Savior System

Savior System
Bab 83 : Bertengkar Lagi


__ADS_3

Dua hadiah yang tidak bagus, Agler tetap menerimanya dan sistem menyimpannya ke dalam ruang sistem, tetapi dia keluarkan barang item tersebut dan membuangnya ke matahari.


Item itupun berubah menjadi abu, dan abunya pun ikut terbakar tanpa ada sisa.


Setelah berpikir lama, persoalan ingin menggunakan tiket lotere atau tidak, akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan tiga tiket dari sisa lima tiket lotere miliknya tersebut.


Dua yang tersisa dia simpan terlebih dahulu, untuk berjaga-jaga jika dalam keadaan yang mendesak atau memang diperlukan, dan juga untuk dia kumpulkan sampai tiket lotere sudah terkumpul banyak.


"Sistem, segera gunakan tiga tiket lotere!" perintah Agler.


[Mulai memutar lotere...]


Mesin lotere muncul kembali, dan mengacak ribuan bola yang ada di dalamnya, lalu mengeluarkan tiga bola yang bersinar terang dengan warna yang berbeda.


Bola-bola itu mengeluarkan isinya, sesuatu yang diselimuti oleh cahaya.


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Binatang Psikis Bewilderbeast dari Valka How To Train Your Dragon 2]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Karakter Ada Wong dari Resident Evil]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Kesempatan untuk Meningkatkan Kemampuan Manipulasi Api]


Melihat hadiah dari sistem lotere di depannya, sepertinya lebih baik dari pada sebelumnya.


Apalagi dia melihat hadiah yang ke-duanya, karakter Ada Wong yang cantik dan misterius, tubuhnya seksi bagaikan biola, wajahnya yang sangat cantik, Agler sangat senang dan puas dengan hadiah ini.


"Terima semua hadiah, dan simpan terlebih dahulu Ada Wong!"


Dia tidak mungkin mengeluarkan Ada Wong di sini di permukaan matahari, dia akan segera mengenalkan ke wanitanya yang lain.


[Ding!]


[Bewilderbeast telah diletakkan di ruang binatang psikis tuan rumah!]


[Ding!]


[Mulai meningkatkan kemampuan manipulasi api...]


[1%...]


[30%..]


[70%...]


[100%...]


[Proses Selesai!]


[Manipulasi Api berubah menjadi Manipulasi Api Biru]


[Efek : - Meningkatkan suhu panas dari Api dengan batas atas hingga 50 juta derajat celsius, - Dapat membakar makhluk jahat seperti iblis dan sejenis dengan makhluk Draith termasuk jiwanya]


Setelah melihat efek ini, Agler tercengang, Manipulasi Apinya menjadi lebih kuat.


'50 juta derajat Celcius?' gumam Agler di dalam hati.


Inti matahari saja hanya bisa mencapai 15 juta derajat Celcius, dia tidak bisa membayangkan efek dari suhu sepanas itu.


Perubahan yang kedua lebih istimewa dari itu, Apinya sekarang bahkan bisa membakar makhluk jahat dan juga membakar jiwanya.


Terlebih lagi, suhu apinya bisa dia kontrol sesuai dengan kemauannya.


Kemampuan Ultimatenya bertambah lagi, dan semakin banyak.


Lebih baik dia kembali ke rumah dan dengan cepat mengenalkan wanita barunya kepada mereka semua.


Bangkit dari posisi tidur, lalu dia melesat dengan kecepatan cahaya menuju Aquater.


....


"Anu ... ini ada mitra baru, hehehe~"


Agler tertawa canggung, ketika melihat 4 wanitanya menatap dia agak tidak senang.


"Huh!"


Adena berjalan mengabaikan Agler, mendengus, lalu menarik Ada Wong ke dalam kelompoknya


Ada Wong terlihat bingung saat ini, dia membiarkan wanita-wanita ini membawanya ke lantai 3 rumah.

__ADS_1


Melihat perilaku mereka, Agler hanya bisa pasrah, menghela nafas dan berkata tanpa daya, "Dicuekin lagi deh ...."


Dia berjalan menuju sofa, dan hendak menonton televisi, akan tetapi, Pina datang entah dari mana lalu berbaring di pangkuannya.


Memandang Pina, mengelus bulunya yang lembut.


Ekspresi Pina terlihat menikmati sentuhan lembut Agler, dan dia mendengkur terdengar seperti kucing.


Mungkin karena tidak ada anak-anak, Pina datang ke Agler untuk menemaninya.


Anak-anak belum pulang sekolah, dan di ruang keluarga kosong tidak ada siapa-siapa.


Film yang ada di televisi sangat membosankan, sinetron cinta yang dia sudah lihat di kehidupan sebelumnya, dia mengganti channel yang memutar kartun Upil Ipil, melihat ceritanya sebentar, dan ternyata episode yang sudah diulang ribuan kali, dia sampai hapal alur cerita semua kartunnya.


Mengambil remote dengan telekinesisnya, dan dia mematikan televisinya.


Ketika dia hendak berdiri, suara sistem berbunyi di kepalanya.


[Peringatan!]


[Binatang Psikis tuan rumah kembali bertengkar, menenangkannya!]


"Siapa lagi ini?!"


Kemudian dia memfokuskan pada pikirannya, kesadarannya pindah ke dalam ruang binatang psikisnya.


Saat dia berada di dalam ruang binatang psikis, dia mendapati Monster besar dengan tinggi 49 meter dan panjangnya 198 meter, tubuh berwarna putih besar dan kepalanya memiliki cula ke bawah layaknya seekor gajah, terdapat luka-luka yang menghitam ditubuhnya, sepertinya ini akibat semburan petir Ghidorah, dan juga salah satu culanya patah.


Monster ini adalah Bewilderbeast yang sedang ditekan oleh sistem ke tanah, dan di seberangnya terdapat Naga berkepala tiga, seluruh tubuhnya berwarna emas, juga sedang ditekan oleh sistem ke permukaan tanah.


Dan yang tidak terduga, Ancalagon pun ikut dalam pertengkaran ini.


Great Red hanya melihat di kaki gunung, dan berbaring santai tanpa ada niat melerai mereka.


Sedangkan Groot, dia asik mengejar kupu-kupu di sebuah hutan yang sangat jauh di tempat pertengkaran terjadi.


Melihat pemandangan ini, Agler menjadi murka, dia meminta Sistem untuk melepaskan mereka.


Sistem segara membebaskan mereka bertiga.


Tanpa banyak omong kosong, Agler segera membuat tiga tombak besar yang panjangnya 5 kilometer, terbuat dari api biru yang baru saja ia tingkatkan.


Tiga naga besar ini melihat Agler yang melayang sedang mengangkat tombak biru.


Perasaan takut langsung memenuhi tubuh mereka bertiga, takut jika tombak itu menghantam dirinya.


Ancalagon meraung seperti memohon kepada Agler, sambil menundukkan kepalanya yang besar itu.


Diikuti oleh King Ghidorah dan Bewilderbeast yang tampak seperti merintih memohon ampun.


Dia membatalkan tombak apinya setelah melihat mereka ketakutan sampai seperti itu.


Kemudian terbang mendekati mereka bertiga.


Menatapnya satu persatu dengan tatapan mata yang mengancam dan sedikit mengandung niat membunuh.


Mereka bertiga tidak berani melihat kembali Agler, dia takut jika tuannya membunuhnya dengan kejam.


Tentu saja, dia tidak akan membunuh mereka, pada dasarnya Agler menganggap mereka adalah keluarganya.


Apa yang lakukan ini hanya mengancam agar mereka tidak melakukan pertengkaran seperti ini lagi.


'Groot segera kesini!'


'Red ke sini!'


Dia memanggil Great Red dan Groot untuk datang ke sini.


Naga merah terlihat sedang terbang menuju ke sini, dan tidak lama pun mereka berdua sampai ditempat Agler.


Groot muncul dengan cara berlari dengan kaki pohonnya yang dipanjangkan.


'Ada apa, tuan?'


"I'm Groot?"


Melihat mereka berdua yang tidak bisa diandalkan, dia menghembuskan nafas dengan pasrah, lalu berkata, "Jika ada salah satu dari kalian yang bertengkar, tolong segera pisahkan dan jangan diam saja."


'Siap, Tuan!'

__ADS_1


"I'm Groot!"


Mereka berdua mengangguk, mengerti apa yang dikatakan Agler.


Setelah memberi pesan kepada mereka berdua, Agler menghampiri Bewilderbeast.


"Jangan bertengkar dengan Naga berkepala tiga ini, kamu tidak akan menang melawan dia, lebih baik kamu meningkatkan kekuatanmu dan baik kepada sesama Naga," kata Agler sambil menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuh Bewilderbeast.


Bewilderbeast mengangguk tanda dia mengerti apa yang dinasehati Agler.


"Baiklah kalau begitu."


Menoleh, Agler memandang dua naga besar yang ada di seberangnya, dan dia juga memberi peringatan kepada mereka berdua, khususnya Ancalagon ini.


Setelah itu, kesadarannya kembali ke Dunia nyata.


Agler tiba-tiba mempunyai keinginan untuk berlatih, kebetulan ilmu pedangnya masih dasar.


Dia membuat tiga bayangan dirinya sendiri dari jutsu Tajuu Kagebunshin.


Setiap bayangan memiliki tugasnya masing-masing, satu klon berlatih pedang dan satu klon berlatih ilmu bela diri yang ada di dunia ini, dengan cara ikut dojo atau perguruan yang ada di dunia ini.


Satu klon yang terakhir, Agler memintanya untuk mengurus atau memantau perusahaan Wayne Enterprise yang ada di Los Angeles, dengan memakai identitas yang lain, dan Jarvis secepat mungkin membuatkan kartu identitasnya.


Agler juga menyuruh mereka untuk mengganti penampilan dengan jutsu transformasi.


Setelah itu, mereka bertiga menghilang dari pandangan Agler.


Tetapi, klon yang mengurus perusahaan akan tinggal sementara di rumah tempat Agler duhulu, sampai kartu identitas sudah dibuat.


Dia tidak khawatir dengan mereka berdua, karena Agler mengisi 5% dari kekuatannya kepada mereka berdua. Jadi, tidak ada satupun orang yang mampu membunuh mereka di Planet ini.


Duduk di sofa, mengambil handphonenya dan menonton Yutuper paling ramah dan baik kepada bocil yaitu Windah Bersaudara.


Kebetulan dia sedang melakukan charity, dia dengan senang hati mendonasikan 1M di live charity-nya.


'Terima kasih banyak Bang Agler!'


Windah yang ada di hpnya dengan muka terkejut menyebut namanya dan berterima kasih.


Agler tersenyum melihat tingkah kocaknya, walaupun dia toxic, tetapi cukup menghibur, ya walaupun kebanyak bocil 16 tahun ke atas yang menontonnya.


Semoga dia mengurangi toxicnya, agar lebih cocok ditonton oleh anak-anak di bawah umur.


Membuat dirinya respect kepada Windah ini adalah dia tidak open donasi atau sawer untuk dirinya sendiri, dan itu menjadikannya nilai positif.


Keluar dari livenya, Agler mencari Yutuper yang bagus untuk ditonton disaat waktu luang seperti ini.


Tidak sengaja Agler melihat video Pong Kitchen di berandanya, mengklik videonya dengan rasa penasaran dan dia melihat sesuatu yang tidak terduga.


Pipi Agler memerah dalam sekejap, dia langsung keluar dari video tersebut.


"Sial, Madik terbangun dari tidurnya!"


Pina yang berbaring di pangkuan Agler terbangun, dia merasa sesuatu yang bergerak di bawah tubuhnya.


Dan dia melihat sesuatu yang panjang menonjol di tengah-tengah dua kaki tuannya.


"Pina jangan lihat itu!"


Agler terlihat malu, dengan cepat mengambil bantal sofa untuk menutupinya.


Pina tidak mengerti, tapi dia menuruti perintah Agler dan tidak melihat itu lagi.


Tiba-tiba, suara notifikasi sistem terdengar di kepalanya, membuat Agler selamat dari keadaan awkward ini.


[Ding!]


[Misi Sepuluh Ribu Dunia Telah Tersedia!]


...----------------...


...Terima kasih sudah mendukung novel ini!...


...Jangan lupa komen like dan subscribe!...


...Thank you very much to reading!...


...Stay Happy😅...

__ADS_1


__ADS_2