Saudara Kembar Dari Alam Ghaib

Saudara Kembar Dari Alam Ghaib
Cemburu


__ADS_3

Kevin sedang menunggu angkutan umum, namun tak ada satupun yang berhenti. Semua mobil yang melintas didepan mata selalu penuh.


Hingga akhirnya, ada sebuah motor matic yang berhenti tepat didepannya.


Awalnya Kevin tidak mengenal orang tersebut, dan setelah orang itu membuka helm, baru Kevin mengenal siapa dia.


"Ternyata lu Ted, gue kira siapa, katanya motor lu rusak, nah ini lu pakai motor siapa, kok bau-baunya keluar dari dealer?" sapa Kevin.


"Vin, anter gue dong, pacar gue masuk rumah sakit, motor baru dong" ucap Tedy.


"Banyak duit lu Ted, bisa beli motor kontan. Gue pinjem duit lu dong seratus." Kevin menjahili Tedy.


"Kalau cuma seratus mah ada nih" sahut Tedy, sambil membuka dompet.


"Seratus juta Tedy, bukan seratus ribu, haha..." Kevin tertawa ngakak.


"Ngomong-ngomong kapan lu beli motornya?"


"Motor gue baru kemaren, kemaren dikasih pinjem maksudnya Vin, hehe" Tedy mencoba menghibur diri.


"Garing banget kerupuknya" ledek Kevin.


"Maklum lah, gue kan nggak bisa sekonyol lu Vin"


"Emang lu mau kemana, pake di anter segala" sahut Tedy.


"Dewi, Vin. Dia masuk rumah sakit."


"Dewi pacar lu yang selalu diem kalau kita ngobrol?"


"Iya Dewi pacar gue, emang pacar gue siapa lagi Vin, cuma Dewi seorang." Tedy menyolot.


"Ya maaf, gue kira pacar lu bercabang, hahaha" Kevin tertawa.


"Udah buruan naik ke motor, kita langsung berangkat ke rumah sakit."


Tedy memakai helmnya, terus mengambil helm yang tergantung di motor lalu menyodorkan ke Kevin.


Kevin meraih helm tersebut, dan memakainya. Tedy mulai menyalakan sepedah motor dan melaju ke depan menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit. Tedy dan Kevin langsung menanyakan ke petugas, untuk mengetahui keberadaan tempat dimana Dewi dirawat.


Setelah mengetahui tempat Dewi di rawat, mereka berdua langsung menuju lift untuk ke lantai tiga. Saat berada di depan pintu lift, mereka berdua dihadang oleh petugas.


"Mohon maaf, bapak-bapak ini mau ke mana, mau menjenguk atau mau berobat?" Tanya petugas kepada mereka berdua.


"Saya mau menjenguk teman di lantai tiga, kamar dua kosong dua." Sahut Tedy.


"Kalau begitu silahkan, tapi hanya satu orang yang boleh kesana, dan jangan lupa memakai masker.


Dan untuk teman bapak, silahkan menunggu di kursi ruang tunggu yang sudah di siapkan." Ucap petugas rumah sakit sambil memberikan masker ke Tedy.


"Vin, lu tunggu disini sebentar ya, gue ke atas dulu." Ucap Tedy.


"Iya nggak apa-apa, gue tunggu di ruang tunggu aja." Sahut Kevin.

__ADS_1


Akhirnya Kevin menunggu di ruang tunggu sendirian.


Saat sedang melihat sebelah kanan ruangan rumah sakit, tiba-tiba ada yang menepuk pundak Kevin sebelah kiri lalu Kevin menoleh.


"Eh ada Wina" sapa Kevin tersenyum.


"Kamu lagi apa Vin, kok sendirian aja?" Tanya Wina, karena melihat Kevin sendirian.


"Nggak sendiri kok, aku datang bareng Tedy, untuk menjenguk pacarnya, dan petugas bilang hanya satu orang yang boleh menjenguk, Jadi gue yang nunggu disini sendiri." Sahut Kevin.


"Oh begitu, boleh nggak aku temenin kamu, daripada kamu nunggu sendirian?" Tanya Wina.


"Boleh kok, kamu sendiri sedang menunggu siapa disini?" Tanya Kevin.


Wina hanya tersenyum dan tidak menjawab.


Lalu muncul tedy mengagetkan Kevin.


"Kumat gilanya Vin." Tanya Tedy.


"Gila apaan sih Ted, gak jelas banget" sahutnya.


"Lagian lu kumat, ngomong sendirian" Tedy memberitahu.


"Siapa yang ngomong sendirian Ted, orang gue ngomong sama Wina!" Sahut Kevin sambil menengok ke arah samping namun nggak ada orang disampingnya.


"Tadi Wina disini Ted, duduk disebelah gue." Kevin menunjuk kursi yang tadi Wina tempati.


"Siapa Wina, dari tadi gue liat lu ngomong sendiri. Udah yuk kita langsung ke kampus aja" ajak Tedy pergi dari rumah sakit.


Kevin hanya mengangguk dan celingukan lihat sana-sini, barangkali masih ada Wina di ruang tunggu rumah sakit.


Handphone Wulan berbunyi, namun dia sedang berjalan di lorong kampus, tidak lama kemudian Wulan melihat perempuan yang sedang melihatnya.


Dia penasaran dan akhirnya menghampiri perempuan itu.


"Maaf kakak siapa ya, ko dari tadi melihat ke arah saya terus, apa ada yang aneh atau ada masalah sama saya?" Tanyanya memberanikan diri karena penasaran.


"Saya bukan siapa - siapa. Saya juga tidak punya masalah sama kamu. Saya cuma ingin bilang, kamu nggak usah mengkhawatirkannya. Dia pasti baik-baik saja."


Ucap perempuan itu.


"Lan, Wulan lagi ngapain?" Tanya Asti tepat dibelakangnya.


"Lagi ngobrol" sahut Wulan.


Asti bingung, dan menoleh ke arah Wulan, melihat sekelilingnya, tapi tidak melihat siapa-siapa, cuma ada mereka berdua.


"Kamu kenapa, ko kaya yang aneh sih liat aku?" Tanya Wulan.


Asti menghampiri Wulan lalu berbisik pelan di telinganya.


"Wulan, kamu ngobrol sama siapa, Gak ada orang disini loh, cuma kita berdua aja." Bisik Asti.


Wulan mencoba menunjuk perempuan itu, tapi saat dia menoleh, perempuan itu hilang.

__ADS_1


Bulu kuduk Wulan mulai berdiri dan tubuhnya bergidik merinding.


Wulan menarik tangan Asti dan berjalan ke kantin. Di sepanjang jalan menuju kantin Wulan menjelaskan ke Asti.


"Beneran kok, Ti, tadi ada perempuan di sebelah aku dan sempat ngobrol."


"Gak ada siapa-siapa Lan, tadi aku liat kamu ngobrol sendirian makanya aku panggil." Sahut Asti menjelaskan.


"Eh kamu liat Kevin nggak?" Tanya Wulan mengalihkan perhatian, dan mencari informasi tentang Kevin.


"Cieee, ada yang kangen sama Kevin." Ledek Asti.


"Dih Asti malah ngajak bercanda, serius kamu liat nggak?" Wulan bertanya sekali lagi, dengan nada serius.


"Aku dari pagi nggak lihat Kevin lan, kamu liat Tedy gak." Jawab Asti sambil balik tanya ke Wulan.


"Nggak liat" jawab Wulan singkat padat dan jelas.


Langkah mereka terhenti, yang tadi hendak ke kantin, malah berbelok ke taman kampus, lalu mereka duduk berdua.


"Kemana ya mereka berdua, tumben nggak ada kelihatan hari ini dikampus." Gumam Wulan sambil duduk.


"Jangan-jangan, Kevin kerumah cewek Lan, diantar Tedy." celetuk Asti membuat Wulan cemburu.


"Ah, gak mungkin dia ke rumah cewek" timpal Wulan.


Wulan mengambil handphone, lalu melihat ada pesan balasan dari Kevin.


"Sayang, kamu nggak usah khawatir. Aku sedang mengantar Tedy jengguk Dewi di rumah sakit."


Raut wajah Wulan kembali berseri, karena dapat kabar dari Kevin.


"Kenapa senyum - senyum sendiri" Asti penasaran. Sambil mengintip handphone milik Wulan.


Kamu ngintip ya? tenang aja Ti.


Tedy sama Kevin nggak ke rumah cewek kok. 


mereka pergi ke rumah sakit jenguk pacarnya Tedy.


"Haaah, pacar Tedy!" Sahut Asti Kaget, dengar Tedy sudah pacaran.


"Asti, kamu kenapa kok kaget gitu?" Sahut Wulan


"Jelas kagetlah, setauku Tedy kan belum punya pacar Lan." Sahut Asti.


Waaah, kamu ketinggalan info, Tedy pacaran udah lama loh.


Jangan-jangan kamu suka sama Tedy ya?


Wulan asal menebak, bahwa Asti suka dengan Tedy, karena dari tingkah dan raut wajah Asti sangat terlihat kesal, saat mendengar Tedy sudah punya pacar.


Asti merasa pundaknya dingin, seperti ada angin yang bertiup perlahan, lalu telinganya seperti ada yang memegang, bulu kuduknya perlahan berdiri, tapi dia tetap duduk hingga menoleh ke arah Wulan.


'Wulan diam saja nggak ngapa-ngapain, terus tadi siapa yang niup sama pegang telinga ku ya?' Asti bicara dalam hati.

__ADS_1


"Lan, ke kelas yuk" ajak Asti untuk meninggalkan tempat duduk.


Asti sudah nggak tahan menahan rasa takutnya, tapi enggan memberitahu Wulan.


__ADS_2