
Agler memandang pria tua di depannya, pria rua dengan rambut yang sudah beruban tetapi kalau dilihat pria tua ini memiliki kewibawaan sendiri dan juga terlihat elegan.
Mengulurkan tangannya ke pria tua itu untuk berkenalan.
Mengerti apa yang dimaksud Agler, pria itu bersalaman dengan Agler, lalu tersenyum ramah.
"Perkenalkan Tuan Agler dan Dua Nyoya, Nama saya Alfred Pennyworth mantan Ketua perusahaan ini."
Membalas senyum lalu Agler menjawab, "Perkenalkan Nama saya Agler Cullen Keen."
Lalu Adena dan Rem juga ikut memperkenalkan diri mereka kepada Alfred Pennyworth
Memandang Agler, lalu menyarankan untuk pindah tempat.
"Lebih baik kita ke ruang ketua daripada diam di lobby gedung ini, Tuan Agler."
"Oke, tunjukkan jalannya Pak Alfred."
Mereka berempat bersama dengan Adena dan Rem naik lift dan pergi ke lantai atas, memasuki ruangan yang serba mewah dan luas.
"Ini ruangan khusus untuk ketua dan ini sekarang menjadi ruangan anda Tuan Agler."
Agler, Adena dan Rem melihat ruangan khusus ini, ruangan ini seperti kamar presidential suite tetapi lebih formal rasanya, ada sofa dan tempat duduk untuk berbincang, ada lukisan yang bagus di dindingnya, ada juga papan billiar dan tentu saja ada jendela yang menghadap ke kota.
"Woahhh!" x2
Terlihat mewah dan juga berkelas, setelah puas berkeliling ke setiap sudut ruangan lalu mereka berempat duduk di sofa yang saling berhadapan.
Alfred Pennyworth menjelaskan semua tentang perusahaan Wayne Enterprise ini kepada Agler dari data pengeluaran dan pendapatan, detail tentang perusahaaan di jelaskan oleh Alfred.
Di saat ini lah dia akhirnya tahu bahwa sistem tidak benar-benar memberikan perusahaan ini mutlak miliknya karena dia adalah kepemilikan saham 70% yang menjadikan dia pemegang saham terbesar, lalu 30% saham sisany dimiliki oleh rekan-rekan eksekutif lainnya.
Orang yang menjabat sebagai CEO sekarang adalah Pak Alfred Pennyworth, berperan untuk selalu memastikan bahwa Agler dan Eksekutif perusahaan lainnya memegang kendali penuh atas setiap kebijakan dan prosedur operasional perusahaan.
Dalam obrolan ini Agler tidak ingin memegang kendali perusahaan, dan membiarkan Alfred Pennyworth yang mengelola Perusahaan ini.
Dia hanya mengambil deviden yang didapatkan dalam perusahaan, yang intinya Agler hanya mengambil keuntungan atau hasil perusahaan tanpa mengendalikan perusahaan.
Bertanya soal Alfred Pennyworth itu kepala pelayan Bruce Wayne atau bukan, ternyata dia tidak mengenal Bruce Wayne.
Mungkin sistem sudah mengubah ingatan aslinya, dan dia terlihat sangat penurut kepada Agler, seperti layaknya Alfred di dalam film Batman.
"Apakah sistem yang mengubah ingatannya?"
[Sistem sudah memberi ingatan baru kepada Alfred Pennyworth untuk melayani tuan dan bukan Bruce Wayne]
[Serta sejarah tentang terbentuknya perusahaan Wayne sudah sistem ubah, dan tuan rumah harus mengetahui sendiri]
__ADS_1
Sistem menjadi pelit akhir-akhir ini, mungkin dia kemasukan jin medit.
"Baiklah sistem."
Menoleh ke arah Alfred Pennyworth, lalu dia berkata.
"Untuk memudahkan Pak Alfred Pennyworth, saya akan menyuruh teman saya untuk membantu mengelola perusahaan ini yaitu Jarvis!"
"Jarvis olong sapa Bapak Alfred Pennyworth."
{Halo Pak Alfred Pennyworth, Mulai hari ini saya akan membantu mengelola perusahaan Tuan Agler}
Suara Jarvis terdengar dari komputer yang ada di ruangan khusus ini.
Menoleh ke sekeliling untuk melihat siapa yang berbicara tadi, wajah Alfred terlihat bingung dan aneh, menoleh kepada Agler dan bertanya ingin tahu.
"Tadi siapa tuan Agler?"
Menahan tawa dan mencoba untuk tersenyum lalu menjawab.
"Itu Jarvis, kecerdasan buatan pertama yang ada di dunia ini, Pak Alfred bisa meminta bantuan tentang masalah perusahaan atau yang lain, di usahakan Jarvis bisa menolong Pak Alfred."
Mendengar apa yang dijelaskan oleh Agler, Alfred mulai menerima apa yang terjadi, dia tidak menyangka ketua baru akan sehebat itu bisa memiliki kecerdasan buatan yang adalah teknologi yang seharusnya baru ada puluhan tahun kemudiann bahka ratusan tahun kemudian kalau di lihat dari perkembangan teknologi di Aquater saat ini.
"Oke Tuan Agler saya akan mengikuti perkataan Tuan."
Agler berdiri lalu bersalaman dengan Alfred sebagai tanda kesepakatan apa yang mereka bicarakan tadi.
Agler mengangguk setuju, lalu mereka bertiga mengikuti Alfred untuk melihat isi gedung perusahaan ini.
......................
"Sayang, aku nanti lulus kuliah mau kerja di perusahaan kamu boleh ya?"
Adena meminta permintaan untuk boleh bekerja di perusahaan Agler.
"Boleh, tapi kamu harus berusaha sendiri untuk lolos."
Dia tidak mau Adena masuk karena identitasnya atau karena bantuan darinya, Agler ingin Adena bekerja di sana karena murni kemampuannya.
"Oke, sayang!"
Muah~
Adena mencium pipi kanan Agler di depan Rem, melihat ini Rem juga ikut mencium pipi kiri Agler.
Muah~
__ADS_1
Pak supir hanya terdiam dan meratapi nasib sendirinya setelah melihat adegan ini, dia sangat iri dengan Agler yang di cium oleh dua wanita cantik,.
20 menit kemudian mereka bertiga sampai di Hotel bintang 5 dan Jarvis telah membayar sewa mobil ini untuk sehari.
Bertiga turun dari mobil dan berjalan menuju kamar presidential suite.
Banyak orang yang melihat Agler dengan iri dan benci, sungguh beruntung mempunyai 2 wanita cantik di hidupnya.
"Mbak tau cewek itu siapa? dan di kamar mana?"
Seorang pemuda bertanya kepada mbak Resepsionis Hotel.
"Maaf pak kami tidak bisa memberitahu identitas tamu yang datang di sini, tapi yang kita tahu mereka bertiga menginap di kamar Presidential suite paling mahal di hotel ini selama 3 hari~"
Pemuda ini langsung tercengang, dia tidak bisa merebut wanita itu dari pria yang ada di tengahnya, kemungkinan pria ini adalah orang kaya.
Dengan rasa penuh kecewa dia berjalan menuju kamar reguler di hotel ini.
Di kamar hotel, Agler sedang menikmati angin malam di kota Los Angeles sambil memeluk Adena dan Rem di sampingnya.
Tangannya kadang jahil memegang balon mereka berdua, mereka tidak merespon marah tapi merespon keenakkan.
Memandang langit yang indah, Agler merasa ini adalah hidup yang dia dambakan selama dua kehidupan ini.
Sekarang telah terwujud karena sistem, sangat bersyukur karena sistem telah memberi semua ini, Agler akan lebih serius menyelesaikan tugas sistem.
Angin sepoi-sepoi menggoyangkan rambut Agler, mencium kening Adena dan Rem yang ada di pelukannya.
Dia berharap kedamaian ini akan berlangsung lama.
[Ding! Tugas Sistem Tersedia!]
[Tugas : Selamatkan semua orang yang ada di dalam sebuah bank besar di pusat kota Los Angeles]
[Deskripsi : 1 menit yang lalu telah terjadi perampokan besar-besaran pada bank besar yang ada di kota Los Angeles 144 orang di sandera oleh 20 perampok bersenjata api]
[Lokasi : 30 km dari Hotel]
[Hadiah : 1 Tiket Lotere, 50 Savior Coin]
[Apakah tuan rumah menerima tugas?]
Sistem kembali mengeluarkan tugas, dan Agler menerima tugas sistem.
Segera bangkit dari tempat duduk untuk berjemur, kemudian menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka berdua.
Setelah mencium dua putri kecil ini dan meminta untuk menjaga diri baik-baik ketika dia keluar.
__ADS_1
Dia berlari menuju bawah lobby Hotel dan dia langsung keluar dari hotel.
Berjalan cukup jauh dari hotel dan Jarvis sudah menghack cctv yang ada, Agler masuk ke dalam gang kecil, lalu kostum hitam Superman yang dia ubah melalui pikirannya menjadi pakaian hitam biasa dengan topeng hitam di wajah menutupi seluruh tubuhnya.