
Agler melihat Adena masih tertidur pulas di ranjang, mendekati lalu mencium pipi kirinya.
Melihat selimut yang berantakan tidak menutupi semua bagian tubuh Adena, Agler membetulkan selimut itu kemudian menuruni tangga menuju lantai 1.
Anak-anak sedang bermain permainan gunting batu kertas di ruang keluarga bersama Ibu Naimah, Agler menghampiri mereka lalu menyapa mereka dan mengajak mereka ke Mall.
"Abang bikin makanan buat kakak Adena dulu ya, abis itu kita ke Mall!"
Anak-anak mengangguk memberikan isyarat tanda setuju.
"Oke Bang Agler, tapi Nayla mau ikut bikin makanan buat Kak Adena, boleh nda?" minta Nayla.
"Boleh kok," jawab Agler menyetujui permintaan Nayla.
"Yeay!" Nayla bersorak gembira.
Empat anak perempuan yang lain juga ingin ikut untuk membantu membuat makanan Adena.
"Oke, ikut abang ke dapur."
Agler dan anak-anak perempuan berjalan ke dapur rumah, dan anak-anak laki-laki masih bermain permainan petak umpet di dalam rumah yang diawasi oleh ibu Naimah.
......................
"Aku mau boneka itu Bang Agler!" Nayla menunjuk boneka yang ada di mesin capit boneka.
"Iya sebentar ya sayang." Seperti biasa Agler memakai kekuatan pikiran untuk mengencangkan capitnya saat menjepit boneka.
"Bang Agler jago banget!"
"Iya betul!"
"Nanti aku mau minta ajarin ke bang Agler ah."
Anak-anak memuji Agler karena jago bermain capit boneka dan ingin belajar darinya.
[Ding! Tugas Sistem Dikeluarkan!]
Agler berhenti bermain dengan anak-anak dan menoleh ke arah Adena. "Sayang, tolong jaga anak-anak dulu ya, aku mau ke toilet sebentar."
"Oke, aku ngerti sayang, hati-hati!" balas Adena sambil tersenyum.
Melihat Adena yang mengerti maksudnya, Agler menoleh kepada Ibu Komariyah dan para pengasuh, lalu berkata, "Sebentar ya bu, saya mau ke toilet dulu, tolong jaga anak-anak."
Ibu Komariyah menjawab, "Itu sudah tugas kita semua pak."
Agler mengangguk lalu berlari menuju toilet pria yang ada di lantai 2 Mall.
"Buka tugas!"
[Tugas : Bunuh semua Draith di langit Kota Paris]
[Deskripsi : Para Draith kembali muncul di langit Kota Paris 30 menit kemudian dan jumlahnya lebih banyak dari invasi di Kota Tokyo. Musnahkan para Draith]
[Kill : 0 / 10.000.000]
[Hadiah : 3x Tiket Lotere]
[Hukuman Kegagalan : Kota Paris akan menghilang]
__ADS_1
[Apakah Tuan Rumah menerima tugas?]
"Hah? 10 juta Draith?"
"Gua kira 3 hari yang lalu udah yang paling banyak!"
Dia mengira invasi Draith di Kota Tokyo adalah yang terakhir dan satu-satunya.
"Terima!"
Dengan senang hati menerima tugas sistem.
Agler memerintahkan Jarvis untuk membuat peringatan ke pemerintah Prancis untuk mengevakuasi warga di Kota Paris.
Berlari menuju Parkiran Mall, kemudian memakai Garuda cloth dan terbang cepat menuju Kota Paris.
Pada saat yang sama, Di Istana Presiden Prancis para Perdana Menteri Prancis sedang melihat isi pesan dari seseorang yang tidak diketahui dan membahas apa yang dilakukan selanjutnya.
"Saya memutuskan untuk mengikuti pesan ini untuk mengevakuasi para warga di kota Paris," kata Presiden Prancis.
"Tapi pak! kita tidak tahu pesan itu dari mana datangnya, jangan membuat pergerakan yang tidak penting pak!" Salah satu Perdana Menteri seperti tidak setuju dengan keputusan Presiden.
"Tapi saya percaya dengan pesan ini."
"Karena tiga hari yang lalu seperti yang kita tau, Kota Tokyo, Jepang juga didatangi oleh monster dan kita juga tahu bahwa seseorang memberitahu kepada para polisi di sana untuk mengevakuasi warga sebelum datangnya monster itu, dan akhirnya tidak ada korban jiwa."
"Kita semua sudah tahu siapa yang mengirim pesan tersebut kepada para polisi Jepang dan kali ini kita juga kedatangan pesan tersebut."
"Jadi Saya sebagai Presiden Negara Prancis memerintahkan para tentara dan polisi untuk mengevakuasi warga yang ada di Ibukota Prancis secepat mungkin!!!"
Para Jendral Tentara dan Komandan Polisi segera memerintahkan anggotanya untuk cepat bergerak mengamankan warga.
......................
Melihat Smartphone-nya dan ternyata dia sudah di sini dari 15 menit yang lalu.
Saat dia menyendok makanannya, pemilik toko menghampirinya dan berkata dalam bahasa Prancis yang sudah author translatekan ke bahasa Indonesia.
"Permisi, Maaf pak! toko kami diperintahkan oleh para polisi untuk tutup sementara. Bapak boleh kembali ke sini lagi bila toko ini sudah diperbolehkan dibuka oleh pihak keamanan di kota ini. Sebagai permintaan maaf makanannya saya gratiskan saja."
Melihat pemilik toko yang ramah, Agler segera membayar makanan ini dengan harga 5 kali lipat dari aslinya.
Keluar dari toko dan berjalan menuju menara Eiffel.
Sepanjang jalan menuju menara Eiffel Agler melihat para polisi yang sedang membawa warga menjauh dengan mobil truk pengangkut.
Dia tidak jadi menuju ke menara Eiffel, berbalik pergi ke gang kecil yang terdapat di samping jalan kota paris.
Garuda cloth menutupi dirinya dan Agler terbang melayang ke atas menara Eiffel.
Berdiri melihat kebawah kota yang sekarang sudah sepi tidak ada orang satu pun yang berjalan di sana.
Melihat waktu di Iphone-nya dan tersisa 2 menit sebelum datangnya Draith ke sini.
"Sepertinya sih, ga jauh beda munculnya kaya di Tokyo," gumam Agler.
Mengangkat kedua tangannya perlahan ke depan, tanah entah dari mana muncul dan menyatu membentuk medan lapangan berbentuk kotak yang terbuat dari tanah dengan luas 15 Km dan tebal 100 meter. Melayang 200 meter di atas menara Eiffel yang menutupi sebagian kecil kota paris.
Orang-orang yang ada di luar kota dapat melihat pemandangan ini dan merasa takjub.
__ADS_1
"Lihat itu!"
"Apakah itu tuhan yang membuatnya?"
"Sungguh keren sekali!"
Para warga Kota Paris yang berada di kendaraan pribadi dan kendaraan milik negara, sedang meninggalkan Kota Paris melihat kejadian ini dengan tidak percaya.
"Semoga tempat tinggal kita tidak dihancurkan..."
Para warga yang berasal dari kota paris berdoa agar rumahnya tidak hancur di serang oleh monster yang dikabarkan oleh pemerintah.
Helikopter tempur tentara paris terbang di sekitaran tanah yang melayang ini, di dalam nya ada Presiden dan Jendral yang ingin melihat apa yang terjadi.
Perusahaan media juga tidak ingin kalah, mereka meluncurkan helikopter milik perusahaan untuk meliput secara langsung apa yang terjadi di kota Paris.
Semua orang di seluruh dunia melihat televisi dan handphone-nya masing-masing, fokus menonton apa yang akan terjadi di kota Paris.
"Bro ini di kota Paris kenapa dah?" Seorang pemuda sedang menonton TV di rumah temannya
"Gatau cok, lu ganti aja channel-nya kalo ga ngerti mah," balas temannya.
"Ga bisa ini, seluruh channel isinya beginian semua anjir, dari RPTI, Glob TV sampe TPRI isinya sama!"
"Wah yang bener lu!" Temannya yang adalah pemilik rumah ikut menonton.
"Anjir cok lu liat itu ada tanah melayang di atas langit!" Temannya berkata sambil menunjuk TV.
"Asu keren bat ee, ini mau perang ama siapa apa gimana dah?!"
"Mana gua tau kon-" ucapan pemilik rumah terpotong karena di layar TV nya tiba-tiba memperlihatkan pemandangan yang menakjubkan.
......................
Agler melayang dengan penampilan Garuda Cloth menuju medan tanah yang ia buat.
Mendarat di pinggiran medan tanah, perlahan melirik ke suatu titik di atas langit.
Krak..!
Retak...!
Szzztt!
Retakan ruang kembali muncul dengan percikan listrik dan cahaya hitam di sekitar garis retakan.
Retakan itu meluas dan menjalar hingga 100 meter panjangnya, Pecahan ruang itu jatuh dan menghilang menyisakan ruang kekacauan yang gelap.
Pecahan semakin banyak hingga akhirnya retakan menjadi seperti portal dengan bentuk yang agak hancur.
Bersiap untuk bertarung, Agler dengan cepat menyelimuti medan tanah dengan kekuatan pikiran, mengaktifkan Mind Barrier dengan ketinggian 2 km menutupi seluruh medan tanah dan portal itu.
Helikopter Tempur milik Negara prancis dan para perusahaan media hanya bisa melihat dari jauh.
"Apakah itu Saviorman?" tanya Presiden Prancis kepada Jendral di sampingnya.
"Iya pak! Dia dikabarkan pernah terbang ke luar angkasa hanya untuk bersantai," balas Jendral besar tentara Prancis.
"Sungguh luar biasa, kita harus berteman baik dengannya apapun caranya!"
__ADS_1
"Siap pak laksanakan!"