
"....."
Semua orang membeku, ucapan Agler tidak diduga-duga oleh mereka.
Suasana menjadi aneh dan canggung, warga Indonesia yang mendengar ini langsung tertawa terbahak-bahak.
Di langit arena pertempuran, raut wajah Czar Draith menjadi marah, dia menghembuskan nafas kencang dari lubang hidungnya.
Energi merah yang menyelimuti tubuhnya menjadi membengkak dan semakin kuat.
Czar Draith melihat ras Draith-nya benar-benar musnah oleh pasukan Agler.
Jleb!
ThunderGolem menusuk leher Draith terakhir yang hidup dengan belati petirnya, kemudian menebas kepalanya hingga putus.
Melihat darah Draith terakhir yang bercucuran di tanah dengan mata kepala bantengnya sendiri, dia langsung melepaskan semua amarahnya yang terpendam di dalam tubuhnya.
Graaaahhhhhh!
Dia meraung kencang ke langit, energi merah dari tubuhnya meledak hingga membuat gelombang angin yang luas beberapa ratus meter jauhnya, semua Golem yang ada di radius ledakan langsung hancur berantakan, dan bola energi yang ada pada tubuhnya terkikis menjadi kecil.
Setelah berteriak marah, dia menatap pasukan golem yang ada di bawah, matanya menjadi tajam.
Bang!
Dalam sekejap, Czar Draith muncul di depan ThunderGolem dan menebasnya sampai hancur.
Agler yang melihat ini sedikit terkejut, kalau bukan kecepatan matanya yang lebih cepat mungkin dirinya tidak bisa melihat gerakan pemimpin Draith ini.
Czar bergerak lagi, seketika muncul di depan ThunderGolem tidak jauh darinya.
Bam!
Dia memukul ThunderGolem dengan dua kapak ditangannya.
ThunderGolem terbelah-belah dan jatuh ke tanah, Czar terus bermunculan dengan cepat menebas Golem Agler yang ada paling dekat dengannya.
Hanya dalam beberapa menit, pasukan Golem Agler tersisa setengahnya.
"ThunderGolem yang begitu cepat tidak bisa melawannya, mereka tidak bisa melawan pemimpin Draith."
Segera Agler mengendalikan setengah pasukan Golemnya untuk mundur.
"Tuan, biar Great Red yang melawan si Jelek ini!" Great Red berbicara melalui telepati, dan dia bersedia untuk melawan pemimpin Draith ini.
"Jangan, Red ..."
"Biar aku saja."
Dia kemudian mengambil langkah ke depan menuju Czar Draith yang jauh darinya.
"Kalian berdua mundur dan berjaga-jaga bila ada portal baru yang muncul."
Langkah kaki Agler semakin cepat, kecepatannya berjalan terus meningkat hingga dia berlari.
Dia berlari hingga mendekati kecepatan suara.
Detik berikutnya....
Baaamm...
Tanah yang dipijak Agler menjadi retak, dan dia menghilang.
Tiba-tiba dia berada di depan Czar Draith, lalu memukulnya dengan keras.
Dengan cepat, Czar Draith bereaksi lalu menahan pukulan Agler dengan kedua kapaknya.
Boommm!!!
Gelombang kejut super sonic tercipta oleh benturan keras antara pukulan Agler dan dua kapak energi merah Czar Draith.
Dalam radius 200 meter, tanah menjadi retak, menjadi bongkahan tanah yang terpental ke segala arah.
Tapi, Czar Draith menahan serangan Agler hanya beberapa detik saja, kekuatan pukulan Agler terlalu kuat, dan dia terpental terbalik di detik berikutnya, lalu tubuhnya menabrak permukaan tanah dan menggerusnya sejauh 1 kilometer.
Memandang kepalan tangannya yang berasap, Agler bergumam, "Mungkin aku terlalu banyak mengeluarkan kekua- ..."
Baaammm!
Tubuhnya tiba-tiba dihantam oleh sesuatu yang sangat keras, dan dia langsung terpelanting jauh.
Whooshhh...
Retakan tanah muncul ditempat Agler baru saja berdiri.
'Dari mana itu!' Agler yang sedang terpental jauh mencari tahu siapa yang memukulnya.
__ADS_1
Dia pun melihat si kepala banteng bersayap ini ada di tempat dimana dia berdiri.
Dengan cepat, dia mengubah posisinya di udara, lalu terjatuh di tanah dan dua kakinya menahan efek dorongan dari pukulan yang keras tadi.
Seketika dua garis yang panjang terbentuk di permukaan arena pertempuran.
Melihat kejauhan ke arah Latan, Agler memandang dia yang sedang menatap dua kapaknya yang perlahan hancur menjadi kepingan besi yang jatuh ke tanah.
"Dia baru saja memukulku dengan kapaknya?"
Melihat ke tubuhnya, dan dia tidak melihat ada kerusakan maupun goresan di Garuda Surplice-nya.
Agler menatap kembali Czar Draith, dan Latan sang Czar Draith membalas menatap matanya.
Selama puluhan detik mereka saling bertatapan.
Detik berikutnya mereka hilang dari tempatnya.
Boomm!!
Bang!!!!!
Mereka berdua muncul di udara saling baku hantam satu sama lain.
Gelombang kejut muncul terus menerus, menimbulkan suara yang sangat keras di udara, dan membuat tanah yang di sekitarnya hancur.
"Hei Bodoh! Apakah kamu bisa melihat pergerakan mereka?" Great Red yang melihat dari jauh mereka berdua yang sedang bertarung dan bertanya kepada Ancalagon yang ada di sampingnya.
Ancalagon menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa melihat pergerakan mereka berdua karena terlalu cepat.
Saling memukul berlangsung selama setengah jam, tetapi mereka semua tidak bosan melihat mereka berdua bertarung.
Setiap kali mereka berdua beradu pukulan di permukaan arena pertempuran, tanah langsung terguncang dan ledakan yang dihasilkan oleh tabrakan antara dua kekuatan membuat kawah besar di bawahnya.
Pemandangan yang sangat luar biasa.
Pertarungan 1vs1 yang sangat sengit, mereka bergerak hampir mendekati 3 kali kecepatan suara.
Kekuatan mereka terlihat seperti seimbang.
Bammm!
Benturan antara kepalan tangan dengan kepalan tangan terjadi, membuat gelombang angin yang dahsyat di langit.
Adegan berikutnya mereka terbang berbalik ke belakang, dan terpisah.
Tampak Agler yang tidak terluka sama sekali bahkan Garuda Surplice-nya tidak lecet sehelai pun di armor-nya.
Latan berdiri dari tumpukan bongkahan tanah, tubuhnya dipenuhi luka memar dan penyok seperti body mobil yang tertabrak sesuatu yang keras.
Tapi, energi merah kemudian mengisi luka itu, hanya dalam beberapa kedipan saja, cedera akibat pukulan Agler sembuh dan menghilang.
"HAHAHA ...."
"BAGUS, BAGUS KAMU BISA MEMBUATKU LUKA SEPERTI INI!"
"NAMUN SAYANGNYA KAMU BELUM BISA MEMBUATKU KALAH DALAM PERTARUNGAN INI!"
"AKU MENGAKUI KEKUATANMU WAHAI MANUSIA!"
"AKU AK-...."
"Bacot!!!"
Suara Agler memotong perkataan Latan si Czar Draith.
Mendengar ucapan Agler, dahi Czar Draith langsung berdenyut keras tampak jelas sekali dia menahan rasa marah.
Agler menatap Czar Draith dengan mata yang meremehkan, lalu berkata dengan nada arogan, "Selama aku bertarung denganmu aku mendapatkan kesimpulan ...."
"Kukira kamu adalah yang memiliki aura kuat itu, ternyata itu bukan, tapi itu berasal dari benda panjang di punggungmu ...."
"Ketika aku melihat aliran energi merah yang melimpah yang mengalir ke tubuhmu dari benda panjang itu ... aku tersadar."
"Bahwa yang aku lawan selama setengah jam ini bukan makhluk yang kuat, tapi hanya Draith lemah yang dibantu oleh sesuatu yang kuat ...."
"Seharusnya yang disebut makhluk lemah adalah bukan manusia ...."
"Melainkan ... KAU WAHAI DRAITH YANG LEMAH~"
Sudut mulut Agler tersenyum aneh setelah berbicara, tampak seperti menahan tawa karena sesuatu yang lucu.
"Bwahahaha ... Cuaakkzzz!"
"Lawak banget ini makhluk!"
Akhirnya dia tidak menahan tawa, dan dia tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Agler sampai habis, kemarahan Latan pun ikut habis.
Dia menatap Agler yang melayang di udara dengan tatapan yang membunuh.
"SIALAN!"
Latan mengumpat untuk Agler, dia sekarang tidak bisa lagi seperti ini.
"Apa?"
"Mau bertarung lagi?"
"Oh iya ... aku lupa memberitahumu sesuatu ...."
Agler masih masih mempertahankan sikap meremehkannya.
"Pertempuran tadi aku hanya memakai 5% dari kekuatan penuhku."
Benar, Agler tidak memakai kekuatan penuhnya dalam pertempuran, bahkan tidak 5% dari kekuatannya.
Amarah Latan mencapai puncaknya, energi merah terus terpancar menyelimuti tubuh hingga membentuk cangkang kepompong.
Mendarat di tanah sambil memperhatikan Draith satu ini.
Cangkang merah terbentuk hingga berdiameter sekitar 10 meter.
Kepompong merah ini terlihat berdenyut mengeluarkan cahaya merah dari dalam.
Berdengung!
Suara dengungan muncul, tetapi semakin lama semakin cepat suaranya.
Sinar merah mengikuti suara dentuman itu muncul.
"Sampai kapan dia berevolusi seperti ini ... hoamm~"
Agler mengantuk menunggu Czar Draith keluar dari cangkangnya.
Alasan dia menunggu bukannya menyerang karena dia ingin tahu seberapa kuat Czar Draith setelah keluar dari evolusinya.
15 menit berlalu, tiba-tiba sinar cahaya merah membelah cangkang kepompong menjadi beberapa bagian.
Perlahan keluarlah makhluk berpenampilan baru.
Makhluk ini sosoknya memiliki tinggi sekitar 5 meter, wajah mirip seperti manusia dan tubuhnya berotot tetapi warna tubuhnya tetap berwarna merah, memiliki sepasang tanduk di kepalanya yang mengarah ke belakang.
Kekuatannya 3 kali lebih kuat dari sebelumnya.
Di punggungnya masih ada sepasang sayap, lebarnya lebih dua kali lipat dari tinggi tubuhnya, dan di tangannya dia memegang pedang bermata dua yang terlihat aneh.
Panjang pedang ini sekitar 7 meter, bilahnya memiliki corak garis merah yang menjulur tak beraturan ke seluruh bilah seperti retakan, tetapi pemisah antara bilah dan gagang pegangan ini berbentuk sepasang tanduk domba yang melingkar menyamping.
Energi merah yang melingkari bilahnya terasa sangat kuat.
Agler yang menatap dari jauh merasakan aura kuat ini yang berasal dari pedang itu, tetapi dia masih yakin bahwa dirinya bisa mengalahkan monster ini.
"Penampilan yang lebih bagus dari pada yang sebelumnya, sekarang sopan jika aku memandangnya ... hahaha!" kata Agler sambil menertawakan Latan ini.
Mulut Latan berkedut, lalu dia berkata dengan nada yang tinggi, "BAJINGAN! AYO KITA AKHIRI PERTEMPURAN TERAKHIR KITA!"
"Oh?"
"GUNAKAN SEMUA KEKUATANMU ... AKU KHAWATIR KAMU TIDAK BISA MENGAMBIL SATU SERANGANKU SAMA SEKALI!"
"HAHAHA!"
Czar Draith kembali ke penampilan arogannya, karena dia merasa bahwa Agler tidak akan bisa menahan satu serangannya saja.
"Yakin dek?"
Suara itu keluar, seketika aura Agler dikeluarka, dia selama ini menyembunyikan dominasinya.
Aura ungu bercahaya di setiap armor Garuda-nya, semua orang saat melihat mereka berdua, tubuh mereka semua gemetar, dan merasakan krisis akan kematian yang sangat kuat.
Czar Draith yang melihat Agler juga merasakan akan aura yang sangat mendominasi ini, keyakinan akan menang pun menjadi goyah.
"Oke, aku akan mengeluarkan kekuatanku ...."
"Jadi ayo kita selesaikan ini!"
Agler berkata sambil menatap Latan yang jauh di depannya.
"BAIK, KITA AKAN SELESAIKAN DALAM PERTEMPURAN HIDUP DAN MATI!"
Czar Draith berdiri tegak, dan memandang sosok Agler.
Sekarang, Pemenang akan terlihat setelah pertarungan ini.
__ADS_1