
Seorang pria berlari ketakutan, ia sudah tidak memperdulikan bagaimana penampilannya yang berlari melewati semak-semak belukar ditengah hutan. Pria itu berlari demi menghindari orang-orang yang mengejarnya.
"Sial, Kim Taeyeon berbohong." Desisnya sembari memegangi perutnya yang terluka. Pria itu berusaha berlari demi menghindari orang-orang suruhan Taeyeon. Lebih tepatnya kesayangan Taeyeon, Hans dan William.
Si kembar yang tampan.
Mereka adalah bawahan Kim Taeyeon yang berasal dari Inggris. Bagaimana mereka bisa mengenal Taeyeon, itu adalah cerita lama ketika gadis asia itu menyelamatkan si kembar dan mengubah mereka menjadi mesin pembunuh. Tentu saja semua vampire tahu itu.
Hans dan William adalah Vampire yang sedikit berbeda.
Baru saja pria itu hendak melompat, tanpa sadar si kembar sudah berada dihadapannya. Kedua orang suruhan Taeyon sudah berhasil menghadangnya.
"Mau kemana kau?" Desis Hans menyeringai.
Si pria itu pun berjalan mundur ketakutan. "Ku-kumohon! Bi-biarkan aku hidup!" Mohonnya sembari menahan rasa sakit pada area perutnya.
"Bisakah kau saja yang menyelesaikannya? Ini hanya akan membuatku mengantuk." Terang William menatap korban dengan malas.
"Dengan senang hati bro."
Baru saja William menghilang, Hans menatap mangsanya dengan tatapan minat dan setelahnya hanya terdengar jeritan yang memilukan.
***
Pria itu terus saja menatap si gadis hingga ia sadar bahwa si gadis baru saja menunggu penjelasannya. "Apakah kau percaya jika kukatakan bahwa aku adalahVampire dan kita adalah pasangan mate?"
Hyesun menggaruk kepalanya terlihat bingung "Tidakkah kau tahu jika aku ini manusia?"
Chanyeol tersenyum singkat mendengar pertanyaan Hyesun "Maksud ku kita berjodoh sayang. Kau adalah mate ku. Dan kau adalah pasanganku. Belahan jiwaku."
Hyesun memasang senyum masampada lawan bicaranya. "Apa kau ingin membuatku mempercayai dongeng
anak-anak? Aku minta penjelasan bukan minta kau bercerita tentang dongeng."
"Aku serius. Dan hei, kita bukan dongeng anak-anak. Jika kita hanya dongeng. Tak mungkin aku menciummu waktu lalu. Itu hanya karena ikatankita beraksi."
"Ikatan?"
“Kita sudah melakukan Bonded yang berarti terikat. Itu karena kutukan dari Ayahku untuk ibumu. Dan setelah ibumu meninggal, kutukan itu turun ke penerusnya, yaitu kau! Putri Kim Hongbin."
"Darimana kau tahu nama ayahku?"
Chanyeol tertawa. "Tentu saja aku tahu, karena aku ikut andil saat kutukan itu terjadi."
"Himeko, bangunlah! Kenapa kau pergi dengan cara secepat ini?"
Pria itu hanya bisa menahan pilu ketika melihat tubuh wanita yang ia cintai sudah terbujur kaku dengan luka tusukan dijantungnya.
Tubuh ibu Hyesun.
"Ini semua pasti ulahmu! Jika kau tidak egois dengan menggunakan kutukan itu, Himeko tidak akan meninggal seperti ini!" Seru Hongbin menatap pria dihadapannya dengan sinis.
Hongbin membentak, marah kepada pria dihadapannya. Dialah sang pembuat kutukan Park Joon gi.
Sementara Park Joon gi hanya menatap sendu ke arah tubuh yang sudah membujur kaku itu. Hongbin benar, jika ia tidak egois. Himeko tidak akan bunuh diri untuk meringankan kutukan Hyesun.
Ia masih mengingat bagaimana dirinya membuat kutukan itu, dengan bermula Himeko menolak perjodohan dengannya hanya karena manusia itu -Hongbin-.
Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana kutukan itu bekerja. Membuat tubuhnya menjadi panas seperti membakar diri sendiri. Dan kutukan itu akan hilang jika Himeko kembali padanya. Namun, Himeko tetap bersikukuh menolaknya, hingga kutukan itu jatuh ke gadis kecil yang tidak berdosa sebagai gantinya.
"Itu tidak ada gunanya, kutukan itu sudah mengarah ke putrimu." Ucap Joon Gi sendu menatap box bayi
disampingnya. Bayi kecil itu hanya bisa menangis, seolah ia mengerti apa yang terjadi sekarang ini. "Kutukan itu tidak hilang, ia mengalaminya. Bahkan juga putraku sebagai gantinya."
"Ayah!"
Pria kecil itu tidak begitu mengerti apa yang diucapkan oleh ayahnya. Joon Gi hanya mengusap kepala Chan kecil dengan lembut. "Kutukan ku berpindah pada putrimu dan putraku." Jelas Joongi menatap Hongbin.
Setelah mengucapkan kalimat itu, Joon gi bersama putranya -Chan kecil- menghilang bersama dengan munculnya kabut hitam.
Hyesun memicingkan matanya, menelaah semua perkataan Chanyeol. Sedikit rasa terkejut dan ketakutan menjadi satu. Tapi ia sudah tak memikirkan hal itu lagi, yang terbesit dipikirannya sekarang kenapa ayahnya tidak pernah bercerita.
Itulah mengapa ia merasakan Syndrome yang aneh selama ini.
Itu bukan penyakit melainkan kutukan, kutukan yang ia dapat karena ia adalah anak dari ibunya.
Chanyeol tahu jika gadis yang ada dihadapannya masih terkejut dan ia beranjak dari sana untuk memberikan waktu sendiri untuk Hyesun.
Gadis itu mengeratkan pelukan ketubuhnya. Wajah pucatnya terus menunduk diam, berusaha menyembunyikan genangan air mata. Sekilas ia menyentuh lehernya yang sudah tertutupi oleh perban.
Untungnya semalam Chanyeol hanya menggigit, bukan menghisap darahnya. Kenapa ayahnya tidak memberitahunya. Ia merasa telah dibohongi.
Lalu apa yang akan dia katakan pada teman sekamarnya jika ia tidak kembali kekamarnya semalaman. Bagaimana jika Hyemi menjauhinya jika suatu saat gadis itu mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Mungkin dirinya sendiri tak mampu menjelaskannya.
Ya, lebih baik dia tidak menceritakan hal ini kepada siapa-siapa. Gadis Kim itu beranjak dari ranjang dan pergi meninggalkan kamar Chanyeol. Saat ia menuruni tangga, ia tanpa sengaja berpapasan dengan salah satu siswa Night Class yang menatapnya sinis. Ya, pria itu Kim Taehyung.
Pria itu memandang Hyesun dari bawah hinggakeatas. Ia terdiam, dia sendiri tidak mengerti kenapa pria yang berada dihadapannya memberikan tatapan tak suka kepadanya.
__ADS_1
"Kau mengenalku?" Tanya Taehyung menatap Hyesun dingin. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya. Matanya menatap tajam kearah Hyesun, saat pria itu menyadari adanya perban kecil yang terletak pada leher kanan Hyesun.
"Aku Kim Taehyung, sepupu dari Park Chanyeol." Kata V dengan nada tak suka. " Ada apa dengan lehermu? Apakah kau terluka?" Pertanyaan V sontak membuat Hyesun memegang lehernya.
Hyesun terdiam, dia tidak tahu harus menjelaskan apa. Karena dia sendiri masih belum paham dengan apa yang ia alami.
"Siapa yang meninggalkan bekas gigitan pada lehermu?" Tanya V bersandar pada pembatas tangga. "Semalam bau darahmu tercium hingga ke kelas Night Class dan itu menggoda kami. Tentu saja aku hapal dengan baumu semenjak insiden kita bertemu ditaman kemarin." Jelas V.
"Nona Angela menyuruh kami untuk melupakan segalanya, itulah mengapa kami berhenti."
"Angela?" Tanya Hyesun. Ya, tentu saja Hyesun mengenalnya. Bukan lebih tepatnya mengetahuinya dari Chanyeol. Angela adalah kepala asrama Night Class yang sangat dipatuhi oleh seluruh murid Night Class.
Sebelumnya Chanyeol juga menjelaskan siapa mereka semua termasuk Angela. Tentu saja Chanyeol tidak khawatir kenapa ia menjelaskan itu semua, karena cepat atau lambat. Hyesun akan menjadi salah satu dari mereka.
V mulai geram dengan sikap Hyesun. Seketika seluruh lilin yang menyala di dalam Asrama mati. Hyesun terkejut dan panik.
"Cukup, kau begitu mengganggu. Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Chanyeol hingga membuat Angela-ju memperbolehkannya membawamu kemari. Padahal sebelumnya Angela-ju memberi larangan keras kepada kami untuk tidak mendekati manusia."
Dan satu lagi masalah Bonded dan mate hanya Baekhyun dan Jungkook yang mengetahuinya. V belum memahami apa arti gadis itu untuk sepupunya.
Hyesun meringsut takut, pasalnya dia belum pernah melihat vampire yang mengamuk secara langsung. V perlahan mendekati Hyesun. Ia ingin sekali berlari, tapi entah kenapa kedua kakinya tidak mau diajak bekerja sama. Seolah-olah kakinya membeku ditempat.
"Beritahu aku, apa yang kau lakukan kepada Chanyeol?" pertanyaan V terdengar seperti tuduhan bagi Hyesun. Gadis itu menatap kesal ke arah V.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Bahkan aku baru mengenalnya semenjak menginjakan kakiku di asrama ini."
"Oh, Jadi begitu? Kemudian semenjak kau berteman baik dengan Chanyeol, kau dengan baiknya memberikan darahmu kepadanya." Ucap V dengan sinisnya.
"Darah?"
"Ah, aku mengerti. Darahmu hanya diperuntukan untuk Chanyeol. Bagaimana jika kau memberi darahmu sedikit kepadaku. Bukankah aku juga sepupu Chanyeol." Seru V semakin mendekati Hyesun. Tangan pria itu menyentuh bekas luka pada leher Hyesun.
"Suatu hari saat Chanyeol sudah tidak menginginkan darahmu, dia akan membuangmu. Untuk itu supaya dia tidak membuangmu. Katakan padanya 'ambilah darahku saja'."
Tuduhan V terdengar seperti Hyesun adalah gadis murahan yang mencoba mendekati Chanyeol. Hyesun menghempaskan tangan V dari lehernya. "Jangan berkata yang tidak-tidak. Kau salah paham."
"Apakah kau malu?"
Hyesun semakin geram. "Cukup!" Hyesun hendak melayangkan tangannya guna menampar V. Namun seseorang telah menahan tangannya. Hyesun menoleh dan terkejut saat melihat siapa yang menahan tangannya.
"Hyesun hentikan!" Suara lembut itu berasal dari wanita yang selama ini selalu dihormati oleh seluruh siswa Night Class.
"No-Nona Angela."
Plakkk
Angela menampar V didepan Hyesun. Gadis itu sampai mundur beberapa langkah akibat terkejut. Angela melarangnya menampar Taehyung tapi wanita itu malah yang menampar Taehyung.
"Maafkan aku." lirihnya. V membungkuk kearah Angela. "Ini kesalahanku, aku benar-benar minta maaf." lanjutnya.
"Pergilah!" seru Angela yang diangguki oleh Taehyung.
Taehyung melangkah pergi dengan perasaan yang kesal.
"Itu tindakan yang tidak terduga untukmu, Maafkan kami Hyesun." Ucap Angela menatap lembut ke arah Hyesun. “Maaf, ada baiknya kau tidak mengotorimu tanganmu. Lebih baik aku yang menamparnya, karena kau tidak tahu bagaimana brutalnya ia.”
"Ah, tidak. Tidak apa-apa. Aku rasa dia hanya salah paham kepadaku."
"Aku harap dia tidak mengulanginya lagi. Dia adalah sepupu Chanyeol. Aku sendiri tidak tahu apa yang membuatnya seperti itu. Lalu dimana pria yang seharusnya bertanggung jawab tentang dirimu?" Tanya Angela menatap Hyesun tanpa menghilangkan senyumannya.
"Aku meninggalkannya tadi." Jawab Hyesun sekenanya.
"Lalu kau akan pergi kemana?" Tanya Angela. "Oh ya, lebih baik. Mulai dari sekarang jangan datang ke asrama Night Class sendirian."
Hyesun hanya tersenyum masam, mendengar perkataan Angela seolah-olah dia akan datang lagi ke asrama Night Class.
"Aku harus kembali ke asrama ku. Sebelumnya terimakasih. Aku permisi." Ucap Hyesun sambil membungkukan badannya sebelum pergi meninggalkan asrama Night Class.
"Aku tidak mengerti kenapa Angela si kepala asrama begitu baik kepadanya." Ucap Kai yang sudah berada jauh dibelakang Angela. "Dan juga kenapa dia begitu baik membiarkan Sehun yang jelas-jelas keturunan Vampire Hunter."
"Hyesun, dia adalah satu-satunya yang paling penting untuk Chanyeol. Sehun, seorang manusia yang akan berubah menjadi vampire biasanya akan berubah menjadi vampire level E. Dan untuk masalah Sehun, aku hanya mendengar ia akan berubah segera." Jawab Tao.
"Apa? Bagaimana bisa? " Tanya Kai kaget.
Tao menaikan kedua bahunya.
***
Hyemi lelah, seharian ia harus mengurus tugas piket, keperpustakaan, dan yang terakhir membantu Minhee mengurus absensi kelas. Ia terkejut memasuki kamar dan melihat Hyesun duduk ditepi ranjangnya dengan
perban yang melilit lehernya.
"Hye!" Panggil Hyemi. Si pemilik nama hanya menoleh dan tersenyum.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Hyemi. "Apakah kau terluka? Apakah kau sakit? Bagaimana kau bisa berada di tempat kepala asrama Kim?" Tanya Hyemi bertubi-tubi. Sementara Hyesun hanya tertawa melihat Hyemi seperti itu.
"Hei, satu-satu tanyanya." Ucap Hyesun tersenyum. Namun, Hyesun terdiam. Tunggu? Apa katanya barusan? Ditempat kepala asrama? Apakah mereka tidak memberitahu Hyemi jika dirinya semalaman berada di Asrama Night Class.
__ADS_1
"Hye? Kau baik-baik saja bukan?" Tanya Hyemi lagi.
"Iya, aku baik-baik. Itu akibat Syndrome lama ku yang kambuh." Jelas Hyesun singkat.
"Kau ini pergi tidak bilang-bilang, kau tau tidak, kau membuat ku khawatir. Bagaimana jika terjadi apa-apa, pasti aku akan disalahkan oleh semua orang." gerutu Hyemi.
"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin merepotkanmu." Ucapnya berbohong.
"Syukurlah, jika kau baik-baik saja. Besok akan ada ulangan. Jika kau masih merasa tidak sehat. Tidak perlu masuk." Jelas Hyemi yang bersiap untuk tidur.
"Tidak, aku sudah baik-baik saja."
Matahari mulai menunjukan sinarnya, kedua gadis berbeda marga ini bersiap untuk menyambut ujianyang telah menanti mereka. Seperti biasa kelas mereka melewati gerbang asrama kelas Night Class.
Terlihat Suho dan Sehun nampak menghalangi beberapa gadis bar-bar yang terlihat menunggu idola mereka.
Kedua gadis itu menatap Suho dan Sehun yang terlihat lelah mengurus gadis bar-bar itu. Nampak sekali Sehun membentak beberapa gadis yang kini patuh kepadanya supaya tidak menghalangi jalan para murid Night Class.
Mendekati musim semi, di asrama mereka memiliki aturan menggunakan pakaian bebas selama mengikuti kegiatan. Tampilan kedua gadis ini sungguh tidak kalah cantik dengan idol Hallyu.
"Hah, setiap pagi selalu saja mereka seperti itu?" Ucap Hyemi memandang remeh keseluruh gadis-gadis Day Class lainnya.
'Kreekk'
Terdengar suara gerbang terbuka, terlihat seluruh murid Night Class berjalan melewati murid-murid Day Class yang berteriak heboh.
Hingga tanpa sengaja mata elang milik Hyesun menangkap sosok Chanyeol yang tersenyum ke arahnya sambil melambaikan tangan. Pria itu tersenyum menatap Hyesun dengan lembut. Tentu saja bagaimana tidak? Mana ada
larangan tersenyum kepada matenya.
Namun tak lama, Hyesun mengalihkan pandangannya karena ia takut fans dari Park Chanyeol akan menggila lagi. Melihat pandangan Chanyeol yang seperti itu membuat Hyemi yakin jika kakak kelasnyaitu tertarik kepada Hyesun.
"Ah, aku rasa dia tertarik kepada mu,Hye." Seru Hyemi yang sontak membuat pipi Hyesun memerah.
"I-Itu tidak mungkin." Sangkal Hyesun. Ia tidak berani mengatakan apapun jika Chanyeol adalah matenya. Jika ia mengatakannya, sudah pasti Hyemi akan menertawakannya.
Dibelakang Chanyeol terlihat Angela dan Baekhyun, sementara dibelakangnya lagi terdapat Jimin, Kai , Taehyung, Jungkook dan anggota Night class lainnya.
Setelah seluruh para murid Night Class kembali. Suho dan Sehun segera membubarkan antrian murid Day Class. Mereka begitu terkejut melihat kedua gadis itu tak kunjung juga pergi.
"Kalian masih disini?" Tanya Suho. Disatu sisi Sehun tiba-tiba menatap intens ke arah Hyemi, dari ujung bawah hingga keatas. Ia merasa ada yang berbeda dengan gadis itu, atau memang ada yang salah dengan dirinya.
"Iya sebentar lagi kami akan kembali." Jawab Hyesun sekenanya.
"Ah, aku tidak percaya jika kau juga termasuk fans fanatik mereka." Ucapan Sehun mengarah kepada Hyemi dan siapapun yang berada diantaranya pasti mengetahui itu.
‘Ah gawat, jangan bilang mereka akan memulai lagi.’ - Batin Suho.
"Apa maksudmu?" Tanya Hyemi tak suka. Kini sepasang manusia itu menatap satu sama lain dengan tatapan 'aku tidak menyukaimu'. Dan entah kenapa Sehun selalu saja yang memulai pertengkaran kecil mereka.
Lagi lagi mereka seperti ini, itulah yang ada dipemikiran Suho.
"Sudah-sudah, kenapa kalian selalu saja seperti ini jika bertemu." Seru Suho yang berusaha menengahi keduanya.
Sementara Hyesun yang tidak mengerti apa-apa hanya menatap Suho dengan tatapan 'apa aku ketinggalan sesuatu'.
"Nanti saja, aku menjelaskannya." Jawab Suho yang seolahmengerti arti tatapan dari Hyesun.
***
Malam telah tiba, sehun sudah merasakan ada yang tidak beres terhadap dirinya. Bermula dari pagi tadi ia menatap Hyemi dengan tatapan yang berbeda, ya itu salah. Ia begitu karena ia mulai tertarik dengan bau darah.
Sial, ia tak seharusnya seperti ini. Ia berjalan melewati lorong menuju kamarnya. Dada sebelahnya kirinya mulai terasa sakit. Tidak, jangan lagi. Ia benar-benar tidak menginginkan ini.
Tanpa sadar ia terjatuh ke lantai sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Mendengar ada suara terjatuh membuat Heechul dan Suho segera mencari dimana asal suara itu.
Mereka menemukan Sehun yang jatuh terduduk dilantai lorong kamar. "Jika kau hanya melawan dan menolaknya, itu tak akan mengubah apapun." Ucap heechul menatap Sehun. Suho dengan bergegas mengambil pil darah milik Sehun dan memberikannya kepada Heechul.
"Jika kau terus seperti ini, kau akan-"
"Diamlah!" Seru Sehun mencoba bangkit namun, usahanya sia-sia ketika rasa sakit di dadanya kembali muncul. Suho hanya menatap Sehun dengan iba.
Tiba-tiba Heechul memberikan segelas air dan satu pil darah kepadanya. "Ini akan membuat rasa sakitmu berkurang, Minumlah!"
Sehun hanya menatap gelas dan pil darah itu sekilas sebelum menampiknya hingga gelas itu jatuh kelantai dan pecah.
"Sehun!" Bentak Suho.
"Tolong mengertilah! Apa yang terjadi selanjutnya jika kau tetap berlaku seperti ini? Tidak, kau sudah mengetahuinya." Jelas Heechul sebelum meninggalkan Sehun.
"Setidaknya kau harus mempertahankan nyawamu,Hun." Ucap Suho.
***
Gadis itu hanya menatap keluar jendela, memikirkan beberapa rentetan-rentetan kejadian yang selama ini terjadi. Setidaknya bekerja sama dengan Heechul sudah membantu dirinya dan Murid Night class yang lain.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanyanya. Sejak tadi Baekhyun mulai memperhatikan apa yang Angela lakukan.
__ADS_1
"Semenjak kejadian 10 tahun yang lalu, kehidupannya berubah." Jawab Angela tanpa menatap Baekhyundibelakangnya.
"Sebenarnya apa rencanamu menyelamatkan Sehun saat itu?" Tanya Baekhyun bingung.