Savior System

Savior System
Bab 135 : Hadiah Bagus


__ADS_3

Ding!


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Karakter Taylor dari Brave Nine]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item DynaCaps No 1 dari Dragon Ball


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Cup Kaguya dari Narutod Shippuden]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Bantal Penuh Liur Kazuma dari Konosuba]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Gaun Hitam Vermeil dari Kinsou no Vermeil]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Kemampuan Penglihatan Tembus Pandang dari Superman]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Binatang Psikis Kong dari King Kong vs Godzilla]


[Semua Tiket Lotere Telah Digunakan!]


Rentetan hadiah dari sistem terngiang dalam benak Agler, juga beberapa layar hologram transparan muncul menampilkan informasi hadiah.


"Seperti biasanya. Hadiah akan selalu ada yang ampas dan bagus."


Hadiah dari memutar lotere ini terbilang bagus dan ada beberapa yang sangat tidak berguna.


"Sistem, tolong keluarkan item bantal bekas Kazuma ini," pinta Agler pada Sistem.


Tidak masuk akal. Dari banyaknya hadiah di dalam lotere sistem Agler mendapatkan hadiah yang sangat ampas. Bukannya tidak berguna, namun masih ada bantal yang lebih baik untuk digunakan sebagai penahan kepala saat tidur.


Sangat tidak mungkin Agler menggunakan bantal bekas Kazuma yang penuh dengan air liurnya. Sudah ampas ditambah ampas lagi oleh kondisi bantal ini, bila kondisi baru itu masih memungkinkan untuk Agler gunakan, tapi ... ini sudah tidak mungkin.


Sebuah bantal putih dengan corak seperti pulau-pulau kecil dan besar tertempel di sana.


Sebelum Agler mengambilnya, bantal ini segera terbakar dan menjadi abu, bahkan abunya pun ikut terbakar.


"Aku lupa, aku sedang berada di permukaan matahari."


Niat Agler ingin membuang bantal ini ke matahari, tapi dia lupa dengan suhu tempat dia berbaring.


Suhu amat panas yang dapat membakar benda, bantal yang terbuat dari kain dan kapas tentu saja langsung dilahap api.


Mata Agler kembali melihat hadiah ini, dan dia tertarik dengan hadiah yang pertama kali dia dapatkan dari putaran lotere kali ini.


"Taylor?" ucap Agler sambil mengingat sesaat. "Apakah ini Taylor dari sebuah game?!"


Agler tersentak kaget setelah mengingat sosok Taylor yang ada di dalam sebuah game yang pernah dia mainkan di dunia sebelumnya.


Untuk memastikan apakah dia atau tidak, dia dengan sigap melihat keterangan pada hadiah ini.


[Frozen Heart Taylor : Seorang perempuan dengan karakter yang sangat dingin, sesuai dengan namanya dia memiliki hati yang dingin. Kesatria wanita dari sebuah kerajaan yang digulingkan oleh kekaisaran dan dia meloloskan diri dari pegangan kekaisaran yang jahat, hidup sebagai pejuang yang tak pernah berhenti untuk meningkatkan kekuatannya hingga dia berhasil mencapai tujuannya, yaitu membalas dendam. Kekuatannya yang dapat membekukan sesuatu yang disentuhnya.]


[Catatan: Ingatan membalas dendam Taylor akan dikunci, 100% tunduk pada Tuan Rumah.]


Seketika wajah Agler berubah, dia duduk di permukaan matahari yang panas dan melihat penjelasan dengan ekspresi yang cerah karena gembira.


"Taylor wanita cantik itu? Baru saja beberapa hari yang lalu aku mendapatkan wanita, kini aku dikirim wanita yang kuat dan cantik oleh Sistem."


Dalam hatinya Agler merasa senang karena kelompok harem semakin banyak, dan secara tidak langsung menambah varian baru.


Berbicara mengenai karakter ini, Agler cukup puas, mengingat sifat dinginnya wanita ini akan membuatnya lebih terlindungi dari predator penjahat kelamin.


Tidak hanya sikap, namun kekuatannya juga tidak bisa diremehkan. Wanita ini memiliki kekuatan es, hampir mirip dengan Rem yang memanipulasi es, hanya berbeda sedikit.


Taylor ini selalu membawa pedang yang besar dan panjang, serangan dari senjatanya inilah yang membuat dia sangat kuat, karena dalam sekali tebasan baja yang kuat pun robek dan terbelah, dan dicampur dengan kekuatan esnya yang dingin.


Wanita ini tidak mudah. Tentu Agler adalah penahannya atau pawang wanita ini.


"Kirim Taylor ke Istana Dewi, Sistem."


Tidak ada tempat lagi selain menempatkan Taylor di Istana Dewi, semoga saja dia tidak takut atau tidak suka pada tempat itu.


[Taylor telah ditempatkan di Istana Dewi.]

__ADS_1


Pandangan Agler beralih ke hadiah yang lain.


"Dynacaps?"


Hadiah selanjutnya belum pernah Agler dengar, dan cukup asing saat melihatnya, jadi dia langsung melihat penjelasan tentang hadiah.


[Dynacaps: Kapsul yang berisikan rumah, berasal dari ayah Bulma karena dia yang menciptakan kapsul ini. Hanya perlu melemparkan kapsul ke tanah yang lapang dan luas, dengan ledakan kecil rumah akan muncul di tempat kapsul terjatuh.]


"Oh, aku tahu ini!"


Sebuah kapsul yang dahulu saat dirinya kecil idam-idamkan, karena dulu dia sempat berkhayal memiliki kapsul ini setelah menonton animasi tersebut.


Barang ini cukup keren, Agler dengan senang hati menerimanya.


"Tolong taruh benda ini di ruang sistem."


[Item telah diletakkan di ruang sistem.]


Setelah mendengar respon dari Sistem, Agler melanjutkan lagi melihat hadiah berikutnya.


"Sejak kapan Otsutsuki Kaguya memakai cup? Apakah di jaman itu sudah ada yang memproduksi barang seperti cup?" gumam Agler yang terheran melihat hadiah berikutnya yang adalah cup penopang wanita.


"Tapi itu bukan masalah, letakkan saja di ruang sistem."


[Item telah diletakkan di ruang sistem.]


"Hehe, hadiah ini cukup menarik. Tanpa penjelasan pun aku pasti menerimanya. Langsung letakkan juga hadiah selanjutnya," perintah Agler sambil menggosokkan tangannya.


[Gaun hitam Vermeil telah diletakkan di ruang sistem.]


"Aku tidak sabar melihat Cass dan yang lainnya memakai gaun ini." Agler berkata dengan senyum cabul di wajahnya.


"Sangat seksi pastinya. Boba besar yang dibungkus kain hitam tipis akan terlihat menarik dan enak dipandang dimata ...." Agler melihat ke suatu arah, namun pikirannya melayang entah ke mana.


"Hehe~"


Tertawa kecil seraya membayangkan Taylor ketika memakai gaun hitam yang seksi.


[Maaf mengganggu, Tuan.]


[Hanya sekadar mengingatkan bahwa masih ada hadiah yang perlu dilihat oleh Tuan Rumah.]


Pengingat Sistem berbunyi, membuat Agler langsung pulih dari lamunan sesatnya


"Hehe maaf-maaf." Agler tersenyum kaku setelah ditegur oleh Sistem.


Hadiah berikutnya adalah kemampuan super penglihatan tembus pandang Superman. Sekali mendengar Agler telah paham dengan kegunaan dan fungsinya.


Penglihatan yang dapat melihat sesuatu yang dihalangi oleh benda fisik. Disertakan dengan kemampuan untuk pembesaran titik fokus objek hingga dia dapat melihat ke sub atom.


Akan tetapi, penglihatan ini memiliki kelemahan yakni tidak dapat menembus timah yang memiliki elektron yang sangat banyak hingga kerapatan benda logam ini sangat tinggi.


Syukurnya Sistem menghilangkan kelemahan itu.


[Apakah Anda ingin mengintegrasikan kemampuan?]


[Iya/Tidak]


"Tentu saja iya, kemampuan ini cukup bermanfaat."


Kemampuan yang keren, Agler dapat melihat sesuatu yang ada di balik baj- maksudnya di balik tembok kamar mandi. Takut akan ada maling atau penjahat yang bersembunyi di sana.


[Mulai proses integrasi ....]


Detik selanjutnya, Agler merasakan sedikit gatal pada kedua matanya. Rasa gatal ini sangat menggangu seiring waktu berjalan, namun sebisa mungkin Agler tahan dan tidak mengucek matanya untuk meredakan gatal.


Beberapa menit berjalan, akhirnya rasa gatal yang sangat kuat itu menghilang.


Sepasang matanya telah dia tutup saat proses penyatuan berjalan, ini dilakukan untuk meringankan rasa tak enak di matanya.


Perlahan mata itu terbuka, dan Agler segera mencoba untuk mengaktifkan kemampuan barunya.

__ADS_1


Mengarahkan pandangan pada planet Merkurius di depannya, Agler mengaktifkan penglihatan x-ray.


Seketika dia melihat planet Merkurius membesar dari sudut pandangnya. Agler memperkirakan bahwa penglihatannya bisa mencakup hingga jarak 10.000 kilometer. Ini hal yang sangat luar biasa.


Mengingat bahwa pandangannya yang dapat menembus benda memiliki fisik yang menghalangi sesuatu di baliknya, kemampuan ini cukup berguna untuk situasi tertentu.


"Keren! Aku menyukai kemampuan ini." Agler mengangguk puas sambil mencoba mengaktifkan lagi kemampuannya.


Selama beberapa menit Agler melakukan percobaan dan dia berhenti menggunakan penglihatan tembus pandang.


"Binatang Psikis? Ada teman baru lagi kali ini." Agler melihat hadiah terakhirnya, ini hadiah binatang psikis, dan ia cukup mengenalnya.


[Kong: Kera Prasejarah atau golongan titan Bumi dari Monsterverse, memiliki ukuran 110 meter dan memiliki senjata kapak batu yang kuat. King Kong memiliki perasaan pada manusia, dan kecil kemungkinan untuk menyerang manusia.]


"Kong makhluk titan yang aku kagumi setelah Godzilla, mereka menjaga Bumi dari jutaan tahun yang lalu."


Diingat kembali sejarah pada film kong, mereka berdua adalah penjaga Bumi dan melawan makhluk yang datang untuk menghancurkan Bumi, contohnya adalah Ghidorah.


"Letakkan saja di ruang binatang psikis, Sistem." Agler meminta untuk memindahkan Kong ke ruang khususnya.


Semoga saja dia akrab dengan yang lainnya di sana, juga seharusnya dia senang karena ada beberapa monster yang dari dunia asalnya.


Menarik nafas dalam-dalam, Agler bangkit dan melayang di atas permukaan matahari yang hangat baginya.


"Aku harus pergi ke Aquater, lalu mengeluarkan Taylor di sana ...." Agler terdiam sesaat sebelum melanjutkan kalimatnya, "Pasti mereka akan marah lagi. Aku harus siap hati untuk menghadapi ucapan mereka ketika marah."


Wajah Agler terlihat pasrah sekarang. Memikirkan dampak dari Taylor yang bergabung dengan haremnya membuatnya sedikit tidak baik. Tapi itu bukan masalah, resiko harus ditanggung, semua perbuatan pasti ada efek sampingnya.


Memandang ke arah planet Merkurius di depan, Agler bersiap untuk terbang menuju rumah.


Whooshhh ...!


Sosok Agler menghilang tanpa jejak, lintasan garis putih terlihat membentang ke arah Aquater berada dan itu terus memanjang setiap detiknya.


Hanya butuh beberapa detik, Agler tiba di langit kota Jakarta, kemudian dia menghilang lagi setelah memandang ramainya kota Jakarta.


"Aku pulang!"


Agler mendorong pintu rumah dan berjalan masuk ke dalam.


Saat masuk dia langsung disambut oleh wanita kembar yang lucu, dan mereka tanpa izin mencium pipi Agler sekilas.


"Tumben kamu pulang siang hari seperti ini," ucap Rem yang melihat Agler sedang duduk santai di sofa.


"Benar, biasanya kamu pulang ke rumah saat sore menjelang." Ram menambahkan.


Agler melempar senyum dan membalas menatap mereka berdua. "Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kuberi tahu pada kalian.


"Apa itu?" Ram dan Rem berkata bersamaan dan terlihat penasaran.


"Tunggu, aku akan mengambilnya."


Tanpa menunggu jawaban mereka berdua, Agler pun menghilang setelah berbicara.


"Kau tahu apa yang akan diambil Agler?" tanya Ram pada Rem yang ada di sebelahnya.


"Tidak tahu, tapi aku merasakan sesuatu yang tidak enak." Rem menjawab dengan hati gelisah.


Ram mengangguk, "Aku juga merasakan hal yang sama."


"Tapi kita harus berpikir positif dan tidak berprasangka buruk, mungkin saja Agler mengambil barang yang baik," kata Rem.


"Benar, aku berusaha untuk itu."


"Kita menunggu saja di sini dan lihat apa yang dibawa olehnya." Ram berkata sambil melihat Rem di sampingnya.


"Baiklah," jawab Rem mengangguk setuju.


Di sebuah Istana yang megah nan mewah.


Sosok perempuan sedang berdiri terlihat linglung tidak mengerti, dia melihat area sekitar penuh minat.

__ADS_1


"Aku sedang ada di mana?"


__ADS_2