Savior System

Savior System
Bab 53 : Basmi Monster Cabul


__ADS_3

Dua bulan berwarna merah dan hijau tergantung di atas langit malam yang gelap


Sebuah desa yang hanya ditinggali oleh sekitar 30 orang, sekarang sedang diserang segerombolan ratusan goblin dan hobgoblin, para penduduk pria dewasa di sana mulai melawan serangan goblin.


Namun sayang jumlah pria yang melawan terlalu sedikit dan tidak memiliki kekuatan yang bisa membunuh para ratusan goblin ini.


Juga mereka tidak memiliki pengalaman melawan goblin.


"Lari!!!!!"


"Kita tidak bisa mengusir para goblin i-aaahhhh!!!"


Seorang pria membawa sebatang kayu di tangannya untuk memukul para goblin sambil berbicara kepada orang disekitarnya untuk lari, tapi sayangnya dia tiba-tiba diserang 7 goblin secara bersamaan dan dipukul oleh banyak pentungan dari goblin.


Hanya ada 17 pria yang tersisa dan dua diantaranya sedang disiksa oleh para goblin.


"Demi keluarga, kita harus berjuang mengusir goblin ini dari desa!!!"


Salah satu pria yang berjenggot terlihat lebih tua dari yang lain, memberikan semangat.


Mereka semua dengan senjata seadanya memukul dan menahan para goblin untuk tidak masuk lebih dalam dari desa.


Tapi sayang karena perbedaan jumlah mereka kalah telak dan disiksa oleh para goblin.


Sebagian goblin mulai menyerang masuk ke setiap rumah yang ada di desa.


Di suatu rumah terdapat tiga wanita bersaudara yang sedang menghadang goblin yang menyerang mereka.


Melihat situasi yang semakin berbahaya, wanita tertua dalam tiga saudara menyuruh dua adiknya untuk melarikan diri selagi dia menahan serangan goblin ini.


"Kalian berdua segera lari sekarang!"


"Aku akan menahan mereka!"


Dengan sebuah cangkul ditangannya kakak tertua mulai melawan para goblin dan menahan para goblin agar tidak menyerang adiknya.


"Dasar goblin bodoh!"


"Makan ini!!!"


Kakak tertua mengangkat cangkulnya lalu memukul keras kepala goblin hingga hancur berdarah.


Kedua adiknya tidak sempat melarikan diri dan mereka melihat satu goblin yang ingin menyerang kakak tertuanya dari samping.


Krahhhh!


Goblin itu berlari ingin memukul Kakak tertuanya.


Pentungan goblin dengan cepat mengarah ke kakak tertua itu.


Wushhh....


Pentungan itu berhenti di udara 5 cm dari tubuh kakak tertua, ternyata sedang dicengkram oleh tangan seseorang.


Para goblin tercengang dan juga tiga wanita bersaudara itu terkejut melihat adegan ini.


Cahaya putih tiba-tiba ada di samping kakak tertua itu, satu tangan kanan yang memegang pentungan goblin berasal dari sinar putih itu.


Perlahan sinar putih itu memudar dan menampakan seorang pemuda tampan dengan alis pedang dan rambut hitam, memakai kaos putih dan hoodie hitam serta celana pendek hitam.


Pemuda ini terlihat tinggi dan kuat, lalu tangan itu dengan kuat menghancurkan pentungan goblin menjadi serpihan kayu.


"Apakah kamu baik-baik saja?"


Agler menoleh ke wanita pemberani ini.


Kakak tertua itu dengan tersipu malu segera menjawab, "Aku tidak apa-apa~"


Wanita ini tidak pernah melihat pria setampan Agler, apalagi bisa melihat sedekat ini.


"Bagus kalau gitu, berlindung di belakangku."


Agler berkata acuh tak acuh.


Berlari ke arah dua adik perempuannya dan menjaga mereka berdua sambil melihat Agler yang mulai membantai Goblin.


Para goblin menyerang Agler bersama, melihat ini Agler hanya mengangkat tangannya ke arah mereka.


"Tutup mata kalian."


Agler tidak mau mereka bertiga melihat cara dia membunuh para goblin ini.


Mendengar perintah Agler, adik perempuan memejamkan matanya, tetapi kakak tertua tidak menutup matanya dan tetap melihat Agler.


Detik berikutnya, kepala mereka meledak dan darah menyembur menyapu lantai.


Menggunakan kekuatan pikiran untuk mengumpulkan tubuh goblin dan darah di lantai, lalu memadatkannya menjadi bola daging di udara.


Api menyala menyelimuti bola daging, dan melenyapkannya menjadi abu.


"Kalian tunggu di sini!"


Tanpa melihat kebelakang Agler segera keluar dari rumah ini.


Kakak tertua itu tercengang sampai Agler keluar dia baru tersadar.


Agler dapat melihat para goblin yang sedang menyiksa para pria dewasa, darah banyak berceceran di tanah.


Tanpa banyak kata, Agler menginjak tanah di depan dengan kaki kanannya, seketika es menyebar cepat menuju ratusan Goblin.


Kontrol kekuatan Agler sudah tidak perlu ditanyakan, hanya beberapa detik saja ratusan goblin membeku menjadi es loli.


Berlari menuju belasan pria dewasa yang sedang berbaring terluka, dia memeriksa tubuh mereka dan untungnya masih bernafas walaupun mereka sekarat.


Mengulurkan tangannya, dan mulai mencoba memakai kemampuan penyembuhannya.


"Heal!"


Cahaya biru bersinar di telapak tangannya, segera luka sayatan dan memar yang ada di tubuh mereka sembuh perlahan.

__ADS_1


Belasan pria dewasa itu langsung terbangun duduk sambil menepuk tubuhnya, memeriksa luka yang ada di tubuhnya.


"Hah? lukaku hilang!"


"Aku juga! semua luka di tubuhku menghilang!"


"Iya benar!"


Mereka terheran-heran dan merasa aneh, kenapa lukanya sembuh secepat itu.


Memandang sekelilingnya, mereka semua melihat goblin yang sekarang telah menjadi patung es.


Hawa dingin menusuk kulit mereka.


Postur patung es itu sedang memukul mereka, bangkit dari tanah dan menghindari patung es itu.


Salah satu pria melihat ke arah Agler, lalu menujuk ke arahnya.


"Itu siapa?!"


Mereka semua melihat ke arah yang ditunjuk pria itu dan melihat sesosok pemuda yang menggunakan pakaian aneh.


Pria berjanggut bijaksana mengerti apa yang sudah terjadi, lalu mendekati Agler dan menundukkan kepalanya.


"Terima kasih sudah menyelamatkan kami!"


Mendengar ini, para pria dewasa di belakangnya segera mengikuti tindakan pria berjanggut itu.


"Terima kasih!" x18.


"Sama-sama...."


Agler berbalik, ingin segera menyelamatkan wanita yang ada di dalam rumah di desa itu.


"Mau kemana sang petualang?!"


Pria berjanggut refleks bertanya kepada Agler.


"Menyelamatkan para wanita di dalam desa!"


Whoooshh!


Agler dengan cepat menghilang dari pandangan mereka.


"Apakah ini kekuatan dari sang petualang?!"


Mereka bertanya-tanya dan tercengang melihat kekuatan Agler.


......................


Di suatu rumah, terdapat seorang wanita yang menyuruh adik laki-lakinya untuk bersembunyi di bawah lantai kayu rumah.


"Nee-san!" Adik laki-laki itu memanggil kakaknya.


"Itu baik-baik saja."


"Jangan bergerak apapun yang terjadi, oke?"


Memberi pesan kepada adiknya untuk tidak keluar dari persembunyiannya apapun yang terjadi.


Brak!


Pintu rumah ditendang sampai terbuka oleh Goblin, kakak perempuan itu melihat ke arah pintu.


Dia merasa lega karena adiknya itu sudah bersembunyi di bawah lantai.


Goblin maju ingin melukai kakak perempuan itu.


Cakar goblin menebas ke arah tubuh kakak perempuan.


Adik laki-laki itu sudah sangat ketakutan untuk melihat adegan selanjutnya yang terjadi pada kakaknya.


Akan tetapi...


Tiba-tiba tubuh goblin seketika ditutupi oleh lapisan es yang dingin.


Ujung cakar goblin hanya tinggal 1 cm lagi untuk bisa menyentuh baju kakak perempuan itu pun ikut menjadi beku.


Adik laki-laki yang mengintip di bawah lantai langsung tercengang, tidak terkecuali dengan kakaknya, dia sama terkejutnya.


Melihat adegan di depannya, semua 6 goblin telah menjadi patung es menyilaukan.


"Apa yang terjadi?!"


Kakak perempuan tidak mengerti apa yang terjadi di depannya.


Melihat ke arah pintu rumah, dia melihat dua tangan muncul tiba-tiba lalu tangan itu memegang dua kepala goblin yang beku.


"Wind Cut~"


Setelah suara itu keluar, tubuh goblin beku yang dipegang oleh tangan itu langsung terbelah menjadi puluhan bagian dan jatuh berserakan di tanah.


"Kalian berdua selamat!"


Agler menampakkan dirinya di pintu rumah itu, lalu berjalan perlahan sambil menunjuk empat goblin yang masih membeku.


Satu persatu goblin yang membeku menjadi bola daging kecil dan lalu diselimuti oleh tanah hingga menjadi empat buah kelereng tanah yang mengambang di udara.


Berdiri di depan wanita ini, Agler bisa melihat fitur wajah wanita ini dengan hati-hati, terlihat cantik dan juga imut, kedewasaan terpancar dari wajah ini.


Sangat disayangkan wanita sebaik ini mati di filmnya.


"A-anu~"


Kakak perempuan itu terlihat malu, menundukkan wajahnya tidak berani melihat Agler.


Kakinya bergesekan dan tangannya saling berpegangan, ini adalah pose yang sangat imut.


Mengelus kepalanya dengan lembut dan berkata sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Wanita yang baik..."


Mengalihkan pandangannya ke bawah lantai, terlihat mata seorang anak kecil yang mengintip di lubang karpet.


Memindahkan karpet itu kesamping dan menerbangkan anak itu ke sebelah kakaknya.


"Waaaaa..."


"Kakak apakah itu kekuatan seorang petualang?!"


Matanya cerah dan ekspresi wajah yang bersemangat, bertanya kepada Agler tentang kekuatan pikirannya.


"Aku bukan petualang nak."


Menjawab sambil mngusap kepala anak itu.


"Lalu siapa kamu?"


"Kenapa bisa mendapatkan kekuatan hebat seperti itu?"


"Apakah kamu penyihir?"


"Atau seorang pahlawan?"


Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh anak itu, Agler tidak menyangka, anak kecil cerewet ini ketika dewasa bisa menjadi seorang petualang dengan julukan Goblin Slayer yang kaku dan tidak memiliki empati sama sekali.


Kakak perempuan itu langsung meminta maaf kepada Agler atas kelakuan adik kecilnya ini.


"Intinya aku manusia biasa yang datang ke sini hanya untuk menyelamatkan desa ini dari serangan Goblin."


"Kalian berdua sudah selamat sekarang."


Agler mengucapkan itu kepada mereka berdua.


Lalu mengendalikan 6 buah kelereng tanah yang ada di udara terbang menuju anak itu dan kelereng itu jatuh tepat di telapak tangan anak kecil itu.


Berjongkok di depan anak kecil ini, dengan mata yang serius, Agler berkata, "Kamu tahu apa sebenarnya bola kecil ini?"


Anak itu mengangguk cepat.


"Jika tidak ada aku, mungkin seluruh desa tidak akan selamat, aku ingin kamu tahu bahwa monster goblin sebenarnya adalah makhluk yang sangat berbahaya jika terus dibiarkan hidup, mereka akan menyerang desa lain, menculik wanita dan anak kecil lalu menyiksanya sampai mati, kemudian menjarah barang yang ada di desa."


Para petualang tidak akan menyelamatkan desa dari serangan goblin, karena menurutnya goblin itu makhluk paling lemah, petualang itu tidak ingin membunuh makhluk lemah seperti itu."


"Jadi aku akan mempercayakan kepadamu untuk melindungi desa ini dari serangan goblin ketika kamu sudah beranjak dewasa, dan juga tolong musnahkan para goblin yang menyerang desa!"


"Apakah kamu mengerti?!"


Kepalanya mengangguk lebih cepat, seolah mengerti apa yang dikatakan Agler.


"Baiklah kalau kamu mengerti, simpan 6 bola ini, gunakan saat di waktu yang genting atau kamu bisa simpan untuk mengingat peristiwa malam ini."


Berkata panjang lebar kepada anak itu, Agler berharap plot selanjutnya tidak akan berubah karena dia.


Anak kecil itu menatap 6 bola kecil yang terbuat dari tanah yang kokoh ini.


Agler sudah mengisi keenam bola ini dengan mananya, setiap bola ini memiliki jurus dari 1 elemen yang dia punya yaitu 1 elemen api dengan jurus Dragon Flame cara mengaktifkannya yaitu melemparkan ke arah musuh yang ingin diserang.


1 elemen air dengan jurus Water Protection mengaktifkannya dengan cara melemparkannya ke tanah dibawah kakinya.


1 elemen tanah dengan jurus Golem dengan cara melemparkan bola kecil itu ke tanah di depannya.


1 elemen angin dengan jurus Tornado Wind Slash caranya dengan melemparkan ke atas.


Lalu 1 elemen es dengan jurus Domain Zero jangkauannya beberapa ratus meter otomatis membekukan musuh cara mengaktifkannya sama seperti bola kecil golem.


Dan terakhir 1 elemen petir jurus Thunderbolt caranya sama seperti bola Dragon Flame.


Setelah menjelaskan semua bola tanah ini, adik kecil itu mengingat dengan baik dan dibantu oleh kakaknya mencatatnya di kertas.


"Gunakan ini dalam keadaan genting dan tujuannya tidak untuk kejahatan tetapi untuk menolong!"


"Aku mengerti!"


Anak kecil itu mengangguk dan berkata dengan tegas.


"Sang petualang?!"


Pria berjanggut bersama seluruh penduduk desa datang ke rumah ini, Agler menoleh melihat mereka.


"Terima kasih sudah menyelamatkan desa ini!"


Para penduduk desa yang diselamatkan Agler membungkuk berterima kasih kepadanya.


"Tidak masalah~"


Agler menjawab dengan tersenyum.


Mereka semua bersorak bergembira merayakan peristiwa ini.


Setelah menghilangkan patung es goblin di luar desa, Agler dipaksa untuk menginap oleh Kakak Goblin slayer di rumahnya.


[Ding!]


[Misi Sepuluh Ribu Dunia Telah Selesai!]


[Hadiah sudah diberikan!]


[Apakah tuan rumah segera kembali atau tidak?]


Agler berbaring di kursi di dalam rumah Goblin Slayer, melihat pesan dari sistem Agler memilih untuk tinggal sementara.


[Tuan Rumah Memiliki 7 hari untuk tinggal di dunia ini]


Mengabaikan suara sistem, Agler merasa ingin tidur setelah melakukan misi ini.


Agler memilih untuk tidur di kursi karena hanya ada satu kasur di rumah ini, dia membiarkan Kakak dan Goblin Slayer untuk tidur di kasurnya.


Setelah memejamkan mata, dan tertidur, kakak Goblin Slayer tiba-tiba datang ke sisi Agler lalu menutupi tubuh Agler dengan selimutnya, sambil menatap penuh kasih sayang ke wajah Agler.

__ADS_1


__ADS_2