Di alam nyata, di dalam kamar mandi yang terkunci, tubuh Kevin pingsan, tergeletak ke lantai yang basah, tidak lama setelah itu, pintu kamar mandi terbuka dengan sendirinya.


Kreeeeeeek...


Wulan, sudah tidak bisa berkata, pikirannya buntu, tubuhnya bergetar ketakutan, dengan langkah lunglay, Wulan pergi.  Baru beberapa langkah terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.


"Kevin..." teriak Wulan, namun Kevin tak muncul.


Wulan masuk ke dalam, dia terlihat shock karena melihat Kevin pingsan, lalu dia memanggil Tedy.


"Ted, pintunya terbuka" teriak Wulan memanggil, karena dia masuk ke dalam kamar.


Tedy, mendengar teriakan Wulan dan langsung berlari menghampirinya, dia terkejut melihat tubuh Kevin sudah tergeletak di lantai kamar mandi.


"Ted, tolong bawa Kevin ke kamar ya" Wulan meminta tolong ke Tedy.


"Iya Lan, lagian kamu gak bakal kuat, emang kamu kuat gendong dia ke kamar, yang ada nanti Kevin diseret, kayak di film-film, hehe. Sudah jangan melamun, tolong bantu aku angkat Kevin, biar nanti aku yang gendong" Tedy becandain Wulan agar tak sedih.


Tedy merebahkan Kevin di atas kasur, lalu Wulan mengganti kaosnya yang sudah basah.


Tedy dan Wulan sudah berusaha untuk membangunkan Kevin, namun Kevin belum juga siuman. Tak lama terdengar dari kamar sebelah Asti berteriak seperti ke surupan, Mita gak bisa mengatasi Asti yang sedang mengamuk, Mita berlari untuk memanggil kak Tedy.


"Lan, gue tinggal dulu ya, ke kamar sebelah, sepertinya Asti ngamuk". Saat hendak keluar dari depan pintu, Mita teriak, memanggil Tedy.


"Kak Tedy, kak Asti kesurupan lagi." Mita berteriak memberitahu Tedy, yang sedang membantu Wulan memindahkan Kevin dari kamar mandi.


"Asti kamu ini kenapa? Tolong kasih tau aku..." tanya Tedy dengan nada halus.


AKU TIDAK APA APA


JANGAN KHAWATIR DENGAN KEVIN


DIA AKAN BAIK BAIK SAJA


"Kamu ngomong apa sih, aku gak paham" Tedy gak paham maksud dari ucapan Asti.


CEPAT TINGGAL KAN AKU SENDIRI


Tedy menolak untuk pergi, dia berusaha menenangkan Asti, namun Asti melempar apa yang bisa di lempar oleh tangannya, dan akhirnya Tedy meninggalkan Asti sendiri di dalam kamar.


Kevin bingung dia sedang berada dimana, Kevin hanya bisa mengikuti Wina dari belakang, jalan yang terjal hingga Kevin sering terjatuh.


"Wina apa benar kamu Wina?" Kevin mulai penasaran dan bertanya sambil melangkah.


"Ya aku Wina."


"Kenapa wajahmu berbeda dengan Wina yang di kampus?" Kevin semakin penasaran.

__ADS_1


"Wajahku tak pernah berbeda, cuma pandanganmu terhadapku, yang berbeda" Wina menghentikan langkah dan membalikan badannya, lalu menunjukan wajah dia ke Kevin.


"Apa ada yang beda" Wina bertanya.


"Ya, kamu berbeda." Jawab Kevin.


"Pejamkan matamu, dan langsung lihat wajahku." Pinta Wina.


Kevin memejamkan mata, lalu dia membuka mata, langsung melihat wajahnya Wina.


"Kenapa berbeda dengan yang tadi, kamu nampak seperti orang lain." Kevin tercengang saat melihat perbedaannya.


"Cepat pegang tanganku, disini tidak baik untukmu" ucap Wina segera, karena makhluk astral yang lain mulai bermunculan mengintai Kevin.


"Baik" jawab Kevin singkat.


Wina membawa Kevin ke masa kecilnya, Kevin melihat Kevin kecil, Wulan kecil dan Wina kecil.


Flashback On


Versi mereka masih anak-anak


(Kevin, Wina sang kakak, Wini sang adik).


"Wina kesini, tolong bantu aku untuk menangkap ayam ini, Wini kamu jaga disebelah sana, kamu jangan terlalu dekat sungai dan jangan sampai ayam itu kabur ke sungai" Ucap Kevin kecil kepada mereka yang bersaudara kembar.


Mereka membantu Kevin menangkap ayam yang lepas. Namun naas, ayam itu terbang ke sungai bersama Wina dan terbawa hanyut.


Saat Wina hendak menergap ayam, dia melompat tinggi dan jauh, hingga ayam terbang dan Wina tercebur sungai. Kevin segera menolong dengan menyambut tangannya Wina, namun karena derad air yang begitu deras, Kevin ikut terbawa hanyut. Wini histeris dan menangis sekencang-kencangnya, dia tidak bisa membantu kakaknya dan Kevin.


Kevin dan Wina hilang terbawa hanyut.


Wini berlari ke rumah dan berteriak ke ibunya, bahwa Wina dan Kevin hilang terbawa hanyut. Jarak dari rumah ke sungai cukup jauh, hingga Wini pingsan karena kelelahan, tegang dan panik.


Ibu Wini segera memberitahu ayahnya bahwa anak-anak hilang dan hanyut di sungai.


"Bu cepat cari mereka, aku akan memanggil warga untuk membantu" ucap Ayah Wini yang bernama Tristan.


Pak Tristan segera kerumah Kevin untuk memberitahu orang tuanya, tapi seluruh rumah terkunci dan sepi.


"Oh ya, aku lupa, mereka masih bekerja dan belum pulang" gerutu Pak Tristan, setiap hari Kevin, selalu di rumah Wina, Wini sampai ke dua orang tuanya pulang.


Ibu Wini dan tetangga terdekat ikut mencari ke sungai.


Mama dan Ayah Kevin yang baru saja pulang kerja bingung, melihat para tetangga berlari ke arah sungai.


Mama Kevin menghentikan Pak Tejo yang berlari lalu bertanya.


"Pak Tejo, kenapa para warga berlari ke arah sungai?" Mama Kevin bertanya.


"Anak Ibu dan anak tertua Ibu Cristine hilang terbawa hanyut, saat mereka main dekat sungai." Pak Tejo memberitahu bahwa anak mereka hilang.

__ADS_1


"Ma, tolong simpan ini, biar aku yang duluan ke sungai. Nanti ibu menyusul ya" Ayah Kevin menyuruh Mama untuk menyimpan dulu tas dan barang-barang kantor.


"Iya Yah, nanti Mama menyusul ke sungai." Ucap Mama.


__ADS_2