
Satu minggu berlalu tanpa adanya kesan yang mendalam, selama satu minggu ini Agler manjadi sangat terkenal, karena wajahnya telah diketahui oleh banyak orang.
Para wanita pastinya berkhayal menjadi seorang wanita Agler, tidak sedikit wanita di berbagai negara menjadi fans berat atau akut Saviorman.
Wajahnya yang tampan, digadang-gadang menjadi seorang suami oleh para wanita yang sangat fans dengannya.
Bahkan model rambut, dan fitur wajah Agler banyak yang ingin menirunya.
Penampilan Flugel Agler dalam sekejap dinobatkan sebagai The Most Handsome Man In The World 2023.
Tidak heran bisa seperti itu, wajah tampan Agler tampak seperti hasil karya pahatan para dewa, dan kekuatan supernya dengan mudah mengalahkan jajaran pria tertampan di dunia.
Beralih topik tentang sistem, Agler selama satu minggu ini hanya mendapatkan 3 tugas dari sistem, dan dia sudah mengumpulkan 5 Tiket Lotere.
Tapi, dia belum ingin memutar lotere dan menunggu sampai banyak.
Memandangi luar angkasa yang gelap yang hanya disinari bintang-bintang, Agler bersantai sambil dimandikan oleh energi matahari dan juga panasnya matahari.
[Ding!]
[Misi Sepuluh Ribu Dunia Tersedia!]
[Misi : Selamatkan Jiraiya]
[Hadiah : 2x Tiket Lotere, 220 Savior Coin]
[Apakah tuan rumah menerima misi?]
"Jiraiya dari Dunia Naruto?"
Dia mengenali orang ini, di dalam kehidupan sebelumnya, karakter Jiraiya dalam dunia anime Naruto termasuk yang paling terkenal, dan juga hidupnya cukup menyedihkan, murid yang dia ajarkan berbelok dan malah membunuhnya dan cintanya selalu ditolak oleh Tsunade, entah itu ditolak atau apa, kisah hidup Jiraiya memang menyedihkan.
Kematiannya membuat banyak dari para fans Naruto menangis sedih.
Tetapi pada intinya, Agler akan menolongnya dari kematian.
"Guru bejat itu?"
"Tentu saja aku terima!" seru Agler.
[Mulai Memindahkan...]
......................
Seseorang yang sedang tertusuk 5 tongkat hitam dipunggungnya, orang itu sebenarnya sudah sekarat, tenggorokannya hancur, tetapi karena tekadnya yang kuat, dia menghabiskan kekuatan terakhirnya untuk menulis kode rahasia.
Orang itu adalah Jiraiya yang sekarat akibat bertarung melawan 6 jalan Pain, dia sekarang menulis kode di punggung katak.
'Pantang menyerah.'
'Ini adalah keputusan yang aku ambil."
Jiraiya selesai menulis kode yang bertulis angka '9.31.8' '106,7' '207,15' yang memiliki arti 'Tidak ada satupun dari mereka yang asli'
Katak itu berbicara, "Baiklah, akan segera kulakukan!"
5 Pain yang tersisa melihat ini, dan dia meloncat menuju Jiraiya dan katak itu yang ada di bawah.
Salah satu boneka pain, Jalan Asura mengangkat tangannya ke arah Jiraiya, dan dia mengeluarkan Ninjutsu Kaiwan No Hiya.
Pergelangan tangannya meluncur bagaikan rudal, dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju Jiraiya yang sekarat.
'Oh benar...' Jiraiya teringat sesuatu, sebelum detik detik terakhirnya.
'Judul untuk sekuel yang selanjutnya adalah...'
'Kisah Uzumaki Naruto'
'Selanjutnya ku serahkan padamu,' kata Jiraiya di dalam hati.
Boom!
Ledakan terjadi, Beton lantai atau bebatuan tempat Jiraiya tengkurap lemas menjadi hancur berkeping-keping.
Bongkahan beton lantai berjatuhan ke dalam air, dan Jiraiya tak terkecuali.
Dia terus tenggelam di dalam air, karena tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dan hanya bisa pasrah.
Tubuh Pain melihat ke arah tenggelamnya Jiraiya di atas bangunan.
Memastikan Jiraiya tidak muncul ke permukaan Air.
Namun, Jiraiya mustahil untuk selamat, tubuhnya terus ke bawah, dan tenggelam di dalam air.
Walaupun dia sudah tahu sebentar lagi dirinya akan mati, dia tetap tersenyum.
__ADS_1
Kemudian, dia berkata dalam hatinya, 'Kisah Jiraiya pemberani ....'
'Sekarang endingnya sedikit lebih baik'
'Epilognya keren juga... keren....'
Ekspresi wajahnya seperti bahagia, mulutnya tersenyum dan matanya menyipit.
'Sepertinya... sudah saatnya aku berhenti menulis'
Saat berikutnya...
Tubuh Jiraiya berhenti tenggelam, terlihat seseorang sedang menopang tubuhnya di dalam air.
Benar, orang itu adalah Agler yang sedang menopang tubuh Jiraiya.
Dia segera menarik tongkat hitam yang ada di punggung Jiraiya.
Ekspresi wajah Jiraiya kesakitan.
Dengan cepat Agler menyembuhkan luka-lukanya.
Hanya dalam beberapa detik luka di tubuh Jiraiya hilang sepenuhnya.
Jiraiya melihat wajah Agler lalu, matanya seperti membelalak karena terkejut.
Melihat Jiraiya, Agler hanya tersenyum, lalu mengangguk.
Tubuh-tubuh Pain terus memandangi air, tampak mereka sedang berjaga-jaga.
Salah satu tubuh Pain, yaitu Gakidou Pain berkata, "Sepertinya ada sesuatu yang kuat datang dari dalam air!"
Saat kata-kata itu diucapkan, Air di depan mereka meledak, menyebabkan tembok yang ada disekitar hancur.
Dua dari Lima tubuh Pain yang tersisa terlempar jauh, dan rusak parah, karena terlambat bereaksi.
Hanya tersisa Tendou Pain, Shuradou Pain dan Jigokudou Pain, mereka dengan cepat menghindari ledakan tersebut.
Mereka bertiga mengangkat kepalanya, dan melihat ada dua orang yang terbang tanpa Ninjutsu, seolah dia adalah orang yang mempunyai garis keturunan yang alami.
Di sampingnya terdapat Jiraiya yang sekarang sudah sembuh, terlihat tidak ada luka di seluruh tubuhnya.
Nagato yang melihat ini terkejut, dia belum pernah melihat sosok pemuda ini.
Agler mengangkat tangan kanannya, Pedang Es ratusan meter muncul di atas Agler, lalu jari telunjuknya menunjuk ke arah tiga tubuh pain tersisa, pedang es itu melesat dengan cepat, menghantam keras tiga tubuh Pain.
[Ding!]
[Misi Sepuluh Ribu Dunia Telah Selesai!]
[Apakah tuan rumah pergi atau tinggal di sini?]
"Tinggal di sini."
[Hanya ada 3 hari untuk tuan rumah berada di Dunia Ini]
Agler mengangguk, lalu menoleh ke arah Jiraiya yang raut wajahnya sekarang terlihat tercengang, dia menahan tawanya melihat ini.
Tangannya terulur untuk menepuk pundak Jiraiya, dan Jiraiya tersadar, menoleh pada Agler.
Melihat ini Agler mengangguk, kemudian dia membawa Jiraiya pulang ke Desa.
Pedang Besar Es yang menancap bangunan itu langsung hancur dan menghilang, menjadi uap air dan naik ke atas langit.
.....
Di udara Jiraiya menatap Agler penasaran, dan dia bertanya, "Siapa kamu?"
Mendengar pertanyaan, Agler berhenti dan dia memandang Jiraiya, "Aku adalah orang biasa yang bertugas untuk menyelamatkan orang sepertimu."
"Sepertiku?" Jiraiya tidak mengerti maksud Agler
"Benar..."
"Dimana lokasi Desa Konoha? aku akan mengantarkanmu ke sana," ucap Agler kepada Jiraiya.
"Hahaha maaf aku lupa~"
Kemudian Jiraiya menunjukkan jalan menuju Desa Konohagakure.
Di sepanjang mereka terbang menuju Desa Konohagakure, Jiraiya terus berbicara dengan Agler, ingin tahu tentang dirinya.
'Aku bisa merasakan energi yang kuat darinya, selain chakra yang besar, energi lain yang kuat ada di tubuhnya.'
'Jika aku bertarung dengan pemuda ini, aku tidak yakin bisa menang,' kata Jiraiya di dalam hati, matanya menatap Agler yang membawanya terbang di langit.
__ADS_1
Dia tidak mengerti kekuatan apa yang digunakan Agler, dia tidak tahu Jutsu apa dan jenis apa yang Agler punya.
Selama dia hidup dia belum pernah melihat Jutsu tanpa segel tangan yang seperti ini, kecuali pemuda ini memliki garis keturunan yang belum diketahui.
Perjalanan memakan waktu beberapa menit saja, dan mereka mendarat tepat di depan desa Konoha.
Para penjaga waspada, tapi ketika melihat Jiraiya, mereka dengan cepat mengubah sikapnya, dan mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke Desa.
"Sama seperti di animenya, suasana yang baru dan menyenangkan ...," gumam Agler, sambil menghirup udara segar.
Melihat Agler seperti ini, walaupun dia tidak mengerti sebagian perkataan Agler, dia tiba-tiba memegang pundak Agler, dan berkata dengan wajah yang agak aneh, " Menyenangkan?"
"Aku akan mengajakmu ke tempat yang lebih menyenangkan, Nak! hehehe~"
Senyum cabul itu muncul, dan sebelum Agler menjawab, Jiraiya menarik Agler ke suatu tempat.
....
....
....
....
....
Beberapa menit kemudian...
"Sial, aku seharusnya tidak mengikuti tua cabul itu!" Agler berkata sambil menghindari lemparan barang yang dilemparkan oleh para wanita yang hanya memakai handuk.
"Hentaii!!"
"Baka!!!"
Wanita-wanita ini terus melempari Agler dengan barang yang ada, entah itu sendal, gayung, sabun dll.
Benar, mereka mendapati Agler yang sedang mengintip mereka berendam di tempat pemandian.
"Hahaha!"
Jiraiya yang ada di balik batu, sedang menertawakan Agler, untungnya dia dengan cepat menggunakan teknik pengganti dan bersembunyi di sini.
2 menit yang lalu, Jiraiya membawa Agler ke tempat pemandian air panas di desa, dan dia menyuruh Agler untuk melihat pemandangan yang luar biasa bersama-sama, dan akhirnya...
Seperti sekarang, Agler dicap mesum oleh wanita ini.
Tetapi....
Kejadian aneh terjadi, para wanita yang melempar barang itu berhenti, dan wajah mereka terlihat aneh.
Ketika wanita itu melihat wajah Agler dengan jelas, mereka langsung berbeda 180 derajat.
Pipi mereka memerah terlihat malu.
"Ah tidak ini lagi..."
Agler mengetahui ini, sepertinya wanita-wanita ini terpesona oleh wajahnya.
"Anu! aku punya saran untukmu~"
Salah satu wanita itu memberanikan diri untuk berbicara kepada Agler.
"Aku punya saran."
"Lebih baik kamu ikut bersamaku ke dalam pemandian, dari pada mengintip seperti itu~"
Jiraiya yang melihat ini, langsung tercengang tidak percaya.
Matanya hampir keluar, dia meragukan kehidupan.
'Sungguh perbedaan yang jelas.'
Mendengar ini, Agler tentu menolaknya, "Tidak, tidak!"
"Itu hanya kecelakaan aku tidak bermaksud mengintip kalian, tadi aku hanya ditipu oleh orang tua berambut putih yang cabul itu!"
Melambaikan tangannya, dia menolak tawaran wanita itu.
Tapi tolakan itu, tidak berguna.
Mereka berlari, lalu menyeret Agler menuju pemandian air panas.
"Tidak!"
"Tolong aku! Jiraiya sensei!"
__ADS_1
Adegan berikutnya benar-benar menyenangkan.
Agler menjelajah tujuh gua sekaligus dalam satu perjalanan.