
Begitu Taehyung benar-benar meninggalkan ruangannya, Luhan kembali menyeringai menatap Taeyeon. "Aku tidak menyangka akan bertemu dengan buruanku disini." Seru Luhan
Wanita itu mengepalkan tangannya dan menatap Luhan tajam.
"Kau tahu, benar kata Kris jika kau sedang merencanakan sesuatu. Apa ini ada hubungannya dengan kekuatanmu yang hilang itu?" Tanya Luhan yang bangkit dari kursinya.
"Jangan ikut campur!"
"Aku tidak dapat berjanji jika rencanamu berhubungan dengan seluruh asrama beserta isinya."
***
Seluruh murid menatap Taehyung yang keluar dari ruangan Luhan dengan penasaran, termasuk Jhope dan Jimin.
Kedua pria itu tidak berhenti bertanya mengenai apa yang terjadi, bagaimana bisa dan kenapa. Berbeda dengan Baekhyun dan Chanyeol yang menghela napas dengan lega. Walaupun hubungan keluarga mereka begitu rumit.
Setidaknya, merekamasih mengkhawatirkan keadaan sepupunya apalagi jika berhubungan Taeyeon.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Baekhyun yang membuat Taehyung menatapnya. Pria itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Jimin yang tidak dapat menahan rasa keingintahuannya.
"Aku bertemu dengannya saat ia sedang menguntit Angela dan Suho." Terangnya yang membuat semuanya terdiam.
Nama terakhir yang disebutkan oleh Taehyung membuat mereka terkejut, pasalnya seluruh murid night class mengetahui bagaimana perasaan Taehyung kepada Angela. Begitu pula Angela kepada Suho. Hubungan mereka cukup rumit.
Jadi, Taehyung menjaga Angela dan Suho dari Taeyeon? Sungguh?
"Wanita itu lagi-lagi ingin berulah. Sebenarnya apa yang membuat Angela-ju memperbolehkannya tinggal disini?" Tanya Kai heran, iabenar-benar tidak dapat menyembunyikan perasaan bencinya.
"Percaya atau tidak. Pasti Angela-ju mempunyai alasan khusus." Seru Lay.
Baekhyun hanya bisa menatap Chanyeol dengan tatapan bersalah.
***
Setelah mendengar penjelasan Suho saat itu, Hyemi selalu tak dapat berpikir dengan tenang. Ia terus memikirkan Sehun.
"Dimana Sehun?"
Dan Boom!
Dugaannya tepat!
__ADS_1
Suho terdiam mendengar pertanyaan Hyemi. Ia bingung untuk jujur atau tidak. Jika ia mengatakannya, itu akan membahayakan Hyemi dan jika ia tidak mengatakannya, maka gadis itu sendiri akan terus mengejarnya.
"Dimana Sehun?" Tanya Hyemi sekali lagi.
Suho menghela napas sembari menatapnya. "Apa kau benar-benar ingin bertemu dengannya?" Tanya Suho yang membuat Hyemi spontan mengangguk.
"Baiklah, temui aku besok malam. Aku akan mengantarmu untuk bertemu dengannya."
Setelah mengucapkan itu Suho lebih memilih untuk pergi ke rak lain.
Dan malam ini adalah malam kesepakatan mereka, Hyemi akan bertemu dengan Sehun. Suho telahmengatakan tempat perjanjian mereka. Beruntung Suho sendirilah yang seorang guardian, jadi Hyemi tidak perlu khawatir ada seseorang yang melaporkannya keluar asrama malam-malam.
"Apa kau sudah siap?" Tanya Suho yang membuat Hyemi mengangguk bersemangat. "Ikuti aku!"
***
Kali ini Chanyeol lebih mengawasi Hyesun sekaligusmenambah waktu mereka untuk saling bertemu. Hyesun tersenyum melihat matenya datang.
"Kenapa kau datang?" Tanya Hyesun.
Chanyeol menaikan alisnya. "Tidak boleh jika aku menemuimu?"
"Bukan begitu, bukannya kau ada kelas." Jawabnya menatap Chanyeol bingung. Pria itu hanya tersenyum dan memilih untuk berbaring diranjang milik Hyesun.
"Memangnya kenapa jika temanmu tidak berada disini?” Tanyanya penasaran. “Apa kau akan melakukan sesuatu denganku?"
Pipi Hyesun merona. "Bu-bukan seperti itu. Dasar mesum!"
Chanyeol tertawa melihat reaksi matenya. Pria itu menghentikan tawanya dan menatap Hyesunserius.
"Ada apa,Chan?"
"Seminggu lagi adalah ulang tahun mu dan itu berarti kita akan segera menikah." Jelas Chanyeol.
"Ya, kau benar."
Melihat raut muka Hyesun membuat Chanyeol menahan senyumnya. "Ada apa? kau tidak suka menikah denganku?" Tanya Chanyeol yang dijawab gelengan. "Lalu?"
"Aku merasa terlalu muda untuk menikah." Jawabnya yang membuat Chanyeol tersenyum lega. Setidaknya Hyesun telah menerima dirinya. Pria itu menggengam jemari mungil gadisnya dan menatapnya lembut.
"Kita bisa melewati ini." KataChanyeol menyemangati. "Tapi setidaknya kau sudah memiliki perasaan kepadaku. Jadi aku tidak perlu khawatir." Seru Chanyeol yang membuat Hyesun salah tingkah.
"Si-siapa yang bilang?"
__ADS_1
"Aku." Jawab Chanyeol penuh percaya diri.
Dan setelah itu mereka hanya tertawa. Seiringnya waktu perasaan itu mulai tumbuh pada diri Hyesun dan entah sejak kapan hatinya bergetar ketika melihat senyuman Chanyeol.
***
Ditempat lain, Taeyeon memilih untuk bungkam. Wanita itu bahkan tak mengatakan sepatah katapun. Si kembar dan sepupunya menatapnya bingung. Wanita itu lagi-lagi kehilangan sedikit demi sedikit kekuatannya.
Saat ini Taeyeon terlihat lemah dan besok adalah purnama total yang membuat kekuatannya semakin menipis.
"Nona baik-baik saja?" Tanya William yang dijawab gelengan oleh Taeyeon.
"Sudah tahu sepupuku tidak baik-baik saja kenapa masih bertanya." Seru pria itu yang mendapat decakan sebal dari William.
"Besok adalah hari purnama total, jika tidak meminum darah bagaimana nona akan bertahan?" Tanya Hans, tersirat
ekspresi khawatir diwajahnya.
"Haruskah kita menculik Hyesun?" Serunya yang membuat si kembar dan Taeyeon menoleh. Mereka bertiga tahu jika ide itu adalah ide yang paling gila, karena jika Hyesun menghilang maka mereka bertiga-lah yang akan dikejar oleh Chanyeol, terutamaBaekhyun.
"Itu tidak mungkin." Sahutnya lemah.
"Baiklah, aku akan pikirkan cara lain. Kalian berdua cepat carikan Taeyeon darah gadis perawan!" Perintahnya yang membuat si kembar segera berteleport. "Percayakan semuanya kepadaku, aku akan membantumu." Katanya menyemangati.
Taeyeon tersenyum. "Kau memang sepupu ku yang terbaik."
***
Luhan dan Ahreum memiliki janji pertemuan untuk menemui seluruh murid night class, saat ini mereka beralasan mengadakan sebuah tes tambahan. Sebenarnya itu dilakukan untuk menemukan siapa si 'K' pengirim surat itu.
"Apa kau selalu berpenampilan garang seperti itu?" Tanya Luhan yang ditatap kesal oleh Ahreum. "Pantas saja murid-muridmu tidak betah. Percuma cantik jika menyeram- Auw! Kenapa kau injak kakiku?" BisikLuhan memegangi kakinya.
"Karena kau berisik, sudah ikut saja!"
Luhan memilih untukmengekor kepada sahabatnya.
Mereka sudah menghabiskan waktu sekitar dua jam. Namun Luhan belum juga mendapatkan hasil yang ia inginkan.
"Bagaimana Lu?" Tanya Aheum yang mulaimemperhatikan para muridnya.
Di lain tempat, Jhope dan juga Jimin berusaha meminta jawaban kepada Suga dan juga Taehyung. Hal itu diketahui oleh Ahreum ketika sedang mengawasi pergerakan seluruh muridnya. Luhan yang ingin menjawab berusaha menahan tawa, melihat tingkah murid-murid barunya tersebut.
"Ah, sepertinya aku harus mengingatkan. Dilarang keras untuk mencontek menggunakan kekuatan ajaib kalian." Sindiran Ahreum yang membuat nyali Jhope dan Jimin ciut.
__ADS_1
"Aku ingin melakukannya dikelas Baekhyun." Kata Luhan. "Besok, kita coba ke kelas mereka."