
Pukulan Agler membuat tanah terkoyak dan lubang besar ratusan meter muncul pada permukaan Terrain of Earth.
Draith yang ada di lingkup radius lubang, langsung musnah dan tubuhnya hancur berantakan.
Agler bergerak dengan cepat, lalu memukul dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara ke arah ratusan ribu Draith.
Bam... Bamm.. Bammm!
Suara benturan yang keras terdengar jelas.
Dia memukul menggunakan sekitar kurang dari seperseratus kekuatan penuhnya, pukulannya itu menyebabkan ribuan Draith menghilang menjadi kabut darah.
Setiap pukulan yang membombardir ribuan Draith, mengeluarkan efek visual yang menakjubkan.
Tanah terguncang hebat, membuat banyak ribuan lubang di permukaan Terrain of Earthnya.
Pemandangan ini bisa dilihat oleh semua orang yang melihat televisi sekarang.
Peristiwa sekarang menjadi sorotan berbagai media massa, para awak media pasti akan selalu ada di setiap peristiwa seperti ini.
Bisa dibilang, mereka akan terus mencari keuntungan dalam kejadian ini karena sekarang sedang hype-nya Saviorman di dunia sebagai pahlawan, sangat disayangkan bila kesempatan emas seperti itu dilewatkan oleh mereka, walaupun niat mereka baik ingin memberitahukan apa yang terjadi kepada semua orang.
Di kota Seoul, para tentara tetap masih siap siaga, takut akan ada monster yang lolos dari Saviorman dan datang menghancurkan kotanya.
Sepertinya mereka agak meremehkan Agler, tidak mungkin dia memberi kesempatan kepada Draith untuk kabur dari pembantaian-nya.
Tiba-tiba, sebuah portal yang sangat besar melebihi portal pertama muncul di dekat medan tanah yang melayang di atas kota.
Para tentara angkatan udara korea menjadi tegang kembali, mereka siap meluncurkan serangan apabila Draith datang menyerang kota Seoul.
Moncong senapan berat seperti minigun yang terpasang di helikopter diarahkan ke arah portal yang muncul.
Sesosok makhluk merah yang besar keluar dari portal, lalu diikuti oleh satu makhluk hitam yang lebih besar dari makhluk yang pertama keluar.
Para tentara angkatan udara yang melihat ini tercengang, mereka belum pernah melihat makhluk ini secara langsung dari mata kepala mereka sendiri.
Segera mereka mengenali dua makhluk besar ini.
Itu adalah dua makhluk milik Saviorman yang dikabarkan oleh media berita.
Mereka membatalkan rencana untuk menyerang, dan membiarkan makhluk ini datang.
Gruuoooooaaahhhh...
Ancalagon meraung ke langit, sepertinya dia selalu ingin terlihat kuat di depan orang banyak.
Melihat tingkah Si Besar ini, Great Red yang ada di sampingnya menggelengkan kepala.
Mereka berdua mengalihkan pandangannya ke arah Agler yang sedang membantai Draith.
Seketika mereka terkejut, Agler terus menerus memukul para Draith hingga menjadi uap kabut.
Terbang mendekat dan mereka berdua mendarat di tepi medan tanah pertempuran.
Hanya melihat tuannya bertarung, mereka berdua tidak akan mengganggu kesenangan Agler.
Kenapa mereka bisa menganggap seperti itu, karena mereka berdua bisa melihat ekspresi kebahagiaan Agler ketika membunuh monster itu.
Sepertinya Agler lebih menakutkan dibandingkan dengan monster-monster ini.
Sszztttt...
Suara petir terdengar di medan pertempuran, entah kapan Agler merubah mode pertarungannya.
Sekarang Agler sedang menggunakan pedang dua tangan yang terbuat dari petir ungu untuk membantai ratusan ribu Draith yang tersisa.
Tidak tahu apa tujuan Agler menggunakan mode bersenjata seperti itu, padahal jika dilihat, lebih baik menggunakan kepalan tangan dari pada pedang yang dia pakai sekarang.
Karena, kerusakan yang dikeluarkan lebih besar kepalan tangannya dibanding pedang itu.
6 menit kemudian, para Draith benar-benar musnah tanpa ada yang hidup.
Blaaarrr...
Permukaan tanah di sekitar mayat Draith menjadi panas hingga suhunya mencapai 200.000 derajat Celcius.
__ADS_1
Dalam sekejap setengah medan tanah menjadi tungku untuk melelehkan dan menguapkan mayat tubuh Draith yang mati.
Melihat semua mayat telah menguap ke atas langit, dia segera mensterilkan udara agar tidak ada partikel yang mengandung DNA Draith berterbangan di langit.
Setelah itu, dia membubarkan dua pedang petir ditangannya, dan merasa bahwa keterampilan pedangnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Benar, alasan dia menggunakan pedang dan kepalan tangan adalah untuk mengasah keterampilan bertarung jarak pendeknya.
Selama bertempur dengan para Draith, dia hanya memakai serangan jarak jauh seperti sihir dan manipulasi elemen yang lain, hingga dia merasa bahwa kekuatan fisiknya tidak berguna.
Oleh karena itu, agar serangan dekat tidak menjadi kelemahannya, dia mengasah keterampilan bertarung jarak dekatnya.
Kebetulan dia sempat menonton video beberapa ilmu pedang yang ada di dunia ini, sebenarnya itu tidak cukup baginya, tetapi tidak apa-apa untuk sekarang ini.
Selain menonton video ilmu pedang, dia juga menonton beberapa ilmu tinju seperti boxing di aplikasi terkenal, dan itu sangat membantu dia ketika melawan para Draith.
Menoleh ke tempat Ancalagon dan Great Red, dia segera terbang menuju mereka berdua.
Saat dia terbang tiba-tiba suara Jarvis kembali berbunyi di telinganya.
{Tuan, Pemerintah Amerika Serikat mengabarkan berita bahwa telah muncul satu portal di atas langit Pulau Navassa}
"Pulau Navassa?"
{Iya Tuan, Pulau Navassa adalah Pulau seluas 5,2 km persegi yang tidak berpenghuni di laut Karibia, pulau ini diklaim kepemilikan oleh Amerika Serikat dan Haiti}
"Pulau tidak ada penghuninya?"
"Tunggu ... Aku merasakan Golem yang aku taruh di sana sedang menghadapi sesuatu yang mengerikan."
Dia segera menghilangkan Terrain of Earthnya lalu terbang ke dua naga itu.
Memandang mereka berdua, Agler berkata, "Ikuti aku, kita akan ke tempat makhluk itu bermunculan lagi."
Bum...
Dengan ledakan sonic di udara, Agler terbang menuju Pulau Navassa.
Great Red dan Ancalagon mengikutinya dari belakang.
....
Great Red tiba-tiba membuka bicara, sambil memandang portal yang melayang di pulau ini.
"Aku juga, Red."
Portal satu ini mengeluarkan Aura yang kuat dan menakutkan dari dalam.
Agler juga bisa merasakan aura yang menakutkan ini.
Wajahnya terlihat bersemangat, dia tidak sabar ingin bertarung melawan sosok yang akan keluar dari portal ini.
Bongkahan tanah melayang, dan membuat tanah lapang yang luas di atas pulau, Agler membuat Terrain of Earth dan membentuknya seperti Arena Pertempuran.
Beberapa menit kemudian mereka menunggu, jutaan Draith sekali lagi keluar dari portalnya.
Mereka bertiga mengamati Draith yang berjatuhan ke medan pertempuran ini, mereka tidak peduli dengan Draith lemah ini, Agler sangat menantikan makhluk yang kuat ini.
Dia menduga bahwa makhluk yang memberikan aura kengerian ini adalah Czar Draith sang pemimpin ras Draith.
Ingin tahu seberapa kuat Czar ini, jika dibandingkan kekuatannya.
Seiring berjalannya waktu, semua Draith telah keluar dari lubang dimensinya.
Mereka bertiga bisa melihat lautan Draith yang membentang di setengah arena pertempuran.
Menyipitkan matanya, Agler sepertinya melihat sesosok yang terbang di atas jutaan Draith.
Mengaktifkan Mata Tenseigan-nya Agler memfokuskan sosok yang jauh itu.
Dia dapat melihat dengan jelas, sosok itu berbentuk sama seperti dengan Draith hanya sedikit lebih besar dan juga memiliki sepasang sayap yang mirip dengan sayap hewan nokturnal yaitu kelelawar.
Sosok itu juga memegang dua kapak besar di kedua tangannya, dan membawa sesuatu yang panjang di punggungnya, ditengah antara sayap yang sedang mengepak.
Matanya mendeteksi energi yang besar dari makhluk ini, sepertinya dialah sosok yang mengeluarkan aura kuat.
__ADS_1
Sosok itu mengangkat kapaknya menunjuk ke arah mereka bertiga, segera jutaan Draith berlari menuju mereka.
"Makhluk ini Arogan sekali tuan!"
Dengan nada kesal, Great Red mengadu ke Agler.
"Hahaha biarlah Red, dia tampaknya tidak akan maju, aku akan melawan dia jika dia mulai menyerang, kalian berdua boleh bersenang-senang dengan prajurit lemahnya!"
"Pastikan semuanya mati tanpa tersisa!"
Mereka berdua mengangguk, kemudian terbang ke jutaan Draith.
Menjentikkan jarinya, dalam sekejap 500.000 gabungan dari pasukan ThunderGolem dan WindGolem muncul di depannya.
Singgasana es yang selalu dia duduki juga muncul, Agler duduk santai sambil menyilangkan kakinya di meja yang terbuat dari berlian biru laut.
"Serang mereka!"
Dia memberi perintah kepada semua Golem, saat berikutnya para Golem bergerak dengan cepat menuju pasukan Draith.
Pemandangan yang sangat luar biasa, Dua naga dan ratusan ribu golem berwarna kuning dan golem yang terbang bentrok dengan jutaan Draith berwarna hitam.
Semua pemandangan ini disorot oleh kameraman pembawa acara berita dan juga berbagai helikopter tempur milik angkatan beberapa negara.
Mereka semua merasa tegang dan khawatir, karena jumlah Draith lebih banyak dari pasukan Agler.
Orang yang melihat ini di televisi, berdoa semoga pasukan Agler yang akan menjadi pemenang.
"Aku percaya Saviorman yang akan menang!"
Pemerintah Perancis yang juga melihat ini, menaruh kepercayaannya kepada Agler.
Tetapi dia tetap merasakan krisis bahaya jika melihat satu makhluk yang terbang itu.
Sebenarnya bukan hanya dia, tetapi semua orang bahkan merasakan krisis kematian jika ketika melihat makhluk yang sedikit berbeda dari Draith ini.
Dalam sekejap, dua kubu saling bertemu dan berperang.
Boomm!
Ancalagon mengeluarkan semburan Api dari mulutnya di udara.
Ziiiingggg....
Duarr...!!!
Sinar merah Great Red membelah formasi Draith dan meledakkannya.
Dentang..!!
Belati petir dan kapak merah saling berbenturan menciptakan percikan energi.
Para ThunderGolem beradu mekanik dengan Draith, ThunderGolem dengan keunggulan kecepatannya dengan mudah memotong Draith beberapa bagian.
Sedangkan para WindGolem menembakkan tebasan angin dari udara ke jutaan Draith ini.
Jelas sekali bahwa pasukan Draith kalah telak oleh pasukan Agler.
"HAHAHA!"
Suara tertawa seperti seorang manusia terdengar ke seluruh arena pertempuran.
Mereka semua termasuk Agler memandang sosok yang terbang ini, karena suara itu berasal darinya.
"SUDAH RATUSAN TAHUN AKU TIDAK MELIHAT PERTEMPURAN SEPERTI INI!"
"HAHAHA ...."
"BOLEHKAH AKU BERGABUNG DALAM PEPERANGAN INI?"
"AKU SANGAT TIDAK SABAR UNTUK MEMBASMI KALIAN SEMUA ... WAHAI MAKHLUK YANG LEMAH!!!"
Semua orang di dunia langsung merasakan aura yang menyeramkan ketika makhluk itu berbicara.
Dan ucapannya tampaknya ditujukan kepada mereka semua.
__ADS_1
Agler menaikkan sudut mulutnya setelah mendengar ucapan makhluk jelek yang terbang ini, dia berdiri dari posisi duduk santainya, memandang sosok jauh yang berbicara sangat keras, lalu membuka mulutnya.
"LO SO ASIK BANGS*T!"