
Mita kesini." Panggil bu RT ke anaknya.
Mita datang menghampiri ibunya, sambil melihat tamu ibu.
"Mita tolong buatkan kopi hitam untuk mas dan teh manis hangat untuk mbaknya ya." Ucap bu RT.
"Sebentar nak jangan dulu ke belakang, ini ada mas Kevin yang ingin kenal sama kamu." Ibunya memperkenalkan Mita ke Kevin.
Wajah Wulan sudah kaya banteng, yang siap meyeruduk Kevin, saat Bu RT bilang begitu ke Mita.
"Owh ini anak ibu, cantik bu" sahut Kevin, karena liat Wulan yang siap menerkam Kevin.
"Vin, cewek cakep tuh" ledek Tedy.
"Apaan sih Ted, gue kan sudah punya Wulan, yang ada nanti leher gue digantung sama dia." Jawabnya.
"Hai mita, aku Wulan dan yang ini Tiara" sambil menunjuk ke arah Tiara.
"Mita masih sekolah, kerja atau kuliah?" Tanya Tiara.
"Mita baru lulus SMA kak, Mama sih inginnya aku kuliah dulu."
"Memang Mita ingin kuliah dimana? Kalau kak Wulan dan teman-teman kuliah di Universitas Silsilah." Ucap Wulan.
"Ma, Mita kuliah di situ saja ya?" Tanya Mita ke Mamanya.
"Kamu mau kuliah kemana saja boleh nak" jawab Mama Mita.
"Tolong bikinkan dulu minum, untuk mas dan mbaknya. Mita pamit ke belakang membuat minuman".
"Ibu tinggal kebelakang dulu ya" Bu RT pamit pergi ke dapur untuk membantu anaknya.
"Eh tadi pagi ada apa sih, kok sampai buru-buru pergi dari rumah pak Pur, kita sampai nggak pamitan, sama ibu dan pak Pur" tanya Kevin penasaran, karena saat dia terbangun Kevin tidak mengetahuinya, dan matanya masih belum melek utuh.
"Kevin Sayang, tadi kevin sayang mimpi enak-enak sama siapa?" Tanya Wulan pelan, mesra, tapi siap memangsa.
"Emh, mimpi... mimpi sama Sayangku." Jawab Kevin mengeles.
"Emang aku diapain sama kamu" tanya Wulan lagi.
"Kuping Ayang sini deh" Kevin menyuruh Wulan mendekatkan kupingnya.
Wulan menurut apa yang dikatakan Kevin lalu kupingnya mendekat.
"Aku mimpi cium kamu dari wajah sampai da-" bisik Kevin.
Wajah wulan merah dan kupingnya masih dekat mulut kevin, merasa nggak karuan dan salah tingkah, karena Wulan juga bermimpi yang sama, namun enggan bercerita.
"Terus saat mau aku masukin, eh tiba-tiba ada air di muka, jadi nggak jadi deh." Kevin berbisik lagi.
__ADS_1
"Memang Kevin mau?" Tanya Wulan berbisik.
"Kalau kamu mau, aku juga mau." Ucap Kevin.
"Enak saja, nikahin aku dulu baru aku kasih." Sahut Wulan sambil mencubit pinggang Kevin.
"Nah betul itu mbak Wulan harus nikah dulu." Celetuk Bu RT yang datang dari dapur membawa makanan, dan disusul oleh anaknya Mita, membawa kopi hitam dan Teh manis.
Mita dengan sok akrab duduk disamping Wulan.
"Ayo diminum dulu kopi dan tehnya, maaf ya ibu cuma ada roti, silahkan dimakan, sekedar untuk mengganjal perut kalian" ucap Bu RT.
"Duh kita jadi ngerepotin Bu RT." ucap Kevin sambil mengambil sepotong roti yang sudah ada di meja.
"Nggak apa-apa mas Kevin, malah Ibu suka sama mas Kevin orangnya nggak malu-malu dan suka terus terang." Sahut Bu RT.
"Iya kak ngagak apa-apa, namanya juga manusia harus saling tolong menolong." Ucap Mita ikut bicara.
"Emh... Mita pinter juga ya" ucap Wulan dalam hati, dengan memaksa tersenyum.
"Oh iya bagaimana ceritanya mbak sama mas bisa terdampar, eh kok malah terdampar, maksudnya, kalian bisa berada di rumah Pak Pur, maaf ya kadang Ibu ngomongnya belepotan." Ucap Bu RT mengganti topik pembicaraan.
"Wah panjang Bu ceritanya, sama kereta juga panjangan cerita ini" celetuk Kevin.
"Betul Bu, ceritanya panjang, kalau di ceritain dari sekarang baru beres besok ceritanya." Tiara ikut nyeletuk.
"Ooo... panjang ya, punya mas Tedy panjang nggak?" Celetuk Bu RT genit.
"Mama ngomong apa sih, kok tanya punya mas Tedy? Memang punya Bapak nggak panjang Ma?" Tanya Mita.
"Punya Bapa mah segini." Sahut Bu RT sambil menunjukan jari kelingking kanannya.
Hahahahaha...
Semua yang ada di ruang tamu tertawa karena Bu RT menunjukan kelingkingnya.
"Mbak sama mas maaf ya, Ibu memang suka piktor (pikiran kotor)." Mukanya Mita terlihat merah karena tingkah Ibunya.
"Kalau begitu saya ceritakan" ucap Tedy.
Cerita On
Saat itu saya nggak tahu kalau Dewi sudah meninggal, saya bertemu Dewi kurang lebih satu bulan, saat pandangan pertama saya suka melihat Dewi dan selang beberapa hari saya ungkapkan rasa, lalu Dewi menerima saya.
"Pause"
"Owh sudah lama juga ya mas Tedy pacaran sama hantu Dewi." Celetuk Mita
"Huus, nggak boleh gitu Mita, nggak baik." Tegur Mamanya ke Mita.
__ADS_1
"On"
Hubungan saya sama Dewi biasa saja, berjalan normal, bahkan Kevin dan yang lain bisa melihat Dewi, cuma begitu Bu, saat saya bareng teman, Dewi nggak pernah bicara, hanya diam saja.
Dan waktu kemarin Dewi masuk rumah sakit, saya sama Kevin datang menjenguk, tapi masih normal nggak ada yang ganjil, saat malam, saya menunggu Dewi di rumah sakit. Dan tidak lama, ada Pak Pur menyuruh saya pulang untuk isirahat.
Saya waktu itu langsung pulang, nah teman saya Kevin sedang malam mingguan sama Wulan. Terus kata mereka ada acara di rumah Rina, acara mereka awalnya baik-baik saja, hanya ngobrol-ngobrol makan dan minum. Namun, disaat itu Kevin, Wulan, dan Tiara tiba-tiba tidur, lalu Kevin membawa mereka semua ke kamar Rina, sampai Kevin juga ikut tertidur. Hingga saat malam hari, Kevin terbangun dan Kaget karena nggak pakai pakaian, telanj*ng dada.
Pause
"Waduuuh, mas Kevin habis hooh-hooh bukan kok sampai buka baju?" Celetuk Bu RT.
"Saya juga bingung Bu, saya sendiri juga nggak tau kenapa buka baju." Sahut Kevin.
On
Sebelum mereka pergi dari rumah Rina, Kevin mendengar ada yang menyuruhnya pergi secepatnya.
Saat pagi tiba, saya di telpon Kevin minta antar ke rumah Rina pakai mobil. Saya akhirnya mengantar Kevin kesana, sesampainya disana, ternyata Rina sudah meninggal dunia, tertusuk pisau sendiri dibagian perut.
Kasus selesai kita semua pulang, dan saat ditengah perjalanan, tiba-tiba mobil berada di area pemakaman, untung saja ada Pak Rahman, seorang polisi yang sedang patroli dan membatu saya.
Setelah itu saya berencana pergi ke rumah Dewi untuk menjenguk. Setelah berada didepan rumah Dewi, ibunya membukakan pintu dan mempersilahkan kita masuk.
Kedua orang tuanya Dewi berada dirumah, kami ngobrol sama ke dua orang tuanya, dan dari situ saya kaget bahwa Dewi sudah meninggal dua tahun yang lalu.
Setelah Pak Pur selesai cerita, saya berniat untuk pulang, namun Pak Pur menyuruh kita semua untuk menginap, dimalam itu kita semua merasakan kantuk yang teramat berat, dan akhirnya tidur di rumah Pak Pur, sampai Bu RT datang.
Cerita Off
"Sereem juga mas ceritanya, kalau semisalnya saya berada di posisi mas Tedy, pasti saya sudah pingsan." Ucap Bu RT.
Bu RT menceritakan tentang keluarga Pak Pur
Memang Dewi sudah lama meninggal, saat anaknya meninggal dunia, Ibunya sering sakit-sakitan, setelah enam bulan anaknya meninggal, ibunya Dewi pun meninggal, menyusul anak tunggalnya.
Tinggal Pak Pur sendiri yang berada dirumah itu. Hingga empat bulan yang lalu, Pak Pur meninggal ditabrak mobil, saat hendak menyebrang dan pelakunya kabur hingga sekarang belum ketemu.
Rumah Pak Pur langsung terkenal, karena banyak penampakan di rumah tersebut. Tapi bagi muda mudi, rumah Pak Pur jadi sarang muda mudi yang sedang jatuh cinta.
Untung saja mas Tedy dan temannya baik-baik saja. Sejauh ini para muda mudi yang datang kerumah tersebut, sering mengalami gangguan bahkan ada yang kerasukan.
"Bu maaf, boleh ikut ke kamar mandi nggak?" Tanya Kevin yang kebelet.
"Boleh mas Kevin, Mita tolong antar mas Kevin ke belakang ya." Bu RT menyuruh Mita untuk mengantar.
"Mari kak saya antar" sahut Mita.
"Aku ikut juga kebelakang." Ucap Wulan mengawal Kevin.
__ADS_1