
Swosshh....
Slashhh...
Dengan mudahnya Draga Volar Sword menebas tubuh Akainu seperti memotong pisang di atas talenan.
Pedang Agler terus menebas semua bagian tubuh Akainu hingga akhirnya menghilang bersama bola air yang mengurungnya karena terdapat void yang menyelimuti bagian bilah pedangnya.
Semua orang langsung membeku setelah melihat adegan Agler membunuh Akainu ini.
Mereka tidak percaya Agler benar-benar membunuh Akainu, walaupun mereka mengakui bahwa Agler kuat tapi tidak menyangka dia bisa membunuh Akainu seperti itu.
Shirohige pun tidak menduga Agler akan melakukan itu, lalu dia menatap pedang yang ada di tangan Agler, segera dia merasakan krisis kematian yang tak tertahankan, dan keringat dingin keluar dari keningnya.
"Muncul dari mana pedang itu?" ucap Shirohige bertanya-tanya.
Luffy dan Ace tidak tahu harus bagaimana, dia merasakan suka dan duka secara bersamaan.
Ace senang Akainu telah tewas akan tetapi dia juga merasa sedikit rumit melihat Akainu yang telah tiada, entah kenapa perasaannya seperti ini.
Disaat dia melihat Agler, dia langsung menjadikan Agler sebagai idolanya, selain Ayah, dia bercita-cita untuk mengalahkan Agler.
'Aku akan melampaui dia!' ucap Ace di dalam hati sambil menatap Agler dengan penuh ambisi.
Di sisi Agler saat ini, setelah dia memasukkan lagi pedang Draga Volar miliknya, dia segera mencari Magu Magu no Mi punya Akainu.
"Di mana buah iblis Akainu?" ucap Agler sambil mencari buah iblis di tempat matinya Akainu.
"Katanya buah iblis akan bangkit lagi, apabila penggunanya sudah mati, tapi nyatanya tidak ada."
Dia terus mencari, tetapi tidak menemukannya sama sekali dan hanya ada serpihan bebatuan hasil dia membenturkan kepala Akainu tadi.
Seketika hal aneh terjadi, bayangan hitam yang besar datang entah dari mana dan menutupi tempat berdirinya Agler yang sedang mencari buah iblis.
Tanpa sadar Agler mengangkat kepalanya ke atas, dia melihat manusia berukuran sangat besar yang diselimuti cahaya emas dan hendak memukulnya dari atas.
"Shock wave!"
Tinju besar berwarna emas memukul dengan kuat, tetapi Agler lebih cepat dari pukulan itu dan menghindarinya.
Boom....!
Tanah berguncang, karena terkena hantaman yang sangat keras dari tinju emas besar itu.
Timbul retakan yang terus menjalar, membuat kawah yang lebar serta bongkahan tembok pada lantai Marineford.
Debu dan asap berterbangan membuat penglihatan semua orang menjadi samar-samar.
Setelah asap dan debu menghilang, nampak Sengoku yang telah menggunakan kekuatan buah iblisnya dan berubah menjadi raksasa bersinar keemasan di seluruh tubuhnya.
Agler menatap Sengoku yang jauh darinya, dan mempunyai firasat buruk untuk ini.
"Bajingan! kenapa kau membunuh Akainu!" teriak Sengoku yang telah lama marah pada Agler karena telah membunuh anggota terkuatnya.
Dia berniat untuk melepaskan jabatannya dan memberikannya kepada Kuzan atau Akainu, akan tetapi Akainu sudah tidak ada, hal ini membuatnya sangat marah tak tertahankan.
Mengabaikan teriakan Sengoku, Agler menengok ke belakang, dan berkata dengan suara yang keras kepada Shirohige serta kru bajak lautnya.
"Pergi dari sini biar aku yang menahan mereka!"
Suara itu keluar, Agler memanggil Ancalagon dan Great Red untuk mengantarkan mereka sebagian lebih cepat.
Agar tidak memakan waktu lebih banyak.
Bam! Bam!
Ancalagon dan Great Red mendarat tepat di depan kru bajak laut Shirohige.
Para bajak laut dan marinir angkatan laut kembali tercengang, dia tidak pernah melihat makhluk besar seperti ini.
"Sebagian naik, yang lain menaiki kapal laut aku akan menghancurkan laut beku ini!"
Setelah berbicara, Agler menggunakan kekuatan logamnya untuk membuat tempat duduk di atas tubuh Ancalagon, agar mereka yang menaiki tidak terkena panas dan duri pada tubuhnya.
Kru bajak laut telah pulih dari keterkejutannya, dan mulai menaiki Ancalagon juga Great Red bersamaan, juga yang tidak kebagian menaiki kapak lautnya masing-masing.
Selanjutnya dia mundur satu langkah, seketika laut yang beku itu menjadi retak dan hancur.
Laut kembali seperti semula, dan kapal bajak laut dan dua Naga-nya mulai pergi dari Marineford.
"Hei, Nak!"
"Mau aku bantu?" Shirohige tidak ikut melarikan diri dan dia menghampiri Agler untuk menawarkan bantuan kepadanya.
Mendengar suara Shirohige, Agler menoleh dan ke arahnya.
"Tidak perlu, aku mampu sendiri, lihat tubuhmu yang terdapat sebuah lubang seperti donat di dada, aku khawatir dirimu tidak akan bertahan lama," balas Agler sambil menatap Pria tua yang berbadan besar ini.
"Hahaha, kamu meremehkan aku, Nak." Shirohige tertawa mendengar pernyataan Agler tadi.
__ADS_1
Agler menghiraukan Shirohige, dia mengulurkan tangannya ke arah Shirohige, dan mulai menyembuhkannya.
Lubang bulat sempurna yang ada di dada Shirohige perlahan sembuh, daging dan sarafnya perlahan tumbuh kembali, mengisi luka yang berupa lubang itu.
Shirohige tertegun sejenak melihat ini, dan dia tersenyum ke arah Agler, lalu berkata, "Baiklah, kalau itu mau mu, tetapi aku akan tetap di sini memastikan kau tidak mati dalam pertarungan ini."
Menanggapi dengan anggukan, Agler mengalihkan pandangannya kembali pada Sengoku yang sejak tadi mendengarkan obrolannya.
"Aku tidak akan membiarkan kalian kabur!"
Sengoku terlambat bereaksi, dan sekarang dia ingin menghentikan kru bajak laut dari pelariannya.
Tubuh raksasa itu meloncat menuju pinggiran laut, tetapi dia dipukul mundur oleh Agler.
Dhuaaaar....!
Tubuh Sengoku jatuh ke bawah menabrak ratusan anak buahnya yang ada di bawahnya.
Permukaan Marineford bertambah hancur akibat benturan itu.
"Sial bocah ini memiliki pukulan yang sangat kuat!" Sengoku mengutuk Agler.
Dia perlahan berdiri menatap Agler yang melayang di udara.
"Masih bisa terbang?... berapa kemampuan yang dia punya sebenarnya?" Sengoku terheran-heran pada Agler.
"Tidak perduli berapa banyak kemampuanmu, aku akan membunuhnya untuk membalas dendam!"
Tangannya bergerak, telapak tangan yang bersinar putih mengarah ke Agler.
Melihat gerakan ini, Agler segera terbang ke depan sambil mengerahkan pukulan yang mengandung kekuatan penuhnya, dia tidak bisa meremehkan serangan dari Laksamana Armada ini.
"Shock Wave!"
"Full Power!"
Telapak tangan dan kepalan tangan mereka berdua bertemu, dan saling menghantam.
BOOM....!
Ledakan hebat menghancurkan semua yang ada di dalam ruang lingkupnya, sebagian Marinir terpental dan ada juga yang tewas mengenaskan akibat terkena ledakan yang merusak ini.
Bulatan ledakan semakin terang memancarkan sinar menyilaukan hingga akhirnya semua orang harus menutupi pandangannya.
Beberapa menit berlalu, pancaran sinar menghilang yang hanya menyisakan lubang yang besar di tengah permukaan Marineford.
Sengoku terbaring tidak jauh dari kawah besar, dia masih mempertahankan bentuk Buddha emasnya.
Namun, tangan kanannya sedikit terluka, tetesan darah mengalir hingga ujung jarinya, sampai tetesan darah merah terjatuh ke tanah.
Regenerasi mulai bekerja, tangannya sembuh kembali dengan cepat, tetesan darah berhenti mengalir dan menghilang.
"Bocah ini terlalu kuat, dia bisa mengimbangi kekuatan shock wave milikku, bahkan aku hampir kalah," gumam Sengoku sambil bangkit dari tanah.
Dia menatap Agler yang masih mengapung di udara dengan tatapan kebencian.
Mengabaikan tatapan ini, Agler ingin menyelesaikan misi ini lebih cepat.
Cahaya emas datang tepat di atas kepala Agler, itu adalah Gold Cloth Sagitarius yang dimunculkan olehnya.
Semua orang tidak tahu benda apa itu, mereka hanya bisa terus memandanginya.
Setiap bagian Gold Cloth Sagitarius terlepas, lalu terbang menuju Agler dan terpasang di setiap bagian pada tubuh Agler.
Dalam beberapa detik, seluruh tubuh Agler dibungkus oleh armor emas yang tidak kalah terang cahaya emasnya dengan tubuh Sengoku.
Mata Sengoku melebar melihat adegan ini, dia dapat merasakan energi yang kuat tapi asing baginya pada armor yang dikenakan Agler, dan ini tidak boleh diremehkan.
Dia langsung memasang posisi siap tempur, sambil memperhatikan gerak-gerik Agler.
"Banyak hal misterius dari anak ini," gumam Shirohige yang masih melihat Agler terbang di langit.
Mereka semua melihat Agler yang tiba-tiba bergerak, tangan kanannya mengepal disamping tubuhnya, cahaya biru perlahan muncul menyelimuti kepalan tangannya.
Sengoku merasakan energi yang kuat ini, dia sudah bersiap untuk memukul kembali serangan ini.
Cahaya biru membesar dan cahayanya semakin terang.
"Pegasus Suiseiken!"
Suara itu diucapkan bersamaan dengan munculnya sebuah bayangan kuda pegasus putih pada tubuh Agler, kemudian lengannya meninju ke depan, cahaya biru pada kepalan tangannya meluncur dengan sangat cepat menuju Sengoku.
"Shock Wave!"
Sengoku buru-buru melepas serangannya untuk menahan energi biru ini.
BANG!
Energi cosmo biru itu menghantam telapak tangan Sengoku, detik berikutnya cahaya biru itu menghancurkan Shock Wave dan menabrak tubuh Sengoku dengan sangat kuat.
__ADS_1
"Aaarrghhh!"
Tubuh sengoku didorong oleh tinju komet pegasus ke belakang hingga menghancurkan bangunan markas besar angkatan laut berkeping-keping, dan pada akhirnya energi biru itu meledak.
Booooomm.......!
Selama beberapa menit ledakan ini aktif, dan setelah itu menghilang.
"Serangan yang sangat kuat!"
Shirohige muncul jauh di tempat yang jauh dari terjadinya ledakan itu, dia menatap Marineford yang sekarang menjadi bobrok yang hampir tidak bisa dikenali lagi.
Ledakan itu menghasilkan setengah bagian lebih dari pulau ini menjadi hancur berantakan.
Marinir angkatan laut banyak yang tewas akibat
ledakan ini, dan sebagin kecil yang masih hidup.
Salah satu bongkahan bangunan tiba-tiba terangkat, menampilkan seseorang yang mengangkat bongkahan bangunan yang menimpanya.
Orang itu adalah Sengoku yang sekarang kembali ke dalam bentuk biasanya.
"Uhuk!"
Sengoku mengeluarkan batuk darah dari mulutnya.
Dia berusaha berdiri, lalu menengadah menatap Agler yang masih melayang jauh di depannya.
Melihat Sengoku yang masih hidup, Agler sekali lagi ingin meluncurkan tinju komet pegasus.
"Jangan, Jangan... berhenti menyerang!"
"Bagaimana jika kita berdamai?"
"Aku membiarkanmu pergi... dan menganggap masalah ini selesai," ucap Sengoku menawarkan permintaan perdamaian.
Agler mendarat di samping Shirohige, lalu menatapnya seolah memberikan isyarat kepada Shirohige.
"Ace dan yang lain sudah pergi dari sini, kita sudah menang, karena tujuan kita terpenuhi yaitu menyelamatkan Ace dari tempat ini," kata Shirohige kepada Agler.
[Ding!]
[Selamat Anda Telah Menyelesaikan Misi Sepuluh Ribu Dunia!]
[Hadiah 3x Tiket Lotere, 230 Savior Coin Telah Diberikan!]
[Apakah tuan rumah ingin kembali atau tinggal sementara di Dunia ini?]
Notifikasi sistem muncul dalam benaknya memberitahukan bahwa misi telah selesai.
'Tuan kami telah menyelamatkan semua orang, kebetulan ada seorang bersama temannya yang seperti kru bajak laut saat kita terbang menuju pulau tak dikenal ini'
Great Red tiba-tiba mengirim pesan melewati telepatinya kepada Agler.
'Siapa itu?' tanya Agler penasaran dengan orang-orang yang dimaksud Great Red.
'Salah satu orangnya memiliki rambut merah dan membawa pedang di tubuhnya,' jawab Great Red.
'Apakah itu Shanks?' pikir Agler setelah mendengar ciri-ciri yang disebutkan oleh Great Red.
'Mereka semua ada di tempatmu, Red?' tanya Agler sekali lagi kepada Great Red.
'Iya, tuan!' balas Great Red.
'Jaga mereka, aku akan ke sana sebentar lagi,' kata Agler.
'Baik, Tuan!'
Telepati Great Red terputus.
[Apakah anda ingin kembali atau tinggal di Dunia ini?]
'Tinggal di sini,' jawab Agler.
[Ding!]
[Tuan rumah hanya dapat tinggal selama tiga hari saja di Dunia ini]
[Selamat bersenang-senang!]
Agler mengangguk, tumben sekali sistem berbicara seperti itu.
Kembali fokus, dan menatap Sengoku yang jauh di sana, sesuai dengan perkataan Shirohige, dia memilih untuk pergi meninggalkan tempat ini.
"Baiklah anggap saja urusan kita selesai..." ucap Agler tanpa ekspresi.
Kemudian dia berbalik tanpa menunggu respon Sengoku, dan mulai berjalan menuju pinggiran pulau.
Shirohige juga ikut berjalan mengikuti Agler mulai meninggalkan pulau ini.
__ADS_1
Melihat mereka berdua pergi seperti ini, Sengoku menatap mereka penuh kebencian.