Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
Epilog


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu.


Keadaan asrama mulai membaik, adanya peraturan mengenai day class atau night class telah dihapuskan. Pengumuman penghapusan pembagian kelas membuat seluruh siswa day class bersorak.


Tentu saja, mereka ingin sekelasdengan sang pujaan hati masing-masing.


Day class dan night class akan dicampur dan dibagi secara acak.


Kejadian satu tahun yang lalu membuat para vampire dan manusia saling menghormati termasuk Seunghwan yang awalnya menolak hubungan Hyemi dengan Sehun.


Pria tua itu bersikeras dengan alasan jika nanti keduanya akan memiliki keturunan yang menyeramkan. Namun, ia


berubah pikiran ketika Hyemi dan Sehun yang saling berusaha mempertahankan hubungan.


Hubungan vampire bersaudara juga mulai membaik, mereka tidak pernah menunjukan seringaian tajam dan lebih akur dari biasanya. Taehyung dan Jungkook semakin akrab, bahkan kemana-mana mereka selalu pergi berdua.


Mengenai Minhee sendiri, awalnya beberapa orang merasa Minhee telah membohongi mereka. Namun, Hyemi dengan senang hati memberikan kesempatan kedua untuknya. Minhee bukan lagi seorang siswi melainkan menjadi salah satu guru, hubungannya dengan Taehyung berjalan dengan baik. Walaupun sempat ditentang oleh beberapa dewan petinggi.


Hubungan Suho dan Angela mulai membaik, walaupun Heechul terkadang suka mengintip, mengawasi bahkan parahnya mengikuti keduanya. Ahreum berkali-kali menegur sang kepala sekolah atau menariknya.


Membicarakan Ahreum, gadis itu sudah merelakan kepergian Kris walau terkadang masih memikirkannya. Kini ia hanya fokus mengajar, mungkin ia akan tinggal satu atau dua tahun lebih lama.


Dan jangan lupakan mengenai hobi baru Suga, vampire itu senang sekali mengganggu Ahreum daripada bersenang-senang dengan murid lainnya. Oh, hanya Rapmon yang tahu mengapa Suga sekali menjahili Ahreum.


Entah sejak kapan, Suga mulai menaruh minat pada gurunya itu.


Semuanya mengalami perubahan yang baik kecuali Hyesun, sampai saat ini gadis itu masih belum sadarkan diri. Kehidupannya hanya ditopang oleh cairan infusdan kantung darah.


Chanyeol yang masih setia duduk disebelahnya, pria itu tak pernah sekalipun meninggalkan Hyesun kecuali makan dan mandi. Hongbin dan Joongi menatap sepasang mate itu dengan tatapan yang tak dapat didefinisikan. Hongbin merubah pandangannya pada Chanyeol, ketika pria itu bersikeras untukmenjaga Hyesun.


"Putramu benar-benar keras kepala." Kata Hongbin.


Joongi mengangguk, ia tersenyum masam.


Hongbin pernah menyarankan Chanyeol untuk tak menunggu Hyesun, tapi yang ia dapat hanyalah amukan dari Chanyeol.


"Jangan memujiku seperti itu." Kata Joongi.


Jungkook dan Taehyung datang untuk menjenguk keadaan Hyesun. Mereka hanya bisa menatap sedih kearah Chanyeol yang tak pernah meninggalkan Hyesun. Kedua sepupu Chanyeol sering mengantar asupan energy untuknya.


"Chan, kau butuh mengisi energimu." Kata Hongbin.


"Nanti saja ayah, aku masih bisa minum darah nanti." Katanya.


Jungkook dan Taehyung hanya saling pandang dan mengangguk.


"Hyung segera isi energimu, kami bisa menunggunya disini." Kata Jungkook membujuk.


Jungkook datang dengan membawa beberapa tangkai bunga mawar untuk Hyesun.


"Sepupumu juga mengkhawatirkanmu." Kata Joongi.


Chanyeol menoleh, ia tersenyum, senyuman pedih. Pria itu mengecup kening Hyesun sebelum beranjak dari bangkunya.  "Baiklah."


Kedua ayah itu lega Chanyeol menuruti perkataan mereka kali ini, Jungkook dan Taehyung segera menghampiri mate sepupunya. Jungkook segera mengganti bunga layu dengan bunga mawar yang ia bawa untuk diletakan di vas bunga.


"Kuharap kau segera sadar dan berhenti membuat sepupuku bersedih." Kata Taehyung yang ditatap kesal oleh Jungkook.


Jungkook menatap Taehyung. "Kau kasar sekali," Lalu ia menatap Hyesun sedih. "Maafkan dia, pria ini memang bermulut pedas. Tapi yang Tae Hyung katakan memang benar, Chanyeol bersedih semenjak kau tak kunjung bangun. Ini sudah satu tahun lamanya berlalu, apakah kau tak ingin melihat perubahan di dalam asrama, apakah kau tak merindukannya atau temanmu."

__ADS_1


Jungkook berbicara dengan menatap Hyesun yang masih memejamkan matanya. Ia menghela napas,merasa semua ini sia-sia.


"Aku butuh udara segar." Kata Jungkook. Pria itu tiba-tiba meninggalkan ruangan Hyesun.


Taehyung baru menyadari jika mata Jungkook berkaca-kaca. Semenjak kejadian itu, Jungkook lebih cengeng, apapun yang berhubungan dimasa lalu mereka mengingatkan Jungkook pada kematian Baekhyun, termasuk Hyesun yang masih koma.


"Dasar cengeng."


Taehyung memilih untuk duduk di salah satu kursi yang berada diruangan Hyesun. Pria itu menunggu Hyesun hingga tertidur, tanpa ia ketahui sebuah pergerakan kecil membuat gadis yang selama ini mereka tunggu terbangun.


Ia menggerakan jemarinya dan perlahan membuka mata. Sebuah cahaya yang menyilaukan membuatnya menyipitkan mata. Hyesunterbangun dan berada diruangan yang tak tahu dimana.


***


Sebuah tepukan kasar membuatnya terbangun, ia menatap sekelilingnya. Jungkook dan pamannya menatapnya dengan wajah khawatir sementara ayah dari mate gadis itu sedang duduk disebelah ranjang yang kosong.


Ranjang yang kosong?


Taehyung segera melompat ketika kakak sepupunya menatapnya dengan tajam.


Chanyeol menatapnya penuh emosi. "Bisa kau jelaskan ini?"


"Aku-"


"Hyesun menghilang, saat kau tertidur."Jelas Jungkook panik dari belakang tubuh Chanyeol.


"Tapi dia tadi-"


Chanyeol mengepalkan tangannya. "Jika kau tak ingin menjaganya cukup katakan, kau tahu-"


"Chan."


Taehyung baru bisa bernapas lega, setidaknya gadis itu bangun dan akan membelanya.


Bangun?


Mata Taehyung terbuka lebar ketika mendapati mate Chanyeol tengah berdiri di ambang pintu. Chanyeol buru-buru meninggalkan Taehyung dan berlari memeluk gadisnya.


Chanyeol memeluknya dengan sangat erat. “Jangan pergi, jangan pernah meninggalkanku.”


Hyesun tersenyum, ia bahkan memaksa tubuhnya untuk sekedar membalas pelukan Chanyeol. "Bagaimana kabarmu?" Tanya gadis itu.


Chanyeol melepas pelukan itu secara paksa. Pria itu hampir saja menangis.  "Kau benar-benar tega, bagaimana


mungkin kau meninggalkanku begitu lama. Bahkan kita tak jadi melangsungkan pernikahan ketika kau tak kunjung bangun."


Itu adalah kalimat terpanjang Chanyeol setelah sekian lama.


Gadis itu tersenyum masam, "Maafkan aku, dan terimakasih telah menungguku," kata Hyesun terhenti ketika menatap ayahnya yang menahan tangis. "Ayah, apakah kau tak mau memeluk ku?" tanyanya yang membuat pria tua itu menghampiri putrinya.


"Aku senang bertemu ayah kembali."


"Aku bahkan lebih bahagia dapat mendengar suaramu, sayang." Kata Hongbin memeluk putrinya.


***


Tak lama Heechul mendapat kabar jika Hyesun telah sadar dari komanya. Pria senja itu terharu ketika ia benar-benar melihat Hyesun yang melambaik tangan padanya.


"Jangan berlebihan." Suho memperingati ayahnya.

__ADS_1


"Murid ku sudah kembali." KataHeechul memeluk Hyesun, gadis itu tersenyum canggung ketika kepala sekolahnya terlihat antusias.


Hyesun mendapatiSehun, Hyemi, Suho, Angela, Taehyung, Minhee, Jungkook, dan lainnya. Namun, ia menaikan alisnya mencari-cari seseorang.


"Ada apa, Hye?" Tanya Chanyeol


"Dimana Baekhyun?" Pertanyaan Hyesun membuat suasana haru berubah. Mereka lupa jika Hyesun belum mengetahui apapun termasuk bagaimana keadaan selama satu tahun ia tertidur.


Jungkook mengalihkan pandangannya menahan air mata. Heechul yang mendengar pertanyaan Hyesun segera


melepaskan pelukannya seolah ia ditolak oleh seorang wanita.


Chanyeol menggeleng membuat Hyesun menutup mulutnya dengan tangan. "Ma-maafkan aku, aku tidak tahu jika-"


"Itu bukan kesalahamu, sebaiknya kau segera beristirahat. Kami akan menjenguk mu lagi besok." Kata Hongbin setelah mencium kening putrinya.


Semuanya telah pergi meninggalkannya kecuali Chanyeol yang masih menemaninya.


"Apa saja yang terjadi selama aku tak ada?" Tanya Hyesun.


"Banyak hal yang terjadi," Kata Chanyeol. "Mau mendengarnya?"


Hyesun mengangguk mendengar pertanyaan Chanyeol, terkadang gadis itu memberi ekspresi takjub dan terkejut mendengar cerita yang ia dengar dari Chanyeol.


***


Sebaliknya dari rumah sakit, Heechul terdiam mengingat pertanyaan Hyesun. Pria itu sesekali menghela napas. Suho yang melihat ekspresi ayahnya tersenyum geli. "Sudahlah, ayah."


"Semoga setelah ini tidak ada hal-hal aneh yang akan terjadi."


Angela yang mendengar perkataan Heechul tersenyum dan mengangguk. Mereka kembali menuju asrama.


Sesampainya di asrama, Heechul memberitahu Luhan dan Ahreum jika Hyesun telah bangun dari komanya, mereka tersenyum dan sedetik kemudian senyuman mereka sirna ketika pria tua itu menceritakan Hyesun yang


mencari keberadaan Baekhyun.


"Sampai sekarang aku sendiri tak percaya pria itu menghilang saat aku disana." Kata Ahreum.


"Sebaiknya jangan diingat, itu sudah setahun lamanya."


Satu bulan telah berlalu, Hyesun tengah menjalani perawatan. Kesehatannya semakin lama semakin membaik, kebiasaan meminum darahnya pun tak membuat Chanyeol lelah.


Selama kesehatannya membaik, ia akan dengan senang hati membiarkan Hyesun meminum darahnya.


"Ingat kesehatanmu, jangan terlalu lelah." Chanyeol mengingatkan.


Hyesun mengangguk. "Aku tahu."


"Seminggu lagi adalah hari pernikahan kita, ayah sudah mengaturnya. Jadi kau masih harus beristirahat."


"Baiklah."


Mendengar jawaban singkat Hyesun membuat pria itu menghela napasnya.


"Aku mencintaimu, Hye."


Hyesun tersenyum malu.  Gadis itu mengangguk.


"Aku juga mencintaimu."

__ADS_1


__ADS_2