
"Ayah!"
Sebuah suara membuat Seunghwan terdiam. Suara putrinya.
Suara Hyemi membuatnya terdiam. Gadis itu menaikan alisnya, benar dugaannya saat menemukan mobil milik ayahnya terparkir di halaman luas asrama lot empire.
Heechul mengangguk memberi isyarat agar Ahreum tak melanjutkan kalimatnya.
"Apa yang ayah lakukan disini?"
Pertanyaan Hyemi sukses membuat ketiga manusia itu terdiam sesaat disana.
Pria paruh baya itu hanya tersenyum. "Tentu saja, menjenguk putriku yang cantik."
"Licik." Kata Heechul mengecilkan suaranya.
"Aku kan sudah pernah mengatakannya, Ayah," Kata Hyemi. "Ayah, tak perlu menjenguk ku."
Pria itu tetap tersenyum menatap putri semata wayangnya, "Kenapa, apa kau takut ketahuan bila memiliki kekasih." Seunghwan menyentil dahi putrinya.
Gadis itu hanya mengaduh dengan pipi yang merona.
"Ayah akan mengunjungimu," Kata Seunghwan. "Bisakah kau menunggu ayah diluar?"
"Baiklah!"
Gadis itu mengangguk dan membungkuk memberi hormat kepada Heechul dan Ahreum yang ikut mengangguk.
Sepeninggal Hyemi, Seunghwan menatap tajam ke arah Heechul. Pria itu masih tak percaya dengan ucapan pria yang menjabat sebagai kepala sekolah itu.
"Bagaimana mungkin dia bisa-"
"Kris," Sela Ahreum, "Ia dibunuh."
Seunghwan mengangguk mengerti, "Apakah dewan petinggi mengetahui hal ini?"
Heechul dan Ahreum mengangguk. "Tapi, dewan petinggi masih belum menemukan pelakunya." Kata Heechul membuat Seunghwan mendengus.
"Apa yang membuat dewan petinggi itu begitu lama." Kata Seunghwan tak suka.
***
Seusai berbicara kepada Jungkook, pemikirannya melayang kepada Taehyung. Bagaimana mungkin ia dapat menolong pria itu, jika ia sendiri tak tahu harus melakukan apa. Setelah insiden Taehyung memeluknya, ia tak
bertemu lagi dengan pria itu akhir-akhir ini.
ia pun berniat kembali menyelesaikan tugasnya sebelum Hyesun datang. Baru saja ia menuliskan beberapa kata, sebuah suara memanggilnya.
"Minhee." Serunya dengan riang.
"Ada apa?"
"Apakah kau tak berniat kembali ke asrama?" Tanya Hyesun yang memandang Minhee dengan heran.
Di mata Hyesun, Minhee selalu saja berkutat dengan catatan dan pena dari guru Lee -guru dayclass- yang selalu memberikan beban kepada ketua kelas.
"Aku masih belum selesai." Kata Minhee yang tersenyum menatap gadis itu.
__ADS_1
"Padahal, aku ingin mengajak mu kembali ke asrama bersama," Kata Hyesun memandang Minhee berharap, "bagaimana, jika kau mengerjakannya di asrama?" Usul gadis itu
"Bukankah itu sama saja," Kata Hyesun, "toh, besok kau akan tetap mengumpulkannya."
Minhee terdiam beberapa saat sebelummengangguk menerima ajakan Hyesun. Setelah membereskan peralatan miliknya, Minhee dan Hyesun meninggalkan ruang kelas dan menuju asrama day class.
Rute menuju asrama day class selalu melewati asrama night class. Tanpa sadar, Hyesun tersenyum dan menoleh saat melewati asrama night class. Ia selalu seperti itu, jika mengingat sesuatu yang berhubungan dengan matenya.
Namun, bukan wajah Chanyeol yang ia temukan melainkan ia menemukan Sehun yang berada di dalamnya dengan mengenakan seragam night class.
Langkah kaki Hyesun terhenti, begitu juga Minhee yang menatap Hyesun bingung.
"Ada apa?"
Bukannya menjawab, gadis itu hanya menunjuk ke sebuah arah dan membuat Minhee tercenung melihatnya.
"Sehun?" Tanya Minhee yang tak yakin, "Mengenakan seragam night class?"
Kedua gadis itu saling berpandangan sebelum kembali melanjutkan langkah kakinya.
"Apa kau yakin itu tadi Sehun?" Tanya Minhee membuat Hyesun tersenyum lemah. "Apa kita harus memberitahu Hyemi tentang hal ini?"
"Entahlah," Kata Hyesun, "Kurasa lebih baik jika ia mengetahuinya sendiri."
***
Pria Byun itu terlihat tak begitu nyaman. Entah kenapa, akhir-akhir ini ia begitu sensitif dan khawatir akan sesuatu yang ia tak tahu.
Semenjak Sehun ia perkenalkan kepada seluruh murid night class bahwa pria itu adalah sebagian dari mereka, Baekhyun terus saja merasa ada yang aneh dengan suasana asrama.
Apalagi si kembar benar-benar tak berulah.
"Jangan ganggu Baekhyun, akhir-akhir ini ia begitu sensitif." SindiranJimin membuat vampire lainnya tertawa.
Ya, tempo hari Jimin hampir mendapat lemparan lampu nakas jika ia tak cepat-cepat menghindar.
Permasalahannya adalah Baekhyun tak ingin keluar kamar, dan Jimin mengganggunya karena pria itu ingin Baekhyun melakukan sesuatu.
Ditempat yang sama, Chanyeol juga merasakan perasaan aneh. Namun, perasaan itu tertutupi dengan persiapan perayaan ulang tahun matenya yang artinya mereka akan segera menikah.
Di sisi lain Suga dan Jhope begitu bersemangat mendekor ruang tengah asrama night class, kedua vampire itu memang terkenal menyukai hal-hal yang merepotkan seperti pesta ulang tahun.
"Kenapa kau murung seperti itu?" tanya Suga, "Harusnya kau bersemangat, besok mate mu berulang tahun."
Pria itu tersenyum dan mengambil sebuah pita yang Suga sodorkan kepadanya. "Kuharap tak ada hal buruk yang terjadi." Ucap Chanyeol yang masih dapat didengar oleh Suga.
***
Suasana murid night class begitu berbeda dengan suasana yang berada di ruangan Taeyeon. Wanita vampire itu hanya menyeringai menunggu hari esok. Sepupu Taeyeon pun tak sabar menunggu hari esok, ia senang sebentar
lagi sepupunya akan hidup abadi dan tak kehilangan kekuatannya.
Pria itu menyodorkan sebuah kotak yang membuat Taeyeon menaikan alisnya. Si kembar yang melihat itu pun bingung menatap sepupu nonanya.
"Untuk apa ini?"
Pria itu menyeringai membuat Taeyeon buru-buru membuka kotak kecil yang berisikan sebuah kalung berliontin biru.
__ADS_1
"Buat gadis itu memakai kalung yang kau berikan, setelahnya kau akan tahu apa yang terjadi." Ujarnya menyeringai.
Taeyeon tersenyum. "Kau memang yang terbaik. Maaf, telah merepotkan mu selama ini."
"Oh, aku tidak melakukan ini secara cuma-cuma, Tae," Kata pria itu, "selama membuat keluarga mereka berantakan, aku akan dengan senang hati membantumu."
Taeyeon hanya mengangguk. Tanpa mereka sadari, sebenarnya jauh di lubuk hati Taeyeon masih memikirkan Baekhyun.
***
Seperti yang sudah direncanakan, beberapa tamu akan tiba untuk merayakan ulang tahun putri Hongbin. Para murid night class, Taeyeon dan si kembar tengah berada di pesta itu.
"Untuk apa kalian kemari?" Tanya Taehyung dengan tak suka.
Wanita itu tersenyum. "Baiklah, jika kalian tak menginginkan kami."
Seperti yang diperintahkan oleh Jin sebelumnya, Jhope dan Jungkook membantu menata minuman untuk para manusia yang akan datang sebagai tamu, lalu Taehyung dengan tampang malas membantu merapikan meja-meja dan menghiasnya.
Walaupun mereka dapat melakukan dengan menjentikan jarinya, tapi tetap saja para vampire itu tak terbiasa dengan kegiatan semacam ini. Kecuali pesta khusus vampire, mereka akan bebas menghisap darah kesana kemari dengan membawa manusia sebagai menu utamanya.
"Baiklah, Suga dan Kyungsoo yang mengurus kue ulang tahunnya," Kata Jin. "Aku harap kalian tak memasukan darah ke dalam kuenya." Kata Jin membuat Kyungsoo mengangguk.
"Lalu, Kai-"
Ucapan Jin terpotong membuat beberapa murid terdiam. "Apa ada yang melihat Kai?"
Mereka semua menggeleng, "Jangan bilang pria itu masih tidur," Kata Jin menghela napas. "disaat yang penting seperti ini."
Mereka tetap melakukan tugasnya masing-masing hingga Chanyeol merasa ada yang tak beres, walaupun Kai adalah vampire yang suka tidur, pria itu tak akan melewatkan sebuah pesta untuk bersenang-senang.
Chanyeol segera memeriksa Kai di kamarnya. Namun, nihil. Pria itu tak berada di kamarnya, bahkan kamarnya begitu rapi.
Lamunan Chanyeol terbuyar ketika para murid night class mendengar suara ketukan pintu. Angela dengan memasang wajah bingung mengisyaratkan agar mereka tetap melakukan pekerjaannya dan membiarkan wanita
itu yang membuka pintu.
"Bukankah, acaranya dimulai pukul tujuh malam?" Tanya Jimin yang membuat Baekhyun mengangguk.
Angela membuka pintu dan terkejut mendapati Luhan berada di hadapannya. "Ah, Tuan Lu." Sapanya, "Silahkan masuk!"
Pria itu masuk dan terkejut menatap dekorasinya. Ia tak menyangka mereka akan merayakan ulang tahu mate Chanyeol dengan meriah.
"Aku tak tahu jika kalian hebat dalam mendekor ruangan," Kata Luhan membuat Angela tersenyum, "sebenarnya, aku kemari mencari Kai. Ia memiliki janji untuk bertemu dengan ku dua jam yang lalu." Kata Luhan.
Lay yang tak sengaja mendengar perkataan Luhan tiba-tiba menyela. "Bukankah Kai tadi keluar bersama anda?"
Luhan menaikan alisnya. "Jika aku bertemu dengannya, aku tak akan kemari." Jawab Luhan bingung.
"Ini aneh," Kata Lay, "tadi Kai berpamitan kepada ku untuk bertemu dengan anda sebentar."
"Tapi murid ku itu telah membuat ku menunggu selama dua jam." Sindir Luhan membuat Angela menatap mereka dengan bingung.
Ya, memang aneh. Kai terkenal sebagai vampire yang selalu menepati janjinya dan kali ini keanehan Kai membuat seluruh murid night class terdiam.
"Pantas saja, dia sudah menghilang dari tugasnya." Kata Jin mencebikan bibirnya.
Baik Chanyeol, Baekhyun dan Angela saling menganggukan kepala.
__ADS_1
"Jangan bilang Kai menghilang." Seru Chen.