
"Dimana gua?" Agler menggosok matanya.
lalu membuka matanya dengan jelas, melihat sekelilingnya yang ternyata ada di permukaan matahari.
"Oh iya gua kan berjemur di matahari!"
Agler berdiri, ketika menggerakkan anggota badannya dia merasakan kekuatan yang tiada habisnya yang terkandung dalam tubuhnya.
Seperti dia bisa mengangkat 7 Gedung Burj Khalifa sekaligus.
"Buka panel!"
[Sistem Penyelamat ]
[Nama : Agler Cullen Keen]
[Keturunan : Manusia]
[Kekuatan : 7 Juta ton]
[Kecepatan : 30.000 km perdetik terbang / 15.000 km perjam untuk berlari]
[Kecerdasan : 75 (5 untuk rata rata manusia, kemampuan berfikir, menyusun strategi, mencerna ilmu lebih cepat dll)]
[Fisik : 5 Juta ( 5 untuk rata rata manusia, kemampuan daya tahan tubuh terhadap serangan)]
[Jiwa/mana : 5.000.000 / 5 Juta (5 untuk rata rata mental manusia, kemampuan untuk melepaskan energi)]
[Kemampuan : Kekuatan super, Tulang Besi, Terbang, Fisik Super, Kekuatan Pikiran, Sihir Elemental (Api, Air, Tanah, Angin), Resistensi Sihir, Regenerasi super, Kekuatan Es, Manipulasi Gravitasi, Penyerapan Energi Matahari]
[Tingkatan : Negara Kecil]
[Peralatan : Setelan Black Superman, Kecerdasan Buatan Jarvis, WayneCorp, Garuda Surplice]
[Psychic Beast : Great Red]
[Tiket Lotere : 2 kali]
[Tugas : Belum Ada]
"Semua stats gua meningkat pesat?!"
"Sistem, udah berapa lama gua berjemur di sini?"
[Tuan Rumah telah berjemur selama 3 hari penuh]
"Hah? 3 hari?"
Detik berikutnya.
Whooshhh...
Terbang dengan kecepatan maksimum meninggalkan matahari.
"Aduh anjir gua pasti diomelin Adena ini mah!"
Agler masih memaksimalkan kecepatan terbangnya.
1 jam 25 menit kemudian dia sampai di depan pintu rumahnya.
Dia sampai di Aquater yang ternyata sudah pagi di daerah Jakarta.
Memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah, Agler melihat anak-anak sedang bersiap untuk sekolah.
Anak-anak ketika melihat orang yang masuk ke dalam rumahnya adalah Agler, mereka semua berlari mendekati Agler.
"Abang kemana aja?" tanya Farid sedih.
Anak-anak juga ikut memandang Agler dengan sedih.
"Abang ada urusan kerja, Sayang."
"Kok lama banget sih bang... hiks." Nayla mulai menangis karena sudah lama tidak bersama dengan Agler.
Melihat ini Agler segera menggendong Nayla yang menangis lalu membujuknya. "Anak manis jangan nangis nanti manisnya hilang loh."
"Biarin! hiks-"
__ADS_1
"Cup cup udah-udah Nayla, nanti Abang beliin boneka mau?"
"Boneka?!" tanya Nayla bersemangat.
"Iya, mau?"
"Mau!"
Seketika Nayla berhenti menangis dan sekarang malah tersenyum ceria.
Menurunkan Nayla di sofa lalu berbalik memandang anak-anak dan berkata, "Ingat! darah keturunan Peka-..."
"???"
Anak-anak tidak mengerti apa yang Agler bicarakan.
"Ingat anak-anak! di sekolah jangan nakal, fokus mendengarkan guru bila sedang menerangkan, biar ilmunya masuk ke kepala kalian, jangan malu bertanya kepada guru kalau kalian engga ngerti, apakah kalian paham?"
"Paham Bang Agler!"
"Ya sudah Abang mau ke kakak Adena dulu, kalian lanjut siap-siap untuk pergi sekolah sama Ibu Naimah."
"Iya bang Agler."
Mereka semua kembali menyiapkan diri untuk bersekolah.
Mendekati Ibu Naimah yang sedang membenarkan baju Irfan, lalu bertanya, "Uang masih ada bu?"
"Ada kok pak, masih banyak," jawab Ibu Naimah dengan jujur.
"Jangan di irit-irit bu, beli aja kalau emang perlu, dan kalau tidak cukup, langsung bilang ke saya."
"Eh iya pak."
"Ouh iya bu, Adena di kamarnya bukan bu?" tanya Agler.
"Ibu baru inget, Kata bu Adena kalau Pak Agler datang suruh datang ke kamar langsung," balas Ibu Naimah.
"Oke bu, makasih ya udah ngasih tau."
Agler bergegas ke kamar, membuka pintu dan mendapati Adena sedang duduk di kasur memunggungi dirinya.
Punggung yang mulus dan putih terekspos menghadap Agler.
Menelan ludah, Agler mendekati Adena perlahan. Selangkah demi selangkah jarak dengan Adena semakin dekat.
Akhirnya Agler berhenti sekitar 1 langkah dari Adena.
"Adena?" panggil Agler.
Punggung Adena tiba-tiba bergetar. Segera Agler mengulurkan tangannya untuk menyentuh pundak Adena sambil memanggil lagi, "Ade-..."
Adena memeluk Agler dengan cepat, sambil terisak nangis.
Melihat Adena yang menangis di pelukannya, Agler merasa bersalah dengan perilakunya yang tiba-tiba meninggalkan Adena begitu lama.
"Utututu sayang, aku udah ada di sini kok, jangan sedih lagi ya," kata Agler sambil mengelus rambut hitam panjangnya.
Masih memeluk Agler seperti koala yang memanjat pohon. Tapi dia tidak merespon ucapan Agler.
"Sayang?" panggil Agler berbisik di telinganya.
Adena masih tidak merespon dan masih menangis, Agler memanggil sekali lagi, "Say-..."
Mendadak mencium bibir Agler dengan ganas sambil menangis.
Tercengang apa yang terjadi, Agler segera terbangun dengan senang hati membalas ciuman Adena.
"Eumhhh~~"
Pertempuran terjadi lagi hingga 7 jam lamanya.
......................
Agler baru saja mendapatkan kabar dari Galuh bahwa dirinya menang di persidangan.
Dan Adit dipenjara selama 4 tahun dan denda 1 miliar rupiah.
__ADS_1
Kejahatan akan tercium pada Akhirnya, seperti kata pepatah "air tuba dituang air susu".
Melihat Adena yang tertidur pulas dan terdapat senyum bahagia di wajahnya.
Agler berhasil membuat Adena bahagia melalui kegiatan itu.
Bangkit dari kasur dan mencuci tubuhnya di kamar mandi hingga bersih.
Baru ingat dirinya masih memiliki 2 tiket lotere yang tersisa. Duduk di kloset, Agler siap untuk mendapatkan kemampuan super dari lotere sistem lagi.
"Masih ada 2 tiket lotere lagi."
"Gunakan 2 tiket lotere!"
[Mulai Memutar Lotere...]
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Kekuatan Manipulasi Petir dan kilat dari Laxus Dreyar Fairy Tail]
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Mata Tenseigan dari Toneri Otsutsuki Naruto]
[Apakah Tuan Menerima Hadiah?]
"Akhirnya manipulasi elemen gua, bentar lagi lengkap!"
Agler melihat informasi manipulasi petir dan kilat dari Laxus.
[Manipulasi Petir dan Kilat : Dapat membuat Petir dan kilat dari anggota tubuh manapun, dan bisa merubah dirinya menjadi keadaan kilat petir. Kekuatan petir yang dihasilkan tergantung mana dari pengguna]
"Bisa jadi Zeus kah gua hahaha!"
Lalu melihat informasi tentang Mata Tenseigan dari dunia naruto.
[Mata Tenseigan : Dapat memanipulasi gravitasi daya tarikan dan tolakan, Bisa memindahkan posisi planet tergantung kekuatan pengguna. Mendapatkan Mode Tenseigan yang membuat penggunanya meningkatkan stats kecuali Kecerdasan dan Mana meningkat. Memberikan Godoudama bola hitam yang terbuat dari semua elemen alam termasuk yin dan yang, bisa membentuk berbagai senjata seperti pedang, perisai, tongkat, bola biasa atau yang lain tergantung dengan keinginan pengguna. Konsumsi chakra Otsutsuki untuk mengaktifkan mata Tenseigan diganti menjadi Mana]
"Manipulasi Gravitasi dong ini mah, tapi beda sumber kalo saint seiya dari energi cosmo, dan Tenseigan dari chakra, tapi tetep aja mana juga ujung-ujungnya."
"Gudoudama? di animenya itu kan harus punya chakra atau darah keturunan dari klan Otsutsuki untuk mengaktifkan semua kekuatan yang ada di Tenseigan tapi sama sistem udah diganti jadi Mana. Terima kasih sistem!"
Bergumam setelah membaca informasi tentang kekuatan mata Tenseigan, menurut Agler mata ini kuat tetapi agak hambar dari kekuatan manipulasi gravitasinya. Dia sebelumnya sudah memiliki kekuatan Manipulasi gravitasi dari Garuda Aiacos yang terbilang cukup kuat.
"Oke, Terima Manipulasi petir dan kilat!"
[Sedang Mengintegrasikan...]
Kekuatan sedikit aneh mengisi seluruh tubuhnya, dia merasa tubuhnya memiliki kemampuan untuk memproduksi petir dan kilat.
Mengepalkan tangannya dan benang petir langsung melilit kepalannya.
"Keren juga, kayanya gua bisa ngeluarin petir sampai 1 juta Volt."
Mencoba untuk mengubah tubuhnya menjadi kilatan petir di dalam kamar mandi dalam beberapa detik, dan kembali ke tubuh manusianya.
"Sekarang gua bisa ke mode embun es dan tubuh listrik buat menghindar atau kabur dari serangan musuh yang kuat, kayanya ini bakal jadi kartu truf gua kalo lagi keadaan terdesak."
"Oke saatnya mata Tenseigan, Terima mata Tenseigan!"
[Sedang Proses Integrasi...]
Tiba-tiba Agler merasakan matanya gatal tak tertahankan, tetapi dia menahan karena tahu ini adalah proses menyatukan mata Tenseigan ke tubuhnya. Rasa gatal berjalan dalam beberapa menit, dia menutup matanya mencoba menahan dan akhirnya rasa gatak hilang perlahan.
Dia perlahan membuka matanya, merasa bahwa penglihatannya menjadi lebih kuat, dia bisa merasakan energi yang ada di manusia atau keberadaan manusia dalam jarak 2 km.
Berjalan ke depan cermin untuk melihat matanya.
Dia melihat matanya telah berubah, pupilnya menjadi berwarna biru dengan iris yang berpola bunga putih di dalamnya, terlihat keren dan indah jika dipandang.
"Makin ganteng aja gua hehehe," kata Agler narsis.
Dia merasa mananya tersedot dalam ukuran 1 energi mana setiap detiknya.
Agler mencoba untuk menonaktifkan mata tenseigan, memfokuskan pikirannya dan pupil birunya perlahan menjadi pupil cokelat.
"Puas banget asli hahaha!"
Merasa sangat puas dengan kedua hadiah ini.
Keluar dari pintu kamar mandi dan berjalan menuju kasurnya.
__ADS_1