Saudara Kembar Dari Alam Ghaib

Saudara Kembar Dari Alam Ghaib
Mana Andi


__ADS_3

Wulan segera keluar dari toilet itu, Mita yang menunggu di depan, kaget melihat Wulan seperti mau muntah. Tangan Wulan menempel terus di perut dan tangan satunya memegang pinggang.


"Kak Wulan kenapa?" Tanya Mita.


Wulan hanya mengangkat tangan dan mengisyaratkan, agar Mita jangan dulu bertanya.


Aroma bau yang menusuk hidung, kini sudah hilang, sekarang Wulan bisa bernapas seperti biasanya dan perutnya sudah nggak mual-mual lagi.


"Maaf ya, tadi Kak Wulan nggak kuat nahan baunya sampai-sampai mau muntah." Ucap Wulan.


"Kirain Mita, kak Wulan hamil." Celetuk Mita.


"Mitaaaa, nggak boleh asal ceplos ya!" Tegur Wulan sedikit mengancam.


"Maafin Mita ya kak"


Wulan dan Mita melanjutkan mencari Asti, namun tak kunjung ketemu. Mereka akhirnya ke belakang kampus, sesuai tempat berkumpul yang di janjikan Kevin.


Saat mereka berkumpul untuk merundingkan hendak mencari kemana lagi, tiba-tiba angin bertiup kencang, daun-daun kering berterbangan, debu-debu menusuk wajah. Wulan dan Mita langsung bersembunyi di belakang Kevin, agar tak kena angin yang sedang kencang.


Hujan deras turun membasahi mereka berempat, dalam derasnya hujan, Tedy seperti melihat Asti sedang berjalan ke luar kampus. Tedy berlari mengejarnya.


"Ted, lu mau kemana? Teriak Kevin dalam ke adaan hujan deras dan angin kencang, mata sudah perih terkena air hujan."


Mau gak mau, Kevin dan yang lainnya menyusul Tedy. Kevin berlari sambil memegang tangan Wulan dan Mita.


Tedy sempat kehilangan jejak, dia terus berlari ke arah depan dan berbelok ke kanan, Tedy melirik kesana kemari, dan jauh di depan sana, terlihat kembali Asti yang sedang berputar melewati rumah kost yang Tedy tinggali.


"Asti tunggu..." teriak Tedy, namun Asti tetap melangkahkan kakinya tak tentu arah.


Hingga akhirnya Asti berhenti dan menendang pintu kost tempat mereka tinggal. Asti masuk ke dalam, Ibu kost dan Pak Mamat kaget melihat Asti menendang pintu.


"Asti, kamu kenapa dek" tanya Ibu kost.


"Mungkin Asti sedang kebelet" sahut Pak Mamat.


"MANA ANDI..."


"MANA ANDI, KELUAR, AKU TAU KAMU ADA DISINI!!!"


Asti yang sedang kesurupan menatap tajam Ibu kost.


Ibu kost dan Pak Mamat menahan Asti yang sedang emosi, Ibu kost dan Pak Mamat belum tahu kalau Asti sedang kerasukan Dewi yang sudah lama meninggal.


Tedy dengan cepat menahan Asti dari depan, namun tenaganya luar biasa, Ibu kost dan Pak Mamat beserta Tedy, terseret semua saat Asti melangkah.


Plaaaaaaak...


Tedy menampar Asti, tangan Asti dengan cepat membalasnya hingga Tedy terpental tiga langkah dan membentur tembok. Suara petir menggelegar, hujan terus turun semakin deras, Tedy yang sedari tadi kehujanan tubuhnya mulai menggigil kedinginan, namun karena panik, rasa dingin itu tidak dia rasa.


Kevin yang sedang mengejar Tedy kebingungan, Asti hilang belum ketemu, sekarang berganti Tedy yang hilang.


"Vin, mungkin nggak, Tedy mencari Asti ke kosan?" Ucap Wulan terpintas akan kosan.


Kevin mengangguk dan cepat lari ke kosan, hujan deras mereka lalui demi sahabatnya. Dugaan Wulan ternyata benar, saat mereka masuk, pintu depan kosan terbuka dan terlihat ada bekas tendangan di pintu.


"Tedy, asti dimana kalian...?" Teriak Kevin


Kuuuummmprrryaaaang....

__ADS_1


Buuuuk, geeedebuuuug


Kevin, Wulan dan Mita kaget mendengar suara piring pecah dan seperti ada seseorang yang tubuhnya terjatuh dan mereka langsunh menuju ke suara tersebut.


Di dekat tangga terlihat Asti sedang di pegang oleh tiga orang. Kevin langsung datang menghampiri Asti. Dengan gaya sok soan Kevin bertanya.


"Kamu siapa, kamu ingin apa, kenapa kamu merasuki tubuh Asti?" Tanya Kevin sambil melotot.


"MANA ANDI...?" Asti yang kesurupan hanya bilang mana Andi.


Kevin penasaran dan menanyakan lagi.


"Siapa Andi, kenapa dengan Andi, apa urusannya dengan Andi?" Tanya Kevin, terus menerus.


"ANDI HAHAHA... DIA HARUS MATI " 


"Pak Mamat, tolong buatkan kopi hitam" ucap Kevin.


"Apaan tuh, lontong tomat, emang ada?" Sahut Pak Mamat.


"Duh Bapak, jauh banget sih, kopi hitam sama lontong tomat, jadi gak seru nih." Sahut Kevin cemberut.


Lalu Kevin memberi isyarat pakai tangan. Dan Pak Mamat segera ke dapur membuat kopi hitam. Setelah selesai, Pak Mamat memberikan kopi hitam itu ke Kevin.


Kevin mengambil kopi itu lalu meminumnya.


"Sruuuuuput... emhhhh ah... mantap sekali, Sayang tolong pegang kopinya, hati-hati masih panas" Kevin menyuruput kopi yang nasih panas itu dan menyuruh Wulan untuk memegang kopi.


"Loh, loh, loh... kok kopinya di minum sama dek Kevin?" Ibu kost bingung.


"Tenang Bu, kak Kevin kalau udah minum kopi pasti bisa" ledek Mita.


Saat Mita ingin menjawab, Asti teriak-teriak nggak karuan. Dan di saat itulah mereka lengah, ternyata kopi yang masih panas itu di minum sama Wulan sampai habis.


Setelah Asti terkendali, Kevin meminta lagi kopinya.


"Sayang mana kopinya?" Kevin menanyakan kopi yang tadi di pegang Wulan.


Tanpa banyak kata, Wulan memberikan gelas kopi ke Kevin.


Aappaaaaaaaaaa....!!! Kemana ini kopi


Kevin kaget, melihat gelas yang di berikan Wulan telah kosong.


"Vin, tunangan lu kenapa? Ikut kesurupan juga?" Tanya Tedy heran


Lalu dengan kencang Wulan berteriak.


MINGGIR KALIAN SEMUA !!!


Wulan membentak semua orang yang berada disitu.


"Lepaskan Dewi" Wulan meminta melepaskan tubuh Asti.


Pak Mamat, Ibu kost dan Tedy akhirnya melepaskan tubuh Asti.


DEWI ADA KEPERLUAN APA KAMU KEMARI


JIKA KAMU MENYAKITI ASTI, AKU TIDAK AKAN MEMBANTUMU.

__ADS_1


PERGI SEKARANG JUGA DARI TUBUH ASTI.


Setelah Wulan berkata demikian, Asti tersadar dan langsung pingsan. Di susul Wulan yang tersadar namun tubuhnya terasa lemas.


Tedy membopong Asti di bantu Mita membawa tubuhnya ke kamar, sedangkan Kevin, memapah Wulan dan duduk di sofa ruang tamu. Wulan terlihat sangat lemas.


"Pak Mamat, nggak apa-apa kan?" Tanya Kevin.


"Owh kopi, habis kopi mah, ada susu murni, mau susu?" Sahut Pak Mamat.


"Nggak deh Pak, saya sudah punya susu masih belum di apa-apain." Wulan menggebuk tubuh Kevin, karena merasa pembicaraannya nggak jauh.


"Maaf ya dek, kuping Bapak pendengarannya kurang baik." Sahut Ibu kost.


"Nggak apa-apa Bu." Sahut Kevin.


Setelah mengurus Asti, Tedy dan Mita ke depan menghampiri Kevin.


"Bu mohon maaf atas kerusakan yang telah Asti lakukan, saya akan menggantinya." Tedy merasa bersalah karena Asti telah mendobrak pintu dengan cara di tendang.


"Nggak apa-apa dek Tedy, cuma goresan di pintu saja, kebetulan tadi pintunya tidak tertutup rapat." Sahut Ibu kost.


"Owh ya Bu, apa Ibu tau orang yang bernama Andi?" Tanya Tedy.


"Emh... gimana ya bilangnya, emhhh..." Ibu kost ragu ingin mengucapkan.


"Gimana Bu, apa Ibu tau, soalya baru kali ini saya melihat Asti sampai kesurupan?"


Tanya Tedy sekali lagi.


"Andi adalah anak Ibu yang paling tua, dia Ibu usir dua tahun yang lalu." Jawab Ibu kost.


"Apakah ada alasan Ibu sampai mengusirnya?" Tedy mulai penasaran


"Dia sering membuat Ibu naik darah, dan parahnya dua tahun yang lalu, Andi sempat bercerita bahwa dia telah memperk*sa seorang gadis, dan dia akan bertanggung jawab atas kelakuaannya itu, tapi entah kenapa setelah dia bercerita, tiga hari kemudian dia nggak pernah ke rumah Ibu lagi." Ibu kost menceritakannya tentang anaknya yang bernama Andi.


"Maaf Bu, dua tahun yang lalu dia bekerja dimana?" Tedy semakin penasaran.


"Dia dulu seorang dosen di kampus kalian, dek Tedy tunggu dulu sebentar" jawab Ibu kost.


Ibu kost pergi ke belakang, meninggalkan Tedy, Kevin, Wulan dan Mita.


"Vin, tadi aku kenapa?" Tanya Wulan.


"Jadi, tadi kamu nggak tau apa-apa? Terus yang minum kopi panas tadi kamu kan?" Tanya Kevin.


Wulan menggelengkan kepalanya, karena memang Wulan nggak tau apa yang telah terjadi, yang masih dia ingat hanya, memegang gelas dan sesudah itu, tubuhnya terkulai lemas.


Ibu kost, datang membawa album foto Andi, Tedy melihat-lihat foto Album Andi, saat di tengah album itu, terlihat Andi bersama mahasiswa dan mahasiswinya sedang foto bareng di area kampus.


Tedy mengambil foto itu, dan melihat satu persatu, orang yang ada di foto, dan di tengah kumpulan orang berfoto, Tedy mengenali, wajah wanita itu, ya dia adalah Dewi, dan di sampingnya adalah Andi.


"Ted, itu Ted..." Kevin menunjuk foto yang ada Dewi dekat dengan Andi.


"Iya Vin, gue udah Tau."


Saat Ibu kost itu sedang lengah, Tedy dengan cepat menyembunyikan foto itu ke saku celananya.


Tedy mengembalikan foto album ke Ibu kost. Kevin dan Wulan ijin pergi untuk ke kamar, Mita mengekor Wulan, sedangkan Tedy, melihat kondisi Asti.

__ADS_1


__ADS_2