
"Mau makan apa?"
Agler berkata pada Alyona, Taylor, Cass, Ghinava dan Svalia yang berjalan di sampingnya.
"Terserah kamu saja, sayang."
"Aku juga sama."
"Aku ikut kamu saja."
"Apapun yang kamu pilih pasti aku makan."
"Aku juga ikut bagaimana kamu saja."
Kelima wanitanya merespon bergantian, semua jawaban mereka sama maknanya, yaitu mengikuti pilihan Agler.
"Oke, kalau gitu kita pergi ke restoran saja, tidak jauh dari sini," kata Agler pada wanita-wanitanya yang berjalan si sampingnya.
"Oke!" Kelima wanitanya berkata hampir bersamaan.
Mereka berenam berjalan menuju restoran yang telah dia pesan mejanya melalui Jarvis.
Berjalan di sisi jalan sambil melihat orang-orang yang berdagang.
Namun, anehnya mereka semuanya banyak yang melihat ke arah Agler. Pandangan orang yang ada di jalan memusat pada Agler dan kelima wanitanya.
Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian orang. Satu laki-laki dikelilingi lima wanita cantik yang sangat indah.
Paras wajah dan bentuk tubuhnya, kelima wanita ini sangat cantik, keseluruhan orang begitu menawan dan elegan.
Memakai pakaian kaos dengan celana levi'z mereka berlima sudah terlihat cantik.
Mereka semua berniat ingin berkenalan, namun saat mereka semua melihat Agler, niat itu langsung dibatalkan.
Agler yang tinggi dan tampan, memiliki tempramen bak seorang pangeran, mereka semua langsung mundur dalam sekali lihat.
"Kalian mau ini?" Agler berkata kepada mereka berlima sambil menunjuk sebuah gerobak yang ada di pinggir jalan.
"Ini apa?" Taylor bertanya pada Agler dengan penasaran.
"Iya, itu apa?" Svalia juga ikut menanyakan sesuatu yang ditunjuk oleh Agler.
"Kulfi namanya, semacam eskrim. Kalian mau?" Agler menawarkan minuman atau makana eskrim khas India ini.
"Mau!" Svalia dan Ghinava menjawab dengan semangat.
"Aku juga," jawab Taylor dengan dingin
"Aku ingin mencobanya," balas Cass sambil menatap kulfi yang masih ada di dalam cetakan es.
"Aku mau!" Alyona juga menjawab dengan penasaran.
"Oke," kata Agler ringan.
Mereka berenam berjalan bersama menuju tukang yang yang berjualan Kulfi asal India.
Di sekitarnya banyak yang mengikuti, mereka mengira Agler dan yang lain adalah seorang Artis.
Tapi, ada beberapa dari mereka yang menyebut nama Alyona, mungkin mereka pengikut Instagremnya.
Orang-orang di sini banyak mengambil foto mereka berenam dari jauh, tapi tidak ada yang berani mengajak selfi.
Berhenti di depan gerobak penghasil kulfi, Agler memesan enam kulfi untuk mereka.
Setelah semua telah selesai diberikan.
Agler dan lima wanitanya segera pergi ke restoran cukup mewah.
Sebenarnya Agler ingin mencoba jajanan jalanan di sini, namun mengingat betapa ramainya saat mereka di jalan raya, Agler memutuskan untuk tidak melakukan itu, rawan akan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Sesampainya di restoran khas India yang telah dipesan, berbagai macam makanan telah disediakan oleh pihak restoran. Samosa, Nasi Biryani, Pav Bhaji, Pani Puri, Masala Dosa, dan lain-lain. Semua makanan yang pernah dia lihat di Yutup ada di sini.
Wanitanya yang melihat ini tentu saja penasaran dan tidak sabar untuk mencoba.
Alyona menyempatkan diri untuk mengambil gambar yang cantik dari makanan ini untuk disebarkan pada Instagremnya.
Seperti kebanyakan orang, walaupun Alyona bukan manusia biasa lagi karena dirinya tidak akan tua dan akan selalu muda, dia masih senang dengan kebiasaannya layaknya seorang manusia yang hidup di zaman ini.
__ADS_1
Pada hakikatnya Alyona tetaplah manusia.
"Selamat makan!" Mereka berenam berkata berbarengan.
Tangan mereka semua terulur untuk mengambil makanan yang ingin mereka coba.
"Cukup enak."
"Rasanya asing tapi masih lezat."
"Aku baru tahu ada rasa seperti ini di dunia."
"...."
Berbagai komentar dilontarkan oleh wanita-wanita Agler. Sementara itu, Agler hanya diam menikmati makanan, dan menikmati perasaan saat pertama kali mencoba makanan ini.
Berbicara tentang wanita-wanita yang tiba-tiba ikut Agler ke India.
Pada awalnya mereka tidak tahu bahwa Agler melakukan perjalanan ke berbagai negara, karena Alyona berkata semuanya, mereka tidak marah pada Agler, melainkan ingin ikut berwisata.
Seperti yang Agler duga, mereka pasti akan ikut. Bukan apa-apa, Agler takut mereka semua kenapa-kenapa, juga khawatir akan ada kejadian yang tidak terduga, seperti monster yang aneh datang menyerang Bumi. Anak-anak juga takutnya ikut dan tidak fokus dengan ujian kelas yang sedang diselenggarakan.
Syukurnya yang ikut hanya empat orang tambahan, karena anak-anak tidak bisa ikut, mereka sekolah. Adena ada mata kuliah, rem dan ram harus menjaga anak-anak juga, mereka berdua ikut menjaga anak-anak dan memantau tumbuh kembangnya. Mirage, Ayu Lara, dan Ada Wong mereka bertiga harus bekerja, dia tidak bisa cuti mendadak.
Orang yang bisa ikut hanya kelompok yang bekerja di Kafe, mereka berempat bisa tutup dan buka tokonya sesuka hati.
Pekerjaan mereka bagaikan hobi. Bahkan, jikalau usaha mereka bangkrut, mereka masih ada Agler yang mendukung usaha mereka yang ingin dijalankan.
Namun, sayangnya itu tidak terjadi, kafe Cass dan yang lain semakin berkembang, bahkan sudah membuka tiga cabang dalam kurun waktu beberapa bulan.
Kembali ke topik, mereka berempat ikut ke Swiss keesokan harinya dengan terbang bersama Agler. Lalu dengan bantuan Jarvis semua persyaratan dan kelengkapan mereka untuk bepergian telah diselesaikan, tidak ada hal yang mencurigakan.
Pramugari pun langsung mundur, mereka tidak lagi menggoda Agler setelah tahu bahwa pria pemilik jet pribadi memiliki banyak wanita yang cantiknya kelas atas, artis Hentongwood pun kalah kecantikannya oleh wanita-wanita yang dibawa oleh pria kaya ini.
Artis kipep tidak ada apa-apanya dibandingkan kecantikan wanita Agler.
Bukan hanya cantik, di antara mereka memiliki kekuatan yang di luar nalar manusia.
Setelah makan di restoran cukup mewah dan bersih ini, Agler dan wanitanya pergi ke destinasi wisata utama mereka datang ke sini.
Agler minta pengawalnya untuk menyewa mobil mewah agar mereka bisa pergi ke Taj Mahal.
Mobil mewah itu melaju melalu rute yang sudah ditentukan oleh GPS.
Kali ini bukan Agler yang mengemudi melainkan pengawalnya yang memiliki kepala botak dan badan kekar.
Tetapi Agler rasa, sekali dia sentil pengawal ini pasti akan mati.
Tidak sampai satu jam, mereka sampai di lokasi tujuan.
Keluar dari mobil, Agler dan wanitanya berjalan ke Taj Mahal.
Sebuah bangunan megah terlihat dengan jelas di depan mereka semua, Alyona dan yang lain mengambil ponselnya dan memotretnya.
Mereka semua menghormati bangunan ini sebagai keajaiban dunia.
Meski mereka tahu bahwa Agler yang sebenarnya entitas keajaiban dunia.
Mendatangi bangunan besar ini, wanitanya menatap dengan begitu lekat pada bangunan megah ini.
Hingga seseorang pria yang cukup tua menghampiri Agler dan menjelaskan sejarah bangunan ini.
Di sana mereka melihat-lihat bangunan sampai berjam-jam, juga berfoto bersama.
Banyak yang meminta foto pada wanitanya, Agler mengizinkan tetapi dia pantau setiap gerak-gerik orang yang meminta berfoto.
Agler sudah tahu rumor banyak yang mencopet, Agler harus memasang kewaspadaan terhadap mereka ini.
Haris sudah mulai sore, Agler membawa wanitanya kembali ke hotel.
Makan siang telah ditunda, jadi mereka makan siang di waktu yang sedikit lagi menjelang sore.
Sehabis mereka makan, hari sudah menjelang malam, ini sudah saatnya mereka untuk kembali ke rumah dan makan malam di sana.
"Kita pulang!" Agler berseru seperti normalnya.
Mereka berdelapan dengan tambahan Mirage dan Ada Wong. Ayu biasanya sudah ada di rumah sebelum makan malam dimulai.
__ADS_1
Satu keluarga beranggotakan yang banyak ini makan bersama dalam satu ruangan.
"Bagaimana di sana tadi?" Adena bertanya sambil mengajarkan anak-anak yang mengerjakan tugas sekolah.
Agler yang sedang memangku Nayla pun menjawab, "Ramai sekali, bahkan Ghinava dan yang lain terasa seperti artis. Banyak yang meminta berfoto."
"Benar, tapi kita di sana merasakan beberapa makanan yang benar-benar berbeda dengan makanan yang ada di Indonesia," jawab Svalia sambil bermain boneka dengan anak-anak perempuan.
"Banyak sekali makanan yang cukup unik dan rasanya asing di lidah kita." Cass menambahkan sambil membawa cetakan agar-agar yang telah diisi ke dalam kulkas.
Taylor yang duduk di sofa samping Agler pun mengangguk. Alyona yang bermain dengan Nayla di pangkuan Agler pun sama, ikut mengangguk.
"Aku ingin ke sana, soalnya aku sering melihat video di internet yang menampilkan makanan pinggir jalan yang terlihat enak," Adena berkata pada mereka.
"Aku juga pernah lihat, walaupun terlihat asing bagi kita visualnya, tetapi semakin lama dilihat semakin ingin kita coba." Ayu juga memiliki rasa minat yang sama dengan Adena.
"Bukannya di sana kurang higienis?" Mirage berkata sambil memangku anak perempuan yang minat dengan ilmu keuangan.
"Tidak juga, di sana ada yang higienis, tapi harganya berbeda dengan ada yang di jalan." Cass menyahut dan membawa lagi satu cetakan besar agar-agar untuk diletakkan di dalam kulkas.
Cass sedang sibuk membuat cemilan untuk besok anak-anak makan.
Sementara itu Ibu Naimah dan Suami mendengarkan obrolan mereka sambil membimbing anak-anak yang masih sibuk mengerjakan tugas sekolah.
Anak-anak sebagian ada yang telah mengerjakan dan ada yang belum, Ibu Naimah dan wanitanya suka mengajarkan lagi anak-anak ini agar paham. Ternyata meski ada ulangan, mereka tetap diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.
"Rem, apakah kamu tahu makanan negara India?" Ram berkata pada Rem yang sedang membantu anak laki-laki yang masih belum selesai mengerjakan tugas matematika.
"Tidak, tapi aku sempat lihat di televisi makanan itu, aku tidak begitu memperhatikan namanya," sahut Rem sambil menatap Ram.
"Aku juga sama, aku jadi penasaran untuk ikut berkeliling dunia." Ram berkata tiba-tiba.
Rem pun mengangguk, "Aku juga, saudariku."
Percakapan mereka malam ini membahas negara India, entah makanan, bangunan, dan budaya.
Waktu untuk tidur malam datang, anak-anak diantar oleh Ibu Naimah dan yang lain untuk tidur.
Setelah semua anak-anak tidur di kamarnya masing-masing, Agler dan wanita-wanitanya bergegas ke kamar utama.
Dalam sana mereka memulai permainan yang sangat seru dan menegangkan bagi Agler.
...----------------...
Dua hari berlalu, Agler dan kelima wanitanya telah resmi kembali ke Indonesia, perjalanan World Tour akan dilanjutkan jika ada waktu kesempatan.
Ayu dan Adena juga wanita yang tidak ikut di hari pertama, semuanya ikut di hari terakhir.
Mereka semua menyempatkan waktu untuk pergi ke sana meski dengan cara ilegal, yakni Agler membawanya dengan kekuatan terbangnya.
Para wanita ini pada awalnya sangat terkejut merasakan sesuatu yang sangat menakjubkan, terbang adalah keinginan manusia dari zaman dahulu.
Wanita ini berteriak kegirangan selama mereka terbang.
Saat mereka terbang, Agler memanipulasi radar dengan cara menyuruh segerombolan burung untuk terbang menutupi mereka, meski begitu mereka masih bisa melihat pemandangan berbagai negara juga luasnya laut saat pergi ke India.
Jarvis ikut membantu Agler, dia memanipulasi satelit di luar agar tidak melacak Agler.
Mereka aman ketika terbang ini.
Hari terakhir, Agler membawa sebelas wanita kecuali Sword Maiden ke India. Agler menjadi sensasi lagi di sana.
Secara tidak langsung Agler menjadi idola para pria di India juga sekitarnya karena memiliki wanita yang banyak.
Tetapi, saat mereka menguploadnya di internet video Agler, Jarvis akan membuat buram foto tersebut. Semua wajah wanitanya termasuk Agler dihilangkan.
Semua internet Agler pantau melalui Jarvis.
"Akhirnya berendam di matahari lagi." Agler berbaring santai di permukaan matahari sambil melihat benda gelap yang mengisi tata surya ini.
"Hari ini adalah hari yang tepat untuk bersantai, namun aku juga harus meningkatkan kekuatanku." Agler bergumam pada dirinya.
"Omong-omong kau sudah lama tidak mengirimku tugas, Sistem," ucap Agler pada Sistem yang telah lama tidak mengeluarkan suaranya.
[Ding!]
[Misi Sepuluh Ribu Dunia Telah Dikeluarkan!]
__ADS_1
"Hahaha! Akhirnya!!!" Agler tertawa kesenangan setelah mendengar pengingat Sistem ini.
Setelah lama dia menunggu, Misi Sepuluh Ribu Dunia muncul kembali. Semoga saja dunia ini akan seru dan dia dapat bertemu dengan karakter idolanya saat dia kecil.