
Tedy bersama kekasihnya menunggu Kevin di tempat biasa.
Lokasi parkiran kampus, tempat Kevin dan Tedy kumpul saat hendak pulang, terkadang mereka suka nongkrong dulu atau pergi ke kantin.
Orang yang ditunggu Tedy akhirnya terlihat, dia menghampiri Tedy dengan kekasihnya Wulan.
Sudah lama nunggunya Ted?
Lumayan lama Vin, gue balik duluan ya. Ucap Tedy.
"Hati-hati dijalan jangan ngebut kasian pacar lu, kalau di ajak ngebut." Ucap Kevin.
Cetrek
Brem, breeem, breeeem
Tedy mulai menyalakan motornya.
Tiiin, tiiiiiiin,
Tedy membunyikan klakson dan pamit pergi meninggalkan Wulan dan Kevin.
Wulan yang berada di sebelah kanan memeluk Kevin dan mencium pipi Kevin dengan lembut dan penuh kehangatan, lalu berbisik di telinganya.
"Aku mau kok jadi pacar kamu"
Alangkah kagetnya Kevin, saat bibir Wulan menempel di pipinya. Kevin merasa tubuhnya melayang, seakan ingin terbang.
Penantian Kevin yang begitu panjang akhirnya tercapai.
Dalam angan, Kevin merasakan getaran hebat dihatinya, hingga tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Saat Kevin masih duduk di bangku kelas tiga SMP, dia sempat mengutarakan isi hatinya, namun Wulan menolaknya dengan alasan, ingin fokus sekolah dulu.
Disaat hendak masuk SMA, ternyata Wulan dan Kevin berpisah, karena berbeda sekolah yang mereka tuju.
"Daaar, eh Vin ko malah melamun" Wulan mengagetkan lamunannya.
Kevin hanya tersenyum dan menggandeng tangan Wulan, dan melangkah pergi meninggalkan kampus.
Sesampainya di jalan raya, Wulan melambaikan tangan untuk menyetop angkutan umum, namun mobil itu penuh, dan yang ke dua kalinya menyetop, mobil itu berhenti.
Kevin menyuruh Wulan untuk masuk duluan, lalu disusul oleh Kevin dibelakangnya.
Kevin duduk disebelah pojok kanan, sedangkan Wulan duduk tepat di depan Kevin.
Wulan terus memandang wajah Kevin tak berkedip sedikitpun, sesekali Wulan melemparkan senyuman kepadanya. Kevin hanya membalas senyuman Wulan.
Disaat saling bertatapan antara Kevin dan Wulan, dari depan terdengar suara nada dering telepon, spontan saja Wulan dan Kevin melirik ke arah pak Supir.
Pak Supir yang sedang mengemudi mengambil handphone tersebut lalu menjawab panggilan yang masuk, nggak lama kemudian mobil itu kepinggir dan berhenti, lalu Pak Supir berkata.
"Dek maaf ya. Adek, bapak turunkan disini" sapa Pak Supir yang sudah berumur, terlihat dari rambut yang sudah mulai memutih.
"Ada apa pak, kok kita suruh turun disini" Kevin merasa heran, mobil yang ditumpanginya berhenti.
"Anu dek, maaf ya, tadi istri Bapak menelpon katanya anak Bapak terjatuh dan harus segera dibawa kerumah sakit" jawab Pak Supir, sambil meminta maaf.
"Oh iya Pak, nggak apa-apa kita turun disini" Kevin mengiyakan Pak Supir, lalu menyodorkan beberapa lembar uang untuk jasanya.
"Makasih banyak dek" Pak Supir itu berterimakasih sambil membungkukan badannya dan masuk ke mobil.
"Semoga anak bapak cepat sembuh" ucap Kevin ke Pak Supir.
__ADS_1
Saat mobil itu hendak melaju, bapak itu melambaikan tangannya ke arah mereka berdua.
Kevin dan Wulan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Rumah Wulan tidak terlalu jauh dari tempat mereka, sedangkan rumah Kevin masih harus menyambung angkutan umum.
Setibanya di depan rumah Wulan.
"Vin, mampir dulu nggak ke rumah" ajak Wulan untuk mampir ke rumahnya.
"Lain kali saja nanti mampir" sahutnya, sambil mengedipkan mata.
Wulan membuka pintu gerbang halaman rumah dan masuk, setelah berada di dalam, Wulan menutup kembali gerbang dan berteriak ke arah Kevin.
"Hati-hati dijalan ya" teriak Wulan.
Kevin hanya mengangguk dan melambaikan tanganya.
Kevin melanjutkan berjalan ke depan, nggak lama kemudian, ada suara klakson mobil yang mengahampiri Kevin.
"Kevin, lu Kevin kan, masih inget gue gak?" Teriak seorang cowok yang masih didalam mobil dan meminggirkannya.
Suara mobil terdengar tetap menyala
Kevin menghentikan langkah kaki, dia mencoba menatap orang yang berada didalam mobil, untuk memastikan siapa gerangan yang memanggil namanya.
"Bram kan?" tanya Kevin memastikan.
"Ya, ini gue Bram Ibrahim" jawab Bram menegaskan.
Nama sebenarnya Ibrahim, tapi Kevin sering memanggilnya Bram, biar enak kalau memanggil dan nggak ribet.
Bram membuka pintu mobil depan, dan mempersilahkan Kevin masuk, setelah Kevin masuk dan duduk, tangan Kevin meraih pintu, lalu menutupnya.
Bram menyakan lampu sein kanan, dan dengan sesaat, mobil itu melaju.
"Baik, lu masih inget aja Vin, tongkrongan kita dulu, lu sendiri gimana kabarnya, terus tadi ngapain lu pulang jalan kaki?" Bram bertanya.
"Tadi pulang dari kampus naik angkutan umum, tapi disuruh turun ditengah jalan, karena anaknya sakit, jadi terpaksa gue jalan kaki." Jawab Kevin menjelaskan.
"Oh begitu ceritanya, kenapa lu gak nyambung angkutan umum lainnya?" Ucap Bram.
"Kebetulan tadi pulang bareng sama teman dan rumahnya tidak terlalu jauh saat kita turun tadi." Sahutnya.
"Kenapa nggak ngekost aja Vin, biar nggak capek bulak balik ke rumah, kan lumayan bisa menghemat pengeluaran." Bram menyarankan.
"Nanti deh, gue pikir-pikir dulu" Kevin mempertimbangkan masukan dari Bram.
Bram keasikan ngobrol, hingga nggak kerasa sudah didepan rumah Kevin.
Kevin turun dari mobil dan mengajak Bram untuk mampir sebentar, tapi dia menolak, karena harus menjeput majikannya di kota sebelah, maklum dia sekarang sudah bekerja jadi supir pribadi.
Bram pamit pergi, dan mobilnya sudah melaju. Kevin sudah berada di depan pintu, saat hendak masuk ternyata pintu masih di kunci.
Toktoktoktok
Kevin mengucapkan salam sambil mengetuk pintu.
Ma, Kevin pulang
Lalu terdengar ada yang menjawab salamnya dan membukakan pintu. Kevin mencium tangan Mamanya lalu masuk.
Sebelum masuk Kevin melepas sepatu dan menatanya dengan rapih, lalu masuk ke kamar menaruh tas dan ganti pakaian, setelah itu dia cuci muka dan menyanyakan ayah ke Mama, yang sedang nonton TV, Mama bilang ayah belum pulang, Kevin kembali ke kamar, merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil mendengarkan musik.
Tak lama disusul Ayahnya yang baru pulang, Ayah menanyakan Kevin sudah pulang atau belum ke Mama. Mama jawab Kevin sudah ada di kamar.
__ADS_1
Setelah tahu Kevin ada di kamar, Ayahnya mengajak Mama untuk melihat Kevin.
Tok, tok, tok
"Vin?" Mama mengetuk pintu kamar.
Kevin mendengar dengan sayup-sayup ketukan pintu di telinganya.
Tok, tok, tok
"Ayah, ini anak kayanya tidur deh." Ucap Mama sambil melirik ke Ayah.
"Coba lihat kedalam Ma, Ayah kangen" Ucap Ayah.
"Mama masuk ke kamar kamu ya" Mama ijin masuk ke kamar.
Mama masuk kedalam kamar dan membangunkan Kevin, tapi nggak berhasil, karena Kevin sudah tertidur pulas.
Sedangkan ayah menunggu di pintu kamar, sambil melihat anaknya yang sudah tidur, lalu berkata ke Mama.
"Ma, barang-barang Kevin dirapihkan saja, biar rapih, terus jangan lupa selimuti badannya Kevin."
Mama menyelimuti Kevin dan menyimpan tas yang tergeletak dilantai ke atas meja, lalu merapihkan pakaian Kevin yang hanya disangkut di kursi.
Mama dan Ayahnya beranjak pergi dari kamar Kevin, Ayah pergi mandi terus mengurus halaman belakang rumah, lalu Mama pergi ke dapur, menyiapkan makanan.
Kevin terbangun, langsung melihat jam di layar handphonenya, dia bergegas keluar cuci muka dan duduk di atas meja makan, dengan wajah yang masih mengantuk.
Saat Mama melintas melewati dapur, Kevin tersandung ember, karena masih ngantuk lalu Kevin bertanya.
"Ma, Ayah kemana, kok nggak kelihatan?"
"Kamu itu jalan sambil tidur ya, pake nabrak ember segala, Ayah ada dihalaman belakang sedang memberi makan ikan di kolam", sahut Mama.
Kevin hendak menyusul Ayahnya ke belakang. Tapi, mata Kevin melihat sesuatu di atas meja.
Kevin membuka tudung saji, disitu ada makanan favoritnya, dari sayur sup, perkedel kentang, hingga kerupuk tapi sayang sambalnya dihabis kan oleh Ayahnya yang hanya menyisakan mangkuknya saja.
Setelah selesai makan Kevin menyusul ayah ke belakang, Kevin membantu ayahnya memberi makan ikan di kolam.
Cuaca sudah mulai terlihat gelap, Kevin dan ayah masuk rumah.
Disaat Kevin hendak ke kamar mandi, handphonenya berbunyi. Kevin bergegas menuju kamar.
Ternyata ada sebuah pesan dari Tedy.
"Vin sorry, besok gue nggak bisa jemput lu, buat berangkat ke kampus, nggak apa-apa kan?"
"Kenapa Ted, lu sakit atau gimana?"
"Motor gue masuk bengkel Vin, tadi ditabrak mobil truck, saat mobil itu sedang parkir dekat rumah gue"
"lu nggak kenapa-napa kan?"
"Gue baik-baik aja, cuma motor rusak cukup parah."
"Syukur deh kalau lu baik-baik saja, kalau motor bisa dibawa ke bengkel, tapi besok lu berangkat ke kampus kan?"
"Tenang saja, gue pasti berangkat ke kampus"
Bleeep
Suara handphone mati sendiri. Kevin langsung mengambil charger dan mengisi baterainya.
__ADS_1