
"Nanti sore jangan lupa pulang!" seru Alyona kepada Agler yang berjalan keluar dari rumah.
Tsunade, Rem, Ram, dan Alyona kembali mengobrol dan mengajari Tsunade tentang hal yang ada di dunia ini.
Setelah dari Istana Dewi mengambil Tsunade, Agler memperkenalkan Tsunade kepada ketiga wanitanya ini.
Syukurnya respon mereka bertiga tidak bermusuhan, melainkan bersemangat dan antusias untuk berkenalan.
Seakan mereka adalah para saudari yang telah lama tidak bertemu dan langsung akrab saat bertemu.
Mereka saling mengobrol satu sama lain, Alyona memberitahu pengetahuan dasar mengenai dunia ini.
Dikarenakan Agler tidak ingin mengganggu mereka, lebih baik dia pergi dan melanjutkan berjemur di permukaan matahari.
"Iya! Aku akan kembali seperti biasanya!" jawab Agler dengan jelas, lalu keluar dari gerbang rumah.
Terus berjalan ke gang yang sepi, Agler pergi dengan sangat cepat menuju matahari.
Beberapa detik terlewati, sosok Agler telah sampai di permukaan matahari dengan sangat selamat tanpa luka.
"Saatnya kembali meningkatkan kekuatan .... Sebentar!" Agler berhenti di tengah gerakan untuk membaringkan diri.
Kembali melayang di permukaan matahari, Agler teringat sesuatu.
"Aku lupa untuk mencoba kekuatan baru," ucap Agler menepuk dahinya seraya menggelengkan kepala.
Niatnya dia ingin mencoba kekuatan yang telah dia dapatkan tadi, tapi dia terlalu asyik bermain dengan Tsunade.
Seharusnya Agler mencoba kekuatannya di dunia Istana Dewi, tapi dia melupakan niatnya.
Mau tidak mau dia harus pergi ke ruang binatang psikis untuk menguji kemampuan.
Semoga saja di sana damai dan tidak ada yang bertempur satu sama lain. Agler malas untuk memisahkannya ketika mereka bertarung.
Menutup matanya, konsentrasinya terfokus dan kesadarannya pergi ke dalam ruang binatang psikis.
Setelah membuka matanya, ia langsung disuguhi pemandangan yang indah, gunung yang berdiri kokoh, hutan yang rindang, padang rumput yang bergoyang karena terpaan angin, juga beberapa pemandangan yang menakjubkan lainnya.
Tempat dia berdiri adalah di tengah pada rumput yang luas dengan hamparan hijau yang damai saat dilihat.
Akan tetapi, dia tidak melihat binatang psikis satu pun di daerah sini, menghiraukan pikiran itu Agler memfokuskan untuk menguji kemampuan manipulasi getarannya.
Tangan Agler terkepal kencang lalu dia memukul ke udara di depannya.
Krak! Krak!
Suara retakan terdengar berbarengan dengan retakan berwarna biru yang muncul di udara.
Tempat dia berdiri di padang rumput ini tiba berguncang hebat, retakan muncul dan membelah tanah tempat Aglee berpijak.
Retakan terus menyebar luas dan akhirnya berhenti saat Agler menurunkan kekuatan getarannya.
"Seperti ruangnya menjadi retak, tapi ini bukan ruang." Agler terheran dengan efek visual tinju ini.
Sepertinya yang barusan terjadi adalah membelah tanah.
"Aku harus mencoba jurus yang lain."
Agler mengepalkan lagi tangan kanannya, sebuah cahaya putih berbentuk bulat melapisi kepalan tangannya.
Melihat ini, Agler tahu apa yang dia gunakan sekarang.
Kekuatan Manipulasi Getarannya dia fokuskan pada kepalannya sehingga terfokus dan membuat efek bulatan putih cahaya yang membungkus kepalannya. Segera Agler bergerak dan meninju udara yang ada di depan.
Boom!
Gelombang kejut tercipta di udara dengan bunyi yang menggelegar di sekitar Agler. Gelombang kejut itu merambat jauh hingga menghancurkan bagian hutan yang cukup jauh di depannya.
"Keren!"
Efek inilah yang Agler perlukan, kekuatan penghancur yang dahsyat dalam satu pukulan.
Pukulan ini bisa dikombinasikan dengan kekuatan pukulan mentahnya.
Pukulan getaran dan pukulan kekuatan penuh disatukan akan membuat serangan yang dahsyat.
[Ding!]
[Jika tuan ingin menguji kemampuan di sini, Sistem menawarkan pulau yang terletak tidak jauh di sini, pulau itu besar dan cocok untuk dijadikan bahan uji coba. Tetapi, Tuan Rumah harus membayar 100 Koin!]
Mendadak Sistem mengeluarkan tawaran kepada Agler.
Tawaran ini sangat cocok dengan situasi Agler sekarang yang ingin mencoba kemampuan barunya semaksimal mungkin.
"Baiklah, aku ingin mencoba tempat itu!" jawab Agler setuju.
__ADS_1
Pemandangan yang indah ini tidak ingin Agler rusak, tetapi karena tidak ada pilihan lain, dirinya harus melakukan itu.
Namun, kini Sistem memberi solusi tepat untuk masalah ini, Agler dengan senang hati menggunakan tempat yang dimaksud Sistem.
[100 Koin telah dikurangi!]
[Navigasi dibuat!]
[Tolong Tuan Rumah mengikuti arahan Sistem dengan lisan, semua ini dilakukan agar Tuan Rumah sampai di pulau tempat uji coba.]
"Baiklah, Sistem. Aku akan mengikuti!" Agler mengangguk.
[Terbang ke arah selatan!]
Sebuah kompas transparan muncul di retina mata Agler, membuat Agler tahu arah yang dituju Sistem.
Whooshhh!
Sosok Agler segera menghilang di padang rumput yang telah terbelah.
Tetapi, tidak lama Agler pergi, semua pemandangan di sini kembali seperti semula. Nampak segala sesuatu di sini memperbaiki dirinya sendiri.
Mengikuti arahan Sistem beberapa kali, Agler melihat sebuah pulau yang sangat luas di bawahnya.
Pulau ini tidak apa-apa, hanya ada tanah kering dan tandus tanpa tumbuhan sedikit pun.
[Pulau besar ini bisa dianggap benua oleh Tuan Rumah, sebab jika mengikuti ukuran dunia yang dihuni Tuan Rumah, pulau besar ini sudah dianggap sebagai benua atau bahkan planet kecil karena ukurannya yang sangat luas.]
"Berapa itu?" tanya Agler dengan wajah penasaran.
[100 juta km².]
[Luas melebihi planet kecil Merkurius yang memiliki luas hanya 74,8 juta km².]
"Sial! Pantas saja ini sangat luas!" Agler berseru setelah mendengar suara mekanis Sistem.
Merkurius itu planet kecil, namun daratan yang luas ini lebih luas dari planet kecil itu, hampir mendekati luas Mars yang sekitar 144 juta km².
[Anda bebas untuk melakukan apa saja dengan daratan yang snagat luas ini.]
[Tetapi jika hancur sepenuhnya, Anda harus membayar harga dua kali lipat dari harga awal menyewa, harga ini untuk memperbaiki daratannya.]
"Oke-oke, Sistem. Tenang saja, aku pasti membayar itu." Agler mengibaskan tangannya dan berkata dengan enteng.
"Aku akan mencoba pukulan yang diberkati dengan getaran yang terakumulasi sepenuhnya!"
Cahaya putih transparan berbentuk bola membungkus kepalan tangannya, cahaya itu menambah besar sampai diameternya melebihi bola basket, bahkan itu terus bertambah besar sehingga hampir menelan sikut tangannya.
Kekuatan getaran dialirkan terus menerus ke kepalan tangannya, sampai Agler mengeluarkan keringat dari dahinya.
Tampaknya ini sudah batasnya sekarang.
Memusatkan pandangannya ke dataran yang luas ini, Agler langsung meninju udara mengarah ke daratan luas dengan kepalan tangan kanannya.
KRAKK!!!
Suara retakan yang memekakkan telinga terdengar, gelombang kejut seperti gelombang angin ini merambat menuju hamparan daratan yang luas.
Tatapan Agler terus mengawasi gelombang kejut yang dia keluarkan tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya.
Beberapa detik kemudian, gelombang kejut itu semakin melebar luas dan menghantam daratan yang sangat luas.
Booomm!!
Daratan tandus dan kering ini hancur berantakan bagaikan piring yang dihancurkan oleh palu yang kuat.
Bongkahan tanah terlempar ke atas lalu turun ke bawah lagi menembak laut di sekitarnya.
Hamparan dataran itu benar-benar terkoyak dan hancur berantakan hingga akhirnya meninggal sisa lubang yang sangat besar di lautan yang lebih luas.
Lautan tidak langsung menutupi lubang yang dalam ini, memberi Agler kesempatan untuk melihat hasil dari kekuatan destruktif pukulan getaran maksimal.
"Seratus juta kilometer persegi hancur hanya dengan pukulan getaran ini?!" Agler terpana dengan kekuatannya sendiri.
Matanya tetapi mengawasi dataran yang tandus dan kering yang sekarang telah menghilang menjadi lubang yang gelap dan dalam.
Lautan perlahan mengisi lubang yang dalam ini dan menutupi seluruhnya.
"Bagaimana jika aku menyatukan pukulan kekuatan penuh dengan pukulan getaran?" Agler menebak-nebak hasil kehancuran yang dicapai setelah menggabungkan dua kekuatan yang dia sebutkan.
Pada dasarnya Agler telah bisa menghancurkan planet besar sekalipun, contohnya planet Jupiter.
Tetapi dia harus mengeluarkan beberapa kemampuannya untuk dapat menghancurkan. Apabila semua kemampuan dan kekuatan Agler saat ini dikerahkan seluruhnya, Agler hanya bisa menghancurkan Tata Surya ini, kekuatan itu masih jauh untuk mencapai hasil menghancurkan sebuah galaksi.
"Aku puas dengan kekuatan ini, aku rasa ini bukan batas kekuatan manipulasi getaran, aku harus mencobanya lagi!"
__ADS_1
Ia rasa batas Manipulasi Getaran tidak hanya di sini, harus banyak menguji dan berlatih. Tidak perlu berpikir dan menimbang lagi, Agler membayar dua ratus Savior Coin untuk memulihkan daratan yang sangat luas ini.
Dengan demikian Agler terus menerus menguji kemampuan Manipulasi Getaran, entah kenapa dirinya terobsesi untuk meningkatkan kekuatan ini. Sebetulnya kekuatan ini memiliki potensi yang tinggi, banyak karakter di dunia One Piece yang berkata bahwa Whitebeard dapat menghancurkan dunia One Piece dengan kekuatan buahnya.
Perihal itu mungkin saja, tapi sayangnya penguasaan Whitebeard dalam menggunakan buah belum sampai ke tahap maksimal, dan dia meninggal karena dibunuh Blackbeard.
Total 900 Savior Coin Agler habiskan untuk menguji kemampuan satu ini. Agler merasa kekuatan Manipulasi Getarannya semakin kuat, dia bisa menghancurkan daratan 100 juta kilometer persegi hanya dengan setengah dari kekuatan Manipulasi Getarannya.
Agler merasa bahwa satu jari yang diberkati kekuatan getaran bisa menghilangkan satu kota dalam sekali serangan.
Semuanya telah dia coba, membuat gempa, tsunami, dan bahkan cuaca. Akan tetapi itu semua bukan manipulasi sebenarnya, hanya secara tak langsung dapat menciptakan efek seperti manipulasi cuaca, bumi, tsunami.
Kepuasan Agler dalam menguji kemampuan telah tercapai, sudah saatnya untuk pergi dari ruang binatang psikis dan berjemur lagi.
Sebelum pergi, Agler ingin bertemu Karathen yang ada di bawah laut ruang binatang psikis ini.
Bertepatan dengan Agler yang hendak menukik ke bawah, matanya menangkap sesuatu yang panjang dan besar sedang berenang meliuk-liukan tubuhnya di laut.
"Apakah itu Karathen?" Agler bertanya kepada dirinya sendiri sambil memperhatikan sesuatu ini.
Terbang menukik dengan kecepatan ratusan kali kecepatan suara menuju laut yang ada di bawahnya.
Agler menceburkan dirinya sendiri ke laut dan berenang mendatangi makhluk ini.
Tak lama kemudian Agler melihat sesosok makhluk super besar dan panjang, makhluk ini menyerupai kombinasi beberapa hewan laut, yaitu dari cumi-cumi, udang, krustasea, dan naga.
Tidak tahu naga apa ini, nampaknya kombinasi naga laut.
Berenang .... tidak Agler terbang di dalam laut dengan kecepatannya tidak berkurang sedikitpun dengan kecepatan yang dirinya sedang ada di udara. Ini disebabkan dari berbagai kemampuan yang telah dimilikinya, seperti kekuatan telekinesis yang melapisi tubuhnya dan meniadakan tekanan, manipulasi gravitasi dan air pun dapat membuat efek yang sama.
Berhenti di depan makhluk ini, Agler dapat melihat dengan jelas betapa besarnya makhluk laut yang dia dapatkan kali ini.
'Karathen?' Agler mencoba mengirimkan telepati pada Karathen.
'Ya, Tuan.' Karathen merespon balik pada Agler, dia berkata dengan hormat.
'Jangan begitu hormat dan formal, anggap saja aku adalah temanmu.' Agler berkata sambil tersenyum pada Karathen.
'Baiklah, aku akan mencobanya.' Karathen menganggukkan kepalanya.
'Omong-omong kau sudah bertemu dengan yang lain?'
'Sudah, Tuan. Gyuki makhluk mirip gurita ini telah bertemu denganku, dia memintaku untuk mengawasi makhluk laut di sini untuk tidak bertengkar.'
Ternyata Gyuki kesulitan dalam menjalani tugas yang dia berikan. Tapi, sekarang dia tidak begitu kesulitan.
Dengan ukuran yang sangat besar, mungkin makhluk lain enggan untuk melawan Karathen. Lawan pasti akan tidak percaya diri dan tidak semangat, tapi tidak tahu pasti.
Meski mereka tetap melawan, mereka akan sulit mengalahkan Karathen, tubuhnya sangat kuat, bahkan diserang oleh nuklir sekali pun dia tidak akan mati.
'Bagus jika seperti itu, aku juga mempercayaimu untuk menjaga makhluk bagian laut di sini.' Agler mengangguk setuju.
'Maaf, Tuan. Apa aku boleh bertanya?' Karathen tiba-tiba ingin menanyakan sesuatu pada Agler.
'Silahkan, bertanya saja.'
'Apakah Anda tahu siapa yang menghancurkan daratan yang sangat luas di sekitar sini? Getaran yang dihasilkan oleh hancurnya daratan ini terasa hingga ratusan ribu kilometer.'
'Itu aku sendiri, Karathen.' Agler tersenyum kecil setelah mendengar pertanyaan Karathen.
'Itu Anda, Tuan?!' Karathen tercengang, tetapi hanya terlihat dari nada dia berbicara.
'Benar.' Agler mengangguk beberapa kali.
'Anda benar-benar kuat! Bahkan Aquaman tidak bisa seperti itu,' kata Karathen menyebutkan Aquaman.
'Haha.' Agler hanya bisa merespon tertawa dalam dialog telepatinya.
'Ya sudah, tidak perlu khawatir, aku akan pergi ke sini untuk memeriksa para makhluk lain. Aku pergi dulu, Karathen.' Agler melambaikan tangannya.
'Baik, Tuan.' Karathen berkata sembari menggerakkan salah satu capitnya.
Agler mengangguk, lalu meluncur cepat keluar dari laut dan terbang menuju padang rumput tempat awal dia muncul.
Memfokuskan pikirannya, kesadaran Agler kembali ke dunia nyata, lalu dia segera berbaring menikmati hangatnya panas matahari.
"Tsunade, Rem, Ram, dan Sword Maiden. Aku tak menyangka mendapatkan wanita anime ini di kehidupan sekarang. Aku kira dulu itu hanya khayalan bahwa Tsunade waifu yang tak mungkin didapatkan, sekarang berbeda, aku bisa menikmati bakpao dan apem itu dengan nikmat," gumam Agler memandangi planet Merkurius di depannya.
Pada kehidupan sebelumnya dia memang memiliki kesukaan terhadap beberapa karakter anime dan beberapa film, mungkin bisa dianggap sebagai waifu, tetapi dia masih waras tidak sampai tergila-gila.
"Aku ingin pergi ke dunia yang lain, dunia yang memungkinkan aku mendapatkan wanita yang lain." Agler berkata dengan jujur.
Kini dia berniat untuk menjadikan beberapa karakter anime atau film menjadi wanitanya.
[Ding! Misi Sepuluh Ribu Dunia Terdeteksi!]
__ADS_1
Suara robotik khas Sistem terdengar oleh telinganya, ia langsung terbangun dan melayang di angkasa.
Misi Sepuluh Ribu Dunia telah dikeluarkan kembali oleh sistem. Agler tidak sabar untuk mengetahui dunia apa yang dituju olehnya.